Apakah Major Currency Terlalu Lambat? Perspektif Trader Aktif
Di dunia trading forex, istilah major currency pairs seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dan USD/CHF sering dianggap sebagai “pasar utama” yang paling likuid, stabil, dan aman untuk diperdagangkan. Namun, di kalangan trader aktif—terutama mereka yang mengandalkan strategi intraday, scalping, atau high-frequency trading—muncul pertanyaan yang cukup menarik: apakah major currency terlalu lambat untuk menghasilkan peluang yang optimal?
Sebagian trader merasa bahwa pergerakan harga pada pair mayor cenderung “kalem” dibandingkan pair cross atau exotic. Mereka menganggap volatilitasnya kurang agresif, sehingga potensi profit terasa lebih kecil dalam waktu singkat. Di sisi lain, banyak trader profesional justru memilih major currency karena kestabilan dan likuiditasnya yang tinggi.
Lalu, apakah benar major currency terlalu lambat? Atau justru persepsi tersebut muncul karena pendekatan strategi yang kurang tepat? Mari kita bahas secara mendalam dari perspektif trader aktif.
Karakteristik Major Currency Pairs
Major currency pairs adalah pasangan mata uang yang melibatkan dolar Amerika Serikat (USD) dan mata uang negara dengan ekonomi besar seperti Uni Eropa, Inggris, Jepang, dan Swiss. Beberapa contoh paling populer antara lain:
-
EUR/USD
-
GBP/USD
-
USD/JPY
-
USD/CHF
-
AUD/USD
-
USD/CAD
Pasangan-pasangan ini memiliki beberapa karakteristik utama:
-
Likuiditas sangat tinggi
Volume transaksi yang besar membuat spread cenderung lebih kecil dan eksekusi order lebih cepat.
-
Pergerakan lebih terstruktur
Major currency sering menunjukkan pola teknikal yang lebih “bersih” dan lebih mudah dianalisis.
-
Dipengaruhi data fundamental besar
Rilis data ekonomi seperti Non-Farm Payroll (NFP), suku bunga The Fed, inflasi, dan GDP sangat memengaruhi pergerakan.
Bagi trader aktif, ketiga faktor ini bisa menjadi pedang bermata dua.
Mengapa Trader Aktif Menganggap Major Currency Lambat?
1. Volatilitas Harian yang Terbatas
Dibandingkan beberapa cross pair seperti GBP/JPY atau EUR/JPY, pergerakan harian major currency kadang terlihat lebih sempit. Trader yang mencari pergerakan 50–100 pip dalam waktu singkat mungkin merasa bahwa major pair kurang “liar”.
Namun, perlu dipahami bahwa volatilitas bukan hanya soal besar kecilnya range, melainkan juga konsistensi pergerakan. Pair mayor mungkin tidak selalu bergerak ekstrem, tetapi sering kali memiliki ritme yang lebih stabil.
2. Konsolidasi yang Panjang
Major currency sering masuk fase sideways cukup lama sebelum terjadi breakout. Trader yang tidak sabar atau tidak memiliki strategi khusus untuk kondisi ranging bisa merasa “bosan” dan menganggap pair tersebut tidak produktif.
Padahal, fase konsolidasi sering kali menjadi fondasi untuk pergerakan besar berikutnya.
3. Overcrowded Market
Karena sangat populer, banyak trader dan institusi besar bermain di major currency. Hal ini membuat harga lebih “efisien”. Pergerakan cenderung mencerminkan keseimbangan supply dan demand yang lebih cepat tercapai.
Akibatnya, pergerakan impulsif kadang lebih singkat dan cepat terkoreksi.
Perspektif Berbeda: Justru Major Currency Lebih Ideal untuk Trader Aktif
Menariknya, banyak trader profesional aktif justru memilih major currency. Mengapa?
1. Spread Rendah = Biaya Lebih Efisien
Trader aktif yang membuka banyak posisi dalam sehari sangat sensitif terhadap spread. Major currency biasanya memiliki spread paling rendah dibandingkan pair lain. Dalam jangka panjang, selisih spread ini bisa berdampak signifikan pada profitabilitas.
Misalnya, scalper yang menargetkan 10–15 pip per transaksi tentu akan sangat terbantu dengan spread yang tipis.
2. Slippage Lebih Kecil
Likuiditas tinggi mengurangi risiko slippage, terutama saat volatilitas meningkat. Eksekusi order menjadi lebih stabil dan sesuai dengan rencana trading.
Bagi trader aktif yang mengandalkan presisi entry dan exit, hal ini sangat krusial.
3. Pola Teknikal Lebih Valid
Major currency sering kali lebih “menghormati” level support, resistance, trendline, dan pola candlestick. Ini memberikan keunggulan bagi trader yang menggunakan pendekatan price action atau teknikal murni.
Pasar yang terlalu liar justru sering menghasilkan fake breakout atau noise yang tinggi.
Masalah Sebenarnya: Strategi Tidak Sesuai Karakter Pair
Sering kali, anggapan bahwa major currency terlalu lambat muncul karena ketidaksesuaian antara strategi dan karakter pasar.
Contohnya:
-
Menggunakan strategi breakout agresif saat pasar sedang ranging.
-
Menargetkan pip besar di sesi dengan volatilitas rendah.
-
Trading di luar jam aktif seperti sesi London dan New York.
Trader aktif perlu memahami bahwa setiap pair memiliki ritme tersendiri. EUR/USD di sesi Asia tentu berbeda karakternya dibandingkan sesi overlap London–New York.
Jika strategi disesuaikan dengan waktu dan kondisi pasar, major currency justru bisa sangat produktif.
Perbandingan dengan Cross dan Exotic Pair
Untuk memahami apakah major currency benar-benar lambat, kita perlu membandingkannya dengan jenis pair lain.
Cross Pair
Cross pair seperti EUR/GBP atau GBP/JPY sering memiliki volatilitas lebih tinggi. Namun:
-
Spread biasanya lebih lebar.
-
Pergerakan bisa lebih tidak terduga.
-
Risiko lonjakan harga lebih besar.
Bagi trader berpengalaman, ini bisa menjadi peluang. Namun bagi trader aktif yang belum memiliki manajemen risiko solid, risiko juga meningkat.
Exotic Pair
Exotic pair seperti USD/TRY atau USD/ZAR bisa sangat volatil. Namun:
Trader aktif yang mengutamakan konsistensi sering kali menghindari exotic pair.
Faktor Psikologis: Apakah “Lambat” atau Kurang Sabar?
Ada faktor psikologis yang tidak bisa diabaikan. Trader aktif cenderung menyukai pergerakan cepat karena memberikan sensasi dan peluang instan.
Namun, pergerakan cepat tidak selalu berarti peluang yang lebih baik.
Major currency mungkin terasa lambat karena:
-
Pergerakan lebih terstruktur.
-
Tidak selalu memberikan lonjakan drastis.
-
Membutuhkan kesabaran menunggu setup berkualitas.
Dalam banyak kasus, “lambat” justru berarti lebih stabil dan lebih bisa diprediksi.
Kapan Major Currency Terlihat Sangat Agresif?
Menariknya, major currency bisa sangat agresif dalam kondisi tertentu, misalnya:
-
Rilis data ekonomi berdampak tinggi.
-
Keputusan suku bunga bank sentral.
-
Krisis geopolitik.
-
Pernyataan pejabat bank sentral.
Pada momen tersebut, volatilitas bisa melonjak drastis. Bahkan EUR/USD bisa bergerak puluhan hingga ratusan pip dalam waktu singkat.
Artinya, major currency bukan selalu lambat—tetapi bergerak eksplosif pada waktu yang tepat.
Strategi Trader Aktif di Major Currency
Agar major currency tidak terasa lambat, trader aktif bisa menerapkan beberapa pendekatan berikut:
1. Fokus pada Jam Aktif
Sesi London dan New York adalah waktu terbaik untuk major currency. Overlap kedua sesi ini biasanya menghasilkan volatilitas tertinggi.
2. Gunakan Timeframe yang Tepat
Trader aktif bisa memanfaatkan timeframe kecil seperti M5 atau M15 untuk menangkap pergerakan intraday yang lebih detail.
3. Manfaatkan Breakout dari Konsolidasi
Alih-alih mengeluh karena sideways, trader bisa mengidentifikasi range dan bersiap menangkap breakout.
4. Kombinasikan dengan News Trading
Memahami kalender ekonomi dapat membantu trader memanfaatkan lonjakan volatilitas secara terukur.
Konsistensi Lebih Penting dari Kecepatan
Dalam jangka panjang, trading bukan tentang seberapa cepat harga bergerak, tetapi seberapa konsisten strategi menghasilkan profit dengan risiko terkendali.
Major currency menawarkan:
Bagi trader aktif yang disiplin dan memiliki sistem matang, pair mayor justru bisa menjadi “ladang” paling stabil untuk menghasilkan profit berkelanjutan.
Jadi, Apakah Major Currency Terlalu Lambat?
Jawabannya tergantung pada perspektif dan gaya trading.
Jika Anda mencari sensasi pergerakan ekstrem setiap saat, mungkin major currency terasa kurang menantang. Namun jika Anda mencari stabilitas, efisiensi biaya, dan peluang teknikal yang lebih bersih, major currency justru sangat ideal.
Sering kali, masalahnya bukan pada pair yang dipilih, tetapi pada ekspektasi dan pendekatan yang digunakan. Trader aktif yang mampu membaca ritme pasar akan menemukan bahwa major currency tidak lambat—melainkan selektif dalam memberikan peluang.
Pada akhirnya, keberhasilan trading tidak ditentukan oleh seberapa cepat harga bergerak, melainkan oleh seberapa baik Anda memahami karakter pasar dan mengelola risiko.
Jika Anda ingin memahami lebih dalam bagaimana memanfaatkan major currency secara optimal, meningkatkan akurasi entry, serta membangun strategi trading yang sesuai dengan karakter pasar, Anda bisa mengembangkan skill bersama program edukasi dari Didimax. Di sana, Anda akan mendapatkan pembelajaran terstruktur, bimbingan mentor profesional, serta pemahaman praktis tentang cara membaca market secara komprehensif.
Dengan edukasi yang tepat, Anda tidak lagi melihat major currency sebagai pasar yang lambat, melainkan sebagai peluang yang stabil dan konsisten untuk berkembang sebagai trader aktif. Saatnya meningkatkan kualitas trading Anda dengan mengikuti program edukasi yang dapat membantu membentuk mindset, strategi, dan manajemen risiko yang lebih matang melalui www.didimax.co.id.