Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Langkah-langkah yang Harus Dilakukan Sebelum Open Posisi Setiap Hari

Langkah-langkah yang Harus Dilakukan Sebelum Open Posisi Setiap Hari

by Rizka

Langkah-langkah yang Harus Dilakukan Sebelum Open Posisi Setiap Hari

Dalam dunia trading, konsistensi adalah segalanya. Banyak trader pemula terlalu fokus mencari strategi entry terbaik, indikator paling akurat, atau sinyal tercepat, tetapi melupakan satu hal penting: persiapan sebelum open posisi. Padahal, kualitas persiapan sangat menentukan kualitas keputusan yang diambil.

Trader profesional tidak langsung membuka platform lalu klik buy atau sell. Mereka memiliki rutinitas harian yang terstruktur. Rutinitas inilah yang membedakan antara trader yang disiplin dengan trader yang sekadar berspekulasi.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam langkah-langkah yang wajib dilakukan sebelum membuka posisi trading setiap hari agar keputusan yang diambil lebih rasional, terukur, dan minim emosi.


1. Menyiapkan Mental dan Kondisi Psikologis

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah mengecek kondisi mental diri sendiri. Trading bukan sekadar analisa teknikal atau fundamental. Trading adalah permainan psikologi.

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah saya sedang lelah?

  • Apakah saya sedang stres karena masalah pribadi?

  • Apakah saya sedang terlalu percaya diri karena profit kemarin?

  • Apakah saya ingin balas dendam karena loss sebelumnya?

Jika kondisi emosi tidak stabil, sebaiknya tunda trading hari itu. Banyak trader mengalami kerugian besar bukan karena salah analisa, tetapi karena keputusan impulsif akibat kondisi mental yang tidak sehat.

Trader profesional memahami bahwa pasar akan selalu ada besok. Tidak ada kewajiban untuk trading setiap hari jika kondisi diri belum siap.


2. Mengecek Kalender Ekonomi dan Berita Fundamental

Sebelum open posisi, wajib mengecek kalender ekonomi. Pergerakan harga di pasar forex dan komoditas sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi penting.

Beberapa data berdampak tinggi antara lain:

  • Non-Farm Payroll (NFP)

  • Suku bunga bank sentral

  • Inflasi (CPI)

  • GDP

  • Data pengangguran

Sebagai contoh, kebijakan suku bunga dari Federal Reserve seringkali memicu volatilitas besar pada pasangan mata uang berbasis USD. Begitu pula keputusan dari European Central Bank yang mempengaruhi pergerakan EUR.

Jika ada berita berdampak tinggi, tentukan strategi:

  • Apakah ingin menghindari trading saat rilis?

  • Atau ingin memanfaatkan volatilitas dengan strategi khusus?

Trader yang tidak mengecek kalender ekonomi ibarat mengemudi tanpa melihat rambu lalu lintas.


3. Melakukan Analisa Timeframe Besar Terlebih Dahulu

Kesalahan umum trader adalah langsung melihat timeframe kecil seperti M5 atau M15 tanpa mengetahui arah tren besar.

Langkah yang benar:

  1. Mulai dari timeframe Daily (D1)

  2. Turun ke H4

  3. Lalu ke H1

  4. Baru eksekusi di timeframe kecil jika diperlukan

Dengan melihat timeframe besar, Anda akan mengetahui:

  • Apakah market sedang trending atau sideways?

  • Di mana area support dan resistance kuat?

  • Apakah harga berada di area supply atau demand?

Trading melawan tren besar sangat berisiko. Timeframe besar memberikan gambaran konteks pasar yang lebih luas sehingga entry menjadi lebih logis.


4. Menentukan Level Support dan Resistance

Support dan resistance adalah fondasi analisa teknikal. Sebelum open posisi, tandai terlebih dahulu level-level penting di chart.

Level ini bisa berasal dari:

  • High dan low sebelumnya

  • Area konsolidasi

  • Psychological level (contoh: 1900 pada emas)

  • Garis trendline

Sebagai contoh, pada instrumen emas (XAUUSD), level psikologis sering menjadi area reaksi kuat karena banyak trader global memperhatikannya.

Tanpa menentukan level penting, entry hanya berdasarkan feeling, bukan perhitungan.


5. Menghitung Risk Management Secara Detail

Inilah langkah paling krusial: mengatur risiko sebelum masuk pasar.

Beberapa aturan dasar:

  • Risiko per transaksi maksimal 1–2% dari total modal

  • Tentukan stop loss sebelum entry

  • Tentukan target profit (risk reward ratio minimal 1:2)

Contoh:
Jika modal $1.000 dan risiko 1%, maka maksimal kerugian per transaksi adalah $10.

Trader profesional tidak pernah bertanya, “Kira-kira bisa profit berapa?”
Mereka bertanya, “Jika salah, saya rugi berapa?”

Mindset ini yang menjaga akun tetap bertahan dalam jangka panjang.


6. Menentukan Skenario Trading (Plan A dan Plan B)

Sebelum klik buy atau sell, buat skenario.

Contoh:

  • Jika harga breakout resistance, saya buy.

  • Jika harga gagal breakout dan muncul rejection, saya sell.

  • Jika harga sideways tanpa arah jelas, saya tidak trading.

Dengan memiliki skenario, Anda tidak bereaksi terhadap pasar secara emosional. Anda hanya mengeksekusi rencana.

Trading tanpa skenario sama seperti berlayar tanpa kompas.


7. Mengecek Korelasi Antar Instrumen

Banyak trader tidak menyadari bahwa beberapa pair memiliki korelasi kuat.

Contoh:

  • EURUSD dan GBPUSD cenderung searah.

  • USDCHF sering berlawanan dengan EURUSD.

  • Emas sering bergerak berlawanan dengan USD.

Jika Anda open banyak posisi tanpa memperhatikan korelasi, risiko bisa berlipat ganda tanpa disadari.

Perhatikan juga kondisi indeks seperti S&P 500 yang sering mencerminkan sentimen risiko global.


8. Memastikan Tidak Overtrading

Sebelum open posisi, tanyakan:

  • Apakah ini setup berkualitas?

  • Atau saya hanya bosan dan ingin trading?

Overtrading adalah pembunuh akun yang paling umum. Banyak trader merasa harus selalu berada di pasar.

Padahal, posisi terbaik seringkali adalah tidak melakukan apa-apa.

Quality over quantity.


9. Mengevaluasi Hasil Trading Sebelumnya

Sebelum memulai hari baru, lihat kembali hasil trading kemarin.

Tanyakan:

  • Apakah saya mengikuti trading plan?

  • Apakah ada kesalahan disiplin?

  • Apakah entry sudah sesuai strategi?

Bukan hanya melihat profit atau loss, tetapi melihat prosesnya.

Jika loss karena mengikuti sistem, itu bagian dari probabilitas.
Jika loss karena melanggar aturan, itu masalah disiplin.


10. Menyiapkan Jurnal Trading

Trader profesional selalu memiliki jurnal.

Catat:

  • Alasan entry

  • Timeframe

  • Risk reward

  • Hasil akhir

  • Kondisi psikologis saat entry

Dalam jangka panjang, jurnal akan membantu menemukan pola kesalahan dan pola keberhasilan.

Tanpa jurnal, Anda tidak tahu apa yang perlu diperbaiki.


11. Memastikan Koneksi dan Platform Stabil

Hal teknis sering diremehkan.

Sebelum trading:

  • Pastikan koneksi internet stabil.

  • Periksa platform tidak error.

  • Pastikan ukuran lot sesuai.

  • Periksa kembali stop loss dan take profit sebelum klik konfirmasi.

Kesalahan teknis kecil bisa berdampak besar.


12. Menetapkan Batas Harian (Daily Limit)

Trader profesional menetapkan batas:

  • Target profit harian

  • Batas maksimal kerugian harian

Jika batas tercapai, berhenti trading.

Tujuannya untuk menghindari euforia saat profit maupun revenge trading saat loss.

Disiplin berhenti jauh lebih penting daripada disiplin entry.


13. Fokus Pada Proses, Bukan Hasil

Sebelum open posisi, tanamkan mindset ini:

Tugas saya adalah mengeksekusi sistem dengan disiplin, bukan memaksa pasar mengikuti keinginan saya.

Market bergerak berdasarkan supply dan demand global, kebijakan bank sentral seperti Bank of Japan, serta dinamika ekonomi dunia.

Kita tidak bisa mengontrol pasar.
Yang bisa kita kontrol hanyalah risiko dan reaksi kita.


14. Menghindari Noise Informasi Berlebihan

Terlalu banyak melihat opini analis, grup sinyal, atau media sosial bisa membuat ragu terhadap analisa sendiri.

Sebelum open posisi:

  • Tentukan sumber informasi utama.

  • Hindari scrolling berlebihan.

  • Percaya pada trading plan yang sudah diuji.

Trader yang sukses biasanya memiliki sistem sederhana dan konsisten.


15. Menyadari Bahwa Tidak Ada Setup 100%

Langkah terakhir sebelum open posisi adalah menerima bahwa tidak ada kepastian di pasar.

Yang ada hanyalah probabilitas.

Bahkan strategi terbaik pun tetap memiliki loss.
Tujuan kita bukan win rate 100%, melainkan konsistensi profit dalam jangka panjang.

Jika semua langkah di atas sudah dilakukan:

  • Analisa jelas

  • Risiko terukur

  • Mental stabil

  • Skenario siap

Barulah open posisi dilakukan dengan penuh kesadaran, bukan spekulasi.


Kesimpulan

Open posisi bukanlah tindakan spontan. Ia adalah hasil dari persiapan yang matang. Trader profesional menghabiskan lebih banyak waktu untuk merencanakan daripada mengeksekusi.

Dengan memiliki rutinitas harian yang disiplin seperti:

  • Mengecek kondisi mental

  • Memantau kalender ekonomi

  • Analisa multi timeframe

  • Menentukan support resistance

  • Menghitung risk management

  • Membuat skenario

  • Mengelola psikologi

Anda akan naik level dari sekadar trader coba-coba menjadi trader yang sistematis dan profesional.

Trading bukan tentang cepat kaya. Trading adalah tentang bertahan, berkembang, dan konsisten.

Jika Anda ingin belajar lebih dalam mengenai teknik analisa, manajemen risiko, serta pembentukan mental trader yang benar, mengikuti program edukasi trading yang terarah adalah langkah terbaik. Anda bisa mendapatkan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman, materi terstruktur, serta praktik yang dibimbing secara sistematis melalui program edukasi trading di www.didimax.co.id.

Jangan biarkan proses belajar Anda berjalan sendiri tanpa arah. Tingkatkan skill, perbaiki mindset, dan bangun konsistensi profit Anda bersama tim edukasi profesional di www.didimax.co.id sekarang juga, agar setiap keputusan open posisi yang Anda ambil benar-benar berdasarkan strategi yang matang dan perhitungan yang terukur.