Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Baku Tembak di Selat Hormuz Kembali Terjadi

Baku Tembak di Selat Hormuz Kembali Terjadi

by Reza Aswin

Apa yang terjadi di pasar

     Ketegangan kembali meningkat, setelah pasukan Amerika Serikat dan Iran terlibat baku tembak sengit di Selat Hormuz pada Kamis malam. Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS dicegat oleh pasukan Iran saat melintasi selat menuju Teluk Oman. Menurut pernyataan resmi, pihak Iran meluncurkan rudal, drone, dan perahu kecil dalam apa yang disebut AS sebagai "serangan tidak beralasan." Sebaliknya, Teheran menuduh Washington sebagai pihak agresor. Pejabat militer Iran menyatakan bahwa AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker Iran terlebih dahul. Insiden ini tidak hanya mengancam kesepakatan gencatan senjata yang rapuh, tetapi juga memperburuk krisis energi dunia. CEO Shell, Wael Sawan, mengungkapkan bahwa pasar minyak dunia kini menghadapi kekurangan hampir satu miliar barel minyak mentah akibat konflik yang berkepanjangan. Harga minyak dunia sempat naik 2% dan pasar saham AS turun dikisaran 0,1%. Saat ini para pelaku pasar menanti perkembangan perdamaian damai di teluk dan data  sektor tenaga kerjaan AS ( NFP) yang akan dirilis nanti malam.

 

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish

 

Trading Plan :

XAUUSD: BUY

Buy Limit: 4545 – 4660 dengan target 4776 – 4916

Stoploss 4371

Grafik XAUUSD time frame D1

 

USDJPY: SELL

Sell Limit: 157.11 – 157.92 dengan target 155.09 – 156.00

Stoploss 159.46

Grafik USDJPY time frame D1

 

AUDUSD: BUY

Buy Limit: 0.7269 – 0.7327 dengan target 0.7125 – 0.7171

Stoploss 0.7037

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.