Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Harga Minyak Kembali Tembus $100 per Barel

Harga Minyak Kembali Tembus $100 per Barel

by Reza Aswin

Apa yang terjadi di pasar

     Pasar energi global berada dalam kondisi darurat setelah minyak mentah AS (WTI) dan Brent resmi menembus angka $100 per barel pada Minggu malam. Lonjakan ini dipicu oleh Iran yang kini telah mengancam jalur perdagangan minyak paling vital di dunia, yaitu selat hormuz. Konflik dapat kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara terhadap asset militer Iran di Pulau Kharg. Gedung Putih menegaskan bahwa fasilitas energi pulau kharg merupakan titik pusat 90% ekspor minyak Iran, dan akan menjadi target berikutnya jika Iran terus memblokir selat hormuz. Pengamat memprediksi bahwa serangan langsung terhadap pulau kharg dapat seketika menghentikan 1,5 juta barel per hari serta berisiko terhadap inflasi global dan memicu serangan balasan milter lebih lanjut dari Teheran. Iran secara terbuka mengancam akan menyerang infrastruktur sipil dipelabuhan Jebel Ali, Khalifa dan Fujairah yang merupakan bagian dari Uni Emirat Arab. Lebih dari 1500 drone dan ratusan rudal Iran telah dicegat oleh pertahanan udara UEA dalam 2 minggu terakhir, sehingga membuat investor melakukan risk off.

 

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – USDCHF = Sideways Cenderung Bearish

 

Trading Plan :

XAUUSD: BUY

Buy Limit: 4834 – 4923 dengan target 5057 – 5128

Stoploss 4688

Grafik XAUUSD time frame D1

 

USDJPY: SELL

Sell Limit: 160.11 – 161.14 dengan target 157.39 – 158.75

Stoploss 162.99

Grafik USDJPY time frame D1

 

USDCHF: SELL

Sell Limit: 0.7941– 0.7990 dengan target 0.7814– 0.77872

Stoploss 0.8068

Grafik USDCHF time frame D1

 

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.