Pasar Masuk Fase Repricing Risiko
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Pekan ini diawali dengan guncangan besar dipasar keuangan global setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Dampaknya langsung pasar masuk fase repricing resiko, dimana pasar sedang menghitung ulang harga asset karena situasi dunia berubah dan jauh lebih berbahaya. Saham melemah, harga energi melonjak dan investor memburu asset yang aman dan Ini merupakan rotasi instrument keuangan yang terjadi. Kekhawatiran terbesar berada diselat Hormuz yang merupakan jalur 1/3 dari total perdagangan minyak dunia. Dengan ancaman penutupan selat serta pembakaran kapal tanker yang melintasi kawasan tersebut, maka premi asuransi kapal menjadi tinggi sehingga rantai pasokan terganggu dan harga minyak brent dapat mencapai $100 atau $120 kedepannya. Negara Eropa bahkan Asia mulai merasakan dampaknya, dimana harga gas di Inggris naik 50% , di Belanda naik 45% serta di Jepang yang seharusnya mata uang Yen termasuk asset safe haven, terlihat melemah karena harga impor minyak terus naik. Konflik AS dan Iran bukan lagi isu regional, ini adalah risiko sistemik terhadap energi global, inflasi dan stabilitas geopolitik.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDCAD = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 5107 – 5227 dengan target 5421 – 5508
Stoploss 4902
Grafik XAUUSD time frame D1

USDCAD: Sell
Sell Limit: 1.3696 – 1.3736 dengan target 1.3623 – 1.3656
Stoploss 1.3805
Grafik USDCAD time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7012 – 0.7065 dengan target 0.7159– 0.7227
Stoploss 0.6903
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
