Serangan Amerika ke Iran Memicu Polarisasi
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Pasar finansial dan komoditas global kembali terpolarisasi setelah Komando Pusat AS (CENTCOM), meluncurkan serangan "pertahanan diri" di wilayah Iran selatan pada Selasa. Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, mengonfirmasi bahwa target operasi mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga mencoba memasang ranjau laut di Selat Hormuz. Langkah militer ini memicu respons keras dari Korps Garda Revolusi Islam Iran yang mengancam akan membalas pelanggaran gencatan senjata, setelah terlibat baku tembak dengan pesawat tak berawal dan jet tempur F-35 milik AS. Ironisnya, eskalasi ini terjadi tepat setelah Presiden Donald Trump memberikan pesan mengklaim negosiasi dengan Teheran "berjalan baik". Ketegangan di Selat Hormuz ini, langsung membuat para pedagang minyak waspada. Harga minyak mentah dunia bergerak variatif dengan kecenderungan mengetat akibat menyusutnya pasokan. Walaupun demikian pasar saham bergairah karena sentimen teknologi dan ekspektasi perdamaian. Tingginya harga minyak mentah dibanding awal tahun memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan menjadi sistemik ditengah fundamental AS yang rapuh.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4380 – 4460 dengan target 4568 – 4636
Stoploss 4246
Grafik XAUUSD time frame D1

NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5763 – 0.5805 dengan target 0.5872 – 0.5905
Stoploss 0.5702
Grafik NZDUSD time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7056 – 0.7122 dengan target 0.7198 – 0.7250
Stoploss 0.6946
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
