Alasan Logis Trader Pemula Tidak Disarankan Trading Saat FOMC atau NFP

Bagi banyak trader pemula, momen rilis berita besar seperti FOMC (Federal Open Market Committee) dan NFP (Non-Farm Payroll) sering dianggap sebagai “pesta peluang.” Candle melonjak tinggi, pergerakan harga sangat cepat, dan dalam hitungan menit market bisa bergerak puluhan hingga ratusan pip. Sekilas terlihat menggiurkan. Dalam bayangan mereka, satu entry yang tepat bisa menghasilkan profit besar dalam waktu singkat.
Namun di balik euforia tersebut, ada risiko besar yang sering kali tidak disadari. Justru di saat seperti itulah trader pemula sangat tidak disarankan untuk melakukan transaksi. Bukan karena peluang tidak ada, tetapi karena tingkat kompleksitas, risiko, dan ketidakpastian jauh lebih tinggi dibanding kondisi market normal.
Artikel ini akan membahas secara logis dan mendalam mengapa trader pemula sebaiknya menghindari trading saat FOMC atau NFP, serta apa saja bahaya tersembunyi yang sering menjadi penyebab kerugian besar.
1. Volatilitas Ekstrem yang Sulit Dikendalikan
FOMC dan NFP adalah dua agenda ekonomi paling berpengaruh terhadap pergerakan market, terutama pada instrumen seperti XAUUSD (emas), EURUSD, dan indeks saham. Saat data dirilis, market bisa bergerak sangat cepat dan agresif.
Masalahnya, volatilitas ekstrem bukan hanya soal “harga bergerak cepat.” Volatilitas ekstrem berarti:
Trader pemula umumnya belum memiliki pengalaman menghadapi kondisi seperti ini. Mereka terbiasa dengan market yang relatif stabil, di mana pergerakan harga masih bisa dianalisis dengan pola teknikal biasa. Saat FOMC atau NFP, pola teknikal sering kali “rusak” dalam hitungan detik.
Tanpa pengalaman dan mental yang kuat, trader pemula cenderung panik dan membuat keputusan impulsif.
2. Spread Melebar dan Biaya Transaksi Meningkat
Salah satu hal teknis yang sering diabaikan trader pemula adalah spread. Saat kondisi normal, spread mungkin kecil dan stabil. Namun saat news besar dirilis, spread bisa melebar berkali-kali lipat.
Artinya apa?
Artinya, bahkan sebelum harga bergerak sesuai prediksi, posisi Anda sudah mengalami floating minus yang lebih besar dari biasanya. Banyak pemula yang merasa analisisnya benar, tetapi tetap rugi karena spread terlalu lebar atau harga tereksekusi jauh dari entry yang diharapkan.
Dalam kondisi seperti ini, manajemen risiko menjadi lebih sulit. Stop loss yang direncanakan 20 pip bisa berubah menjadi 40 pip hanya karena faktor teknis.
3. Slippage dan Eksekusi Tidak Ideal
Slippage adalah kondisi di mana order Anda dieksekusi di harga yang berbeda dari yang Anda klik. Saat market sangat volatile, likuiditas bisa menipis dalam sepersekian detik. Akibatnya, sistem tidak dapat mengeksekusi order di harga yang Anda inginkan.
Trader pemula sering kali tidak memahami risiko ini. Mereka berpikir bahwa dengan klik buy atau sell di harga tertentu, maka posisi akan terbuka tepat di harga tersebut. Padahal saat FOMC atau NFP, pergerakan harga sangat cepat sehingga sistem bisa mengeksekusi di harga yang jauh berbeda.
Hal ini sangat berbahaya terutama bagi akun kecil. Satu slippage besar saja bisa mengacaukan risk-reward ratio yang sudah direncanakan.
4. Pergerakan Awal Sering Menjebak
Banyak trader pemula terpancing oleh pergerakan pertama saat news dirilis. Mereka melihat candle besar langsung naik atau turun dan berpikir, “Ini momentum, harus ikut!”
Padahal, pergerakan pertama sering kali hanyalah reaksi awal (initial spike) yang bisa berbalik arah dengan cepat. Market maker dan pelaku besar sering memanfaatkan momen ini untuk “menguras likuiditas” sebelum menentukan arah sebenarnya.
Akibatnya, trader pemula yang entry di puncak euforia justru terkena reversal tajam beberapa menit kemudian.
Tidak sedikit akun yang habis hanya karena masuk terlalu cepat tanpa menunggu konfirmasi.
5. Emosi Sulit Dikendalikan
Saat market bergerak lambat, trader masih punya waktu untuk berpikir. Namun saat FOMC atau NFP, semuanya terasa serba cepat. Detik demi detik terasa menegangkan.
Adrenalin meningkat.
Jantung berdebar.
Keputusan diambil tanpa pertimbangan matang.
Di sinilah masalah utama trader pemula: kontrol emosi.
Mereka belum memiliki jam terbang yang cukup untuk tetap tenang dalam tekanan tinggi. Ketika floating profit besar muncul, mereka takut kehilangan dan menutup posisi terlalu cepat. Ketika floating minus muncul, mereka berharap harga berbalik tanpa mau cut loss.
Trading saat news besar bukan hanya soal strategi, tetapi soal kesiapan mental. Dan mental trading adalah sesuatu yang dibangun dari pengalaman, bukan sekadar teori.
6. Analisis Teknikal Menjadi Kurang Relevan
Trader pemula biasanya sangat bergantung pada indikator: RSI, MACD, support-resistance, trendline, dan sebagainya. Dalam kondisi market normal, alat-alat ini cukup membantu.
Namun saat FOMC atau NFP, fundamental jangka pendek mendominasi pergerakan harga. Data ekonomi yang dirilis bisa langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap suku bunga, inflasi, atau kondisi ekonomi global.
Dalam hitungan detik, harga bisa menembus support dan resistance tanpa reaksi berarti. Pola chart yang terlihat valid beberapa menit sebelumnya bisa menjadi tidak relevan.
Tanpa pemahaman fundamental yang kuat, trader pemula hanya mengandalkan insting atau spekulasi.
7. Risiko Overtrading
Karena pergerakan sangat cepat, banyak trader pemula tergoda untuk membuka banyak posisi dalam waktu singkat. Mereka ingin “memaksimalkan momentum.”
Akibatnya:
-
Entry berulang tanpa perencanaan
-
Lot diperbesar karena tergiur profit cepat
-
Tidak disiplin dengan batas risiko
Overtrading adalah salah satu penyebab utama kehancuran akun. Dan momen news besar adalah pemicu paling sering terjadinya overtrading.
8. Ketidaksiapan Sistem dan Strategi
Trader profesional yang tetap trading saat FOMC biasanya memiliki:
Sedangkan trader pemula umumnya belum memiliki sistem yang teruji dalam berbagai kondisi market.
Mereka mungkin hanya mencoba “peruntungan” berdasarkan feeling atau rekomendasi dari grup tanpa benar-benar memahami risiko di baliknya.
Trading tanpa sistem saat volatilitas tinggi sama seperti mengemudi kencang tanpa rem yang baik.
9. Fokus Seharusnya pada Konsistensi, Bukan Sensasi
Banyak pemula salah kaprah. Mereka menganggap trading sukses adalah soal menang besar dalam satu malam. Padahal dalam dunia trading profesional, yang paling penting adalah konsistensi dan pengelolaan risiko.
Menghindari trading saat FOMC atau NFP bukan berarti takut. Justru itu adalah bentuk kedewasaan dalam mengambil keputusan.
Kadang, keputusan terbaik dalam trading adalah tidak entry sama sekali.
Dengan menghindari kondisi ekstrem, trader pemula bisa fokus belajar membaca market dalam kondisi yang lebih stabil. Mereka bisa melatih disiplin, manajemen risiko, dan konsistensi profit kecil yang berulang.
10. Lebih Baik Mengamati dan Belajar
Alih-alih trading, momen FOMC atau NFP justru sangat baik untuk belajar. Amati bagaimana harga bergerak:
-
Bagaimana reaksi awal?
-
Apakah terjadi false breakout?
-
Berapa lama volatilitas bertahan?
-
Bagaimana spread berubah?
Dengan mengamati tanpa risiko uang, trader pemula bisa mendapatkan pengalaman berharga tanpa tekanan emosional.
Pengalaman observasi ini akan sangat berguna ketika suatu saat nanti mental dan sistem trading sudah lebih matang.
Trading saat FOMC atau NFP memang terlihat menggiurkan. Pergerakan besar selalu menarik perhatian. Namun di balik peluang besar, ada risiko besar yang tidak sebanding bagi trader yang belum siap.
Alasan untuk tidak trading saat news besar bukanlah mitos atau sekadar nasihat kosong. Itu adalah keputusan logis berdasarkan manajemen risiko, psikologi trading, dan realitas teknis di market.
Trader profesional bertahan lama bukan karena selalu mencari momen paling heboh, tetapi karena tahu kapan harus masuk dan kapan harus menunggu. Dan bagi trader pemula, belajar menunggu adalah bagian penting dari proses menjadi trader yang konsisten.
Jika Anda ingin memahami lebih dalam bagaimana membaca market dengan benar, mengelola risiko secara profesional, serta membangun mindset trading yang kuat, penting untuk belajar dari mentor dan sistem yang sudah teruji. Edukasi yang tepat akan membantu Anda menghindari kesalahan fatal yang sering dilakukan trader pemula, terutama saat menghadapi momen besar seperti FOMC dan NFP.
Daripada mempertaruhkan akun karena kurangnya pemahaman, lebih bijak untuk memperkuat fondasi terlebih dahulu. Anda bisa mengikuti program edukasi trading yang komprehensif di www.didimax.co.id dan belajar langsung bagaimana cara trading dengan pendekatan profesional, disiplin, dan terstruktur agar perjalanan trading Anda lebih aman dan berkelanjutan.