Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Analisis Pair Utama yang Diprediksi Menguat di Awal Tahun 2026

Analisis Pair Utama yang Diprediksi Menguat di Awal Tahun 2026

by Muhammad

Analisis Pair Utama yang Diprediksi Menguat di Awal Tahun 2026

Memasuki awal tahun 2026, pasar forex kembali menghadirkan dinamika menarik. Pergerakan nilai tukar bukan hanya dipengaruhi oleh faktor teknikal, tetapi juga dipicu oleh kebijakan bank sentral, kondisi geopolitik, sentimen investor, hingga data ekonomi makro seperti inflasi, tenaga kerja, dan pertumbuhan GDP. Trader yang mampu membaca arah lebih awal biasanya akan memiliki keunggulan: mereka bisa menyusun rencana, memilih pair yang tepat, dan mengelola risiko secara lebih terukur.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah: pair mana yang berpotensi menguat di awal tahun 2026?
Tidak ada jawaban 100% pasti — forex tetaplah pasar yang penuh ketidakpastian. Tetapi dengan analisis fundamental, teknikal, dan sentimen, kita dapat menyusun gambaran probabilitas yang cukup rasional.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai beberapa pair utama (major pairs) yang memiliki potensi menguat, beserta alasan, peluang, dan risiko yang wajib dipertimbangkan trader.


1. EUR/USD — Potensi Rebound Bertahap

EUR/USD adalah pair paling populer di dunia. Banyak analis melihat peluang penguatan euro jika:

  • tekanan inflasi AS mereda,

  • kebijakan suku bunga The Fed mulai longgar,

  • ekonomi zona euro menunjukkan tanda stabilitas.

Ketika dolar melemah karena pelonggaran kebijakan moneter, euro sering mendapatkan momentum. Secara teknikal, kondisi oversold pada timeframe besar biasanya membuka ruang koreksi atau reversal bertahap.

Namun, risiko tetap ada. Bila terjadi gejolak ekonomi Eropa — misalnya krisis energi atau perlambatan parah — euro bisa kembali tertekan. Artinya, strategi terbaik adalah menunggu konfirmasi breakout atau sinyal bullish yang valid, bukan sekadar menebak.


2. GBP/USD — Momentum Didukung Data Ekonomi

Pound sterling dikenal volatil, tetapi sering memberikan peluang besar. Penguatan pound biasanya dipicu:

  • kenaikan gaji dan konsumsi domestik,

  • kebijakan suku bunga yang tetap ketat,

  • ekspektasi pertumbuhan ekonomi Inggris.

Jika Bank of England terlihat lebih hawkish dibanding The Fed, GBP/USD berpeluang menguat. Secara teknikal, area support kuat sering menjadi pijakan sebelum pound melanjutkan kenaikan.

Tetapi trader harus mewaspadai faktor geopolitik, isu perdagangan, dan inflasi yang masih tinggi. Manajemen risiko adalah keharusan pada pair ini.


3. USD/JPY — Dollar Melemah, Yen Bernafas

USD/JPY sering bergerak searah dengan kebijakan suku bunga dan yield obligasi AS. Jika The Fed mulai menurunkan suku bunga, sementara Bank of Japan sedikit lebih ketat, yen berpotensi menguat.

Banyak trader juga melihat yen sebagai safe haven saat ketidakpastian meningkat. Ketika pasar takut, modal cenderung masuk ke yen — sehingga USD/JPY bisa turun.

Namun, bila kebijakan Jepang masih sangat longgar, dolar dapat kembali mendominasi. Jadi strategi yang bijak adalah menunggu kejelasan arah kebijakan moneter, lalu mengikuti tren dominan.


4. AUD/USD — Diuntungkan Harga Komoditas

Australia sangat bergantung pada ekspor komoditas: emas, batu bara, dan mineral. Ketika harga komoditas naik, AUD biasanya ikut menguat.

Faktor pendorong antara lain:

  • pemulihan ekonomi global,

  • peningkatan permintaan dari Asia,

  • stabilitas kebijakan Reserve Bank of Australia.

Secara teknikal, AUD/USD sering membentuk tren yang rapi. Cocok untuk swing trader yang sabar menunggu pullback.

Namun, bila ekonomi China melemah atau harga komoditas turun tajam, AUD bisa kembali tertekan.


5. USD/CAD — Sensitif Terhadap Harga Minyak

Kanada adalah negara produsen minyak besar. Karena itu, USD/CAD sering berbanding terbalik dengan harga minyak. Ketika minyak naik, CAD menguat — sehingga pair ini cenderung turun.

Prospek penguatan CAD biasanya didukung:

  • kenaikan permintaan energi,

  • kebijakan moneter yang lebih ketat,

  • stabilitas ekonomi Kanada.

Tetapi apabila harga minyak jatuh drastis, CAD bisa langsung melemah. Trader perlu memantau kalender ekonomi dan pergerakan minyak dunia agar tidak salah langkah.


6. NZD/USD — Growth Currency yang Peka Sentimen

New Zealand dollar dikenal sebagai “growth currency” — artinya sangat peka terhadap sentimen risiko global. Saat pasar optimis, NZD cenderung menguat.

Faktor pendukungnya:

  • peningkatan aktivitas ekspor,

  • kebijakan moneter yang stabil,

  • permintaan produk agrikultur.

Namun, ketika sentimen global memburuk, investor sering keluar dari aset berisiko, termasuk NZD. Itulah sebabnya disiplin stop loss sangat penting.


7. EUR/JPY — Kombinasi Fundamental Menarik

EUR/JPY sering menunjukkan tren kuat. Jika Eropa stabil dan yen tidak terlalu agresif, euro bisa mendominasi.

Keunggulan pair ini:

  • volatilitas cukup baik,

  • tren jelas pada timeframe menengah,

  • sering mengikuti momentum pasar global.

Tetapi saat ketidakpastian meningkat, yen bisa memperkuat posisinya sehingga EUR/JPY melemah. Trader wajib selalu membaca konteks global.


Bagaimana Trader Harus Menyikapi?

Memilih pair bukan sekadar mengikuti rekomendasi. Trader perlu:

  1. Memahami alasan fundamental di balik pergerakan.

  2. Menggabungkan analisis teknikal: trendline, support-resistance, MA, atau RSI.

  3. Menentukan level entry, stop loss, dan target.

  4. Menghindari overtrading dan tetap disiplin rencana.

Market bukan tentang menang terus, melainkan tentang konsistensi dan pengelolaan risiko.


Di awal tahun 2026, peluang selalu ada — tetapi hanya akan dimanfaatkan oleh trader yang siap secara mental, strategi, dan edukasi. Daripada menebak arah tanpa dasar, jauh lebih bijak membekali diri dengan ilmu yang benar, latihan, dan bimbingan yang terstruktur.

Jika kamu ingin trading dengan lebih percaya diri, memahami analisis pair, serta belajar langsung bersama mentor yang berpengalaman, kamu bisa bergabung dalam program edukasi trading di www.didimax.co.id. Program ini dirancang untuk membantu trader dari berbagai level — mulai dari pemula hingga yang sudah berpengalaman — agar lebih paham bagaimana membaca market dengan logis dan sistematis.

Melalui materi, diskusi, dan pendampingan, kamu akan belajar bagaimana menyusun strategi, mengelola risiko, dan meningkatkan kualitas keputusan trading. Jangan biarkan kesempatan di awal tahun 2026 berlalu begitu saja. Manfaatkan edukasi yang tepat agar perjalanan tradingmu lebih terarah dan berpotensi menghasilkan.