Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Apa Itu Equity? Panduan Lengkap untuk Trader Pemula dan Menengah

Apa Itu Equity? Panduan Lengkap untuk Trader Pemula dan Menengah

by Rizka

Apa Itu Equity? Panduan Lengkap untuk Trader Pemula dan Menengah

Dalam dunia trading, baik itu forex, saham, komoditas, maupun instrumen keuangan lainnya, terdapat banyak istilah yang sering membuat bingung para pemula. Salah satu istilah yang terdengar sederhana, tetapi memiliki peran sangat penting dalam keberhasilan seorang trader, adalah equity. Banyak trader yang hanya fokus pada balance akun, nilai profit/loss, atau margin yang digunakan, tetapi melupakan bahwa equity adalah gambaran paling nyata tentang kesehatan akun trading Anda saat ini.

Equity bukan hanya sekadar angka yang bergerak naik dan turun di layar platform trading. Equity adalah representasi real-time dari total nilai akun Anda ketika semua posisi yang sedang berjalan ikut dihitung. Dengan kata lain, equity adalah kondisi finansial akun Anda yang sesungguhnya di saat ini, bukan di masa lalu. Maka dari itu, memahami equity menjadi kunci penting dalam mengelola risiko, menghindari margin call, serta menentukan strategi trading yang lebih aman dan efektif.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang equity—mulai dari pengertian, fungsi, cara menghitung, perbedaannya dengan balance, hingga bagaimana equity mempengaruhi psikologi trading dan manajemen risiko Anda. Mari kita bahas dengan bahasa yang ringan agar mudah dipahami.


Pengertian Equity dalam Trading

Secara sederhana, equity adalah total nilai akun trading Anda ketika semua posisi terbuka diperhitungkan.

Formula dasarnya:

Equity = Balance + Floating Profit – Floating Loss

Artinya, jika Anda sedang membuka posisi dan posisi itu masih berjalan (belum ditutup), maka keuntungan atau kerugian sementara tersebut akan mempengaruhi equity.

Contoh sederhana:

  • Balance Anda: $1.000

  • Posisi terbuka sedang profit: $100

Maka equity = $1.000 + $100 = $1.100

Jika posisi tersebut floating loss $150, maka equity = $1.000 – $150 = $850

Dari ilustrasi ini, Anda bisa melihat bahwa equity bersifat dinamis. Nilainya berubah mengikuti perkembangan harga di market secara real-time.


Mengapa Equity Sangat Penting dalam Trading?

Bagi seorang trader, equity memiliki banyak fungsi dan peran penting. Berikut beberapa hal yang membuat equity menjadi indikator utama yang wajib selalu dipantau:

1. Menggambarkan Kondisi Akun Sebenarnya

Balance tidak bisa dijadikan patokan kondisi akun karena balance hanya berubah saat Anda menutup posisi. Equity-lah yang benar-benar menunjukkan kekuatan modal Anda saat ini.

2. Penentu Margin Level

Margin level = (Equity / Used Margin) × 100%

Jika equity menurun, margin level juga turun. Jika margin level turun drastis, risiko terkena margin call atau stop out semakin besar.

3. Batas Aman dalam Membuka Posisi Baru

Dengan equity yang sehat, Anda bisa membuka lebih banyak posisi. Sebaliknya, jika equity Anda menipis, memaksa diri membuka posisi baru sama saja dengan memperbesar risiko kehancuran akun.

4. Menentukan Ketahanan Floating Loss

Semakin besar equity, semakin kuat akun Anda bertahan terhadap floating loss. Equity adalah perisai utama yang menentukan apakah akun bisa bertahan atau justru kolaps.


Perbedaan Equity dan Balance

Banyak trader pemula masih bingung membedakan antara equity dan balance, padahal keduanya sangat berbeda.

Balance:

  • Nilainya statis (tidak berubah) saat ada posisi terbuka.

  • Hanya berubah ketika Anda menutup posisi, deposit, atau withdraw.

  • Tidak mencerminkan keadaan akun secara real-time.

Equity:

  • Nilainya dinamis, terus berubah mengikuti pergerakan market.

  • Mencerminkan kondisi akun sesungguhnya.

  • Menjadi dasar perhitungan margin level dan risiko.

Kesimpulan:

Balance adalah riwayat, sementara equity adalah kondisi saat ini.

Kalau diibaratkan tubuh manusia:

  • Balance adalah berat badan minggu lalu,

  • Equity adalah berat badan Anda hari ini.

Mana yang lebih relevan? Tentu equity!


Komponen yang Mempengaruhi Equity

Equity tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor yang membuat nilai equity naik dan turun, yaitu:

1. Floating Profit

Jika posisi yang Anda buka sedang profit, equity akan meningkat. Semakin besar profit sementara tersebut, semakin tinggi equity Anda.

2. Floating Loss

Jika posisi terbuka merugi, equity menurun. Jika penurunannya signifikan, equity bisa anjlok dan memengaruhi margin level.

3. Spread dan Komisi

Biaya spread ketika membuka posisi langsung memengaruhi floating profit/loss Anda. Komisi broker juga akan mengurangi balance dan kemudian menekan equity.

4. Swap (Overnight Interest)

Jika posisi ditahan melewati pukul 00:00 server, Anda bisa dikenakan biaya swap atau justru mendapatkan swap positif. Nilai swap ini otomatis masuk ke perhitungan equity.


Cara Menghitung Equity Secara Manual

Walaupun platform seperti MT4/MT5 sudah menghitung equity secara otomatis, memahami perhitungannya sangat penting.

Contoh:

  • Balance: $2.000

  • Ada 3 posisi terbuka:

    • Posisi 1: floating profit +$50

    • Posisi 2: floating loss -$100

    • Posisi 3: floating profit +$30

Equity = 2.000 + (50 - 100 + 30)
Equity = 2.000 - 20 = $1.980

Equity Anda saat ini adalah $1.980. Inilah nilai real akun Anda jika pada saat itu semua posisi ditutup.


Hubungan Equity dengan Risiko dan Money Management

Money management tidak bisa dilepaskan dari equity. Bahkan, equity adalah “nafas” dari strategi manajemen risiko.

Beberapa hubungan pentingnya:

1. Equity Menentukan Lot Size yang Aman

Trader profesional selalu menentukan lot berdasarkan equity, bukan balance. Menggunakan lot yang terlalu besar untuk equity kecil akan sangat berbahaya.

2. Equity Menentukan Ketahanan Akun

Jika equity Anda hanya tersisa 30% dari balance awal, itu artinya akun dalam kondisi tidak sehat. Mengabaikan equity akan membuat Anda rawan terkena stop out.

3. Equity Menjadi Batas Maksimal Kerugian

Trading tanpa batasan kerugian akan membuat equity terkuras habis. Oleh karena itu, trader biasanya menentukan batas risiko berdasarkan persentase equity, misalnya 1–2% per posisi.


Kesalahan Umum Trader dalam Memahami Equity

Ada beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan trader karena kurang paham tentang equity:

1. Hanya Melihat Balance

Banyak trader senang melihat balance besar tetapi lupa bahwa equity bisa menurun drastis karena floating loss yang terus dibiarkan.

2. Tidak Memperhatikan Margin

Trader membuka terlalu banyak posisi sehingga margin digunakan besar. Ketika equity turun sedikit saja, margin level langsung terancam.

3. Membiarkan Floating Loss Besar

Kesalahan klasik trader: floating loss dianggap “selama belum ditutup belum rugi”. Padahal equity sudah mencerminkan kerugian sesungguhnya.

4. Lot Size Terlalu Besar

Lot yang tidak sesuai dengan equity membuat akun mudah ambruk saat market bergerak sedikit saja.


Contoh Real dalam Trading

Misalkan Anda deposit $500 dan membuka lot besar sehingga floating loss mencapai -$200.

Maka:

  • Balance: $500

  • Equity: $300

  • Margin level turun drastis

Jika price bergerak sedikit lagi melawan, equity bisa jatuh di bawah batas stop out broker. Akun Anda bisa terlikuidasi meskipun balance masih terlihat besar. Inilah mengapa equity menjadi indikator utama dalam menjaga keberlangsungan trading.


Kesimpulan: Equity Adalah Indikator Penentu Keberlangsungan Akun Trading Anda

Equity bukan sekadar angka yang muncul di platform trading. Equity adalah indikator hidup yang menggambarkan kondisi modal Anda secara real-time. Menjaga equity tetap sehat berarti menjaga akun tetap bertahan dalam jangka panjang. Dengan memahami equity, Anda bisa mengatur risiko dengan lebih baik, memilih lot size yang lebih bijak, serta terhindar dari ancaman margin call dan stop out.

Trader profesional selalu menjadikan equity sebagai acuan dalam mengambil keputusan. Jika Anda ingin menjadi trader yang konsisten dan bertahan lama, memahami equity bukan lagi pilihan, tetapi keharusan.


Jika Anda ingin belajar lebih dalam tentang equity, manajemen risiko, hingga teknik trading yang lebih terarah, Anda bisa bergabung dengan program edukasi trading yang disediakan oleh Didimax. Materinya lengkap, mentor berpengalaman, dan dapat membantu Anda memahami konsep-konsep penting yang sering membuat trader pemula kebingungan.

Dengan mengikuti program edukasi di www.didimax.co.id, Anda bisa belajar dari nol hingga mahir, memahami cara menjaga equity agar akun tetap aman, serta menerima bimbingan langsung untuk mengembangkan strategi trading yang lebih matang dan efektif. Program ini cocok untuk pemula maupun trader yang ingin naik level dalam dunia trading profesional.