Apa itu Expectancy Trading?
Dalam dunia trading, banyak orang terjebak pada pertanyaan klasik: berapa kali harus menang agar bisa profit? Sebagian trader terlalu fokus pada winrate, sebagian lain terobsesi dengan rasio risk reward. Padahal, ada satu konsep yang jauh lebih penting dan menjadi fondasi keberhasilan jangka panjang, yaitu expectancy trading. Expectancy adalah ukuran matematis yang menunjukkan apakah sebuah sistem trading memiliki potensi keuntungan atau justru kerugian dalam jangka panjang.
Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu expectancy trading, mengapa konsep ini sangat krusial, bagaimana cara menghitungnya, serta bagaimana menerapkannya secara praktis agar Anda tidak hanya trading berdasarkan perasaan, tetapi berdasarkan data dan logika yang terukur.
Pengertian Expectancy Trading
Expectancy trading adalah nilai harapan rata-rata keuntungan atau kerugian dari setiap transaksi yang dilakukan berdasarkan sistem trading tertentu. Dengan kata lain, expectancy menjawab pertanyaan: Jika saya melakukan trading berulang kali dengan sistem ini, apakah saya akan untung atau rugi dalam jangka panjang?
Expectancy biasanya dinyatakan dalam angka positif atau negatif:
-
Expectancy positif → sistem trading berpotensi menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang
-
Expectancy nol → sistem trading cenderung impas
-
Expectancy negatif → sistem trading berpotensi menghasilkan kerugian dalam jangka panjang
Inilah alasan mengapa trader profesional tidak terlalu khawatir dengan satu atau dua kali loss. Selama expectancy sistemnya positif, mereka tahu secara statistik profit akan datang seiring waktu.
Mengapa Expectancy Trading Sangat Penting?
Banyak trader pemula merasa frustrasi karena sering mengalami loss meskipun sudah “merasa benar” saat entry. Masalahnya bukan selalu pada analisis, tetapi pada ketidaktahuan apakah sistem yang digunakan benar-benar memiliki expectancy positif.
Berikut beberapa alasan mengapa expectancy sangat penting:
-
Membantu berpikir jangka panjang
Expectancy mengubah pola pikir dari “menang hari ini” menjadi “konsisten dalam 100 atau 1.000 transaksi”.
-
Menghilangkan emosi berlebihan
Trader yang memahami expectancy tidak mudah panik saat loss karena tahu itu bagian dari distribusi statistik.
-
Membuat trading lebih objektif
Keputusan diambil berdasarkan data historis, bukan asumsi atau perasaan sesaat.
-
Menjadi dasar money management
Expectancy berkaitan langsung dengan ukuran lot, risiko per trading, dan target profit yang realistis.
Rumus Expectancy Trading
Secara umum, rumus expectancy trading adalah:
Expectancy = (Winrate × Rata-rata Profit) – (Lossrate × Rata-rata Loss)
Atau bisa ditulis sebagai:
E = (W × AW) – (L × AL)
Keterangan:
-
W = persentase kemenangan (winrate)
-
AW = rata-rata profit per transaksi menang
-
L = persentase kekalahan (lossrate)
-
AL = rata-rata loss per transaksi kalah
Karena W + L = 100%, maka expectancy benar-benar menggambarkan hasil bersih dari sistem trading Anda.
Contoh Perhitungan Expectancy Trading
Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat contoh sederhana.
Seorang trader memiliki data sebagai berikut:
Maka expectancy-nya adalah:
(0,40 × 200) – (0,60 × 80)
= 80 – 48
= +32 poin per transaksi
Artinya, secara statistik trader tersebut berpotensi mendapatkan 32 poin keuntungan setiap kali melakukan satu trading, meskipun ia lebih sering kalah daripada menang. Ini menunjukkan bahwa winrate tinggi tidak selalu lebih penting daripada expectancy positif.
Hubungan Expectancy dengan Winrate
Salah satu kesalahpahaman terbesar dalam trading adalah anggapan bahwa winrate tinggi pasti menguntungkan. Faktanya, banyak trader dengan winrate 70–80% justru mengalami kerugian karena rata-rata loss mereka jauh lebih besar daripada profit.
Sebaliknya, trader dengan winrate rendah (30–40%) tetap bisa konsisten profit jika:
Expectancy membantu kita memahami bahwa kualitas sistem jauh lebih penting daripada sekadar frekuensi menang.
Expectancy dan Risk Reward Ratio
Risk reward ratio (RRR) adalah komponen penting dalam expectancy. Sistem dengan RRR 1:3, misalnya, memungkinkan expectancy tetap positif meskipun winrate rendah.
Sebagai ilustrasi:
-
Winrate: 30%
-
Rata-rata profit: 300
-
Rata-rata loss: 100
Expectancy:
(0,30 × 300) – (0,70 × 100)
= 90 – 70
= +20
Ini menunjukkan bahwa semakin baik pengaturan risk reward, semakin mudah membangun expectancy positif.
Expectancy dalam Praktik Trading Sehari-hari
Dalam praktiknya, expectancy tidak hanya angka di atas kertas. Ia menjadi alat evaluasi yang sangat penting, terutama ketika Anda:
-
Mengembangkan sistem trading baru
Backtest dilakukan bukan hanya untuk melihat profit total, tetapi untuk menghitung expectancy.
-
Mengevaluasi performa trading
Jika akun stagnan, expectancy membantu menemukan apakah masalah ada di winrate, stop loss, atau target profit.
-
Menentukan ukuran lot
Sistem dengan expectancy kecil sebaiknya tidak diperdagangkan dengan lot besar.
-
Mengelola drawdown
Trader dengan expectancy positif tahu bahwa drawdown adalah fase sementara, bukan kegagalan sistem.
Kesalahan Umum dalam Menghitung Expectancy
Banyak trader keliru dalam memahami expectancy karena beberapa kesalahan berikut:
-
Mengambil sampel transaksi terlalu sedikit
-
Tidak konsisten mencatat trading journal
-
Mengabaikan biaya transaksi seperti spread dan komisi
-
Mengubah-ubah aturan sistem saat loss
Agar expectancy benar-benar akurat, data yang digunakan harus konsisten dan berasal dari jumlah transaksi yang cukup besar.
Expectancy dan Psikologi Trading
Expectancy juga memiliki dampak besar terhadap psikologi trader. Ketika seseorang memahami bahwa sistemnya secara statistik menguntungkan, ia akan:
-
Lebih disiplin menjalankan trading plan
-
Tidak mudah revenge trading
-
Tidak takut membuka posisi sesuai aturan
-
Lebih tenang menghadapi rangkaian loss
Inilah perbedaan besar antara trader profesional dan trader emosional. Profesional percaya pada data, bukan pada perasaan.
Expectancy sebagai Pondasi Trading Profesional
Trader institusi, fund manager, dan trader algoritmik selalu bekerja dengan konsep expectancy. Mereka tidak menilai satu transaksi, tetapi ribuan transaksi sebagai satu kesatuan statistik. Pola pikir inilah yang perlu ditiru oleh trader ritel agar bisa bertahan dan berkembang di pasar yang dinamis.
Dengan memahami expectancy, Anda tidak lagi bertanya “kenapa saya kalah hari ini?”, tetapi “apakah sistem saya masih sesuai dengan expectancy-nya?”. Pertanyaan kedua jauh lebih dewasa dan produktif.
Trading bukan tentang menebak arah harga, melainkan tentang membangun sistem yang memiliki probabilitas keuntungan jangka panjang. Expectancy trading adalah jembatan antara analisis teknikal, manajemen risiko, dan psikologi trading. Tanpa memahami expectancy, seorang trader akan mudah terombang-ambing oleh hasil sesaat dan emosi.
Jika Anda ingin memahami expectancy trading secara lebih mendalam, mulai dari cara menghitungnya dengan benar, mengintegrasikannya dengan money management, hingga menerapkannya dalam kondisi pasar nyata, mengikuti program edukasi trading yang terstruktur adalah langkah yang sangat bijak. Dengan bimbingan yang tepat, Anda tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.
Melalui program edukasi trading di www.didimax.co.id, Anda dapat mempelajari konsep expectancy trading langsung dari mentor berpengalaman, dilengkapi dengan studi kasus, simulasi, dan pendampingan yang membantu Anda membangun sistem trading dengan expectancy positif dan berkelanjutan. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas trading Anda ke level yang lebih profesional dan terukur.