Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Apa Itu Hawkish dan Dovish dalam Trading Forex? Panduan Lengkap untuk Pemula Hingga Mahir

Apa Itu Hawkish dan Dovish dalam Trading Forex? Panduan Lengkap untuk Pemula Hingga Mahir

by Rizka

Apa Itu Hawkish dan Dovish dalam Trading Forex? Panduan Lengkap untuk Pemula Hingga Mahir

Dalam dunia trading forex, ada dua istilah yang super sering muncul ketika kita ngomongin arah kebijakan bank sentral: hawkish dan dovish. Dua istilah ini bukan sekadar jargon ekonomi, tapi indikator penting untuk membaca sentimen pasar dan potensi pergerakan harga. Trader yang paham makna, konteks, dan dampaknya ke market biasanya bakal lebih cepat menangkap peluang dan lebih siap menghadapi volatilitas.

Mas Rizka, kalau sekarang lagi mendalami analisa fundamental, maka memahami dua istilah ini itu wajib banget. Yuk kita bedah pelan-pelan dengan bahasa yang santai tapi tetap dalam!


1. Pengertian Hawkish dan Dovish

Hawkish

"Hawkish" adalah istilah untuk menggambarkan sikap bank sentral yang cenderung mengetatkan kebijakan moneter, biasanya dengan menaikkan suku bunga atau memberi sinyal bahwa suku bunga akan naik.

Bank sentral jadi hawkish ketika mereka melihat inflasi terlalu tinggi atau ekonomi terlalu cepat—mereka ingin 'mendinginkan' ekonomi biar nggak overheat.

Pokoknya, hawkish = suku bunga naik = mata uang menguat.

Dovish

"Dovish" adalah kebalikan dari hawkish. Sikap ini menunjukkan bahwa bank sentral ingin melonggarkan kebijakan, misalnya dengan menurunkan suku bunga atau memberi sinyal bahwa ekonomi butuh stimulus tambahan.

Bank sentral jadi dovish ketika ekonomi melambat, inflasi rendah, atau pasar membutuhkan dorongan.

Pokoknya, dovish = suku bunga turun = mata uang melemah.


2. Kenapa Sikap Hawkish dan Dovish Penting untuk Trader Forex?

Sentimen hawkish dan dovish secara langsung memengaruhi arah pergerakan mata uang. Dalam forex, mata uang dari negara dengan suku bunga tinggi biasanya lebih menarik bagi investor karena return-nya lebih besar. Itulah kenapa ketika bank sentral menyampaikan nada hawkish, trader cepat bereaksi dan banyak yang buy mata uang tersebut.

Sebaliknya, ketika outlook dovish muncul, investor biasanya akan melepas mata uang tersebut dan mencari aset yang lebih memberikan return.

Untuk trader yang sudah terbiasa membaca berita ekonomi, rilis data, dan pidato pejabat bank sentral, istilah ini jadi kompas. Paham hawkish-dovish akan membantu Mas Rizka melihat:

  • Arah tren mata uang

  • Potensi volatilitas

  • Sentimen investor global

  • Peluang entry yang lebih terukur


3. Contoh Sederhana: Efek Hawkish dan Dovish terhadap Pasar

Misalnya Federal Reserve (bank sentral AS) memberi sinyal hawkish. Biasanya:

  • USD menguat

  • Harga emas turun (karena USD kuat dan suku bunga naik)

  • Saham sering terkoreksi (karena bunga kredit jadi lebih mahal)

Sebaliknya, ketika Fed dovish:

  • USD melemah

  • Emas naik

  • Saham cenderung bullish

Dengan memahami pola ini, Mas Rizka bisa melihat potensi setup trading sebelum volatilitas muncul.


4. Kapan Bank Sentral Menjadi Hawkish atau Dovish?

Bank Sentral Bersikap Hawkish Ketika:

  • Inflasi naik terus

  • Ekonomi tumbuh terlalu cepat

  • Tingkat pengangguran rendah

  • Terjadi overheating ekonomi

  • Ada kebutuhan menstabilkan harga

Bank Sentral Bersikap Dovish Ketika:

  • Inflasi terlalu rendah

  • Ekonomi melambat

  • Banyak pengangguran

  • Konsumsi menurun

  • Perlu stimulus ekonomi

Kedua sikap ini sangat dipengaruhi data makro seperti:

  • CPI (Inflasi)

  • GDP

  • Pengangguran

  • Retail sales

  • PMI


5. Bagaimana Trader Membaca Tone Hawkish dan Dovish?

Ini yang sering bikin bingung pemula. Nada hawkish atau dovish itu kadang terselip dalam pidato atau rilis berita. Trader harus peka terhadap kata-kata tertentu yang menjadi sinyal.

Kata-Kata Bernuansa Hawkish:

  • "Rate hike"

  • "Inflation remains elevated"

  • "Policy tightening"

  • "Further increases are appropriate"

  • "Strong labor market"

Kata-Kata Bernuansa Dovish:

  • "Rate cut"

  • "Economic slowdown"

  • "Accommodative policy"

  • "Downside risks"

  • "Support economic recovery"

Jadi bahkan sebelum bank sentral benar-benar menaikkan atau menurunkan suku bunga, sinyal-sinyal nada ini sudah bisa menggerakkan market.


6. Strategi Trading Berdasarkan Hawkish dan Dovish

A. Trading setelah Pengumuman Kebijakan

Ketika bank sentral mengumumkan kebijakan hawkish:

  • Cari peluang buy pada mata uang negara tersebut

  • Hindari open posisi sebelum news jika belum punya strategi news trading

  • Perhatikan momentum karena volatilitas bisa ekstrem

Ketika pengumuman dovish:

  • Cari peluang sell

  • Hati-hati dengan fakeout, terutama pada rilis besar seperti FOMC

B. Trading Berdasarkan Ekspektasi

Trader berpengalaman sering masuk before the fact berdasarkan ekspektasi pasar. Kalau pasar meramalkan tone hawkish, harga sering bergerak duluan.

C. Price Action + Fundamental

Gabungan terbaik adalah menunggu candlestick konfirmasi setelah rilis data:

  • Breakout kuat

  • Engulfing

  • Pin bar rejection

  • Volume besar dan momentum tajam

Kolaborasi PA + fundamental = entry lebih terukur.


7. Kesalahan Umum Trader saat Menghadapi Sikap Hawkish/Dovish

  1. Masuk sebelum news tanpa rencana jelas
    Bisa kena spread melebar dan slippage.

  2. Tidak membaca kalimat inti dalam statement bank sentral
    Padahal beberapa kata bisa menggerakkan USD, EUR, GBP dengan cepat.

  3. Tidak melihat konteks data sebelumnya
    Misal: Nada hawkish tapi inflasi sebenarnya sudah turun—market bisa bereaksi berbeda.

  4. Overtrade karena euforia arah baru
    Jangan terpancing. Market tetap butuh konfirmasi.


8. Kesimpulan

Hawkish dan dovish adalah dua istilah vital dalam dunia trading forex. Keduanya menggambarkan sikap dan arah kebijakan bank sentral, yang nantinya menentukan kekuatan mata uang. Trader yang paham perbedaan dan implikasinya akan lebih siap membaca sentimen, memetakan peluang, dan menghindari jebakan volatilitas tak terduga.

Dengan memahami pola perilaku pasar terhadap sikap hawkish dan dovish, Mas Rizka bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan trading berdasarkan kombinasi analisa fundamental dan teknikal.


Di Didimax, Mas Rizka bisa mempelajari lebih dalam tentang cara membaca sinyal hawkish-dovish, bagaimana menggunakannya untuk entry, sampai strategi memadukan news dan price action. Edukasinya lengkap, berjenjang, dan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman di industri forex.

Kalau Mas Rizka ingin trading lebih terarah, tidak lagi bingung menghadapi news besar, langsung daftar program edukasi trading Didimax di www.didimax.co.id. Bimbingannya gratis, materinya lengkap, dan semua dijelaskan dari dasar sampai strategi lanjutan. Siap naik level bareng Didimax!