Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Apa Itu Lower High? Memahami Struktur Tren Turun dalam Trading

Apa Itu Lower High? Memahami Struktur Tren Turun dalam Trading

by Rizka

Apa Itu Lower High? Memahami Struktur Tren Turun dalam Trading

Dalam dunia trading, terutama pada analisis teknikal, memahami struktur pergerakan harga adalah hal yang sangat penting. Banyak trader pemula terlalu fokus pada indikator tanpa benar-benar memahami bagaimana harga bergerak secara alami di pasar. Padahal, struktur harga seperti higher high, higher low, lower high, dan lower low merupakan fondasi utama untuk membaca arah tren.

Salah satu konsep yang sering muncul namun masih banyak disalahpahami adalah lower high. Konsep ini sangat krusial, terutama ketika trader ingin mengidentifikasi tren turun (downtrend) atau mencari peluang entry sell yang lebih presisi. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu lower high, bagaimana cara mengidentifikasinya, fungsinya dalam trading, serta kesalahan umum yang sering dilakukan trader.


Pengertian Lower High dalam Trading

Definisi Lower High

Lower high adalah kondisi di mana puncak harga terbaru lebih rendah dibandingkan puncak harga sebelumnya. Pola ini biasanya muncul dalam tren turun (downtrend) dan menjadi salah satu ciri utama bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.

Secara sederhana:

  • Harga naik membentuk puncak

  • Harga turun

  • Harga naik lagi, tetapi tidak mampu menembus puncak sebelumnya

  • Puncak baru tersebut disebut lower high

Pola lower high menunjukkan bahwa buyer mulai kehilangan kekuatan, sementara seller masih mengontrol arah pergerakan harga.

Lower High sebagai Bagian dari Struktur Market

Dalam analisis market structure, lower high tidak berdiri sendiri. Ia selalu berhubungan dengan:

  • Lower low → lembah yang lebih rendah

  • Lower high → puncak yang lebih rendah

Kombinasi lower high dan lower low adalah ciri khas dari tren turun yang sehat dan berkelanjutan.


Perbedaan Lower High dengan Higher High

Karakteristik Utama

Agar tidak tertukar, berikut perbedaan mendasar antara lower high dan higher high:

  • Lower High

    • Terjadi di tren turun

    • Puncak harga semakin rendah

    • Mengindikasikan dominasi seller

  • Higher High

    • Terjadi di tren naik

    • Puncak harga semakin tinggi

    • Mengindikasikan dominasi buyer

Memahami perbedaan ini akan membantu trader menghindari entry yang berlawanan dengan tren utama.

Kesalahan Umum Trader Pemula

Banyak trader pemula mengira setiap kenaikan harga adalah sinyal buy. Padahal, dalam tren turun, kenaikan tersebut sering kali hanya retracement yang membentuk lower high sebelum harga melanjutkan penurunan.


Cara Mengidentifikasi Lower High di Chart

Menggunakan Price Action

Cara paling akurat untuk mengenali lower high adalah dengan price action, tanpa perlu indikator tambahan. Langkah-langkahnya:

  1. Tentukan tren utama (lihat dari timeframe besar seperti H4 atau Daily)

  2. Identifikasi puncak dan lembah harga

  3. Bandingkan puncak terbaru dengan puncak sebelumnya

  4. Jika puncak terbaru lebih rendah, maka itu adalah lower high

Menggunakan Timeframe yang Tepat

Lower high akan lebih valid jika:

  • Dilihat pada timeframe menengah hingga besar (H1, H4, Daily)

  • Sejalan dengan tren di timeframe yang lebih tinggi

Lower high di timeframe kecil namun berlawanan dengan tren besar biasanya hanya noise.


Fungsi Lower High dalam Strategi Trading

Sebagai Konfirmasi Tren Turun

Lower high berfungsi sebagai konfirmasi bahwa tren turun masih valid. Selama harga terus membentuk lower high, trader sebaiknya:

  • Fokus mencari peluang sell

  • Menghindari entry buy melawan tren

Area Ideal untuk Entry Sell

Banyak trader profesional menunggu harga retrace ke area lower high untuk melakukan sell. Alasannya:

  • Risk lebih kecil

  • Stop loss bisa lebih pendek

  • Probability lebih tinggi karena searah tren

Lower high sering bertepatan dengan:

  • Resistance

  • Supply zone

  • Area Fibonacci retracement (50%–61.8%)


Hubungan Lower High dengan Support dan Resistance

Lower High sebagai Resistance Dinamis

Setiap lower high secara alami membentuk resistance baru. Resistance ini menunjukkan area di mana seller kembali masuk ke market.

Ketika harga mendekati lower high:

  • Buyer mulai ragu

  • Seller mulai agresif

  • Harga berpotensi berbalik turun

Validasi Break Resistance

Jika harga berhasil menembus lower high dan membentuk higher high, ini bisa menjadi sinyal awal:

  • Tren turun melemah

  • Potensi perubahan tren (trend reversal)

Namun, konfirmasi tambahan tetap dibutuhkan sebelum menyimpulkan perubahan tren.


Lower High dan Psikologi Market

Perilaku Buyer dan Seller

Lower high mencerminkan psikologi pasar:

  • Buyer mencoba mendorong harga naik

  • Namun kekuatannya lebih lemah dibandingkan sebelumnya

  • Seller memanfaatkan kenaikan harga untuk kembali menjual

Ini menandakan kepercayaan buyer mulai menurun.

Sentimen Pasar

Dalam tren turun yang kuat, lower high menunjukkan bahwa sentimen bearish masih dominan. Setiap kenaikan harga hanya dianggap sebagai peluang jual, bukan awal kenaikan baru.


Kombinasi Lower High dengan Teknik Analisis Lain

Lower High dan Moving Average

Lower high yang terbentuk di bawah:

  • MA 50

  • MA 100

  • MA 200

akan semakin memperkuat sinyal bearish.

Harga yang terus gagal menembus moving average sering kali membentuk lower high sebelum turun lebih dalam.

Lower High dan Breakout Retest

Strategi yang sering digunakan:

  1. Harga menembus support

  2. Harga retrace ke area bekas support (sekarang resistance)

  3. Terbentuk lower high

  4. Entry sell setelah konfirmasi

Strategi ini sangat populer karena memberikan rasio risk-reward yang baik.


Kesalahan Umum Saat Menggunakan Lower High

Terlalu Cepat Menyimpulkan Lower High

Tidak semua puncak yang lebih rendah adalah lower high valid. Trader perlu memastikan:

  • Struktur sebelumnya jelas

  • Ada lower low sebelumnya

  • Tidak terjadi kondisi sideways

Mengabaikan Konteks Timeframe Besar

Lower high di timeframe kecil bisa saja hanya koreksi kecil dalam tren naik besar. Selalu cek timeframe lebih tinggi sebelum mengambil keputusan.


Contoh Penerapan Lower High dalam Trading

Skenario Trading Sell

  1. Identifikasi tren turun di H4

  2. Harga membentuk lower low

  3. Harga retrace dan membentuk lower high

  4. Tunggu konfirmasi candlestick (pin bar / engulfing)

  5. Entry sell

  6. Stop loss di atas lower high

  7. Take profit di area support berikutnya

Pendekatan ini membantu trader trading dengan lebih terstruktur dan disiplin.


Mengapa Trader Wajib Memahami Lower High?

Lower high bukan hanya istilah teknikal, tetapi representasi langsung dari kekuatan pasar. Trader yang memahami konsep ini akan:

  • Lebih sabar menunggu setup

  • Tidak mudah tergoda entry melawan tren

  • Memiliki probabilitas lebih tinggi dalam trading

Dengan memahami lower high, trader bisa membaca market lebih objektif tanpa terlalu bergantung pada indikator yang sering terlambat memberikan sinyal.


Memahami konsep lower high secara mendalam akan membantu meningkatkan kualitas keputusan trading, terutama bagi trader yang ingin fokus pada price action dan market structure. Namun, teori saja tidak cukup. Diperlukan bimbingan, latihan, dan pemahaman menyeluruh agar konsep ini bisa diterapkan secara konsisten dan benar dalam kondisi market yang berbeda.

Jika ingin belajar trading dengan pendekatan yang terstruktur, berbasis market structure, dan dibimbing oleh mentor berpengalaman, mengikuti program edukasi trading yang tepat adalah langkah yang bijak. Melalui program edukasi trading di www.didimax.co.id, trader bisa mendapatkan pemahaman dari dasar hingga lanjutan, termasuk cara membaca lower high dan struktur market secara profesional.

Dengan materi yang sistematis, pendampingan, serta praktik langsung, program edukasi di www.didimax.co.id dapat membantu trader menghindari kesalahan umum dan membangun mindset trading yang lebih disiplin. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan skill trading dan memahami pergerakan market dengan lebih percaya diri dan terarah.