Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Apa Itu Spike Candle? Memahami Arti, Karakteristik, dan Cara Membacanya dalam Trading

Apa Itu Spike Candle? Memahami Arti, Karakteristik, dan Cara Membacanya dalam Trading

by Rizka

Apa Itu Spike Candle? Memahami Arti, Karakteristik, dan Cara Membacanya dalam Trading

Dalam dunia trading, khususnya trading forex, saham, maupun kripto, pergerakan harga sering kali bergerak tidak terduga. Salah satu fenomena candlestick yang sering membuat trader bingung, panik, atau justru tergiur untuk masuk market adalah spike candle. Spike candle kerap muncul secara tiba-tiba, membentuk ekor panjang, dan menembus area harga penting seperti support dan resistance.

Bagi trader pemula, spike candle sering disalahartikan sebagai sinyal kuat untuk entry. Padahal, jika tidak dipahami dengan benar, spike candle justru bisa menjadi jebakan yang berujung kerugian. Oleh karena itu, memahami apa itu spike candle, penyebab kemunculannya, serta cara membaca dan menyikapinya adalah hal yang sangat penting dalam perjalanan seorang trader.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang spike candle, mulai dari definisi, karakteristik, jenis-jenisnya, hingga strategi membaca spike candle dengan pendekatan price action.


Pengertian Spike Candle

Apa yang Dimaksud dengan Spike Candle?

Spike candle adalah candlestick yang memiliki ekor (shadow/wick) sangat panjang di bagian atas, bawah, atau bahkan keduanya, sementara body candlestick relatif kecil. Spike ini menunjukkan adanya pergerakan harga yang sangat cepat dan agresif dalam waktu singkat, namun tidak bertahan lama karena harga akhirnya kembali mendekati harga pembukaan atau penutupan.

Spike candle mencerminkan adanya pertarungan kuat antara buyer dan seller dalam satu periode waktu tertentu. Salah satu pihak sempat mendominasi harga secara ekstrem, tetapi kemudian dikalahkan oleh pihak lain sehingga harga tertarik kembali.

Kenapa Spike Candle Sangat Menarik Perhatian Trader?

Spike candle mudah dikenali secara visual dan sering muncul di momen-momen krusial, seperti:

  • Saat rilis berita ekonomi berdampak tinggi

  • Di area support atau resistance penting

  • Menjelang sesi market tertentu (London atau New York)

  • Ketika terjadi manipulasi likuiditas

Karena itulah, spike candle sering memancing emosi trader, baik rasa takut maupun rasa serakah.


Karakteristik Utama Spike Candle

Ekor Panjang yang Dominan

Ciri paling jelas dari spike candle adalah shadow yang jauh lebih panjang dibanding body. Ekor ini menandakan bahwa harga sempat bergerak jauh, namun tidak mampu bertahan di level tersebut.

Body Relatif Kecil

Body spike candle biasanya kecil karena harga pembukaan dan penutupan relatif berdekatan. Ini menandakan ketidakseimbangan sementara yang kemudian dinetralisir oleh market.

Muncul Secara Tiba-Tiba

Spike candle sering muncul tanpa pola berulang sebelumnya, terutama ketika market mengalami lonjakan volatilitas.

Terjadi di Area Penting

Spike candle memiliki makna yang lebih kuat jika muncul di area support, resistance, supply, demand, atau area psikologis tertentu.


Penyebab Terbentuknya Spike Candle

Rilis Berita Fundamental

Salah satu penyebab paling umum spike candle adalah rilis berita ekonomi penting seperti:

  • Non-Farm Payroll (NFP)

  • Suku bunga bank sentral

  • Inflasi (CPI)

  • Data GDP

Berita ini memicu lonjakan order besar dalam waktu singkat, menciptakan pergerakan harga ekstrem.

Likuiditas Rendah

Pada jam-jam tertentu, seperti menjelang pergantian sesi atau saat market sepi, likuiditas menjadi rendah. Kondisi ini membuat harga lebih mudah “ditarik” jauh hanya oleh sedikit order besar.

Stop Hunt dan Manipulasi Market

Spike candle sering kali merupakan hasil dari stop loss hunting, yaitu pergerakan harga yang disengaja untuk menyentuh stop loss trader ritel sebelum harga kembali ke arah semula.

Reaksi Emosional Market

Ketika banyak trader bereaksi secara bersamaan karena fear atau greed, harga bisa melonjak tajam dan membentuk spike.


Jenis-Jenis Spike Candle

Spike Candle dengan Ekor Atas Panjang

Spike jenis ini menandakan bahwa harga sempat naik sangat tinggi, namun ditolak oleh seller dan ditarik kembali ke bawah. Biasanya muncul di area resistance dan bisa menjadi indikasi tekanan jual.

Spike Candle dengan Ekor Bawah Panjang

Jenis ini menunjukkan harga sempat turun tajam, tetapi buyer masuk dengan kuat sehingga harga ditarik kembali naik. Sering muncul di area support.

Spike Candle Dua Arah

Memiliki ekor atas dan bawah yang sama-sama panjang. Ini menandakan volatilitas tinggi dan ketidakpastian market yang ekstrem.


Makna Psikologis di Balik Spike Candle

Pertarungan Buyer dan Seller

Spike candle menggambarkan perang harga yang sengit. Salah satu pihak sempat unggul, tetapi akhirnya gagal mempertahankan dominasi.

Penolakan Harga (Price Rejection)

Ekor panjang menunjukkan penolakan market terhadap harga tertentu. Semakin panjang ekor, semakin kuat penolakannya.

Sinyal Kehati-hatian

Spike candle bukan sinyal entry instan, melainkan peringatan bahwa market sedang tidak stabil atau sedang “membersihkan” posisi trader.


Cara Membaca Spike Candle dengan Benar

Perhatikan Lokasi Spike Candle

Lokasi jauh lebih penting daripada bentuk. Spike candle di tengah market tidak sekuat spike candle yang muncul di area support atau resistance.

Konfirmasi dengan Timeframe Lebih Besar

Spike di timeframe kecil (M5 atau M15) perlu dilihat konteksnya di timeframe lebih besar seperti H1 atau H4 agar tidak salah interpretasi.

Jangan Langsung Entry

Kesalahan umum trader adalah langsung entry begitu melihat spike candle. Idealnya, tunggu reaksi harga berikutnya untuk memastikan arah market.

Gabungkan dengan Price Action Lain

Spike candle akan lebih valid jika dikombinasikan dengan:

  • Support dan resistance

  • Struktur market (higher high, lower low)

  • Pola candlestick lanjutan


Kesalahan Umum Trader Saat Menghadapi Spike Candle

Menganggap Spike sebagai Breakout Valid

Banyak trader masuk posisi karena mengira spike adalah breakout kuat, padahal sering kali hanya false breakout.

Entry Tanpa Manajemen Risiko

Volatilitas tinggi pada spike candle bisa membuat stop loss tersentuh dengan mudah jika tidak dikelola dengan baik.

Overtrading Setelah Spike

Trader sering terbawa emosi dan membuka banyak posisi setelah spike, padahal market belum stabil.


Spike Candle dalam Strategi Trading Profesional

Trader profesional tidak melihat spike candle sebagai sinyal beli atau jual semata, melainkan sebagai informasi penting tentang perilaku market. Spike candle membantu trader memahami:

  • Di mana likuiditas berada

  • Area harga yang ditolak market

  • Potensi jebakan bagi trader ritel

Dengan pemahaman ini, trader bisa lebih sabar, selektif, dan disiplin dalam mengambil keputusan.


Memahami spike candle bukan hanya soal mengenali bentuk candlestick, tetapi juga membaca cerita di balik pergerakan harga. Dengan pengetahuan yang tepat, spike candle bisa menjadi alat bantu untuk menghindari kesalahan fatal dan meningkatkan kualitas analisis trading.

Bagi siapa pun yang ingin belajar trading dengan pemahaman mendalam, terstruktur, dan tidak hanya mengandalkan spekulasi, mengikuti program edukasi trading yang tepat adalah langkah penting. Edukasi yang benar akan membantu memahami price action, manajemen risiko, serta psikologi market secara menyeluruh.

Jika ingin meningkatkan kemampuan trading dari dasar hingga level lanjutan, tersedia program edukasi trading yang dirancang untuk membantu trader memahami market secara logis dan sistematis. Informasi lengkap mengenai kelas, materi, serta pendampingan bisa diakses melalui www.didimax.co.id dan menjadi langkah awal untuk membangun skill trading yang lebih konsisten dan terarah.