Apa Saja Kebiasaan Sehat untuk Mata dan Tubuh Saat Sering Lihat Chart?
Di era digital seperti sekarang, semakin banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer untuk menganalisis chart harga. Baik itu trader forex, saham, kripto, maupun komoditas, aktivitas melihat pergerakan grafik menjadi bagian utama dari rutinitas harian. Fokus tinggi terhadap candlestick, indikator teknikal, serta volatilitas pasar memang penting untuk mengambil keputusan yang tepat. Namun, terlalu lama menatap layar tanpa kebiasaan yang sehat bisa berdampak pada kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan.
Kondisi ini sering disebut sebagai digital eye strain atau computer vision syndrome. Gejalanya bisa berupa mata kering, perih, penglihatan kabur, sakit kepala, hingga nyeri pada leher dan punggung. Dalam jangka panjang, kebiasaan duduk terlalu lama dan postur yang buruk juga berisiko menyebabkan gangguan muskuloskeletal serta penurunan kebugaran fisik.
Lalu, apa saja kebiasaan sehat yang bisa diterapkan agar tetap produktif saat trading tanpa mengorbankan kesehatan? Berikut pembahasan lengkapnya.
1. Terapkan Aturan 20-20-20 untuk Kesehatan Mata
Salah satu kebiasaan paling sederhana namun efektif adalah menerapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter). Cara ini membantu otot mata untuk relaksasi dan mengurangi ketegangan akibat fokus jarak dekat secara terus-menerus.
Trader sering kali terlalu fokus menunggu setup entry atau pergerakan harga signifikan sehingga lupa mengistirahatkan mata. Padahal, jeda singkat ini tidak akan membuat Anda kehilangan peluang besar. Sebaliknya, mata yang lebih segar justru membantu pengambilan keputusan yang lebih jernih.
2. Atur Pencahayaan dan Kecerahan Layar
Pencahayaan yang terlalu terang atau terlalu redup dapat memperparah ketegangan mata. Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup dan tidak menimbulkan pantulan cahaya langsung ke layar monitor.
Sesuaikan brightness dan contrast layar agar nyaman di mata. Hindari perbedaan kontras ekstrem antara layar dan lingkungan sekitar. Jika memungkinkan, gunakan fitur blue light filter atau mode malam untuk mengurangi paparan cahaya biru yang berlebihan, terutama saat trading di malam hari.
Paparan cahaya biru berlebih dalam jangka panjang dapat mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan kestabilan emosi saat menghadapi volatilitas pasar.
3. Perhatikan Jarak dan Posisi Monitor
Posisi monitor idealnya berada sekitar 50–70 cm dari mata, dengan bagian atas layar sejajar atau sedikit di bawah garis pandang. Posisi ini membantu menjaga postur leher tetap netral dan mengurangi risiko nyeri.
Banyak trader yang menggunakan laptop tanpa penyangga tambahan sehingga posisi layar terlalu rendah. Akibatnya, leher cenderung menunduk dalam waktu lama dan memicu ketegangan otot. Jika memungkinkan, gunakan monitor eksternal atau laptop stand agar posisi layar lebih ergonomis.
Investasi kecil pada peralatan kerja yang ergonomis dapat memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.
4. Gunakan Kursi dan Meja yang Ergonomis
Trading mungkin terlihat seperti aktivitas yang “hanya duduk dan melihat chart,” tetapi postur duduk yang salah bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Gunakan kursi dengan sandaran punggung yang mendukung kurva alami tulang belakang. Pastikan kaki menapak rata di lantai dan lutut membentuk sudut sekitar 90 derajat.
Meja yang terlalu tinggi atau rendah dapat membuat bahu tegang dan pergelangan tangan tidak nyaman. Posisi siku sebaiknya membentuk sudut sekitar 90 derajat saat mengetik atau menggunakan mouse.
Ergonomi yang baik membantu mencegah nyeri punggung bawah, bahu, dan leher—keluhan yang umum dialami oleh trader aktif.
5. Lakukan Peregangan Setiap 1–2 Jam
Duduk terlalu lama berisiko meningkatkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk nyeri otot, gangguan sirkulasi, hingga risiko penyakit metabolik. Oleh karena itu, biasakan untuk berdiri dan melakukan peregangan ringan setiap 1–2 jam.
Beberapa gerakan sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
-
Memutar leher secara perlahan
-
Mengangkat dan memutar bahu
-
Meregangkan tangan dan pergelangan
-
Berdiri dan berjalan ringan selama 3–5 menit
Aktivitas kecil ini membantu melancarkan aliran darah, mengurangi kekakuan otot, dan menyegarkan pikiran sebelum kembali menganalisis chart.
6. Jaga Hidrasi dan Pola Makan Sehat
Saat fokus membaca chart, banyak orang lupa minum air putih. Padahal, dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menyebabkan sakit kepala dan penurunan konsentrasi.
Pastikan Anda minum cukup air sepanjang hari. Hindari konsumsi kopi berlebihan untuk “menjaga fokus,” karena asupan kafein yang terlalu tinggi dapat meningkatkan kecemasan dan membuat emosi lebih tidak stabil saat menghadapi floating loss.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin A, C, dan E serta omega-3 untuk mendukung kesehatan mata. Sayuran hijau, wortel, ikan, dan kacang-kacangan adalah pilihan yang baik untuk trader aktif.
7. Atur Jadwal Trading yang Sehat
Tidak semua sesi pasar harus diikuti. Banyak trader pemula merasa harus terus-menerus memantau pergerakan harga sepanjang hari. Padahal, hal ini justru meningkatkan stres dan kelelahan mental.
Tentukan jam trading yang sesuai dengan strategi Anda. Misalnya, fokus pada sesi London atau New York saja jika itu yang paling sesuai dengan sistem trading Anda. Dengan jadwal yang lebih terstruktur, Anda dapat menghindari kelelahan akibat overtrading dan terlalu lama di depan layar.
Disiplin dalam manajemen waktu sama pentingnya dengan disiplin dalam manajemen risiko.
8. Latih Mata dengan Teknik Fokus Bergantian
Selain aturan 20-20-20, Anda juga bisa melakukan latihan fokus sederhana. Caranya, pegang satu objek kecil (misalnya pulpen) di depan wajah, fokuskan pandangan selama beberapa detik, lalu alihkan pandangan ke objek yang lebih jauh. Ulangi beberapa kali.
Latihan ini membantu menjaga fleksibilitas otot mata dan mengurangi ketegangan akibat fokus terus-menerus pada jarak dekat seperti layar monitor.
9. Kelola Stres dan Emosi
Trading bukan hanya soal analisis teknikal dan fundamental, tetapi juga pengendalian emosi. Stres berlebihan dapat memicu ketegangan otot, sakit kepala, dan gangguan tidur.
Luangkan waktu untuk relaksasi seperti meditasi singkat, pernapasan dalam, atau olahraga ringan di luar jam trading. Aktivitas fisik seperti jogging, bersepeda, atau yoga dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus menyeimbangkan kondisi mental.
Kesehatan mental yang baik akan berdampak langsung pada kualitas keputusan trading Anda.
10. Rutin Periksa Kesehatan Mata
Jika Anda menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari di depan layar, pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan. Dokter mata dapat mendeteksi gangguan refraksi atau kondisi lain yang mungkin memperburuk ketegangan mata.
Bila diperlukan, gunakan kacamata khusus untuk bekerja di depan komputer. Kacamata dengan lensa anti radiasi atau filter cahaya biru dapat membantu meningkatkan kenyamanan visual.
11. Gunakan Teknik Mindful Trading
Mindful trading adalah pendekatan yang menekankan kesadaran penuh saat melakukan aktivitas trading. Artinya, Anda benar-benar fokus pada proses, bukan terjebak dalam emosi akibat hasil.
Dengan pendekatan ini, Anda lebih sadar kapan tubuh mulai lelah, mata terasa perih, atau pikiran mulai tidak jernih. Saat tanda-tanda tersebut muncul, berhentilah sejenak.
Trading yang dilakukan dalam kondisi lelah sering kali berujung pada keputusan impulsif. Sebaliknya, kondisi fisik dan mental yang prima meningkatkan peluang konsistensi jangka panjang.
12. Seimbangkan dengan Aktivitas di Luar Layar
Keseimbangan adalah kunci. Jangan biarkan aktivitas melihat chart mendominasi seluruh waktu Anda. Sisihkan waktu untuk keluarga, hobi, dan aktivitas sosial.
Berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar membantu menyegarkan pikiran dan mengurangi kelelahan akibat paparan layar yang berlebihan. Bahkan berjalan santai di taman selama 20–30 menit bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan mata dan tubuh.
Menjadi trader yang sukses bukan hanya soal profit konsisten, tetapi juga kemampuan menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Mata yang sehat, tubuh yang bugar, dan pikiran yang jernih adalah aset utama dalam menghadapi dinamika pasar yang cepat dan penuh tekanan. Dengan menerapkan kebiasaan sehat seperti menjaga postur, mengatur waktu istirahat, memperhatikan asupan nutrisi, dan mengelola stres, Anda dapat tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan.
Jika Anda ingin belajar trading dengan pendekatan yang lebih terstruktur, disiplin, dan profesional, penting untuk mendapatkan bimbingan dari mentor yang tepat. Program edukasi trading di Didimax melalui website resminya di Didimax menyediakan berbagai materi pembelajaran mulai dari dasar hingga lanjutan, lengkap dengan pendampingan dan praktik langsung. Dengan sistem pembelajaran yang komprehensif, Anda tidak hanya belajar strategi trading, tetapi juga bagaimana membangun mindset dan manajemen risiko yang sehat.
Kunjungi www.didimax.co.id sekarang juga dan daftarkan diri Anda dalam program edukasi tradingnya. Jadikan perjalanan trading Anda lebih terarah, lebih profesional, dan tentunya tetap memperhatikan kesehatan mata serta tubuh agar bisa meraih kesuksesan jangka panjang secara optimal.