Apa yang Dimaksud Pip dalam Forex? Penjelasan Lengkap untuk Pemula
Dalam dunia trading forex, ada satu istilah penting yang akan selalu muncul dalam setiap analisis, perhitungan profit, risk management, hingga evaluasi hasil trading — istilah itu adalah pip. Walaupun terlihat sederhana, pemahaman tentang pip sangat penting karena pip inilah yang menjadi dasar pengukuran pergerakan harga dan menentukan besar kecilnya keuntungan maupun kerugian yang akan diperoleh trader. Tanpa memahami pip dengan benar, sulit bagi seseorang untuk bisa melakukan trading secara terarah dan konsisten.
Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa yang dimaksud dengan pip, bagaimana cara menghitungnya, apa perbedaannya dengan poin dan pipette, serta bagaimana pip digunakan dalam strategi trading sehari-hari.
1. Apa Itu Pip dalam Forex?
Pip adalah singkatan dari “Point in Percentage” atau “Price Interest Point.” Pip merupakan satuan terkecil yang digunakan untuk mengukur perubahan harga dalam pasangan mata uang (currency pair). Dengan kata lain, pip adalah langkah pergerakan harga terkecil yang terjadi di pasar forex.
Sebagian besar pair dalam forex dihitung hingga empat angka di belakang koma (0.0001). Nah, perubahan 0.0001 inilah yang disebut sebagai 1 pip. Namun ada pengecualian seperti pair yang melibatkan JPY (Yen Jepang), yang biasanya dihitung hingga dua angka di belakang koma (0.01), sehingga 0.01 pada pair JPY disebut 1 pip.
Contoh sederhana:
-
EUR/USD naik dari 1.1050 ke 1.1051, maka terjadi perubahan sebesar 1 pip.
-
USD/JPY turun dari 150.20 ke 150.19, maka perubahan sebesar 0.01 = 1 pip.
Pip sangat penting karena menjadi dasar dalam mengukur volatilitas, menentukan spread, dan menghitung profit maupun loss.
2. Mengapa Pip Sangat Penting dalam Forex?
Pip bukan sekadar angka di belakang koma. Pip adalah dasar penghitungan segala sesuatu dalam trading:
a. Menghitung Keuntungan (Profit)
Setiap kali harga bergerak sesuai arah posisi trader, keuntungan diukur dalam pip. Semakin banyak pip yang didapat, semakin besar potensi profitnya — tergantung ukuran lot.
b. Menghitung Kerugian (Loss)
Begitu pula sebaliknya. Jika harga bergerak melawan posisi, kerugian dihitung dalam pip. Trader profesional selalu menghitung risiko dalam pip sebelum open posisi.
c. Spread Broker Diukur dalam Pip
Spread adalah selisih harga buy dan sell, dan biasanya diukur dalam pip. Semakin kecil spread, semakin efisien biaya trading.
d. Menentukan Stop Loss & Take Profit
Semua level manajemen risiko dihitung dalam pip. Misalnya stop loss 30 pip atau take profit 60 pip.
Jika seorang trader tidak memahami pergerakan pip, maka perhitungan lot, risiko, hingga profit, bisa sangat membingungkan. Itulah alasannya pip menjadi “bahasa dasar” dalam forex.
3. Cara Menghitung Pip pada Currency Pair
a. Pair Mayor (Tanpa JPY) — 4 Decimal (0.0001)
Contoh: EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD
Pergerakan 1 pip = 0.0001
Jika EUR/USD bergerak dari 1.1000 → 1.1050
Pergerakan = 50 pip.
b. Pair dengan Yen Jepang — 2 Decimal (0.01)
Contoh: USD/JPY, EUR/JPY, GBP/JPY
Pergerakan 1 pip = 0.01
Jika USD/JPY naik dari 150.00 → 150.75
Pergerakan = 75 pip.
c. Pair 5-digit dan 3-digit (Broker Modern)
Saat ini banyak broker menampilkan nilai harga hingga 5 digit (0.00001) atau 3 digit (0.001) pada pair JPY. Digit paling akhir disebut pipette atau fractional pip (sepersepuluh pip).
Contoh EUR/USD:
1.10500 → 1.10510
Pergerakan 1 pip = 10 pipette.
4. Konversi Pip ke Nilai Uang (Pip Value)
Inilah bagian yang paling penting untuk trader: bagaimana pip diterjemahkan menjadi uang?
Secara umum, nilai pip tergantung pada:
-
Ukuran lot
-
Currency pair
-
Nilai mata uang dasar (base currency)
a. Lot Standar (1.00)
1 lot = 100.000 unit mata uang
Biasanya 1 pip bernilai $10 pada pair mayor.
b. Mini Lot (0.10)
0.1 lot = 10.000 unit
1 pip bernilai sekitar $1.
c. Micro Lot (0.01)
0.01 lot = 1.000 unit
1 pip bernilai $0.10.
Contoh perhitungan:
Jika trading EUR/USD buy 0.10 lot dan harga bergerak 50 pip,
Profit = 50 pip x $1 = $50.
Sebaliknya, jika bergerak berlawanan arah:
Loss = 50 pip x $1 = $50.
Dengan memahami nilai pip, trader dapat mengatur risiko dengan lebih jelas.
5. Perbedaan Pip, Poin, dan Pipette
Walaupun sering dianggap sama, ada perbedaan jelas:
a. Pip
Satuan perubahan harga utama (0.0001 atau 0.01 untuk JPY).
b. Poin
Dalam beberapa platform, poin bisa berarti pip, namun di platform seperti MT4/MT5, poin adalah digit paling kecil di akhir harga, yaitu pipette.
Contoh:
Harga EUR/USD 1.10501
Digit terakhir “1” = 1 poin (pipette).
c. Pipette (Fractional Pip)
1 pip = 10 pipette.
Pemahaman ini penting agar tidak salah membaca chart atau menghitung risiko.
6. Peran Pip dalam Strategi Trading
Pip bukan hanya sebagai angka pergerakan harga. Pip juga menjadi bagian dari strategi besar seorang trader.
a. Menentukan Stop Loss yang Realistis
Seorang swing trader biasanya menggunakan SL antara 30–100 pip.
Scalper mungkin hanya 5–15 pip.
Tanpa memahami pip, trader akan kesulitan menentukan toleransi risiko yang tepat.
b. Menentukan Take Profit
Trader yang menggunakan strategi breakout, trend following, atau retracement pasti mengukur TP dalam pip.
c. Mengukur Volatilitas Pasar
Beberapa pair seperti GBP/JPY terkenal sangat volatile dan bisa bergerak ratusan pip dalam sehari.
d. Manajemen Risiko
Money management selalu dihitung berdasarkan pip:
Trader yang disiplin dengan hitungan pip jauh lebih stabil dibanding hanya mengandalkan feeling.
7. Contoh Penggunaan Pip dalam Trading Sehari-hari
Contoh 1: Buy EUR/USD
Harga: 1.1000
Take Profit: 1.1050 (50 pip)
Stop Loss: 1.0980 (20 pip)
Jika menggunakan 0.10 lot:
Contoh 2: Sell USD/JPY
Harga: 150.00
TP: 149.50 (50 pip)
SL: 150.30 (30 pip)
Jika menggunakan 0.10 lot (nilai pip kurang lebih $1):
Dari contoh ini, terlihat jelas bagaimana pip menjadi alat ukur penting bagi trader.
8. Kesalahan Pemula Saat Memahami Pip
Banyak trader pemula sering terjebak dalam beberapa kesalahan berikut:
a. Salah Menghitung Pip di Pair JPY
Mengira 0.001 adalah 1 pip padahal di pair JPY, 0.01 = 1 pip.
b. Tidak Menghitung Nilai Pip Sebelum Entry
Akibatnya, saat harga bergerak 40 pip dengan lot besar, kerugian bisa membengkak.
c. Menyepelekan Pergerakan Kecil
Bagi scalper, pergerakan 1–2 pip sangat penting karena mempengaruhi spread, biaya trading, hingga potensi profit.
d. Tidak Menyesuaikan Pip dengan Lot dan Risiko
Trader profesional selalu menyesuaikan ukuran lot berdasarkan jarak stop loss dalam pip.
9. Mengapa Belajar Pip Adalah Langkah Awal Menjadi Trader Profesional?
Pip seperti “bahasa dasar” dalam forex. Hampir semua konsep:
-
money management
-
analisa teknikal
-
strategi entry dan exit
-
perhitungan risiko
-
perhitungan profit
…semuanya selalu menggunakan pip.
Tanpa pemahaman pip, trading seperti berjalan tanpa arah. Trader bisa salah hitung, salah pasang lot, atau salah memasang stop loss.
Memahami pip bukan hanya soal angka, tetapi soal kontrol penuh terhadap risiko. Inilah faktor utama yang membedakan trader profesional dan trader pemula.
(Paragraf Call to Action 1)
Jika kamu ingin memahami konsep pip, lot, spread, hingga teknik membaca pergerakan harga dengan lebih mudah dan terstruktur, sekarang adalah waktu yang tepat untuk bergabung dalam edukasi trading yang disediakan oleh Didimax. Kamu bisa belajar langsung dari mentor berpengalaman yang siap membimbing dari dasar hingga mampu memahami market secara nyata, bukan hanya teori.
(Paragraf Call to Action 2)
Kunjungi website resmi Didimax di www.didimax.co.id dan dapatkan akses edukasi gratis, materi lengkap, analisa harian, serta komunitas trader yang aktif. Dengan bimbingan yang tepat, perjalanan trading akan jauh lebih terarah, aman, dan menghasilkan. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang bersama Didimax.