Apa yang Harus Dilakukan Trader Saat Bank Holiday? Ini Rencana yang Tepat
Bagi banyak trader, hari libur bank (bank holiday) sering dianggap sebagai hari yang “membosankan”. Pasar memang masih buka — terutama di forex — tetapi likuiditas biasanya menurun drastis, pergerakan harga melemah, dan volatilitas menjadi tidak stabil. Pada kondisi seperti ini, banyak trader justru melakukan kesalahan besar: tetap memaksakan entry hanya karena merasa “sayang” melewatkan hari trading.
Padahal, bank holiday bukan berarti kesempatan hilang. Sebaliknya, hari libur bank justru bisa menjadi momen terbaik untuk berhenti sejenak, melakukan evaluasi, memperbaiki strategi, dan merencanakan langkah lebih matang.
Artikel ini akan membahas secara lengkap:
-
Kenapa bank holiday memengaruhi pasar
-
Risiko utama trading saat bank holiday
-
Rencana yang sebaiknya dilakukan trader
-
Aktivitas produktif yang tetap mengembangkan skill meski tidak trading
-
Cara menjaga psikologi agar tidak “gatal” ingin masuk pasar
Jika kamu selama ini bingung harus melakukan apa saat bank holiday — inilah panduan lengkapnya.
Mengapa Bank Holiday Berpengaruh pada Pasar Forex?
Forex adalah pasar global yang beroperasi 24 jam, tetapi pusat aktivitasnya bertumpu pada bank, institusi besar, dan market maker. Saat bank utama libur, rantai likuiditas berkurang, sehingga:
-
Volume transaksi menurun
-
Spread melebar
-
Pergerakan harga cenderung “palsu” (false breakout)
-
Pasar tidak memberikan sinyal jelas
Contoh sederhana:
Saat bank di Amerika libur, sesi New York — yang biasanya paling aktif — menjadi sangat sepi. Pair seperti EUR/USD, GBP/USD, dan XAU/USD biasanya bergerak pendek, sideways, atau malah tiba-tiba spike tanpa alasan fundamental yang kuat.
Itu sebabnya, memaksakan trading justru bisa memperbesar risiko loss.
Apa Risiko Trading Saat Bank Holiday?
Banyak trader pemula tidak sadar bahwa risiko di bank holiday justru lebih berbahaya dibanding hari biasa. Beberapa risiko utama:
1. Spread Bisa Melebar Tidak Normal
Broker akan menyesuaikan spread karena likuiditas rendah. Strategi scalping dan short-term trading sangat tidak ideal pada saat ini.
2. False Breakout Lebih Sering Terjadi
Harga seolah menembus support atau resistance, padahal hanya sekadar “noise”. Trader yang terlalu agresif mudah terjebak.
3. Tidak Ada Arah Jelas
Analisis teknikal sering kehilangan daya prediksi — indikator terlihat bagus, tetapi harga balik arah mendadak.
4. Overtrading Karena Bosan
Banyak trader masuk pasar bukan karena sinyal, tapi karena:
“Pasar tetap buka, masa tidak trading?”
Inilah jebakan paling berbahaya.
Jadi… Apa yang Harus Dilakukan Trader Saat Bank Holiday?
Alih-alih memaksa entry, gunakan bank holiday sebagai momen strategis untuk mempersiapkan diri. Berikut rencana terbaik yang bisa kamu lakukan.
1. Evaluasi Trading Journal
Jika kamu belum punya trading journal, bank holiday adalah saat terbaik untuk memulainya.
Catat:
-
Pair apa yang sering menghasilkan profit
-
Jam trading terbaik
-
Pola kesalahan yang berulang
-
Emosi saat entry: takut, ragu, serakah, terburu-buru
-
Alasan logis mengapa entry dilakukan
Dengan journal, kamu bisa melihat:
Apakah masalahnya strategi — atau psikologi?
Trader profesional tidak hanya melihat hasil, tetapi prosesnya.
2. Review Strategi: Mana yang Efektif, Mana yang Harus Dibuang
Jangan jatuh cinta pada strategi. Yang paling penting adalah konsistensi dan hasil jangka panjang.
Gunakan waktu bank holiday untuk:
-
Menguji kembali setup (backtest)
-
Mencari kelemahan entry dan exit
-
Menentukan kapan strategi TIDAK BOLEH digunakan
-
Mengukur win rate dan risk-reward
Kalau selama ini setiap news besar selalu membuatmu panik, mungkin waktunya:
→ Hindari trading saat news
→ Atau gunakan strategi news-based yang lebih terukur
3. Perbaiki Manajemen Risiko
Banyak trader loss bukan karena analisis salah, tetapi karena:
Gunakan momen ini untuk menetapkan aturan baku:
-
Risiko maksimal 1–2% per transaksi
-
Tidak membuka posisi lebih dari batas yang disepakati
-
Selalu menggunakan stop loss berbasis analisis, bukan feeling
Dengan risk management yang disiplin, bahkan strategi sederhana bisa tetap menguntungkan.
4. Latihan di Akun Demo
Saat bank holiday, pasar sering tidak ideal untuk real account. Jadi, manfaatkan:
-
Akun demo untuk simulasi strategi baru
-
Uji indikator tanpa takut kehilangan uang
-
Cek reaksi psikologis saat floating
Tujuannya bukan sekadar profit di demo, melainkan memahami:
Bagaimana strategi bekerja dalam berbagai kondisi pasar.
5. Update Pengetahuan dan Edukasi
Trader yang berhenti belajar akan tertinggal. Gunakan hari libur bank untuk:
-
Menonton webinar trading terpercaya
-
Membaca artikel analisis pasar
-
Mendalami materi price action, risk management, dan psikologi
Semakin dalam pemahamanmu, semakin matang keputusan trading-mu.
6. Belajar Mengendalikan Psikologi Trading
Keinginan untuk selalu “ada posisi” adalah musuh terbesar trader.
Latih diri untuk:
-
Menerima bahwa tidak trading juga termasuk strategi
-
Menghindari balas dendam setelah loss
-
Menunggu setup terbaik, bukan setiap peluang kecil
Trader profesional paham:
Market selalu ada besok. Modal yang hilang belum tentu bisa kembali.
7. Buat Trading Plan Khusus Setelah Bank Holiday
Bank holiday biasanya diikuti oleh:
Maka siapkan rencana:
-
Pair apa yang akan difokuskan
-
Level support dan resistance penting
-
Jam trading utama
-
Skenario jika pasar bullish, bearish, atau sideways
Dengan rencana yang jelas, kamu tidak akan panik ketika pasar mulai bergerak cepat.
Kesimpulan: Bank Holiday Bukan Musuh — Tapi Kesempatan
Banyak trader memandang bank holiday sebagai hambatan. Padahal, ini adalah:
Trader yang bijak tahu kapan harus masuk…
dan kapan harus menepi.
Dengan rencana yang tepat, performa trading bukan hanya lebih stabil — tetapi berkembang lebih sehat dalam jangka panjang.
Di tengah ketatnya persaingan pasar, memiliki pembimbing dan komunitas belajar yang tepat sangat penting. Jika kamu ingin memahami market lebih dalam, menguasai strategi, dan belajar langsung dari mentor berpengalaman, kamu bisa mengikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id. Di sana, kamu akan menemukan kelas terstruktur, materi lengkap, serta bimbingan yang membantu kamu berkembang lebih cepat — tanpa harus kebingungan sendirian.
Jangan biarkan waktu terbuang sia-sia. Gunakan kesempatan ini untuk memperkuat pondasi tradingmu, memperbaiki kesalahan, dan membangun disiplin. Bergabunglah dalam program edukasi trading di Didimax, dan jadikan setiap bank holiday sebagai momen untuk naik level — bukan sekadar menunggu pasar kembali normal.