Bagaimana Menghitung Expectancy?
Dalam dunia trading, banyak trader pemula terlalu fokus pada satu metrik saja, yaitu winrate. Mereka berpikir bahwa semakin tinggi winrate, maka semakin besar peluang untuk menghasilkan keuntungan. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Ada trader dengan winrate tinggi tetapi tetap merugi, dan sebaliknya, ada trader dengan winrate rendah namun konsisten menghasilkan profit. Perbedaan utama dari kedua tipe trader tersebut terletak pada satu konsep penting yang sering diabaikan, yaitu expectancy.
Expectancy adalah ukuran matematis yang menunjukkan rata-rata keuntungan atau kerugian yang bisa diharapkan dari setiap transaksi dalam jangka panjang. Dengan memahami dan menghitung expectancy secara benar, trader dapat menilai apakah sistem trading yang digunakan benar-benar memiliki keunggulan (edge) atau tidak. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu expectancy, komponen-komponennya, rumus perhitungan, contoh praktis, hingga bagaimana meningkatkan expectancy dalam aktivitas trading sehari-hari.
Apa Itu Expectancy dalam Trading?
Expectancy dalam trading adalah nilai ekspektasi keuntungan atau kerugian per transaksi berdasarkan performa historis suatu sistem trading. Dengan kata lain, expectancy menjawab pertanyaan: “Jika saya melakukan trading berulang kali dengan strategi ini, berapa rata-rata hasil yang akan saya dapatkan per transaksi?”
Jika nilai expectancy positif, maka sistem trading tersebut secara statistik menguntungkan dalam jangka panjang. Sebaliknya, jika expectancy negatif, maka sistem tersebut cenderung menghasilkan kerugian meskipun sesekali mencatatkan profit.
Konsep expectancy sangat erat kaitannya dengan pendekatan probabilistik. Trading bukan soal satu atau dua transaksi, melainkan ratusan bahkan ribuan transaksi yang membentuk hasil akhir. Oleh karena itu, expectancy menjadi fondasi penting bagi trader yang ingin bersikap profesional dan objektif.
Mengapa Expectancy Lebih Penting daripada Winrate?
Banyak trader terjebak pada pemikiran bahwa winrate tinggi adalah segalanya. Padahal, winrate hanya menunjukkan persentase kemenangan, bukan kualitas hasilnya. Sebuah sistem dengan winrate 80% bisa saja tetap merugi jika kerugian dari 20% transaksi kalah jauh lebih besar dibanding keuntungan dari transaksi menang.
Sebaliknya, sistem dengan winrate hanya 40% tetap bisa menghasilkan profit jika keuntungan rata-rata jauh lebih besar daripada kerugian rata-rata. Inilah alasan mengapa expectancy menjadi indikator yang jauh lebih komprehensif dibanding winrate semata.
Expectancy menggabungkan probabilitas menang dan kalah serta besar keuntungan dan kerugian, sehingga memberikan gambaran realistis tentang performa sebuah sistem trading.
Komponen Utama dalam Menghitung Expectancy
Sebelum masuk ke rumus, penting untuk memahami komponen-komponen yang membentuk expectancy:
-
Winrate (Probability of Winning)
Persentase transaksi yang berakhir profit.
-
Loss Rate (Probability of Losing)
Persentase transaksi yang berakhir rugi. Nilainya adalah 100% dikurangi winrate.
-
Average Win (Rata-rata Profit)
Rata-rata keuntungan dari transaksi yang menang.
-
Average Loss (Rata-rata Kerugian)
Rata-rata kerugian dari transaksi yang kalah.
Keempat komponen ini harus dihitung dari data transaksi yang cukup banyak agar hasilnya representatif.
Rumus Expectancy dalam Trading
Secara umum, rumus expectancy adalah sebagai berikut:
Expectancy = (Winrate × Average Win) – (Loss Rate × Average Loss)
Rumus ini terlihat sederhana, tetapi sangat kuat dalam membantu trader mengambil keputusan.
Nilai expectancy biasanya dinyatakan dalam satuan tertentu, misalnya poin, pip, atau persentase dari modal per transaksi.
Contoh Perhitungan Expectancy Sederhana
Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat contoh praktis.
Misalkan seorang trader memiliki data sebagai berikut:
-
Winrate: 50%
-
Loss rate: 50%
-
Average win: 100 poin
-
Average loss: 50 poin
Maka expectancy-nya adalah:
(0,5 × 100) – (0,5 × 50)
= 50 – 25
= +25 poin
Artinya, secara statistik, setiap transaksi yang dilakukan trader tersebut memiliki ekspektasi keuntungan sebesar 25 poin dalam jangka panjang.
Contoh Sistem dengan Winrate Tinggi tetapi Expectancy Negatif
Sekarang kita lihat contoh lain yang sering mengecoh trader pemula.
-
Winrate: 80%
-
Loss rate: 20%
-
Average win: 10 poin
-
Average loss: 60 poin
Expectancy:
(0,8 × 10) – (0,2 × 60)
= 8 – 12
= -4 poin
Meskipun winrate sangat tinggi, expectancy justru negatif. Sistem seperti ini mungkin terasa “sering menang”, tetapi sekali kalah, kerugiannya menghapus banyak keuntungan sebelumnya.
Contoh Sistem dengan Winrate Rendah tetapi Expectancy Positif
Sebaliknya, perhatikan contoh berikut:
-
Winrate: 40%
-
Loss rate: 60%
-
Average win: 150 poin
-
Average loss: 50 poin
Expectancy:
(0,4 × 150) – (0,6 × 50)
= 60 – 30
= +30 poin
Walaupun lebih sering kalah daripada menang, sistem ini memiliki expectancy positif dan berpotensi menghasilkan profit jangka panjang.
Expectancy dan Risk Reward Ratio
Risk reward ratio memiliki peran besar dalam menentukan expectancy. Sistem dengan risk reward yang baik memungkinkan trader tetap profit meskipun winrate tidak terlalu tinggi.
Sebagai contoh, risk reward 1:3 berarti risiko 1 unit untuk potensi keuntungan 3 unit. Dengan rasio seperti ini, trader bahkan bisa profit dengan winrate di bawah 40%, selama disiplin menjalankan aturan.
Oleh karena itu, expectancy tidak bisa dilepaskan dari manajemen risiko dan perencanaan target profit yang matang.
Cara Menghitung Expectancy dari Trading Journal
Langkah-langkah praktis untuk menghitung expectancy dari trading journal adalah:
-
Kumpulkan data minimal 30–50 transaksi.
-
Hitung jumlah transaksi menang dan kalah.
-
Hitung winrate dan loss rate.
-
Hitung total profit dari transaksi menang lalu bagi dengan jumlah transaksi menang untuk mendapatkan average win.
-
Hitung total kerugian dari transaksi kalah lalu bagi dengan jumlah transaksi kalah untuk mendapatkan average loss.
-
Masukkan semua data ke rumus expectancy.
Dengan cara ini, trader dapat mengevaluasi sistemnya secara objektif berdasarkan data, bukan perasaan.
Bagaimana Meningkatkan Expectancy Trading?
Jika expectancy Anda masih negatif atau terlalu kecil, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan:
-
Meningkatkan kualitas entry agar average win bertambah.
-
Memperbaiki manajemen risiko untuk menekan average loss.
-
Mengoptimalkan exit strategy, baik take profit maupun stop loss.
-
Mengurangi overtrading yang sering memperburuk performa statistik.
-
Disiplin menjalankan trading plan, karena pelanggaran kecil bisa berdampak besar pada expectancy.
Meningkatkan expectancy bukan soal mencari indikator baru, melainkan soal konsistensi dan disiplin dalam menjalankan sistem yang teruji.
Expectancy dan Konsistensi Profit Jangka Panjang
Trader profesional memahami bahwa tidak ada sistem yang selalu menang. Mereka fokus pada expectancy karena metrik ini mencerminkan keberlanjutan hasil trading. Selama expectancy positif dan risiko terkontrol, hasil akhir akan mengikuti statistik dalam jangka panjang.
Inilah alasan mengapa banyak trader sukses tidak emosional terhadap hasil satu transaksi. Mereka berpikir dalam kerangka puluhan atau ratusan transaksi, bukan satu kemenangan atau kekalahan.
Memahami cara menghitung expectancy adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin naik level dari trader spekulatif menjadi trader yang terstruktur dan disiplin. Dengan expectancy, Anda tidak lagi menebak-nebak apakah strategi Anda bagus atau tidak, karena semuanya berbasis data dan perhitungan yang jelas.
Bagi Anda yang ingin belajar lebih dalam tentang expectancy, manajemen risiko, winrate, serta bagaimana membangun sistem trading yang konsisten dan berkelanjutan, mengikuti program edukasi trading yang terstruktur akan sangat membantu. Di sana, Anda tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kondisi pasar nyata.
Melalui program edukasi trading di [www.didimax.co.id], Anda dapat memahami konsep expectancy secara komprehensif, mempelajari cara membaca statistik trading, serta membangun mindset trader profesional yang fokus pada probabilitas dan konsistensi jangka panjang. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas keputusan trading dan memperbesar peluang sukses di pasar finansial.