Bagaimana Menghitung Risiko Total Jika Punya Beberapa Posisi Sekaligus?
Dalam dunia trading—baik itu forex, emas, saham, maupun indeks—banyak trader pemula fokus pada satu hal: berapa besar potensi profit dari satu posisi. Padahal, dalam praktiknya, trader jarang hanya memiliki satu posisi terbuka. Sering kali ada dua, tiga, bahkan lebih posisi yang berjalan secara bersamaan di berbagai pair atau instrumen.
Masalahnya, ketika beberapa posisi terbuka sekaligus, risiko yang ditanggung bukan lagi sekadar risiko per transaksi, melainkan risiko total portofolio. Tanpa perhitungan yang tepat, trader bisa saja merasa sudah membatasi risiko 2% per transaksi, tetapi ternyata secara keseluruhan ia mempertaruhkan 8–10% dari total modalnya dalam waktu bersamaan.
Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menghitung risiko total jika memiliki beberapa posisi sekaligus, lengkap dengan contoh perhitungan dan strategi manajemen risiko yang bisa langsung diterapkan.
1. Memahami Konsep Risiko Per Posisi
Sebelum membahas risiko total, kita harus memahami terlebih dahulu konsep dasar risiko per posisi.
Risiko per posisi biasanya dihitung berdasarkan:
Rumus sederhananya:
Risiko per posisi = (Jarak Stop Loss × Nilai per Pip × Lot Size)
Contoh:
Jika Anda membuka posisi di EUR/USD dengan:
Agar risiko tetap $200:
$200 ÷ (50 pip × $10) = 0,4 lot
Artinya, Anda hanya boleh membuka 0,4 lot agar risiko tetap 2% dari modal.
Ini relatif mudah jika hanya satu posisi. Namun bagaimana jika ada beberapa posisi sekaligus?
2. Menghitung Risiko Total dari Beberapa Posisi
Ketika memiliki beberapa posisi terbuka, risiko total bukan lagi 2%—melainkan jumlah dari semua risiko posisi yang aktif.
Rumus Risiko Total:
Risiko Total = Jumlah seluruh risiko dari semua posisi terbuka
Contoh:
Modal: $10.000
Batas risiko per posisi: 2%
Anda membuka 3 posisi berbeda:
-
Posisi 1: Risiko $200 (2%)
-
Posisi 2: Risiko $200 (2%)
-
Posisi 3: Risiko $200 (2%)
Total risiko = $600 atau 6% dari modal
Sekilas terlihat aman karena masing-masing 2%. Tetapi secara keseluruhan, Anda sedang mempertaruhkan 6% dalam satu waktu.
Jika semua terkena stop loss secara bersamaan, Anda kehilangan 6% modal dalam satu siklus.
3. Risiko Korelasi: Bahaya yang Sering Diabaikan
Kesalahan fatal banyak trader adalah mengabaikan korelasi antar instrumen.
Misalnya Anda membuka posisi:
-
Buy EUR/USD
-
Buy GBP/USD
-
Sell USD/CHF
Ketiganya sangat berkaitan dengan pergerakan USD. Jika USD tiba-tiba menguat, ketiga posisi tersebut bisa terkena stop loss bersamaan.
Walaupun terlihat seperti tiga posisi berbeda, sebenarnya Anda memiliki satu eksposur besar terhadap USD.
Ini disebut sebagai risiko korelasi.
Contoh Risiko Korelasi:
Modal: $10.000
Tiga posisi @ 2% risiko = 6% total
Karena semuanya sensitif terhadap USD, secara praktis Anda tidak menyebar risiko—melainkan melipatgandakan eksposur pada satu faktor.
Dalam kondisi berita besar seperti Non-Farm Payroll atau keputusan suku bunga oleh Federal Reserve, pergerakan bisa sangat tajam dan mengenai semua posisi sekaligus.
4. Cara Menghitung Risiko Portofolio Secara Lebih Realistis
Agar lebih profesional, trader perlu menghitung:
-
Risiko per posisi
-
Risiko total simultan
-
Risiko berdasarkan korelasi
-
Maksimum drawdown yang dapat ditoleransi
Langkah Praktis:
Langkah 1: Tetapkan Batas Risiko Total
Trader konservatif biasanya menetapkan:
Jika modal $10.000:
Artinya, walaupun Anda ingin membuka banyak posisi, total risiko tidak boleh lebih dari $500.
Langkah 2: Buat Tabel Risiko Aktif
Contoh:
| Posisi |
Risiko (%) |
Risiko ($) |
| EUR/USD |
1.5% |
$150 |
| GBP/USD |
1.5% |
$150 |
| XAU/USD |
1% |
$100 |
| NASDAQ |
1% |
$100 |
| Total |
5% |
$500 |
Jika ingin membuka posisi baru, Anda harus:
5. Risiko Floating Drawdown Juga Harus Dihitung
Banyak trader hanya menghitung risiko berdasarkan stop loss, tetapi lupa menghitung floating loss.
Misalnya:
Artinya, jika semua terkena stop loss, total kerugian menjadi 8%.
Floating drawdown adalah bagian dari risiko total psikologis dan finansial.
6. Menggunakan Konsep Exposure Per Mata Uang
Dalam forex, risiko total bisa dihitung berdasarkan eksposur mata uang.
Contoh posisi:
-
Buy EUR/USD (eksposur sell USD)
-
Buy GBP/USD (eksposur sell USD)
-
Buy AUD/USD (eksposur sell USD)
Berarti Anda punya eksposur besar terhadap pelemahan USD.
Jika ingin lebih aman, Anda bisa menyeimbangkan dengan:
Trader profesional selalu melihat portofolio secara keseluruhan, bukan per transaksi.
7. Risiko Saat Ada News Besar
Saat rilis data penting seperti:
Volatilitas bisa meningkat drastis.
Jika Anda memiliki beberapa posisi yang berkorelasi, risiko total bisa melebihi batas karena slippage.
Dalam kondisi ekstrem, stop loss bisa tidak tereksekusi di harga yang diinginkan.
8. Strategi Profesional Mengontrol Risiko Total
1️⃣ Gunakan Risk Cap Portofolio
Tetapkan aturan:
Total risiko terbuka maksimal 5%
Tidak peduli berapa banyak sinyal yang muncul.
2️⃣ Kurangi Risiko Per Posisi Saat Banyak Entry
Jika biasanya risiko 2% per posisi, maka ketika membuka 4 posisi:
Turunkan menjadi 1% per posisi.
3️⃣ Hindari Overlapping Exposure
Jangan membuka:
-
3 pair berbasis USD dalam arah yang sama
-
2 indeks yang sangat berkorelasi
-
Emas dan perak dalam ukuran besar bersamaan
4️⃣ Gunakan Partial Close
Saat posisi sudah profit, pindahkan stop loss ke break even atau lakukan partial close untuk menurunkan risiko aktif.
5️⃣ Hitung Worst Case Scenario
Tanyakan pada diri Anda:
Jika semua posisi terkena stop loss sekarang, berapa persen modal hilang?
Jika jawabannya lebih dari 6–8%, berarti Anda overexposed.
9. Contoh Simulasi Realistis
Modal: $5.000
Batas risiko total: 5% ($250)
Anda ingin membuka 3 posisi:
-
Gold (XAU/USD)
-
EUR/USD
-
NASDAQ
Strategi:
-
Gold: Risiko $100
-
EUR/USD: Risiko $75
-
NASDAQ: Risiko $75
Total: $250 (5%)
Jika ingin entry tambahan, Anda harus:
Inilah cara berpikir trader profesional.
10. Kesalahan Umum Trader Saat Memiliki Banyak Posisi
❌ Menganggap setiap posisi berdiri sendiri
❌ Tidak menghitung korelasi
❌ Terlalu percaya diri saat win streak
❌ Tidak memperhitungkan news
❌ Menggunakan lot besar karena floating profit
Semua kesalahan ini berujung pada satu hal: drawdown besar dalam waktu singkat.
11. Mental Trading dan Risiko Total
Semakin besar risiko total, semakin besar tekanan psikologis.
Ketika memiliki 5 posisi terbuka dan semuanya bergerak melawan, trader cenderung:
Padahal, semua itu bisa dicegah hanya dengan satu disiplin sederhana:
Batasi risiko total sejak awal.
Kesimpulan
Menghitung risiko total saat memiliki beberapa posisi sekaligus adalah keterampilan wajib bagi setiap trader yang ingin bertahan jangka panjang.
Ingat prinsip penting ini:
-
Risiko per posisi ≠ Risiko total
-
Korelasi bisa melipatgandakan risiko
-
Batas maksimal risiko portofolio harus ditentukan
-
Floating drawdown adalah bagian dari risiko
-
Worst case scenario harus selalu dihitung
Trader profesional selalu melihat portofolio sebagai satu kesatuan, bukan kumpulan transaksi terpisah.
Jika Anda ingin memahami manajemen risiko secara lebih mendalam, termasuk bagaimana menentukan lot yang tepat, membaca korelasi pasar, serta membangun sistem trading yang terstruktur dan disiplin, sangat penting untuk belajar langsung dari mentor yang berpengalaman. Program edukasi trading di www.didimax.co.id dirancang untuk membantu trader memahami strategi, psikologi trading, dan manajemen risiko secara komprehensif agar tidak lagi trading berdasarkan spekulasi semata.
Jangan biarkan kesalahan dalam menghitung risiko menggerus modal Anda sedikit demi sedikit. Tingkatkan kualitas trading Anda sekarang juga dengan mengikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id dan pelajari bagaimana cara mengelola risiko secara profesional demi konsistensi dan pertumbuhan akun dalam jangka panjang.