Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Bagaimana Pasar Forex Menyerap Berakhirnya Shutdown AS?

Bagaimana Pasar Forex Menyerap Berakhirnya Shutdown AS?

by rizki

Bagaimana Pasar Forex Menyerap Berakhirnya Shutdown AS?

Ketika kabar resmi mengenai berakhirnya government shutdown Amerika Serikat diumumkan, pasar keuangan global langsung menunjukkan reaksi berantai. Shutdown pemerintah AS bukan hanya persoalan politik domestik, tetapi juga faktor ekonomi yang sangat diperhatikan pelaku pasar global, termasuk para trader forex. Setiap kali terjadi penghentian operasional pemerintah, likuiditas pasar menurun, volatilitas meningkat, dan arah pergerakan dolar sering kali menjadi tidak menentu. Namun ketika shutdown tersebut berakhir, pasar kembali bergerak aktif untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sentimen, kebijakan fiskal, serta ekspektasi terhadap data ekonomi AS.

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana pasar forex menyerap peristiwa berakhirnya shutdown AS, apa saja dampaknya terhadap dolar, pasangan mata uang mayor, hingga komoditas seperti emas. Selain itu, kita juga akan melihat peluang apa yang terbuka bagi trader dalam kondisi ini.


1. Shutdown AS: Dampaknya Sebelum dan Sesudah Berakhir

Shutdown pemerintah AS biasanya terjadi ketika Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran, sehingga sebagian lembaga federal harus menghentikan operasionalnya. Hal ini menyebabkan tertundanya laporan ekonomi penting seperti NFP, CPI, PPI, dan data lainnya yang biasa digunakan pelaku pasar untuk menganalisis pergerakan ekonomi AS.

Sebelum shutdown berakhir, terdapat beberapa efek utama:

  • Ketidakpastian tinggi: Investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih safe haven.

  • Likuiditas menurun: Volume transaksi turun karena banyak pelaku pasar menunggu kejelasan arah kebijakan.

  • Penundaan data ekonomi penting: Trader forex kehilangan sinyal yang biasanya menjadi acuan utama dalam mengambil posisi.

  • Pelemahan atau stagnasi Dolar AS: Bergantung pada durasi shutdown dan narasi politik.

Namun ketika shutdown berakhir, efeknya tidak serta-merta tenang. Sebaliknya, muncul fase “penyesuaian harga” di mana pasar bergejolak untuk merespons informasi yang sebelumnya tertunda.


2. Bagaimana Dolar AS Merespons Kabar Shutdown Berakhir?

Biasanya, dolar AS akan langsung mendapatkan dorongan positif akibat berakhirnya shutdown, terutama karena dua alasan besar:

a. Pemulihan Kepercayaan Investor

Berakhirnya shutdown memberi sinyal bahwa aktivitas ekonomi kembali normal. Pelaku pasar global kembali percaya bahwa lembaga-lembaga pemerintah dapat menjalankan fungsinya, termasuk merilis data ekonomi penting.

Hal ini mendorong Dolar AS untuk menguat, terutama terhadap aset berisiko dan mata uang ber-yield rendah.

b. Fokus Kembali pada Kebijakan The Fed

Salah satu alasan mengapa market sangat memperhatikan shutdown adalah karena pengaruhnya terhadap arah kebijakan Federal Reserve. Ketika shutdown berakhir, pelaku pasar kembali fokus pada arah suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi AS.

Jika The Fed berpotensi hawkish, maka dolar berpeluang menguat lebih jauh. Sebaliknya, jika outlook ekonomi melemah akibat dampak shutdown, dolar justru dapat bergerak turun.


3. EUR/USD dan GBP/USD: Sentimen Balik Arah atau Tren Berlanjut?

Pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD dan GBP/USD sering menjadi pusat perhatian setelah shutdown AS berakhir. Keduanya sensitif terhadap perubahan sentimen dolar dan arah pasar global.

EUR/USD

Euro cenderung melemah ketika dolar menguat, terutama saat shutdown berakhir dan pelaku pasar kembali mencari kepastian di aset safe haven seperti USD. Namun reaksi euro juga tergantung pada fundamental Uni Eropa, seperti:

  • Kondisi inflasi zona euro

  • Kebijakan ECB

  • Data pertumbuhan ekonomi Jerman, Prancis, dan negara besar lainnya

Jika Eropa sedang berada dalam kondisi ekonomi yang lemah, EUR/USD biasanya akan turun lebih dalam setelah shutdown berakhir.

GBP/USD

Poundsterling memiliki karakter lebih volatil dibanding euro. Pair ini biasanya bergerak tajam karena:

  • Sentimen dolar

  • Berita mengenai kebijakan fiskal Inggris

  • Data tenaga kerja dan inflasi Inggris

Jika shutdown AS berakhir dan dolar menguat, GBP/USD berpotensi turun. Namun jika kebijakan Inggris sedang mendukung penguatan pound, pergerakannya bisa lebih seimbang.


4. Dampak pada Safe Haven: Emas (Gold) dan Yen Jepang

Shutdown AS memiliki korelasi erat dengan permintaan aset safe haven. Ketika shutdown berlansung, pelaku pasar cenderung membeli emas dan yen Jepang. Tetapi ketika shutdown berakhir, permintaan terhadap aset ini sering menurun.

Gold (XAU/USD)

Emas biasanya turun setelah shutdown berakhir karena:

  • Dolar menguat

  • Risk appetite kembali meningkat

  • Investor melepas posisi aman untuk kembali ke pasar berisiko

Namun ada pengecualian. Jika setelah shutdown berakhir muncul kekhawatiran inflasi atau ketidakpastian kebijakan The Fed, emas justru dapat bertahan atau bahkan naik.

Yen Jepang

JPY cenderung melemah kembali karena investor keluar dari aset berisiko rendah menuju aset ber-yield lebih tinggi seperti dolar atau obligasi AS.


5. Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang pada Forex

Jangka Pendek

Dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah shutdown berakhir, pasar forex biasanya bergerak dengan volatilitas tinggi. Trader harus berhati-hati karena pergerakan harga bisa sangat cepat, terutama pada:

  • USD/JPY

  • EUR/USD

  • GBP/USD

  • Gold

Perubahan yang cepat ini merupakan fase di mana pasar “menyerap informasi” dan kembali mencari fair value.

Jangka Panjang

Dalam 2–6 minggu berikutnya, arah pasar akan sangat bergantung pada:

  • Data ekonomi AS yang tertunda dan akhirnya dirilis

  • Pernyataan dan kebijakan Federal Reserve

  • Sentimen global terhadap prospek pertumbuhan ekonomi

Shutdown jarang memberi dampak permanen pada ekonomi, namun bisa mengubah momentum tren dalam jangka menengah.


6. Strategi Trading Ketika Shutdown AS Berakhir

Berakhirnya shutdown adalah momen yang sangat potensial untuk trader, terutama karena volatilitas tinggi dan peluang breakout yang sering terjadi. Berikut beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan:

a. Fokus pada DXY (Indeks Dolar)

DXY adalah indikator terbaik untuk memprediksi arah pasangan mayor. Jika DXY menguat, peluang sell pada EUR/USD atau GBP/USD semakin besar.

b. Gunakan Breakout Strategy

Setelah shutdown, market sering bergerak dalam pola breakout karena adanya ketidakpastian yang kembali normal. Perhatikan area support dan resistance kunci.

c. Hindari Entry Sebelum Rilis Data Ekonomi Besar

Data-data yang tertunda biasanya dirilis berdekatan setelah shutdown berakhir. Volatilitas meningkat tajam dalam hitungan menit.

d. Perhatikan Korelasi Antar Aset

Ketika dolar menguat:

  • Gold cenderung turun

  • EUR/USD turun

  • USD/JPY naik

Korelasi ini sangat berguna untuk mengonfirmasi entry.

e. Prioritaskan Manajemen Risiko

Shutdown adalah periode yang menantang dan penuh potensi, tetapi tetap berisiko tinggi. Gunakan stop loss yang jelas dan hindari overtrade.


7. Kesimpulan: Momentum Baru bagi Trader Forex

Berakhirnya shutdown AS bukan hanya kabar baik bagi pemerintah, tetapi juga menjadi pendorong aktivitas baru di pasar forex. Pasar yang sempat melemah likuiditasnya kembali hidup, data penting kembali dirilis, dan arah kebijakan moneter menjadi lebih jelas. Semua perubahan ini menciptakan peluang besar bagi trader untuk menangkap pergerakan harga yang signifikan.

Namun sama seperti peluang lainnya, volatilitas tinggi membutuhkan analisis yang jelas, strategi yang matang, dan disiplin dalam manajemen risiko.


Di saat kondisi pasar menjadi lebih aktif seperti sekarang, trader membutuhkan edukasi yang tepat agar mampu membaca arah pergerakan, mengolah data ekonomi, dan memahami sentimen global. Jika Anda ingin meningkatkan kemampuan analisis dan memahami dinamika pasar seperti shutdown AS dan dampaknya, saatnya Anda belajar bersama mentor berpengalaman.

Anda bisa mengikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id, tempat Anda mendapatkan pembelajaran lengkap mulai dari dasar hingga strategi profesional. Dengan bimbingan mentor ahli, Anda dapat mengembangkan skill trading yang lebih terarah dan meningkatkan peluang profit secara konsisten.