Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Buat Panduan “Maksimal Risiko Akun” dalam 1 Hari

Buat Panduan “Maksimal Risiko Akun” dalam 1 Hari

by Rizka

Buat Panduan “Maksimal Risiko Akun” dalam 1 Hari

Dalam dunia trading, banyak orang terjebak pada satu pertanyaan klasik: “Bagaimana cara mendapatkan profit besar dalam waktu cepat?” Namun trader profesional justru memulai dari pertanyaan yang berbeda: “Berapa risiko maksimal yang siap saya tanggung dalam satu hari?”

Perbedaan cara berpikir ini menentukan nasib akun Anda dalam jangka panjang. Trader amatir fokus pada potensi keuntungan. Trader profesional fokus pada batas risiko.

Artikel ini akan menjadi panduan lengkap untuk menyusun sistem “maksimal risiko akun dalam 1 hari”, sehingga Anda bisa bertahan, berkembang, dan mengelola modal secara disiplin — baik Anda trading forex, emas, indeks, maupun komoditas.


Mengapa Batas Risiko Harian Itu Sangat Penting?

Sebelum masuk ke teknis, kita perlu memahami satu fakta penting: pasar tidak bisa dikontrol, tetapi risiko bisa dikontrol.

Dalam trading forex misalnya, volatilitas bisa meningkat drastis saat rilis berita ekonomi dari Federal Reserve, atau data inflasi dari Badan Pusat Statistik. Pergerakan harga bisa sangat cepat dan tak terduga.

Tanpa batas risiko harian, beberapa hal ini bisa terjadi:

  • Overtrading karena emosi

  • Revenge trading setelah loss

  • Margin call dalam satu sesi

  • Kehilangan sebagian besar modal hanya dalam sehari

Trader yang tidak punya batas risiko ibarat pengemudi tanpa rem. Cepat atau lambat, kecelakaan pasti terjadi.


Apa Itu “Maksimal Risiko Akun dalam 1 Hari”?

Maksimal risiko harian adalah batas kerugian maksimum yang Anda izinkan dalam satu hari trading. Jika angka itu tercapai, Anda berhenti trading hari itu juga, apa pun alasannya.

Contoh sederhana:

  • Modal: Rp10.000.000

  • Maksimal risiko harian: 3%

  • Artinya Anda hanya boleh rugi maksimal Rp300.000 dalam satu hari

Jika sudah minus Rp300.000, selesai. Tutup platform. Evaluasi besok.

Tidak ada negosiasi.


Langkah 1: Tentukan Persentase Risiko Harian

Secara umum, trader profesional menggunakan batas:

  • 1% → sangat konservatif

  • 2% → moderat

  • 3% → agresif terkontrol

  • Di atas 5% → sangat berisiko

Untuk pemula, saya sarankan maksimal 2% per hari.

Kenapa kecil?

Karena matematika kerugian bekerja secara eksponensial. Jika Anda rugi 20%, Anda butuh 25% untuk kembali ke titik impas. Jika rugi 50%, Anda butuh 100% untuk balik modal.

Itulah sebabnya menjaga risiko lebih penting daripada mengejar profit.


Langkah 2: Bagi Risiko Harian Menjadi Risiko per Transaksi

Misalnya:

  • Modal: Rp10.000.000

  • Risiko harian: 2% = Rp200.000

  • Anda ingin membuka maksimal 4 posisi per hari

Maka:

  • Risiko per transaksi = Rp50.000

Artinya setiap entry harus diatur dengan stop loss yang jika terkena, kerugian tidak lebih dari Rp50.000.

Dengan sistem ini:

  • Jika 4 kali loss berturut-turut → trading berhenti

  • Jika 2 kali loss dan 1 kali profit → Anda masih punya ruang

Sistem ini membuat Anda tetap tenang dan terstruktur.


Langkah 3: Gunakan Stop Loss Wajib

Stop loss bukan pilihan. Itu keharusan.

Banyak trader gagal karena berpikir:
“Ah, harga pasti balik.”
“Ini cuma retracement.”
“Fundamentalnya masih bagus.”

Pasar tidak peduli dengan opini Anda.

Stop loss memastikan bahwa:

  • Risiko sudah dihitung sebelum entry

  • Anda tidak panik saat harga bergerak

  • Emosi tidak mengambil alih

Trader yang disiplin akan menentukan:

  1. Entry

  2. Stop loss

  3. Take profit

  4. Risk-reward ratio

Semuanya sebelum klik tombol buy atau sell.


Langkah 4: Tetapkan Batas Maksimal Loss Beruntun

Selain batas nominal, penting juga menetapkan batas psikologis.

Contoh:

  • Jika 3 kali loss berturut-turut → berhenti trading

  • Evaluasi strategi

  • Jangan buka posisi baru

Loss beruntun sering memicu revenge trading. Di sinilah banyak akun hancur dalam satu hari.

Trader profesional tahu bahwa:

Hari buruk itu wajar. Kehancuran akun itu tidak wajar.


Langkah 5: Hindari Overtrading

Overtrading terjadi ketika:

  • Tidak ada setup jelas

  • Masuk market karena bosan

  • Trading di semua pair tanpa alasan

Misalnya saat volatilitas tinggi pada pasangan mata uang yang dipengaruhi kebijakan European Central Bank, banyak trader tergoda masuk tanpa analisis matang.

Ingat, semakin sering Anda trading tanpa edge yang jelas, semakin besar kemungkinan menyentuh batas risiko harian.

Disiplin lebih penting daripada frekuensi.


Langkah 6: Pisahkan Risiko Harian dan Risiko Mingguan

Contoh sistem profesional:

  • Risiko harian: 2%

  • Risiko mingguan: 6%

Jika dalam satu minggu sudah minus 6%, berhenti trading sampai minggu berikutnya.

Kenapa?

Karena terkadang market tidak cocok dengan strategi Anda. Daripada memaksakan diri, lebih baik menunggu kondisi yang sesuai.

Trader sukses tahu kapan harus trading dan kapan harus tidak trading.


Simulasi Nyata: Tanpa dan Dengan Batas Risiko

Bayangkan dua trader dengan modal Rp10.000.000.

Trader A:

  • Tidak ada batas risiko

  • Loss 10% dalam sehari

  • Panik, tambah lot

  • Total loss 30%

Sisa modal: Rp7.000.000

Trader B:

  • Batas risiko 2% per hari

  • Loss 4 hari berturut-turut

  • Total loss: 8%

Sisa modal: Rp9.200.000

Siapa yang lebih siap untuk kembali profit?

Jawabannya jelas.


Aspek Psikologi: Mengapa Sistem Ini Membuat Anda Lebih Tenang?

Batas risiko harian memberikan:

  1. Rasa aman

  2. Struktur yang jelas

  3. Kontrol diri

  4. Disiplin

Anda tidak lagi trading dengan ketakutan.
Anda tidak lagi trading dengan harapan kosong.
Anda trading dengan sistem.

Ketika risiko sudah dibatasi, keputusan menjadi lebih rasional.


Kesalahan Umum dalam Mengatur Risiko Harian

  1. Mengubah batas saat sedang loss

  2. Menggandakan lot untuk mengejar kerugian

  3. Menghapus stop loss

  4. Trading di luar jam rencana

  5. Tidak mencatat hasil trading

Jika Anda serius ingin berkembang, buat jurnal trading.

Catat:

  • Entry

  • Alasan entry

  • Risiko

  • Hasil

  • Evaluasi

Dalam 30 hari, Anda akan melihat pola kebiasaan Anda sendiri.


Strategi “Maksimal Risiko Akun” untuk Tipe Trader Berbeda

1. Scalper

  • Risiko harian: 1–2%

  • Banyak posisi kecil

  • Fokus konsistensi

2. Intraday Trader

  • Risiko harian: 2–3%

  • 1–3 setup terbaik

  • Hindari berita besar

3. Swing Trader

  • Risiko harian kecil

  • Risiko per posisi lebih besar

  • Fokus pada struktur market

Setiap gaya trading punya pendekatan risiko berbeda. Tidak ada yang salah — yang salah adalah tidak punya batas.


Filosofi Penting: Tujuan Utama Bukan Profit, Tapi Bertahan

Trader yang bertahan lama akan punya peluang lebih besar untuk sukses.

Market akan selalu ada besok.
Peluang akan selalu muncul.
Tapi modal yang hilang tidak selalu mudah kembali.

Maksimal risiko harian adalah sistem perlindungan Anda.

Anggap ini seperti asuransi.
Anda berharap tidak perlu menggunakannya.
Tapi Anda wajib memilikinya.


Rencana Praktis Mulai Besok

Berikut langkah konkret yang bisa langsung Anda lakukan:

  1. Tentukan modal trading

  2. Tetapkan risiko harian (maks 2%)

  3. Hitung risiko per transaksi

  4. Gunakan stop loss wajib

  5. Buat batas loss beruntun

  6. Tutup platform jika batas tercapai

  7. Evaluasi, bukan emosi

Lakukan ini selama 30 hari.
Anda akan merasakan perubahan drastis pada konsistensi dan kestabilan akun.


Trading bukan tentang menjadi benar setiap saat. Trading adalah tentang mengelola risiko saat Anda salah.

Semakin cepat Anda menerima kenyataan ini, semakin cepat Anda naik level.

Jika Anda ingin belajar lebih dalam tentang manajemen risiko, psikologi trading, serta strategi yang terstruktur dan teruji, sekarang saatnya Anda meningkatkan kualitas edukasi Anda. Jangan belajar sendiri tanpa arah yang jelas.

Ikuti program edukasi trading profesional yang dirancang untuk membantu Anda memahami sistem manajemen risiko secara komprehensif, mulai dari dasar hingga tingkat lanjutan. Kunjungi www.didimax.co.id dan temukan bagaimana Anda bisa membangun fondasi trading yang kuat, disiplin, dan konsisten bersama mentor berpengalaman.