Buat Strategi Buy Hanya pada Higher Low
Dalam dunia trading forex, salah satu prinsip paling mendasar namun sangat kuat adalah memahami arah tren dan menentukan titik terbaik untuk masuk pasar. Banyak trader lebih fokus pada indikator, sinyal kompleks, atau pola harga yang rumit. Namun kenyataannya, strategi paling efektif sering kali berasal dari prinsip yang justru paling sederhana. Salah satu pendekatan tersebut adalah strategi buy hanya pada higher low — metode masuk pasar yang selaras dengan tren naik, memanfaatkan koreksi sehat, dan memberi peluang entry yang lebih aman serta rasio risk–reward yang optimal.
Strategi ini sangat cocok diterapkan baik oleh pemula maupun trader berpengalaman karena bersandar pada price action murni, mudah dipahami, dan tidak membingungkan. Lebih dari itu, strategi buy pada higher low membantu trader mengembangkan disiplin dengan hanya mengambil posisi ketika struktur pasar benar-benar mendukung. Dalam artikel panjang ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu higher low, bagaimana mengidentifikasi struktur tren naik yang valid, langkah teknis masuk pasar dengan cara yang benar, penempatan stop loss, target profit, hingga cara mengelola risiko agar tetap aman dalam jangka panjang.
Apa Itu Higher Low dan Mengapa Penting?
Higher low adalah titik low baru yang terbentuk lebih tinggi dibandingkan low sebelumnya. Dalam tren naik, struktur harga biasanya membentuk pola yang berulang:
Ketika LL sudah berubah menjadi HL, itu merupakan indikasi bahwa buyer mengendalikan pasar. Oleh karena itu, fokus strategi ini adalah memanfaatkan momen ketika harga sedang terkoreksi namun tidak sampai turun lebih rendah daripada struktur low sebelumnya. Pada saat itu, peluang untuk melanjutkan kenaikan sangat besar.
Mengapa fokus pada higher low begitu penting? Karena entry buy pada titik HL memiliki keunggulan berikut:
-
Selaras dengan tren utama
Trader tidak melawan arah pasar, sehingga probabilitas memenangkan trade lebih tinggi.
-
Entry pada harga diskon
Kita tidak membeli di pucuk atau chasing price, tetapi masuk saat koreksi.
-
Risk–reward ratio lebih optimal
Karena stop loss bisa ditempatkan di bawah HL, jaraknya kecil namun potensinya besar.
-
Lebih mudah mengidentifikasi invalidasi
Jika HL jebol, maka struktur naik rusak — dan trader bisa keluar lebih cepat.
Mengenali Struktur Tren Naik yang Valid
Sebelum menggunakan strategi buy pada higher low, pastikan tren naik yang sedang diamati benar-benar valid. Banyak trader melakukan kesalahan dengan mengira pasar sedang uptrend padahal hanya noise atau retracement kecil dari tren besar yang turun.
Untuk mendeteksi tren naik yang valid, perhatikan:
1. Terbentuknya rangkaian Higher High dan Higher Low
Minimal harus sudah ada:
-
Satu higher high (HH)
-
Satu higher low (HL)
Lebih bagus lagi jika sudah ada dua atau tiga rangkaian HH dan HL untuk memperkuat validitas tren.
2. Harga mampu menembus resistance sebelumnya
Jika harga mampu break struktur high sebelumnya, ini tanda buyer memiliki kekuatan.
3. Volume meningkat pada fase naik
Dalam beberapa kondisi, volume bisa menjadi pendukung validitas tren.
4. Koreksi teratur, tidak ekstrem
Jika penurunan koreksi terlalu dalam hingga mendekati low sebelumnya, tren naik menjadi lemah.
Cara Mengidentifikasi Higher Low dengan Akurat
Tidak semua retracement adalah higher low. Berikut ciri-ciri retracement yang termasuk higher low valid:
-
Koreksi tidak menembus swing low sebelumnya
-
Biasanya berhenti pada area support dinamis atau support horizontal
-
Muncul candlestick reversal di area itu
-
Volume buyer mulai meningkat
-
Wick bawah panjang atau rejection terhadap level key zone
Untuk membantu identifikasi lebih akurat, trader bisa menggunakan:
Indikator bukan wajib, tapi membantu visualisasi.
Langkah-Langkah Strategi Buy Hanya pada Higher Low
Strategi ini sederhana namun sangat efektif jika dilakukan dengan disiplin. Berikut langkah-langkahnya:
1. Identifikasi tren naik terlebih dahulu
Gunakan price action untuk memastikan tren naik valid. Anda harus melihat struktur:
Jika belum ada, tunggu sampai struktur jelas, jangan terburu-buru masuk pasar.
2. Tentukan area potensial terbentuknya higher low
Area potensial HL bisa berada pada:
Tandai level-level tersebut di chart sebagai zona entry potensial.
3. Tunggu reaksi candlestick
Ini bagian paling penting. Jangan hanya buy ketika harga menyentuh level. Tunggu muncul bentuk rejection atau candlestick reversal seperti:
-
Pin bar
-
Hammer
-
Bullish engulfing
-
Morning star
Candlestick ini menjadi sinyal bahwa buyer siap kembali menguasai arah pasar.
4. Eksekusi buy setelah konfirmasi
Entry buy dilakukan setelah:
Anda bisa entry dengan dua metode:
Metode konservatif lebih aman, agresif lebih cepat.
5. Penempatan Stop Loss (SL) yang Aman
SL ditempatkan di bawah titik HL terbaru dengan jarak aman 10–15 pips (atau mengikuti volatilitas pair). Tujuannya untuk menghindari noise atau spike kecil.
6. Target Profit (TP) Menggunakan Struktur Pasar
Ada beberapa cara menentukan TP:
TP1: di higher high sebelumnya (resistance)
Ini target paling logis dan aman.
TP2: ekstensi Fibonacci
Bisa menggunakan level 1.272, 1.618, atau 2.0 untuk potensi tren besar.
TP3: trailing stop
Dengan cara:
-
Menggeser SL ke breakeven setelah profit
-
Mengikuti swing low terbaru
-
Menggunakan moving average sebagai trailing
Contoh Skenario Praktis
Misalnya Anda melihat GBPUSD sedang naik. Struktur terlihat seperti ini:
Harga tidak kembali ke 1.2050, malah membuat rejection pin bar di area support. Ini sinyal kuat HL baru terbentuk.
Entry buy bisa dilakukan di 1.2080 dengan:
-
SL: 1.2040
-
TP1: 1.2150
-
TP2: 1.2200
Dengan rasio 1:2 sampai 1:3, ini trade yang sehat.
Kesalahan Umum dalam Menggunakan Strategi Higher Low
Banyak trader gagal menerapkan strategi ini karena beberapa kesalahan berikut:
-
Masuk sebelum HL valid terbentuk
-
Tidak menunggu konfirmasi candlestick
-
SL terlalu dekat dengan entry
-
Overtrading pada kondisi sideways
-
Memaksakan buy saat tren sudah melemah
Selalu ingat: strategi ini hanya efektif pada pasar trending, bukan sideways.
Kapan Sebaiknya Tidak Melakukan Buy pada Higher Low?
Hindari strategi ini saat:
-
Struktur tren mulai flatten (rata)
-
Pasar sideways atau ranging
-
Tidak ada higher high baru
-
Breakout palsu sering terjadi
-
Terjadi news berdampak tinggi
Pasar yang tidak jelas arah cenderung memakan SL berulang-ulang.
Risk Management untuk Memaksimalkan Keuntungan
Strategi yang bagus tanpa manajemen risiko tetap akan berakhir rugi. Untuk strategi HL ini, aturan risiko ideal adalah:
-
Risiko per transaksi maksimal 1–2% modal
-
SL harus realistis sesuai struktur
-
Jangan menambah posisi ketika floating minus
-
Bisa tambah posisi (pyramiding) jika tren sangat kuat
Disiplin manajemen risiko adalah kunci keberhasilan jangka panjang.
Kesimpulan
Strategi buy hanya pada higher low merupakan strategi berbasis price action murni yang mudah diterapkan dan sangat efektif untuk menangkap peluang pada tren naik. Dengan memahami struktur pasar, sabar menunggu konfirmasi candlestick, serta menerapkan SL dan TP yang logis, strategi ini mampu memberikan peluang profit konsisten dalam jangka panjang. Kuncinya adalah disiplin menunggu momen terbaik dan tidak memaksakan entry ketika struktur pasar belum valid.
Trading forex tidak harus selalu rumit. Jika Anda ingin bisa membaca struktur pasar dengan lebih jeli, memahami pola higher high dan higher low secara mendalam, serta belajar bagaimana menemukan entry terbaik berdasarkan price action, maka Anda sangat cocok mengikuti program edukasi trading di Didimax. Program ini dirancang untuk membantu trader dari level pemula hingga mahir memahami dasar teknikal hingga strategi lanjutan yang bisa dipraktekkan secara langsung.
Di Didimax, Anda juga mendapatkan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman, akses kelas offline dan online, serta materi lengkap yang membantu Anda memahami strategi buy on higher low, breakout, pullback, dan teknik price action lainnya. Daftar sekarang melalui https://didimax.co.id/ dan mulai perjalanan trading Anda dengan lebih terarah, disiplin, dan percaya diri.