Buat Strategi CHFJPY Ketika Pasar Risk-Off
Dalam dunia trading forex, memahami sentimen pasar adalah kunci utama untuk membangun strategi yang konsisten dan adaptif. Salah satu kondisi pasar yang sering memicu pergerakan besar adalah fase risk-off. Pada fase ini, pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap aman (safe haven). Salah satu pasangan mata uang yang sangat menarik untuk diperhatikan dalam kondisi ini adalah CHFJPY.
Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana membangun strategi trading CHFJPY ketika pasar berada dalam kondisi risk-off, mulai dari pemahaman fundamental, analisis teknikal, manajemen risiko, hingga contoh skenario trading yang bisa diterapkan secara praktis.
Memahami Konsep Risk-Off di Pasar Global
Kondisi risk-off terjadi ketika investor global merasa khawatir terhadap situasi ekonomi, geopolitik, atau krisis keuangan. Contohnya:
Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti saham dan mata uang negara berkembang, lalu mengalihkannya ke aset safe haven seperti emas, obligasi pemerintah negara maju, serta mata uang seperti CHF dan JPY.
Mengapa CHF dan JPY Disebut Safe Haven?
Franc Swiss (CHF) dan Yen Jepang (JPY) memiliki reputasi sebagai mata uang aman. Ini bukan tanpa alasan.
1. Stabilitas Ekonomi dan Politik
Negara Switzerland dikenal memiliki stabilitas politik, sistem perbankan kuat, serta kebijakan fiskal konservatif. Sementara Japan merupakan ekonomi besar dengan cadangan devisa yang sangat besar dan posisi kreditur global.
2. Kebijakan Bank Sentral yang Kredibel
Bank sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB), terkenal berhati-hati dalam menjaga stabilitas mata uang. Di sisi lain, Bank of Japan (BOJ) memiliki kebijakan moneter ultra-longgar selama bertahun-tahun, yang membuat Yen sering digunakan sebagai mata uang pendanaan (funding currency) dalam strategi carry trade.
Ketika pasar risk-off terjadi, carry trade biasanya dibongkar. Artinya, investor membeli kembali Yen yang sebelumnya dipinjam. Hal ini membuat JPY menguat tajam.
Karakteristik Pergerakan CHFJPY Saat Risk-Off
Pasangan CHFJPY mempertemukan dua mata uang safe haven. Lalu apa yang terjadi saat risk-off?
Biasanya, Yen Jepang menguat lebih agresif dibandingkan Franc Swiss. Ini karena:
-
Pembongkaran carry trade lebih besar dampaknya pada JPY.
-
Repatriasi dana investor Jepang ke dalam negeri.
-
Likuiditas JPY yang lebih besar di pasar global.
Akibatnya, dalam kondisi risk-off yang kuat, CHFJPY cenderung turun (JPY menguat lebih cepat daripada CHF).
Namun perlu dicatat, tidak semua fase risk-off akan menghasilkan pola yang sama. Intensitas krisis dan respons kebijakan global sangat mempengaruhi dinamika pasangan ini.
Strategi Fundamental CHFJPY Saat Risk-Off
Strategi pertama yang perlu dibangun adalah pendekatan berbasis fundamental.
1. Pantau Indikator Sentimen Global
Beberapa indikator yang bisa menjadi petunjuk risk-off:
-
Penurunan tajam indeks saham global
-
Lonjakan indeks volatilitas (VIX)
-
Penguatan emas
-
Penurunan yield obligasi AS
Kebijakan dari Federal Reserve juga sering menjadi pemicu perubahan sentimen global. Jika The Fed menaikkan suku bunga secara agresif hingga memicu kekhawatiran resesi, pasar bisa masuk fase risk-off.
2. Amati Perbedaan Kebijakan SNB dan BOJ
Jika SNB cenderung netral sementara BOJ tetap dovish, maka dalam kondisi risk-off, JPY biasanya lebih unggul. Ini membuka peluang sell CHFJPY.
Namun jika SNB mulai memperketat kebijakan sementara BOJ tetap longgar, pelemahan CHFJPY bisa lebih terbatas.
Strategi Teknikal CHFJPY Saat Risk-Off
Setelah memahami fundamental, langkah berikutnya adalah menggabungkannya dengan analisis teknikal.
1. Identifikasi Trend Besar (Timeframe H4 dan Daily)
Dalam kondisi risk-off kuat:
-
Cari struktur lower high dan lower low.
-
Gunakan moving average 50 dan 200 untuk melihat arah tren.
-
Perhatikan breakout support penting.
Jika harga berada di bawah MA200 pada timeframe daily, itu mengindikasikan bias bearish jangka menengah.
2. Gunakan Area Supply dan Demand
Ketika risk-off terjadi dan harga pullback ke area resistance atau supply zone, ini bisa menjadi peluang entry sell dengan risk-reward ratio yang optimal.
Contoh strategi:
-
Tunggu retracement 38.2%–61.8% Fibonacci.
-
Konfirmasi dengan pola bearish engulfing atau rejection candle.
-
Entry sell setelah konfirmasi.
3. Manfaatkan Momentum
Indikator seperti RSI dan MACD bisa membantu:
Namun dalam kondisi krisis besar, jangan terlalu cepat melawan tren.
Contoh Skenario Trading CHFJPY Saat Risk-Off
Bayangkan terjadi krisis perbankan global. Indeks saham anjlok 5% dalam sehari. Emas melonjak. Yen menguat signifikan terhadap mayoritas mata uang.
Langkah strategi:
-
Buka chart CHFJPY timeframe daily.
-
Identifikasi support yang telah ditembus.
-
Tunggu pullback ke resistance sebelumnya.
-
Entry sell dengan stop loss di atas swing high.
-
Targetkan risk-reward minimal 1:2 atau 1:3.
Pendekatan ini menggabungkan sentimen global dan struktur teknikal.
Manajemen Risiko: Kunci Utama Bertahan
Banyak trader gagal bukan karena salah analisa, tetapi karena manajemen risiko buruk.
Dalam kondisi risk-off, volatilitas meningkat. Artinya:
Beberapa aturan penting:
-
Risiko maksimal 1–2% per transaksi.
-
Hindari overleverage.
-
Gunakan stop loss wajib.
-
Jangan averaging loss dalam kondisi krisis ekstrem.
Ingat, tujuan utama adalah bertahan. Profit adalah konsekuensi dari disiplin.
Kapan Tidak Trading CHFJPY?
Tidak semua kondisi risk-off ideal untuk trading CHFJPY.
Hindari trading jika:
-
SNB melakukan intervensi mendadak.
-
BOJ mengubah kebijakan yield curve control secara ekstrem.
-
Likuiditas pasar sangat tipis (misalnya saat libur besar).
Dalam situasi seperti itu, pergerakan bisa sangat tidak terduga.
Strategi Lanjutan: Kombinasi Dengan Pair Lain
Untuk konfirmasi tambahan, perhatikan:
-
USDJPY
-
EURCHF
-
Indeks saham global
Jika USDJPY turun tajam dan CHF menguat terhadap EUR, maka kemungkinan CHFJPY juga akan mengikuti tekanan turun.
Konfirmasi lintas pair meningkatkan probabilitas keberhasilan.
Psikologi Trading Saat Market Panik
Fase risk-off seringkali memicu emosi ekstrem:
Sebagai trader profesional, Anda harus:
-
Menunggu setup yang jelas.
-
Tidak entry hanya karena harga bergerak cepat.
-
Mengikuti rencana trading yang sudah dibuat sebelumnya.
Disiplin jauh lebih penting daripada kecepatan.
Kesimpulan
CHFJPY adalah pasangan yang sangat menarik ketika pasar memasuki fase risk-off. Karena keduanya merupakan mata uang safe haven, dinamika pergerakannya sangat dipengaruhi oleh intensitas krisis global dan perbedaan kebijakan moneter antara Swiss dan Jepang.
Secara umum, dalam kondisi risk-off kuat, Yen cenderung menguat lebih agresif sehingga CHFJPY berpotensi turun. Strategi terbaik adalah menggabungkan analisis fundamental sentimen global dengan struktur teknikal yang jelas, disertai manajemen risiko yang ketat.
Namun perlu diingat, tidak ada strategi yang 100% benar. Yang membuat trader bertahan adalah konsistensi, disiplin, dan pemahaman mendalam terhadap karakter pasar.
Jika Anda ingin memahami lebih dalam bagaimana membaca sentimen pasar global, mengidentifikasi momentum risk-off, serta membangun strategi trading yang terstruktur dan terukur, saatnya meningkatkan kemampuan Anda melalui program edukasi trading yang komprehensif dan aplikatif. Dengan bimbingan mentor berpengalaman, Anda bisa belajar langsung praktik analisa, manajemen risiko, hingga psikologi trading secara sistematis.
Segera bergabung dalam program edukasi trading di www.didimax.co.id bersama Didimax dan mulai perjalanan Anda menjadi trader yang lebih profesional, disiplin, dan konsisten dalam menghadapi berbagai kondisi pasar, termasuk fase risk-off yang penuh peluang besar.