Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Buat Strategi EURJPY Ketika Pasar Risk-On

Buat Strategi EURJPY Ketika Pasar Risk-On

by Rizka

Buat Strategi EURJPY Ketika Pasar Risk-On

Pasangan mata uang EURJPY dikenal sebagai salah satu pair favorit para trader forex karena karakter pergerakannya yang agresif, volatil, dan sangat responsif terhadap sentimen global. Pair ini sering menjadi “barometer” perubahan risk sentiment di pasar keuangan dunia. Ketika pasar memasuki fase risk-on, EURJPY hampir selalu menunjukkan kecenderungan bullish yang kuat.

Namun, tidak semua trader memahami bagaimana membangun strategi yang tepat saat kondisi risk-on terjadi. Banyak yang hanya ikut-ikutan membeli tanpa memahami struktur pasar, korelasi antar aset, serta faktor fundamental yang mendorong pergerakan. Artikel ini akan membahas secara komprehensif bagaimana menyusun strategi trading EURJPY ketika pasar berada dalam kondisi risk-on, mulai dari pemahaman konsep dasar hingga implementasi teknikal dan manajemen risiko.


Memahami Konsep Risk-On dalam Pasar Keuangan

Risk-on adalah kondisi ketika investor global cenderung berani mengambil risiko. Dalam fase ini, dana mengalir ke aset berisiko seperti saham, komoditas, mata uang emerging market, dan mata uang ber-yield lebih tinggi. Sebaliknya, aset safe haven seperti emas, obligasi pemerintah, dan mata uang defensif biasanya mengalami tekanan.

Salah satu mata uang safe haven paling kuat di dunia adalah Yen Jepang. Yen sering menguat ketika pasar panik karena investor melakukan repatriasi dana ke Jepang atau mencari keamanan dalam aset yang stabil. Sebaliknya, saat pasar risk-on, Yen cenderung melemah karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi di luar Jepang.

Di sisi lain, Euro merupakan mata uang yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi global. Ketika ekonomi dunia optimis dan pasar saham menguat, Euro cenderung mendapatkan dukungan. Kombinasi pelemahan Yen dan penguatan Euro menciptakan momentum bullish yang signifikan pada pasangan EURJPY.


Mengapa EURJPY Sangat Sensitif terhadap Risk Sentiment?

Pasangan EURJPY sering disebut sebagai “risk proxy pair” karena dua karakter utama:

  1. Yen sebagai safe haven.

  2. Euro sebagai mata uang siklikal yang terpengaruh sentimen pertumbuhan.

Ketika indeks saham global seperti S&P 500, Nikkei 225, dan DAX mengalami kenaikan tajam, EURJPY biasanya ikut terdorong naik.

Selain itu, kebijakan moneter juga memegang peranan penting. Bank sentral Jepang, Bank of Japan, dikenal mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu lama. Saat kondisi global membaik, investor memanfaatkan Yen untuk strategi carry trade — meminjam Yen dengan bunga rendah dan menginvestasikannya pada aset ber-yield lebih tinggi. Aktivitas ini otomatis melemahkan Yen dan mendorong EURJPY naik.


Ciri-Ciri Pasar Sedang Risk-On

Sebelum masuk ke strategi teknikal, penting untuk mengidentifikasi apakah pasar benar-benar berada dalam kondisi risk-on. Berikut indikator yang bisa diamati:

  1. Indeks saham global menguat konsisten.

  2. Volatilitas menurun (VIX turun).

  3. Yield obligasi naik.

  4. Harga komoditas industri seperti tembaga naik.

  5. Yen dan USD melemah.

Jika sebagian besar indikator ini muncul bersamaan, probabilitas risk-on cukup tinggi.


Strategi Dasar EURJPY Saat Risk-On

1. Strategi Trend Following

Dalam kondisi risk-on, EURJPY sering membentuk tren naik yang kuat. Strategi paling efektif adalah mengikuti tren (trend following).

Langkah-langkahnya:

  • Gunakan timeframe H4 atau Daily.

  • Identifikasi higher high dan higher low.

  • Gunakan Moving Average 50 dan 200.

  • Entry saat harga pullback ke MA 50.

  • Stop loss di bawah swing low terakhir.

  • Target berdasarkan risk-reward minimal 1:2.

Strategi ini cocok untuk trader swing yang ingin menangkap pergerakan besar.


2. Breakout Strategy

Saat sentimen risk-on baru dimulai, EURJPY sering menembus resistance penting.

Cara menggunakannya:

  • Identifikasi area konsolidasi.

  • Tandai resistance kuat.

  • Entry buy saat candle close valid di atas resistance.

  • Konfirmasi dengan volume atau momentum (RSI > 60).

  • Stop loss di bawah area breakout.

Strategi breakout sangat efektif ketika pasar berubah dari netral menjadi risk-on.


3. Strategi Korelasi Saham dan EURJPY

Trader profesional sering menggunakan korelasi antar aset.

Misalnya:

  • Jika S&P 500 breakout resistance.

  • Nikkei 225 menguat signifikan.

  • Indeks Eropa seperti DAX bullish.

Maka probabilitas EURJPY naik semakin tinggi.

Strateginya:

  • Tunggu konfirmasi kenaikan indeks.

  • Entry buy EURJPY pada retracement kecil.

  • Gunakan trailing stop untuk mengunci profit.


Peran Kebijakan Bank Sentral

Kondisi risk-on sering diperkuat oleh kebijakan dovish dari bank sentral. Jika European Central Bank menunjukkan optimisme ekonomi sementara Bank of Japan tetap mempertahankan kebijakan longgar, maka selisih yield semakin mendukung penguatan EURJPY.

Perhatikan juga data ekonomi seperti:

  • GDP Zona Euro

  • Inflasi

  • Data tenaga kerja

  • Kebijakan stimulus fiskal

Semakin positif data, semakin kuat narasi risk-on.


Manajemen Risiko dalam Trading EURJPY

Karena volatilitasnya tinggi, manajemen risiko sangat krusial.

  1. Gunakan maksimal 1-2% risiko per transaksi.

  2. Hindari overleveraging.

  3. Perhatikan news besar seperti keputusan suku bunga.

  4. Gunakan trailing stop saat tren kuat.

Banyak trader gagal bukan karena salah analisa, tetapi karena salah mengelola risiko.


Timeframe Terbaik untuk Strategi Risk-On

  • Scalper: M15 dengan konfirmasi H1.

  • Day trader: H1–H4.

  • Swing trader: H4–Daily.

Semakin besar timeframe, semakin valid sinyal dalam kondisi risk-on yang kuat.


Studi Kasus Skenario Risk-On

Misalkan terjadi:

  • Data inflasi AS melandai.

  • Saham global rally.

  • Yield obligasi naik.

  • Yen melemah signifikan.

Dalam kondisi ini, EURJPY biasanya membentuk bullish continuation.

Strategi:

  1. Tunggu pullback.

  2. Entry buy.

  3. Gunakan trailing stop.

  4. Target resistance berikutnya.

Pendekatan ini lebih aman dibanding entry di puncak harga.


Kesalahan Umum Trader Saat Risk-On

  1. Entry terlambat karena FOMO.

  2. Tidak menunggu konfirmasi.

  3. Tidak memperhatikan korelasi pasar.

  4. Mengabaikan manajemen risiko.

Disiplin adalah kunci utama.


Kombinasi Analisis Teknikal dan Fundamental

Strategi terbaik bukan hanya teknikal atau fundamental saja, tetapi kombinasi keduanya.

Teknikal memberi timing.
Fundamental memberi arah.

Ketika keduanya sejalan dalam kondisi risk-on, probabilitas profit meningkat signifikan.


Kesimpulan

EURJPY adalah pasangan mata uang yang sangat ideal untuk diperdagangkan saat pasar berada dalam kondisi risk-on. Karakter Yen sebagai safe haven dan Euro sebagai mata uang siklikal menciptakan dinamika unik yang menghasilkan tren kuat saat sentimen global membaik.

Strategi yang dapat diterapkan meliputi trend following, breakout trading, dan korelasi antar indeks saham global. Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada strategi entry, melainkan juga pada manajemen risiko yang disiplin serta pemahaman menyeluruh terhadap sentimen pasar.

Trading bukan sekadar menebak arah harga, tetapi memahami konteks besar yang menggerakkan pasar.

Jika Anda ingin memahami lebih dalam bagaimana membaca sentimen risk-on, membangun strategi trading yang terukur, serta mempraktikkan manajemen risiko secara profesional, saatnya meningkatkan kualitas trading Anda melalui pembelajaran yang terstruktur dan dibimbing mentor berpengalaman.

Bergabunglah sekarang juga dalam program edukasi trading di www.didimax.co.id dan pelajari langsung strategi-strategi trading yang aplikatif, sistematis, serta sesuai dengan kondisi pasar global terkini. Dengan bimbingan yang tepat, perjalanan Anda menuju trader yang konsisten dan profesional bisa dimulai hari ini.