Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Buat Strategi Khusus Bullish Run pada EURUSD

Buat Strategi Khusus Bullish Run pada EURUSD

by Rizka

Buat Strategi Khusus Bullish Run pada EURUSD

Dalam dunia trading forex, memahami momentum pergerakan harga adalah kunci untuk mengambil keputusan yang konsisten dan terukur. Salah satu kondisi pasar yang sering dimanfaatkan trader profesional adalah ketika pair EURUSD memasuki fase bullish run. Pada fase ini, harga bergerak naik secara dominan dengan koreksi yang relatif kecil dan dorongan buyer yang kuat. Namun, tidak semua trader mampu membaca struktur bullish run dengan tepat; banyak yang justru membeli di puncak (chasing price) atau masuk terlalu dini sebelum konfirmasi valid terbentuk.

Agar mampu memaksimalkan potensi profit pada kondisi bullish run, kita memerlukan strategi yang tidak hanya melihat indikator, tetapi juga memahami struktur market, perilaku candlestick, volume, serta area teknikal penting. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menyusun strategi khusus untuk momentum bullish run pada EURUSD, mulai dari identifikasi trend, konfirmasi entry, penentuan stop loss, hingga exit plan. Dengan memahami detail ini, trader dapat mengoptimalkan peluang profit sambil menjaga risiko agar tetap terkendali.


1. Memahami Karakteristik Bullish Run pada EURUSD

Sebelum membangun strategi, langkah pertama adalah mengidentifikasi karakteristik bullish run itu sendiri. EURUSD dikenal sebagai pair dengan likuiditas terbesar di dunia, sehingga pergerakannya cenderung stabil dan tidak terlalu ekstrem seperti pair cross lainnya. Saat bullish run terjadi, biasanya ditandai dengan:

  1. Higher High (HH) dan Higher Low (HL) yang konsisten
    Struktur uptrend jelas terlihat dari terbentuknya puncak dan lembah yang terus meninggi.

  2. Koreksi dangkal (shallow pullback)
    Harga cenderung hanya retrace 23–38% Fibonacci sebelum melanjutkan kenaikan.

  3. Candlestick bullish dominan
    Banyak candlestick bullish besar (impulsive candle) disertai volume yang meningkat.

  4. EMA/MA berbaris rapi ke atas
    Moving average (misalnya EMA 20 atau EMA 50) berada di bawah harga dan membentuk support dinamis.

  5. Kurangnya seller pressure pada area resistance kecil
    Resistance minor sering ditembus dengan mudah, menunjukkan buyer mendominasi.

Dengan mengenali pola ini, trader dapat memulai analisa dengan fokus pada sinyal lanjutan (continuation) daripada mencoba counter-trend yang berisiko tinggi.


2. Identifikasi Trend Menggunakan Multi Timeframe

Strategi bullish run akan lebih akurat jika dilakukan dengan pendekatan multi timeframe. Tujuannya untuk memastikan arah trend utama tidak bertabrakan dengan bias di timeframe lebih kecil.

Timeframe yang direkomendasikan

  • Daily (D1): untuk melihat trend besar.

  • H4: untuk melihat momentum dan struktur swing.

  • H1/M30: untuk timing entry yang presisi.

  • M15 (opsional): hanya digunakan jika ingin posisi dengan risk kecil.

Langkah-langkah analisa multi timeframe

  1. Mulai dari Daily (D1)

    • Periksa apakah harga berada di atas EMA 50/100.

    • Lihat apakah HH-HL terbentuk.

    • Tandai area demand besar jika terjadi koreksi.

  2. Turun ke H4

    • Cari impulsive leg yang kuat.

    • Identifikasi area konsolidasi sebagai base untuk potensi breakout.

    • Perhatikan apakah koreksi masih dalam batas wajar (tidak sampai break structure).

  3. Masuk H1 atau M30

    • Tunggu pullback menyentuh EMA 20/50.

    • Cari pola candlestick bullish seperti pin bar, engulfing, atau morning star.

    • Pastikan volume meningkat saat bullish candle terbentuk.

Dengan metode ini, trader tidak akan masuk secara acak, melainkan mengikuti konfirmasi multi timeframe yang memberikan probabilitas tinggi.


3. Menentukan Area Entry yang Valid pada Bullish Run

Entry yang ideal pada bullish run biasanya berada pada pullback sehat di area:

  • EMA 20 atau EMA 50

  • Support minor

  • Trendline

  • Fibonacci retracement 23–38%

  • Area demand kecil

Tiga metode entry yang bisa digunakan:


1. Entry dengan Break & Retest

Teknik ini digunakan ketika harga baru breakout resistance.

Cara eksekusi:

  • Tunggu harga breakout dengan impulsive candle.

  • Tunggu harga kembali retest area breakout.

  • Cari konfirmasi candlestick bullish.

  • Entry buy di retest, bukan saat breakout.

Keuntungan metode ini adalah risiko lebih kecil dan entry cenderung stabil karena mengikuti struktur market yang sudah terbentuk.


2. Entry Mengikuti EMA Bounce

Saat trending kuat, EMA sering berfungsi sebagai support dinamis.

Cara eksekusi:

  • Gunakan EMA 20 dan EMA 50.

  • Tunggu harga menyentuh EMA.

  • Cari rejection candle (hammer/pin bar).

  • Entry ketika candlestick konfirmasi selesai terbentuk.

Metode ini sangat efektif saat harga bergerak stabil tanpa retrace besar.


3. Entry pada Demand Zone Kecil

Biasanya setelah impulsive candle muncul, akan terbentuk area demand kecil.

Cara eksekusi:

  • Tandai base candle sebelum pergerakan naik yang kuat.

  • Tunggu harga retrace ke area tersebut.

  • Entry ketika harga menunjukkan reaksi (rejection, bullish engulfing).

Metode ini memungkinkan entry lebih awal dengan potensi reward besar.


4. Menentukan Stop Loss dan Manajemen Risiko

Dalam kondisi bullish, stop loss tetap wajib digunakan. Kesalahan umum trader adalah menempatkan SL terlalu kecil sehingga mudah tersentuh oleh noise market.

Penempatan SL yang aman:

  • Di bawah swing low terakhir

  • Di bawah EMA 50

  • Di bawah area demand

  • Di bawah trendline

Gunakan spread wajar sebagai buffer tambahan.

Manajemen risiko

  • Maksimal risiko 1–2% per transaksi.

  • Jika ingin menambah posisi (scaling in), lakukan hanya ketika harga sudah membentuk struktur bullish baru, bukan secara acak.

Risk management adalah fondasi utama agar tidak terkena floating minus besar saat terjadi retrace yang lebih dalam.


5. Exit Strategy: Kunci Mengunci Profit di Bullish Run

Exit strategy menentukan keberhasilan profit jangka panjang. Pada bullish run, ada dua jenis exit:

1. Exit berdasarkan struktur trend

  • Tutup posisi ketika harga break struktur HL terakhir.

  • Cocok untuk swing trader.

2. Exit bertahap (partial close)

  • Close sebagian posisi di level resistance minor.

  • Sisanya dibiarkan mengikuti trend dengan trailing stop.

  • Cocok untuk meningkatkan akurasi dan profit konsisten.

Trailing stop bisa mengikuti:

  • EMA 20

  • Trendline

  • Swing low

Dengan exit plan ini, profit tidak lagi sekadar “apa adanya”, tetapi lebih optimal dan terukur.


6. Contoh Skenario Trading Bullish Run pada EURUSD

Misalnya EURUSD sedang berada di fase bullish run dengan struktur berikut:

  • D1 membentuk HH-HL.

  • H4 menunjukkan impulsive leg besar.

  • H1 mengalami pullback ke EMA 20.

Langkah eksekusi:

  1. Tunggu candlestick rejection di EMA 20 pada H1.

  2. Entry buy setelah bullish engulfing terbentuk.

  3. Pasang SL di bawah swing low minor.

  4. Target awal resistance H1; target besar mengikuti HH daily.

  5. Setelah harga naik +30–40 pips, lakukan trailing stop.

Skenario ini dapat menghasilkan entry yang lebih aman dan profit lebih konsisten karena mengikuti struktur market.


7. Hindari Kesalahan Umum Saat Trading Bullish Run

Banyak trader gagal meski market sedang trending. Berikut kesalahan yang harus dihindari:

  1. Masuk buy di puncak
    Sering terjadi ketika trader FOMO saat melihat candle besar.

  2. Entry tanpa konfirmasi
    Menganggap bahwa market pasti lanjut naik tanpa melihat pullback sehat.

  3. Stop loss terlalu kecil
    SL kecil membuat posisi mudah terkena noise dan tersentuh meski trend tetap naik.

  4. Tidak memiliki exit plan
    Banyak trader hanya fokus entry, tidak menyiapkan strategi keluar.

  5. Overtrading
    Terlalu banyak transaksi meskipun peluang tidak jelas, sehingga risiko membengkak.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, performa trading akan meningkat secara signifikan.


Ketika Anda memahami strategi bullish run pada EURUSD secara mendalam, Anda dapat memanfaatkan momentum kenaikan dengan cara yang terstruktur. Anda akan lebih percaya diri mengambil posisi buy berdasarkan konfirmasi, bukan sekadar mengikuti emosi. Dengan analisa multi timeframe, manajemen risiko yang disiplin, serta exit plan yang jelas, peluang profit akan lebih besar dan konsisten dari waktu ke waktu. Pemahaman ini penting terutama bagi trader yang ingin meningkatkan akurasi entry dan mengoptimalkan potensi pergerakan panjang dalam trend yang sedang berlangsung.

Jika Anda ingin mempelajari strategi ini melalui praktik langsung, bimbingan mentor, dan contoh analisa real-time, Anda bisa bergabung dalam program edukasi trading di Didimax. Di sana Anda akan mendapatkan pembelajaran mulai dari dasar hingga tingkat lanjutan, termasuk cara membaca trend, memahami struktur market, serta teknik entry yang lebih presisi dalam kondisi bullish run seperti EURUSD. Kelas ini cocok untuk pemula maupun trader yang ingin meningkatkan performa trading secara signifikan.

Kunjungi https://didimax.co.id/ sekarang untuk mendapatkan akses edukasi terbaik, webinar harian, analisa pasar, serta pendampingan langsung dari mentor berpengalaman. Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan skill trading Anda agar lebih disiplin, terarah, dan mampu menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.