Buat Strategi Khusus Hari Jumat Jelang Closing Market
Hari Jumat merupakan salah satu hari paling unik dalam dunia trading forex dan pasar keuangan global. Banyak trader, baik pemula maupun profesional, menyadari bahwa pergerakan harga di hari Jumat sering kali berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya. Faktor psikologis, sentimen pasar, keputusan untuk menutup posisi menjelang akhir pekan, serta volatilitas tak terduga menjelang penutupan sesi New York membuat hari Jumat menjadi momen yang membutuhkan pendekatan khusus. Tidak heran banyak trader menyusun strategi spesifik yang hanya diterapkan pada hari Jumat, terutama ketika market mendekati closing atau saat-saat terakhir sebelum pasar tutup selama dua hari.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana merancang strategi trading khusus hari Jumat jelang closing market, mengapa perilaku market berbeda di hari ini, dan bagaimana Anda dapat memanfaatkan peluang dengan tetap menjaga risiko secara disiplin.
Mengapa Hari Jumat Berbeda?
Untuk memahami strategi yang tepat, kita perlu mengenali terlebih dahulu karakteristik yang membuat hari Jumat unik dalam konteks pergerakan pasar:
1. Penutupan Posisi oleh Institusi Besar
Pada hari Jumat, terutama menjelang sesi New York, banyak institusi keuangan besar dan hedge fund menutup posisi mereka agar tidak menanggung risiko gap market yang sering terjadi di akhir pekan. Penutupan massal ini dapat menciptakan lonjakan volume dan pergerakan harga mendadak.
2. Volatilitas Tidak Menentu
Volatilitas bisa meningkat tajam pada beberapa jam terakhir menjelang closing. Harga kadang bergerak sangat cepat karena adanya rebalancing portofolio mingguan.
3. Reaksi Pasar terhadap News Mingguan
Data ekonomi penting, seperti Non-Farm Payrolls (NFP) atau laporan inflasi, kadang dirilis pada hari Jumat. Jika laporan tersebut berdampak tinggi, pergerakan harganya bisa berlangsung hingga sesi penutupan.
4. Risiko Gap Market
Akhir pekan sering menimbulkan gap harga pada pembukaan minggu berikutnya akibat berita geopolitik, kebijakan ekonomi, atau peristiwa mendadak selama dua hari pasar tutup.
Dengan memahami faktor-faktor ini, Anda bisa menyusun strategi yang relevan dan aman menjelang penutupan pasar.
Langkah-Langkah Membuat Strategi Khusus Hari Jumat
1. Identifikasi Tren Mingguan
Strategi trading hari Jumat tidak dapat berdiri sendiri. Anda perlu melihat keseluruhan tren mingguan terlebih dahulu. Tren mingguan membantu Anda menentukan apakah harga berpotensi melakukan retracement atau melanjutkan momentum menjelang penutupan.
Contohnya:
-
Jika tren mingguan bullish kuat, tapi Jumat sore terjadi pelemahan, itu bisa jadi tanda profit-taking, bukan pembalikan tren.
-
Jika tren mingguan bearish dan Jumat terjadi pullback kecil, bisa jadi hanya koreksi sebelum melanjutkan bearish.
Gunakan timeframe H4 dan Daily untuk melihat arah besar.
2. Amati Candle Jumat Pagi Hingga Siang
Pada sesi Asia dan awal sesi Eropa, pergerakan biasanya lebih tenang. Candle pada periode ini sering dijadikan acuan untuk menentukan potensi breakout atau reversal menjelang sesi New York.
Jika candle bergerak sideways di pagi hari, kemungkinan volatilitas akan naik di sore hingga malam hari.
3. Gunakan Strategi Breakout Sesi New York
Menjelang penutupan market, sesi New York menjadi kunci utama karena volume besar masuk dan banyak keputusan likuidasi dilakukan.
Anda bisa menerapkan strategi breakout dengan langkah berikut:
-
Tandai high dan low dari pukul 12.00–19.00 WIB.
-
Tempatkan pending order buy stop di atas area high dan sell stop di bawah area low.
-
Potensi breakout sering terjadi akibat lonjakan volume likuidasi posisi.
Catatan penting: breakout palsu atau false breakout cukup sering terjadi, sehingga disiplin stop loss wajib diterapkan.
4. Hindari Entry Posisi Baru Setelah Pukul 22.00 WIB
Pada jam ini, likuiditas mulai berkurang drastis dan spread bisa melebar. Banyak trader profesional memilih untuk hanya mengelola posisi lama, bukan membuka posisi baru.
Jika Anda tetap ingin entry, pastikan itu adalah bagian dari strategi lanjutan, bukan pembukaan strategi baru.
5. Fokus pada Pair dengan Volatilitas Tinggi
Pair terbaik untuk trading hari Jumat adalah pair mayor seperti:
-
XAUUSD (Emas)
-
GBPUSD
-
EURUSD
-
USDJPY
Pair-pair ini biasanya memiliki volume besar hingga menit-menit terakhir sebelum market tutup.
Hindari pair eksotik yang spread-nya bisa melebar terlalu jauh menjelang closing market.
6. Prioritaskan Penggunaan Stop Loss
Jangan pernah trading tanpa stop loss di hari Jumat. Volatilitas tinggi bisa membuat pergerakan berlawanan dengan sangat cepat.
Tentukan stop loss yang realistis:
Manajemen risiko lebih penting daripada potensi profit besar.
7. Perhatikan Pola Candle Reversal di Sesi Akhir
Pola candle seperti:
sering muncul menjelang market close. Pola ini bisa memberikan indikasi pembalikan jangka pendek dan peluang entry cepat dengan target kecil sebelum pasar tutup.
Namun, Anda harus memastikan pola tersebut muncul pada level signifikan, bukan di area random.
8. Tutup Posisi Floating Terlalu Lama
Jika Anda memiliki posisi floating yang sudah terbuka selama beberapa hari, hari Jumat adalah momen terbaik untuk evaluasi.
Anda bisa:
-
Menutup sebagian untuk mengamankan profit,
-
Menarik stop loss ke break-even,
-
Atau menutup semua jika risiko gap pada Senin terlalu besar.
Strategi ini membantu menjaga modal agar tidak mengalami kerugian besar karena gap tak terduga.
9. Jangan Overtrading di Hari Jumat
Kesalahan besar dari banyak trader adalah ingin memaksimalkan minggu trading pada hari terakhir. Overtrading saat volatilitas tidak menentu justru meningkatkan risiko dan menurunkan objektivitas.
Disiplin hanya mengambil setup yang benar-benar memenuhi kriteria strategi Anda.
10. Buat Checklist Khusus Hari Jumat
Sebelum melakukan trade, buat daftar pertanyaan seperti:
-
Apakah ini sesuai tren mingguan?
-
Adakah news besar hari ini?
-
Apakah setup saya sudah lengkap?
-
Apakah spread sedang normal?
-
Apakah saya siap menanggung gap market?
Checklist membantu menjaga logika tetap stabil dan menghindari keputusan emosional.
Contoh Strategi Lengkap Hari Jumat Jelang Closing Market
Berikut adalah contoh sistem trading yang dapat Anda gunakan:
Timeframe Utama
Indikator Pendukung
-
EMA 50 untuk melihat tren
-
Support dan Resistance harian
-
Price Action sebagai pemicu entry
Langkah Eksekusi
-
Identifikasi apakah harga berada di atas atau di bawah EMA 50 pada H1.
-
Jika bullish, fokus hanya buy pada area support M15.
-
Tunggu konfirmasi berupa pin bar atau bullish engulfing.
-
Entry buy dengan stop loss di bawah swing low.
-
Target profit kecil, 20–40 pips, karena market akan segera tutup.
-
Tutup posisi manual jika pergerakan melambat dan momentum hilang.
Strategi sederhana ini cocok untuk menghindari risiko berlebihan dan tetap mengambil peluang potensial.
Kenapa Strategi Ini Efektif?
-
Anda memanfaatkan momentum likuidasi institusi.
-
Menghindari entry berbahaya di jam likuiditas tipis.
-
Menggunakan price action sebagai konfirmasi sehingga fleksibel pada kondisi apa pun.
-
Menetapkan target kecil yang realistis untuk sesi akhir pekan.
Dengan penguasaan strategi dan kedisiplinan risiko, hari Jumat bisa menjadi hari penuh peluang, bukan hari penuh stress.
PARAGRAF CALL TO ACTION (2 Paragraf)
Jika Anda ingin mempelajari strategi khusus hari Jumat, memahami perilaku market menjelang closing, dan mengembangkan kemampuan analisa profesional, Anda dapat mengikuti program edukasi trading di Didimax. Di sana Anda akan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman yang siap membantu Anda memahami teknik price action, strategi multi-timeframe, hingga manajemen risiko yang benar agar hasil trading Anda lebih konsisten dari minggu ke minggu.
Program edukasi di https://didimax.co.id/ juga menyediakan pembelajaran lengkap, mulai dari kelas offline, online, live trading, hingga analisa market harian yang bisa membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih percaya diri. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk memperdalam skill trading Anda dan bergabung bersama komunitas trader terbaik di Indonesia.