Buat Strategi Scalping Berdasarkan EMA 9 & EMA 21
Scalping adalah salah satu gaya trading yang berfokus pada pencarian profit kecil namun dilakukan berulang kali dalam waktu singkat. Trader scalper cenderung masuk dan keluar pasar hanya dalam hitungan detik hingga beberapa menit, memanfaatkan perubahan harga yang relatif kecil. Karena sifatnya yang cepat dan membutuhkan keputusan yang tepat, scalping membutuhkan alat bantu analisis yang sederhana, cepat terbaca, namun memiliki akurasi tinggi. Salah satu kombinasi indikator yang sangat populer dan efektif untuk scalping adalah EMA 9 dan EMA 21.
Dua indikator ini digunakan untuk mengidentifikasi perubahan arah tren jangka pendek, momentum, dan titik entry potensial. EMA—Exponential Moving Average—lebih responsif terhadap pergerakan harga terkini dibandingkan SMA (Simple Moving Average), sehingga lebih cocok untuk strategi scalping yang membutuhkan sinyal cepat.
Pada artikel ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana cara menggunakan kombinasi EMA 9 & EMA 21 untuk scalping, apa saja aturan entry dan exit, bagaimana mengelola risiko, cara menyempurnakan strategi, hingga contoh pengaplikasian yang mudah.
Mengapa EMA 9 & EMA 21 Cocok untuk Scalping?
Sebelum menyusun strategi, kita perlu memahami dulu mengapa dua MA ini menjadi favorit para scalper berpengalaman. Berikut alasan utamanya:
1. Respon Cepat Terhadap Harga
EMA lebih sensitif terhadap harga terbaru dibanding SMA. EMA 9 memberikan sinyal perubahan harga dalam waktu singkat, sementara EMA 21 berfungsi sebagai filter tren jangka pendek.
2. Mudah Dibaca
Trader pemula maupun profesional bisa langsung melihat crossover antara EMA 9 dan EMA 21 sebagai sinyal perubahan tren.
3. Cocok untuk Timeframe Rendah
Strategi EMA 9 & 21 sangat kompatibel digunakan pada timeframe:
Tergantung seberapa agresif trader ingin melakukan scalping.
4. Konsisten Digunakan pada Banyak Pasangan Mata Uang
Kombinasi EMA ini dapat digunakan di:
Selama volatilitas cukup, strategi ini bisa berjalan optimal.
5. Memberikan Filter Tren yang Jelas
EMA 9 sebagai indikator cepat memberi tanda awal perubahan momentum; EMA 21 mengkonfirmasi apakah tren tersebut valid.
Setting Chart untuk Strategi Scalping EMA 9 & EMA 21
Sebelum memulai trading, pastikan pengaturan indikator sesuai dengan standar strategi:
Timeframe
Gunakan timeframe yang lebih kecil seperti:
-
M1 untuk trader ultra scalping
-
M5 untuk scalping agresif
-
M15 untuk scalping konservatif / intraday
Indikator
Tambahkan dua EMA berikut:
Perbedaan warna membantu membaca crossover dengan cepat.
Aturan Entry Buy Menggunakan EMA 9 & EMA 21
Entry buy dalam strategi ini dilakukan saat terjadi perubahan tren naik yang divalidasi oleh crossover. Berikut aturannya:
1. EMA 9 memotong EMA 21 dari bawah ke atas
Ini adalah sinyal utama bahwa momentum bullish sedang muncul.
2. Harga berada di atas kedua EMA
Jika candle hanya berada di atas EMA 9 tetapi masih di bawah EMA 21, itu bukan sinyal valid.
3. Candle konfirmasi bullish
Candle bullish harus berupa body jelas, bukan doji atau pin bar dengan ekor panjang.
4. Pasar tidak dalam kondisi sideway kuat
Jika kedua EMA bergerak datar dan saling silang berulang-ulang, hindari entry.
5. Entry dilakukan pada candle setelah crossover
Jangan entry tepat saat crossover karena berbahaya—tunggu konfirmasi candle berikutnya.
Aturan Entry Sell Menggunakan EMA 9 & EMA 21
Untuk arah sell, aturan berlawanan:
1. EMA 9 memotong EMA 21 dari atas ke bawah
Ini adalah sinyal awal bearish.
2. Harga berada di bawah kedua EMA
Sama seperti buy, candle harus berada di bawah EMA 9 dan EMA 21 agar sinyal valid.
3. Candle konfirmasi bearish
Pilih candle dengan body jelas, bukan candle ekor panjang.
4. Pasar bukan fase sideway
Hindari saat EMA menyempit atau sejajar tanpa arah jelas.
5. Entry pada candle berikutnya setelah konfirmasi
Setelah crossover dan candle konfirmasi muncul, barulah entry.
Penempatan Stop Loss dan Take Profit
Walaupun scalping biasanya mengejar target kecil, tetap perlu SL dan TP agar trading tertib dan risiko terkontrol.
Stop Loss
SL dapat ditempatkan berdasarkan struktur harga:
Take Profit
TP berdasarkan volatilitas:
-
Pair mayor: 5–15 pips
-
Gold: 10–30 pips
-
Index: 20–50 poin
Atau bisa gunakan exit manual saat EMA 9 memotong EMA 21 berlawanan arah.
Strategi Exit: Kapan Harus Keluar dari Market
Selain TP dan SL, trader harus paham exit berdasarkan kondisi pasar:
1. Exit Saat EMA 9 Menyilang Kembali
Jika Anda entry buy dan EMA 9 menyilang ke bawah EMA 21, exit meskipun belum mencapai TP.
2. Exit Saat Harga Terlalu Jauh dari EMA
Jika terjadi lonjakan besar dan harga menjauh dari EMA (overextended), potensi retracement meningkat. Ambil profit sebagian atau keluar.
3. Exit di Area Support/Resistance Kuat
Jika harga mendekati area kunci, lebih baik exit karena potensi reversal tinggi.
Penyempurnaan Strategi untuk Akurasi Lebih Tinggi
Beberapa filter tambahan bisa meningkatkan winrate strategi ini.
1. Gunakan Timeframe Lebih Tinggi sebagai Acuan Tren
Sebelum entry di M5, lihat tren di M15 atau H1. Entry searah tren besar jauh lebih aman.
2. Hindari Trading Saat News Besar
Walaupun scalping butuh volatilitas, news seperti NFP atau CPI bisa menyebabkan pergerakan spike tidak terkontrol.
3. Tambahkan RSI untuk Filter Overbought/Oversold
RSI 14 dapat digunakan untuk memastikan momentum searah:
4. S&R untuk Validasi Tambahan
Entry saat crossover searah dengan break support/resistance jauh lebih kuat.
5. Volume dan Volatilitas
Pastikan sesi aktif:
-
London session
-
New York session
Hindari sesi Asia yang cenderung sideway (kecuali pair JPY).
Contoh Langkah Trading Nyata
Untuk memudahkan, berikut simulasi kondisi buy menggunakan EMA 9 & EMA 21:
-
Harga bergerak sideway sebentar, EMA mulai menyempit
-
EMA 9 memotong EMA 21 dari bawah ke atas
-
Candle bullish besar muncul tepat setelah crossover
-
Harga close di atas kedua EMA
-
Entry buy pada candle berikutnya
-
SL ditempatkan 7–10 pips di bawah EMA 21
-
TP 10–15 pips atau exit saat EMA menyilang balik
Contoh sell:
-
EMA 9 memotong EMA 21 dari atas ke bawah
-
Candle bearish kuat muncul
-
Harga close di bawah kedua EMA
-
Entry sell pada candle berikutnya
-
SL di atas swing high
-
TP sesuai volatilitas
Kelebihan Strategi EMA 9 & EMA 21
-
Mudah dipahami pemula
-
Responsif dan cepat memberi sinyal
-
Cocok untuk scalping agresif
-
Bisa dipakai di banyak instrumen
Kekurangan Strategi EMA 9 & EMA 21
-
Banyak false signal saat sideway
-
Membutuhkan disiplin tinggi
-
Butuh eksekusi cepat (sering butuh broker dengan spread rendah)
-
Tidak cocok untuk pasar yang sangat bergejolak
Kesimpulan
Strategi scalping berbasis EMA 9 dan EMA 21 adalah salah satu pendekatan paling populer karena kesederhanaan dan efektivitasnya. Dengan memahami kapan crossover valid, bagaimana membaca momentum, serta mengelola risiko dengan disiplin, strategi ini bisa memberikan hasil maksimal. Namun perlu diingat bahwa scalping membutuhkan fokus, latihan, dan penguasaan psikologi trading yang kuat.
Trading forex tanpa edukasi yang benar ibarat masuk ke arena pertempuran tanpa perisai. Jika Anda ingin menguasai strategi scalping termasuk EMA 9 & EMA 21 secara lebih mendalam, Didimax menyediakan program edukasi lengkap mulai dari kelas dasar hingga teknik lanjutan. Anda akan dibimbing oleh mentor berpengalaman yang membantu Anda memahami chart, membaca tren, dan mengelola risiko secara profesional.
Daftarkan diri Anda sekarang melalui https://didimax.co.id/ dan mulai perjalanan trading Anda dengan fondasi yang kokoh, materi terstruktur, serta dukungan komunitas trader aktif. Dengan bimbingan yang tepat, strategi apa pun—termasuk scalping EMA—akan lebih mudah dipraktikkan dan menghasilkan profit yang konsisten.