Buat Strategi Sell Hanya Pada Lower High
Dalam dunia trading forex, salah satu pendekatan paling logis dan paling banyak digunakan oleh trader profesional adalah mengikuti struktur pasar. Dari semua bentuk struktur harga, salah satu yang paling sederhana tetapi sangat kuat adalah strategi sell hanya pada lower high (LH). Strategi ini menjadi favorit terutama bagi trader yang ingin fokus pada arah trend yang jelas dan menghindari masuk pada momen yang melawan arus.
Memahami konsep lower high adalah hal fundamental yang harus benar-benar dikuasai sebelum memasuki strategi ini. Lower high terjadi ketika harga melakukan retracement atau koreksi ke atas, tetapi puncak koreksinya lebih rendah daripada puncak sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa buyer tidak memiliki kekuatan untuk mendorong harga lebih tinggi, sementara seller masih memegang kendali penuh. Dengan kata lain, lower high merupakan tanda awal bahwa trend turun masih berlanjut.
Strategi ini sangat cocok untuk trader yang mengutamakan disiplin dan ingin menghindari entry terlalu cepat. Banyak trader pemula yang tergoda untuk langsung melakukan sell ketika melihat harga sudah turun jauh, padahal entry tersebut berpotensi memicu kerugian karena seringkali berada di area low yang rawan bounce. Dengan mengandalkan lower high, trader tidak hanya memperoleh konfirmasi kekuatan bearish, tetapi juga bisa mendapatkan entry dengan risk to reward yang lebih baik.
Memahami Struktur Pasar dalam Downtrend
Sebelum membangun strategi sell pada lower high, kita harus memahami apa saja elemen penting dari downtrend yang sehat. Downtrend ideal terbentuk dari rangkaian:
Ketika dua komponen ini terus muncul secara berurutan, maka struktur downtrend dikatakan valid. Namun, banyak trader yang keliru dalam mengidentifikasi LH. Beberapa kesalahan umum meliputi:
-
Menganggap setiap retracement sebagai lower high.
-
Entry sell di area yang belum terbukti sebagai lower high.
-
Entry terlalu awal sebelum konfirmasi candlestick.
Karena itu, identifikasi LH harus dilakukan dengan sabar dan penuh disiplin.
Menggunakan Timeframe Besar Untuk Konfirmasi Struktur
Strategi sell hanya pada lower high sangat efektif bila dimulai dengan melihat gambaran besar melalui timeframe lebih tinggi seperti H4 atau Daily. Mengapa demikian?
-
Timeframe besar memberikan struktur yang lebih jelas dan kuat.
-
False signal lebih sedikit dibanding timeframe kecil.
-
Arah trend utama lebih mudah terlihat.
Sebelum melakukan analisis di timeframe kecil seperti M15 atau M30, trader harus memastikan bahwa:
-
Trend di H4 jelas berada dalam fase lower high dan lower low.
-
Area supply atau resistance besar sudah dipetakan.
-
Tidak ada news besar yang dapat membalikkan arah harga secara tiba-tiba.
Setelah konfirmasi trend di H4 atau Daily didapatkan, barulah trader turun ke timeframe lebih kecil untuk mencari entry yang lebih presisi.
Cara Mengidentifikasi Lower High Secara Akurat
Mengidentifikasi lower high tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada langkah-langkah yang harus diperhatikan:
1. Tunggu Koreksi Naik yang Jelas
Harga harus benar-benar mengalami retracement naik dari titik lower low terakhir. Koreksi kecil satu-dua candle belum cukup untuk menjadi lower high.
2. Perhatikan Reaksi Harga di Area Resistance
Lower high biasanya terbentuk ketika harga menyentuh area resistance atau zona supply. Zona ini bisa berupa:
-
Resistance horizontal
-
Fibonacci retracement (38.2%, 50%, 61.8%)
-
Trendline turun
-
EMA atau MA sebagai dynamic resistance
Semakin banyak confluence yang mendukung area resistance tersebut, semakin kuat potensi lower high.
3. Tunggu Candlestick Rejection
Jangan entry sebelum ada candlestick konfirmasi seperti:
-
Pin bar
-
Engulfing bearish
-
Evening star
-
Bearish inside bar
Konfirmasi candlestick sangat penting untuk menunjukkan bahwa buyer gagal mempertahankan tekanan beli.
4. Barulah Entry Sell
Entry sell dilakukan hanya setelah konfirmasi terbentuk. Entry yang dilakukan tanpa menunggu sinyal konfirmasi sangat berisiko.
Penempatan Stop Loss dan Take Profit
Salah satu kelebihan strategi sell hanya pada lower high adalah manajemen risiko yang lebih mudah.
1. Penempatan Stop Loss
Stop loss idealnya ditempatkan:
-
Sedikit di atas lower high yang terbentuk
-
Di atas resistance atau zona supply valid
-
Bukan terlalu ketat agar tidak mudah tersapu
Penempatan SL berbasis struktur ini lebih aman dibanding SL yang hanya mengikuti pip tetap.
2. Penempatan Take Profit
Ada dua cara menempatkan TP:
A. Berdasarkan Struktur
Take profit pertama ditempatkan di sekitar lower low sebelumnya. Jika struktur masih berlanjut, TP kedua bisa diatur mengikuti lower low berikutnya.
B. Berdasarkan Fixed Risk-to-Reward
Target minimal:
Dengan entry di LH, peluang mendapatkan RR besar sangat terbuka.
Contoh Alur Trading Dengan Strategi Lower High
Berikut contoh skenario:
-
Harga jatuh dan membentuk lower low di timeframe H4.
-
Harga mulai naik retrace.
-
Harga mendekati area resistance H4.
-
Timeframe lebih kecil (M30) menunjukkan candlestick bearish engulfing.
-
Entry sell di akhir candle konfirmasi.
-
Stop loss di atas resistance.
-
Take profit di lower low sebelumnya.
Jika trend berlanjut, trader bisa melakukan trailing stop atau membuka posisi tambahan saat lower high berikutnya muncul.
Psikologi Trading dalam Strategi LH
Strategi ini akan sangat membantu mengendalikan emosi karena:
-
Menghindarkan trader dari FOMO
-
Mengurangi entry di area low yang berbahaya
-
Membantu memperkuat disiplin mengikuti sistem
-
Mengurangi overtrading
Trader yang sabar menunggu lower high akan cenderung konsisten profit karena hanya masuk pada momen yang memiliki probabilitas tinggi.
Kesalahan Umum Trader Saat Menggunakan Strategi LH
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan:
-
Entry sebelum LH terbentuk dengan jelas.
-
Melawan trend besar hanya karena melihat koreksi.
-
Tidak memperhatikan area supply atau resistance.
-
Tidak menunggu candlestick konfirmasi.
-
Menggeser stop loss tanpa alasan valid.
-
Entry berulang-ulang di area yang sudah jenuh.
Menghindari kesalahan tersebut akan membuat strategi LH lebih konsisten menghasilkan profit.
Kesimpulan
Strategi sell hanya pada lower high adalah strategi yang sederhana namun sangat kuat untuk mengikuti arah trend secara disiplin. Dengan fokus pada struktur pasar, trader dapat menghindari entry bodong, mengurangi risiko, meningkatkan akurasi, dan memperoleh risk to reward yang lebih menguntungkan. Memadukan konfirmasi multi-timeframe, area resistance, serta candlestick rejection akan membuat strategi ini semakin solid.
Di tengah kompleksitas dunia trading, memiliki strategi yang jelas dan terbukti efektif seperti ini sangat penting. Jika Anda ingin belajar lebih dalam tentang cara membaca struktur pasar, memahami psikologi trading, serta mempraktikkan strategi lower high secara terarah, Anda bisa bergabung dalam program edukasi trading Didimax. Edukator berpengalaman siap membimbing Anda dari dasar hingga mahir dengan metode yang mudah dipahami.
Didimax menyediakan bimbingan intensif, webinar harian, analisa market, serta pendampingan langsung yang dapat membantu Anda meningkatkan kemampuan trading secara signifikan. Daftarkan diri Anda melalui website resmi https://didimax.co.id/ dan mulai perjalanan trading Anda dengan lebih terarah, disiplin, dan penuh strategi.