Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Buat Strategi Trading Berbasis Supply–Demand Multi Timeframe

Buat Strategi Trading Berbasis Supply–Demand Multi Timeframe

by Rizka

Buat Strategi Trading Berbasis Supply–Demand Multi Timeframe

Dalam dunia trading forex, konsep supply and demand merupakan salah satu fondasi penting untuk membaca pergerakan harga secara lebih mendalam. Banyak trader pemula hanya fokus pada indikator teknikal tanpa memahami struktur pasar yang sesungguhnya, sehingga sering kali terjebak dalam sinyal palsu atau fake breakout. Padahal, memahami area supply dan demand dapat memberikan sudut pandang yang lebih realistis tentang dinamika pasar: siapa yang sedang mengontrol harga, apakah buyer atau seller, serta di area mana kemungkinan besar harga akan memantul atau berbalik arah.

Namun, strategi supply–demand tidak cukup hanya melihat satu timeframe saja. Trader yang profesional akan mengombinasikan analisis multi timeframe untuk memastikan area yang mereka gunakan benar-benar valid dan memiliki tingkat probabilitas tinggi. Dengan pendekatan multi timeframe, trader bisa menyelaraskan arah trend besar dengan peluang entry pada timeframe lebih kecil. Inilah yang membuat strategi supply–demand multi timeframe menjadi sangat powerful, baik untuk trader intraday, swing, maupun scalper.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana membangun strategi trading berbasis supply–demand multi timeframe, mulai dari pemahaman dasarnya, cara menggambar zona yang akurat, hingga penyusunan setup entry yang sistematis. Anda juga akan mempelajari cara membaca market structure, jenis-jenis zona, hingga cara menghindari kesalahan yang sering dilakukan trader pemula.


Apa Itu Supply dan Demand dalam Trading Forex?

Secara sederhana, supply adalah area di mana dominasi seller lebih kuat sehingga harga cenderung turun, sedangkan demand adalah area di mana buyer mendominasi sehingga harga cenderung naik. Area ini terbentuk dari keseimbangan dan ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Pergerakan harga yang impulsif biasanya dimulai dari area ketidakseimbangan tersebut.

Misalnya, ketika harga berada di daerah demand dan tiba-tiba muncul candle bullish yang panjang, ini menandakan bahwa buyer masuk dengan agresif, menggerakkan harga ke atas. Sebaliknya, munculnya candle bearish panjang di area supply menunjukkan seller masuk dalam jumlah besar. Dengan mengidentifikasi area-area ini, trader dapat memperkirakan di mana harga kemungkinan memantul, melanjutkan trend, atau bahkan berbalik arah.

Namun, zona supply dan demand tidak bersifat tetap. Zona bisa menjadi lemah jika sudah diuji berkali-kali, dan bisa menjadi sangat kuat jika baru terbentuk dan belum pernah disentuh harga. Memahami karakter tiap zona sangat penting untuk keberhasilan strategi multi timeframe yang akan kita pelajari.


Mengapa Perlu Multi Timeframe?

Banyak trader pemula hanya fokus pada satu timeframe, misalnya H1 atau M15, tanpa memahami konteks timeframenya dalam struktur pasar secara keseluruhan. Padahal, arah trend utama biasanya ditentukan oleh timeframe besar seperti H4 atau Daily. Jika entry pada timeframe kecil bertentangan dengan trend timeframe besar, peluang kegagalan meningkat drastis.

Dengan teknik multi timeframe, kita mengombinasikan:

1. Timeframe Besar: Identifikasi Trend Utama

Biasanya menggunakan Daily atau H4. Tujuannya:

  • Menentukan apakah pasar sedang uptrend, downtrend, atau sideways

  • Menandai zona supply–demand mayor

  • Melihat struktur pasar secara keseluruhan

Timeframe besar memberikan gambaran besar sehingga kita tidak entry melawan arus besar pasar.

2. Timeframe Menengah: Validasi dan Penyempitan Zona

Biasanya menggunakan H1 atau H4 (tergantung pilihan timeframe besar). Di sini kita:

  • Memperjelas zona agar lebih presisi

  • Menganalisa swing high dan swing low

  • Melihat momentum dan koreksi

Timeframe menengah membuat analisis jauh lebih akurat sebelum mencari entry.

3. Timeframe Kecil: Eksekusi Entry

Biasanya M15, M5, atau M1 untuk scalping. Pada TF kecil kita melakukan:

  • Menunggu konfirmasi reaksi harga

  • Melihat perubahan struktur (CHoCH / BOS)

  • Menentukan entry, stop loss, dan target lebih presisi

Dengan struktur analisis berlapis seperti ini, probabilitas entry menjadi jauh lebih konsisten dan terukur.


Cara Menggambar Zona Supply dan Demand yang Valid

Menggambar zona supply dan demand tidak dapat dilakukan asal-asalan. Ada beberapa aturan penting:

1. Zona Dimulai Dari Base (Konsolidasi Singkat)

Zona biasanya terbentuk dari pola:

  • Drop–Base–Drop → Supply

  • Rally–Base–Rally → Demand

  • Rally–Base–Drop → Supply Reversal

  • Drop–Base–Rally → Demand Reversal

Semua pola ini menunjukkan area konsolidasi sebelum harga bergerak impulsif.

2. Candle Impulsif Menjadi Indikator Utama

Perhatikan candle panjang yang meninggalkan area base. Candle impulsif menunjukkan kekuatan buyer atau seller yang signifikan.

3. Semakin Sedikit Wick, Semakin Kuat Zona

Sinyal bahwa area tersebut memiliki ketidakseimbangan besar.

4. Zona yang Belum Pernah Diuji Lebih Kuat

Zona fresh (belum disentuh) jauh lebih berpotensi menghasilkan pantulan.

5. Tingkatkan Akurasi dengan Multi Timeframe

Zona yang terlihat besar di Daily bisa diperjelas pada H4 atau H1 untuk entry lebih presisi.


Langkah-Langkah Membangun Strategi Supply–Demand Multi Timeframe

Sekarang mari kita menyusun strategi yang sistematis dan mudah dipraktikkan.


Langkah 1: Tentukan Trend pada Timeframe Besar (D1 / H4)

Gunakan struktur pasar untuk menentukan:

  • Harga sedang mencetak Higher High – Higher Low (uptrend)

  • Harga mencetak Lower High – Lower Low (downtrend)

  • Harga bergerak dalam range (sideways)

Tandai zona supply dan demand utama di timeframe ini.


Langkah 2: Turun ke Timeframe Menengah (H1)

Di timeframe ini, lakukan:

  • Validasi zona besar

  • Cari zona yang lebih presisi

  • Identifikasi swing yang sedang terbentuk

  • Catat area imbalance (FVG) yang memperkuat zona

Timeframe ini membantu memperjelas area mana yang efektif untuk entry.


Langkah 3: Timeframe Kecil untuk Entry (M15 / M5)

Saat harga masuk zona supply/demand:

  • Tunggu reaksi

  • Cari pola candlestick seperti:

    • Rejection

    • Engulfing

    • Pinbar

  • Tunggu perubahan struktur pasar (CHoCH)

  • Entry setelah break struktur kecil

Jangan langsung entry tanpa konfirmasi meskipun harga menyentuh zona.


Langkah 4: Tentukan Stop Loss dan Take Profit

SL sebaiknya diletakkan:

  • Di luar zona supply atau demand

  • Bukan terlalu dekat namun tidak terlalu jauh agar risk tetap terukur

TP bisa menggunakan:

  • Rasio minimal 1:2 atau 1:3

  • Swing high / swing low

  • Fibo extension

  • Zona supply/demand berikutnya


Kesalahan Umum dalam Supply–Demand Multi Timeframe

Banyak trader gagal menerapkan strategi ini karena beberapa kesalahan berikut:

1. Menggambar Zona Terlalu Besar

Sehingga entry tidak presisi.

2. Masuk Tanpa Konfirmasi

Hanya karena harga menyentuh zona, padahal tanpa reaksi pasar.

3. Melawan Trend Utama

Entry counter-trend sering gagal kecuali di zona mayor yang sangat kuat.

4. Tidak Menyesuaikan Timeframe

Beberapa trader terlalu sering gonta-ganti timeframe sehingga membingungkan.

5. Tidak Ada Rencana Exit

Tanpa TP dan SL yang jelas, trading berubah menjadi spekulasi.


Keunggulan Strategi Supply–Demand Multi Timeframe

Strategi ini sangat powerful karena:

  • Berbasis struktur market asli, bukan indikator lagging

  • Memberikan entry lebih presisi

  • Menghasilkan risk–reward besar

  • Bisa digunakan untuk semua pair dan timeframe

  • Cocok untuk scalping, intraday, hingga swing

Dengan disiplin dan latihan yang cukup, strategi ini bisa menjadi sistem trading yang konsisten dan menguntungkan.


Di era persaingan trading forex yang semakin ketat, Anda membutuhkan strategi yang tidak hanya mengikuti sinyal indikator, tetapi benar-benar memahami bagaimana pasar bekerja. Pendekatan supply–demand multi timeframe memberi Anda sudut pandang yang lebih profesional terhadap pergerakan harga. Namun, mempelajari konsep ini secara mandiri sering kali membuat trader bingung karena banyak teknis yang harus dipahami secara bertahap: mulai dari menggambar zona, membaca struktur, hingga menentukan entry yang disiplin. Di sinilah pentingnya belajar secara terarah agar tidak tersesat mencoba-coba metode yang tidak jelas hasilnya.

Jika Anda ingin memperdalam teknik ini dengan bimbingan langsung, penjelasan terstruktur, dan pendampingan praktik di market real time, Anda bisa mengikuti program edukasi trading di Didimax melalui situs resmi https://didimax.co.id/. Melalui program ini, Anda akan dibimbing oleh mentor berpengalaman yang akan membantu Anda mulai dari dasar hingga mahir membaca supply dan demand multi timeframe. Anda juga akan mendapatkan akses ke komunitas trader aktif, materi premium, analisa harian, dan bimbingan step-by-step hingga benar-benar mampu menerapkan strategi ini secara mandiri.