Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Buat Trading Plan Mingguan Berdasarkan Price Structure

Buat Trading Plan Mingguan Berdasarkan Price Structure

by Rizka

Buat Trading Plan Mingguan Berdasarkan Price Structure

Membuat trading plan mingguan merupakan salah satu langkah paling penting dalam proses menjadi trader yang konsisten dan disiplin. Banyak trader yang menghabiskan waktu berjam-jam mengikuti chart setiap hari, namun tanpa sebuah rencana yang jelas, mereka akhirnya hanya bereaksi terhadap pergerakan pasar tanpa arah yang strategis. Di sisi lain, trader yang memiliki trading plan mingguan yang matang dapat mengeksekusi keputusan dengan jauh lebih sistematis, objektif, dan efisien.

Salah satu pendekatan yang sangat efektif dalam penyusunan trading plan mingguan adalah dengan berfokus pada price structure atau struktur harga. Price structure adalah pola pergerakan harga yang menggambarkan siapa yang saat ini menguasai pasar—buyer atau seller—seberapa kuat momentum tersebut, dan kemungkinan besar ke mana harga akan bergerak selanjutnya. Struktur harga mencakup tren, swing high dan swing low, zona supply dan demand, breakout, fakeout, serta perilaku volatilitas.

Memahami price structure membantu trader untuk membaca “bahasa pasar” tanpa terlalu bergantung pada banyak indikator. Di dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana membuat trading plan mingguan secara sistematis dengan memanfaatkan price structure sebagai fondasi utama. Tujuan akhirnya adalah agar Anda bisa masuk ke pasar dengan persiapan matang, mampu memahami konteks pergerakan, dan memiliki skenario yang jelas sebelum mengeksekusi trading.


Mengapa Trading Plan Mingguan Berdasarkan Price Structure Penting?

Price structure memberikan gambaran objektif mengenai bagaimana pasar bergerak dan bereaksi terhadap area tertentu. Trading plan mingguan berbasis struktur harga sangat berguna karena:

  1. Mengurangi Overtrading
    Dengan rencana mingguan, Anda hanya fokus pada area penting, bukan pada setiap fluktuasi kecil pasar.

  2. Meningkatkan Konsistensi
    Analisa berbasis struktur harga lebih stabil dan tidak mudah berubah hanya karena satu candle ekstrem.

  3. Menghindari Trading Emosional
    Anda sudah tahu skenario bearish dan bullish, sehingga tidak panik ketika harga bergerak tiba-tiba.

  4. Mempermudah Eksekusi Harian
    Jika trading plan mingguan sudah dibuat, maka rencana harian hanya melanjutkan detail entry–exit dan manajemen risikonya.

  5. Memahami Konteks Besar Pasar
    Dengan price structure di time frame tinggi, Anda tahu arah dominan market dan tidak melawan arus besar.


Langkah Pertama: Identifikasi Trend dan Struktur Utama di Time Frame Besar

Mulailah analisis di time frame besar, seperti Weekly dan Daily. Tujuannya adalah memahami struktur utama yang sedang berlangsung.

Perhatikan tiga elemen inti price structure:

1. Trend Dominan

Apakah pasar sedang uptrend, downtrend, atau ranging?
• Uptrend → Higher High dan Higher Low
• Downtrend → Lower High dan Lower Low
• Ranging → Harga bergerak di antara batas atas dan bawah tanpa arah jelas

Trend dominan sangat menentukan arah prioritas Anda. Dalam uptrend, fokus utama Anda adalah buy on dip. Sebaliknya, dalam downtrend, lebih aman mencari posisi sell on rally.


2. Swing Structure

Swing high dan swing low adalah dasar struktur harga. Catat swing penting di time frame besar untuk menentukan area reaktif pasar. Swing inilah yang biasanya menjadi patokan untuk:

  • penarikan Fibonacci

  • penentuan supply–demand

  • identifikasi area breakout atau fakeout

Semua keputusan entry sebaiknya mengikuti arah swing yang dominan.


3. Key Levels

Tandai area penting seperti:

  • Support dan resistance yang kuat

  • Zona supply dan demand

  • Area imbalance atau fair value gap

  • Trendline atau channel yang valid

Level-level ini menentukan potensi area reaksi harga untuk minggu depan.

Pastikan level-level ini tidak terlalu banyak. Idealnya hanya 3–5 zona utama agar trading plan tetap sederhana dan mudah dieksekusi.


Langkah Kedua: Menentukan Skenario Bullish dan Bearish Mingguan

Trading plan mingguan harus memuat dua skenario:

Skenario Bullish

Kapan Anda akan mempertimbangkan buy?
Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan:

  • Apakah struktur harga menunjukkan potensi higher low baru?

  • Apakah harga mendekati area demand kuat?

  • Apakah ada tanda-tanda reversal baru yang mulai terlihat?

Contoh skenario buy:
“Jika harga retrace ke area demand daily lalu muncul rejection candle, maka saya akan mencari entry buy pada time frame lebih kecil.”


Skenario Bearish

Kapan Anda akan mempertimbangkan sell?

  • Apakah harga membentuk lower high?

  • Apakah ada retest setelah breakout area support?

  • Apakah volume transaksi mendukung penurunan?

Contoh skenario sell:
“Jika harga retest ke area supply weekly dan tidak mampu breakout, maka saya mencari sinyal sell pada reaksi pertama.”

Dengan dua skenario ini, Anda tidak akan bingung ketika market bergerak tak terduga, karena Anda sudah siap dengan rencana cadangan.


Langkah Ketiga: Breakdown ke Time Frame Lebih Rendah untuk Entry

Setelah struktur utama terbentuk, pindah ke time frame H4 atau H1. Di sini, Anda akan:

  • mencari pola entry seperti break of structure (BOS)

  • menunggu retest

  • konfirmasi melalui candlestick rejection atau pola continuation

  • menentukan risk-reward yang ideal

Metode ini membantu Anda masuk dengan akurasi tinggi tanpa melawan struktur besar.


Langkah Keempat: Tentukan Area Eksekusi dan Manajemen Risiko

Trading plan mingguan tidak lengkap tanpa parameter risiko yang jelas.

Fokuskan pada:

1. Level Entry

Bisa berupa:

  • retest area demand/supply

  • breakout valid

  • reversal dengan struktur konfirmasi


2. Stop Loss

Stop loss harus ditempatkan berdasarkan struktur harga, bukan angka acak. Pilih salah satu:

  • di bawah/atas swing terakhir

  • di luar area supply/demand

  • di luar range konsolidasi

SL berbasis struktur harga lebih aman dan efisien.


3. Take Profit

TP dapat disesuaikan dengan:

  • swing berikutnya

  • level supply/demand berikutnya

  • target RR minimal 1:2

Anda juga bisa bermain scale-out untuk mengamankan profit bertahap.


Langkah Kelima: Review Mingguan dan Penyesuaian

Di akhir minggu, lakukan evaluasi:

  • Apakah harga mengikuti struktur perkiraan?

  • Apakah entry sesuai trading plan?

  • Apakah emosi mempengaruhi keputusan?

  • Mana area yang valid dan mana yang gagal?

Review mingguan membantu Anda meningkatkan kualitas trading plan minggu berikutnya.


Kesimpulan

Membuat trading plan mingguan berdasarkan price structure adalah strategi yang sangat efektif untuk membangun disiplin, meningkatkan konsistensi, dan menghindari overtrading. Dengan memahami konteks pasar di time frame besar, menentukan skenario bullish dan bearish, serta merinci eksekusi di time frame kecil, Anda dapat membuat keputusan yang objektif dan terukur. Trading bukan tentang menebak ke mana harga bergerak, melainkan tentang bereaksi tepat sesuai struktur yang sudah terbukti.


Jika Anda ingin memahami lebih dalam cara membaca structure, membuat trading plan mingguan, dan berlatih langsung dengan bimbingan mentor berpengalaman, Anda dapat mengikuti program edukasi trading yang disediakan oleh Didimax. Program ini dirancang untuk membantu trader pemula maupun berpengalaman agar mampu membaca market dengan lebih presisi dan membuat keputusan yang lebih matang.

Anda juga akan mendapatkan akses ke berbagai materi edukasi, analisa harian, webinar, dan pembimbingan langsung yang akan membantu Anda berkembang lebih cepat sebagai trader. Kunjungi https://didimax.co.id/ untuk mendaftar dan mulai perjalanan trading Anda dengan fondasi yang kuat dan strategi yang terarah.