Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Cara Aman Trading Saat News Berdampak Tinggi

Cara Aman Trading Saat News Berdampak Tinggi

by rizki

Cara Aman Trading Saat News Berdampak Tinggi

Dalam dunia trading forex, momen rilis berita berdampak tinggi (high-impact news) sering menjadi waktu yang paling menegangkan sekaligus paling menguntungkan bagi banyak trader. Volatilitas pasar yang meningkat secara drastis mampu membuka peluang profit besar hanya dalam hitungan detik. Namun pada saat yang sama, volatilitas ini juga dapat berubah menjadi ancaman mematikan bagi akun trading jika tidak disikapi dengan strategi yang benar. Banyak trader pemula maupun berpengalaman yang akhirnya terjebak dalam pergerakan liar market karena tidak memahami cara aman menghadapi news berdampak tinggi. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai bagaimana Anda dapat trading dengan lebih aman dan terkontrol saat menghadapi kondisi pasar ekstrem akibat rilis berita penting.

News berdampak tinggi biasanya berhubungan dengan data ekonomi besar seperti Non-Farm Payroll (NFP), FOMC Statement, CPI, GDP, pengumuman suku bunga, serta rilis kebijakan bank sentral lainnya. Peristiwa ini dapat menggeser market secara signifikan karena mengubah ekspektasi pelaku pasar terkait ekonomi suatu negara. Perubahan sentimen, ketidakpastian, dan reaksi spontan market adalah faktor yang memicu pergerakan sangat cepat dan tidak terduga. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang karakteristik pergerakan saat news adalah langkah awal untuk menghindari kesalahan fatal.


Mengapa News Berdampak Tinggi Sangat Berbahaya Bagi Trader?

Sebelum memutuskan untuk masuk atau menghindari market saat news besar, penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi ketika data dirilis. Server broker, likuiditas pasar, dan antrian order mengalami tekanan besar dalam detik-detik rilis data. Akibatnya, terjadi fenomena seperti:

1. Spread yang Melebar

Saat volatilitas ekstrem, penyedia likuiditas (liquidity provider) menarik sebagian order mereka karena takut risiko lonjakan harga yang terlalu tajam. Kondisi ini menyebabkan spread yang biasanya 1–2 pip bisa melebar menjadi puluhan pip. Trader yang tidak siap bisa terkena eksekusi buruk yang langsung membuat posisi minus besar.

2. Slippage

Slippage terjadi ketika order Anda dieksekusi pada harga berbeda dari yang Anda inginkan. Dalam news high impact, harga dapat melompat beberapa pip dalam hitungan milidetik sehingga sangat mungkin order Anda tidak masuk pada level yang Anda set. Stop loss pun bisa tereksekusi jauh dari harga aslinya.

3. False Breakout

Ketika berita dirilis, market sering bergerak ke satu arah secara agresif, lalu berbalik ke arah berlawanan dengan kekuatan yang sama atau lebih besar. Hal ini sering menjebak trader yang masuk terlalu cepat. Banyak trader pemula terpancing euforia dan masuk saat candle pertama bergerak kencang, namun akhirnya tersapu oleh retracement tajam.

4. Manipulasi Market oleh Smart Money

Pemain besar (big players) mengetahui bahwa trader ritel sering terburu-buru ketika news. Karena itu, mereka terkadang mendorong harga ke zona tertentu untuk memancing likuiditas sebelum menggerakkan harga ke arah yang diinginkan. Jika Anda tidak memahami struktur harga, Anda akan menjadi bagian dari likuiditas yang dimanfaatkan Smart Money.


Pendekatan Aman Trading Saat News Berdampak Tinggi

Ada dua pendekatan utama: menghindari news atau memanfaatkannya dengan strategi terukur. Keduanya valid, tergantung karakter trader. Yang terpenting adalah Anda mengerti risiko dan mengendalikan eksposur.


1. Hindari Entry Tepat Saat Data Dirilis

Cara paling aman adalah tidak melakukan entry saat detik-detik rilis data. Jika Anda tetap memutuskan untuk open posisi di waktu-waktu kritis tersebut, maka Anda sebenarnya sedang memperbesar peluang terkena slippage, spread melebar, dan arahan market yang tidak terduga. Tunggu beberapa menit setelah data dirilis hingga pergerakan mulai stabil.

Biasanya, stabilisasi terjadi setelah 3–15 menit pasca rilis, tergantung pentingnya data. Pada momen ini, struktur pasar lebih mudah dibaca dan spread kembali normal.


2. Gunakan Pending Order dengan Strategi Breakout Trap

Daripada menebak arah pergerakan, lebih baik manfaatkan reaksi market dengan memasang pending order dengan jarak tertentu dari area konsolidasi sebelum news. Teknik ini sering digunakan oleh trader profesional, namun perlu kehati-hatian ekstra. Pastikan jarak order cukup aman agar tidak tersentuh oleh spike awal yang biasanya hanya “sapuan likuiditas”.

Pendekatan umum:

  • Identifikasi area range sebelum news (biasanya 30–60 menit sebelumnya).

  • Pasang Buy Stop di atas resistance range.

  • Pasang Sell Stop di bawah support range.

  • Pastikan jarak minimal 15–25 pip dari high/low range, tergantung pair dan volatilitas.

  • Batalkan order jika tidak tersentuh dalam 5–10 menit setelah news.

Tapi ingat: strategi ini tetap memiliki risiko slippage. Pastikan Anda sudah menghitung kemungkinan eksekusi buruk.


3. Gunakan Money Management Ketat

Trading saat news membutuhkan pengaturan risiko yang lebih ketat dari kondisi normal. Hindari penggunaan lot besar atau over-leverage. Bahkan trader profesional menurunkan ukuran lot saat news karena volatilitas dapat menggandakan risiko secara signifikan.

Beberapa panduan money management:

  • Risiko tidak lebih dari 1–2% per posisi.

  • SL jangan terlalu sempit untuk menghindari false spike.

  • Jangan membuka lebih dari satu posisi jika belum ahli membaca struktur harga news.

Ingat: tujuan trading bukan hanya profit, tapi menjaga survivability akun dalam jangka panjang.


4. Analisis Data Fundamental Sebelum News Dirilis

Hindari sikap “terjun tanpa persiapan”. Sebelum rilis berita, pastikan Anda memahami:

  • data sebelumnya (previous)

  • perkiraan analis (forecast)

  • data actual yang dirilis

  • dampak data terhadap kebijakan bank sentral

Dengan memahami konteks fundamental, Anda bisa memperkirakan skenario arah market dan tidak terpancing emosi ketika volatilitas meningkat. Trader yang memahami fundamental jauh lebih siap dibanding mereka yang hanya mengandalkan feeling.


5. Lihat Multi Time Frame Sebelum dan Setelah News

Sebelum news, periksa struktur pasar pada beberapa time frame. Tujuannya adalah mengetahui:

  • trend utama

  • zona supply and demand

  • area likuiditas

  • bentuk konsolidasi

Setelah news, gunakan time frame kecil seperti M1–M5 untuk melihat bagaimana market bereaksi, tetapi tetap gunakan acuan trend utama dari H1–H4 agar tidak terseret noise.


6. Fokus pada Reaksi Kedua, Bukan Reaksi Pertama

Reaksi pertama saat rilis berita biasanya sangat liar dan tidak dapat diandalkan. Trader profesional lebih memilih menunggu “reaksi kedua”, yaitu pergerakan market setelah spike awal selesai.

Reaksi kedua menggambarkan arah sebenarnya setelah pasar mencerna data. Biasanya pergerakan ini lebih stabil, lebih logis, dan lebih mudah dianalisis karena sentimen mulai terbentuk.


7. Jangan Trading Jika Tidak Paham Beritanya

Jika Anda belum memahami dampak suatu berita terhadap mata uang, lebih baik hindari trading saat news tersebut terjadi. Tidak ada salahnya menunggu kesempatan lain yang lebih jelas dan terukur. Banyak trader yang memaksakan untuk entry karena takut ketinggalan momen, padahal trading terbaik sering kali adalah tidak melakukan apa-apa.


8. Gunakan Broker yang Kredibel

Broker berperan besar dalam kualitas eksekusi saat news. Spread melebar, delay order, hingga requote adalah risiko yang bisa terjadi jika Anda menggunakan broker yang tidak profesional. Pilih broker yang memiliki:

  • regulasi resmi

  • infrastruktur server stabil

  • reputasi baik dalam eksekusi cepat

  • edukasi komprehensif untuk trader

Keamanan akun Anda sangat bergantung pada broker tempat Anda bertransaksi.


9. Selalu Siapkan Rencana Alternatif

Trading saat news membutuhkan fleksibilitas. Buat beberapa skenario:

  • Jika data actual lebih tinggi dari forecast → apa yang Anda lakukan?

  • Jika data jauh lebih buruk → bagaimana rencana Anda?

  • Jika pergerakan tidak sesuai prediksi → kapan Anda berhenti?

Dengan membuat rencana sebelum news, Anda tidak mudah panik dan bisa mengambil keputusan lebih rasional.


10. Latih Diri dengan Akun Demo

Jika Anda masih baru atau belum terbiasa menghadapi volatilitas ekstrem, berlatihlah di akun demo terlebih dahulu. Pergerakan cepat news sering kali membuat trader emosional. Latihan di demo membantu Anda beradaptasi dengan dinamika tersebut tanpa risiko kehilangan dana.


Kesimpulan: Aman Saat News Bukan Berarti Tidak Profit

Trading saat news berdampak tinggi bisa menghasilkan profit besar, tetapi hanya untuk trader yang memahami cara kerja volatilitas dan mampu mengontrol risiko dengan baik. Banyak trader yang bangkrut karena masuk sembarangan tanpa persiapan. Dengan strategi yang benar, Anda bisa tetap aman sekaligus memanfaatkan momentum news untuk keuntungan maksimal.

Tidak ada yang benar-benar aman dalam trading, tetapi kita bisa memperkecil risiko melalui pengetahuan, disiplin, dan pemilihan broker yang tepat.


Trading yang aman dimulai dari edukasi yang benar. Jika Anda ingin memahami lebih dalam cara membaca volatilitas, manajemen risiko, teknik entry profesional, hingga strategi menghadapi news berdampak tinggi, Anda bisa mengikuti program edukasi trading bersama Didimax. Materi disusun oleh mentor berpengalaman yang akan membantu Anda trading lebih aman dan terarah.

Tidak hanya teori, Anda juga akan mendapatkan bimbingan praktek langsung, analisa harian, dan pendampingan intensif agar Anda bisa berkembang menjadi trader yang konsisten. Kunjungi www.didimax.co.id dan mulai perjalanan trading Anda dengan pondasi pengetahuan yang benar.