Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Cara Menentukan Apakah Spread Mempengaruhi Entry

Cara Menentukan Apakah Spread Mempengaruhi Entry

by Rizka

Cara Menentukan Apakah Spread Mempengaruhi Entry

Dalam dunia trading, terutama pada instrumen forex, indeks, maupun komoditas, istilah spread adalah sesuatu yang sangat sering ditemui. Namun, meskipun sering dibahas, tidak semua trader benar-benar memahami sejauh mana spread dapat memengaruhi keputusan entry dan hasil trading secara keseluruhan. Banyak trader pemula yang hanya fokus pada arah harga dan sinyal teknikal, tanpa menyadari bahwa spread bisa menjadi faktor penentu apakah sebuah entry layak diambil atau justru sebaiknya dihindari.

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana cara menentukan apakah spread benar-benar mempengaruhi entry trading Anda. Pembahasan akan mencakup pengertian spread, jenis-jenis spread, hubungannya dengan strategi trading, hingga cara praktis menganalisis dampaknya sebelum melakukan entry.

Memahami Apa Itu Spread dalam Trading

 

Secara sederhana, spread adalah selisih antara harga bid (harga jual) dan ask (harga beli). Ketika Anda membuka posisi buy, Anda akan masuk pada harga ask, dan ketika membuka posisi sell, Anda masuk pada harga bid. Selisih inilah yang menjadi biaya transaksi utama dalam trading, terutama di akun yang tidak menggunakan komisi.

Contoh sederhana:
Jika EUR/USD memiliki harga bid 1.1000 dan ask 1.1002, maka spread-nya adalah 2 pip. Artinya, saat Anda membuka posisi, Anda langsung memulai posisi dalam kondisi minus sebesar spread tersebut.

Inilah alasan mengapa spread sering dianggap sebagai “biaya tersembunyi” yang sebenarnya sangat nyata dan langsung memengaruhi performa trading.


Jenis-Jenis Spread yang Perlu Diketahui

Untuk menentukan apakah spread mempengaruhi entry, Anda perlu memahami jenis spread yang berlaku pada broker dan instrumen yang Anda tradingkan.

  1. Spread Tetap (Fixed Spread)
    Spread jenis ini tidak berubah meskipun kondisi pasar sedang volatil. Keuntungannya adalah lebih mudah diprediksi, namun biasanya spread tetap cenderung lebih lebar dibandingkan spread mengambang dalam kondisi pasar normal.

  2. Spread Mengambang (Floating Spread)
    Spread ini berubah-ubah mengikuti likuiditas dan volatilitas pasar. Saat pasar sepi, spread bisa sangat kecil, tetapi saat rilis berita besar atau volatilitas tinggi, spread bisa melebar secara signifikan.

Trader perlu memahami jenis spread ini karena dampaknya terhadap entry akan berbeda, terutama pada waktu-waktu tertentu.


Mengapa Spread Bisa Mempengaruhi Entry?

Spread mempengaruhi entry karena ia menentukan seberapa jauh harga harus bergerak agar posisi Anda mencapai kondisi impas (break even). Semakin besar spread, semakin besar pula pergerakan harga yang dibutuhkan untuk mulai mendapatkan profit.

Beberapa alasan utama spread berpengaruh besar terhadap entry antara lain:

  • Spread mengurangi potensi profit, terutama pada target kecil

  • Spread dapat memicu stop loss lebih cepat

  • Spread yang melebar bisa membuat sinyal teknikal menjadi tidak valid

  • Spread berpengaruh pada rasio risk dan reward

Trader yang tidak memperhitungkan spread sering kali merasa “sudah benar analisisnya, tapi tetap rugi”, padahal salah satu penyebabnya adalah spread yang tidak diperhitungkan sejak awal.


Hubungan Spread dengan Timeframe Trading

Salah satu cara paling efektif untuk menentukan apakah spread mempengaruhi entry adalah dengan melihat timeframe yang digunakan.

Timeframe Kecil (Scalping dan Intraday)

Pada timeframe kecil seperti M1, M5, atau M15, target profit biasanya relatif kecil, misalnya 5–20 pip. Dalam kondisi ini, spread memiliki dampak yang sangat besar.

Contoh:

  • Target profit: 10 pip

  • Spread: 3 pip

Artinya, 30% dari target profit sudah “habis” hanya untuk spread. Dalam strategi seperti ini, spread jelas sangat mempengaruhi entry dan bahkan bisa membuat strategi menjadi tidak efektif.

Timeframe Besar (Swing dan Position Trading)

Pada timeframe H4, Daily, atau Weekly, target profit bisa mencapai ratusan pip. Spread 2–3 pip menjadi relatif kecil dibandingkan potensi pergerakan harga. Dalam kondisi ini, spread tetap penting, tetapi tidak terlalu menentukan layak atau tidaknya entry.

Kesimpulannya, semakin kecil timeframe dan target profit Anda, semakin besar pengaruh spread terhadap entry.


Spread dan Strategi Trading

Setiap strategi trading memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap spread. Berikut beberapa contoh:

1. Scalping

Scalping adalah strategi yang paling sensitif terhadap spread. Trader scalping membutuhkan:

  • Spread serendah mungkin

  • Eksekusi cepat

  • Likuiditas tinggi

Jika spread terlalu besar, strategi scalping hampir pasti tidak optimal, bahkan bisa menjadi rugi secara statistik meskipun win rate tinggi.

2. Breakout Trading

Pada strategi breakout, spread yang melebar bisa menyebabkan entry terjadi di harga yang kurang ideal. Bahkan, spread yang tiba-tiba melebar dapat memicu entry palsu (false breakout).

3. Trend Following

Pada strategi ini, spread biasanya tidak terlalu krusial selama entry dilakukan pada retracement atau area konfirmasi yang kuat. Namun, spread tetap perlu diperhitungkan saat menentukan stop loss dan ukuran posisi.


Dampak Spread terhadap Stop Loss dan Risk Management

Spread tidak hanya mempengaruhi entry, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap stop loss. Dalam kondisi spread melebar, stop loss bisa tersentuh meskipun harga sebenarnya belum benar-benar mencapai level yang Anda tentukan secara teknikal.

Inilah mengapa trader profesional selalu:

  • Memberi jarak aman antara entry dan stop loss

  • Menghindari entry saat spread tidak normal

  • Menyesuaikan ukuran lot dengan kondisi spread

Jika spread tidak diperhitungkan dalam risk management, maka perhitungan risiko bisa menjadi tidak akurat.


Waktu-Waktu Spread Cenderung Melebar

Untuk menentukan apakah spread mempengaruhi entry, Anda juga harus memperhatikan waktu trading. Spread biasanya melebar pada kondisi berikut:

  • Saat pergantian sesi (terutama New York ke Asia)

  • Saat rilis berita ekonomi berdampak tinggi

  • Saat market dalam kondisi likuiditas rendah

  • Saat terjadi volatilitas ekstrem

Menghindari entry pada waktu-waktu ini adalah salah satu cara paling sederhana untuk meminimalkan dampak spread.


Cara Praktis Menilai Apakah Spread Layak untuk Entry

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa Anda lakukan sebelum entry:

  1. Bandingkan spread dengan target profit
    Jika spread lebih dari 20–30% target profit, pertimbangkan untuk tidak entry.

  2. Perhatikan spread rata-rata instrumen
    Kenali spread normal suatu pair, sehingga Anda tahu kapan spread sedang melebar tidak wajar.

  3. Gunakan akun demo atau backtest
    Uji strategi Anda dengan memperhitungkan spread realistis, bukan spread ideal.

  4. Cek kondisi pasar sebelum entry
    Pastikan tidak ada berita besar atau kondisi pasar sepi yang bisa memicu spread tinggi.

Dengan langkah-langkah ini, Anda tidak hanya bergantung pada sinyal teknikal, tetapi juga pada kondisi eksekusi yang realistis.


Kesalahan Umum Trader Terkait Spread

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan trader antara lain:

  • Mengabaikan spread saat menghitung risk reward

  • Entry tepat sebelum rilis berita

  • Menggunakan strategi scalping pada spread lebar

  • Mengira kerugian disebabkan analisis, padahal karena biaya transaksi

Menghindari kesalahan ini akan meningkatkan konsistensi trading secara signifikan.


Kesimpulan

Spread adalah elemen penting yang sering diremehkan, padahal ia memiliki dampak langsung terhadap entry, stop loss, dan profitabilitas trading. Dengan memahami bagaimana spread bekerja, kapan ia melebar, dan bagaimana pengaruhnya terhadap strategi serta timeframe yang digunakan, trader dapat membuat keputusan entry yang jauh lebih rasional dan terukur.

Menentukan apakah spread mempengaruhi entry bukan hanya soal melihat besar kecilnya angka spread, tetapi juga soal konteks: strategi apa yang digunakan, target profit berapa, dan kondisi pasar seperti apa saat entry dilakukan.

Bagi Anda yang ingin memahami spread, manajemen risiko, dan strategi trading secara lebih mendalam dan terstruktur, mengikuti program edukasi trading yang tepat adalah langkah yang sangat disarankan. Dengan bimbingan mentor berpengalaman dan materi yang sistematis, Anda dapat menghindari kesalahan-kesalahan dasar yang sering merugikan trader pemula.

Didimax menyediakan program edukasi trading yang dirancang untuk membantu trader memahami pasar secara menyeluruh, mulai dari dasar hingga lanjutan. Melalui pembelajaran yang praktis dan aplikatif, Anda tidak hanya belajar teori, tetapi juga cara menerapkannya langsung dalam aktivitas trading sehari-hari. Kunjungi www.didimax.co.id dan mulailah perjalanan trading Anda dengan fondasi yang lebih kuat dan terarah.