Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Cara Menentukan Kapan Trading dan Kapan Tidak

Cara Menentukan Kapan Trading dan Kapan Tidak

by Rizka

Cara Menentukan Kapan Trading dan Kapan Tidak

Menentukan kapan harus trading dan kapan sebaiknya menghindari pasar adalah salah satu keterampilan paling penting yang harus dimiliki oleh seorang trader. Banyak trader pemula terlalu fokus pada mencari entry yang sempurna, indikator terbaik, atau strategi rahasia, tetapi justru mengabaikan aspek terpenting dalam trading: memilih waktu yang tepat untuk masuk dan waktu yang tepat untuk tidak melakukan apa pun.

Trader profesional memahami bahwa tidak trading adalah keputusan trading itu sendiri. Ini adalah bagian dari manajemen risiko, manajemen emosi, dan manajemen peluang. Pasar tidak selalu memberikan kondisi ideal setiap hari. Terkadang pasar tidak jelas arah, volatilitas terlalu tinggi atau terlalu rendah, tren tidak terbentuk, atau kondisi mental trader sendiri sedang tidak optimal. Dalam situasi seperti ini, memaksakan entry hanya akan berakhir pada kerugian atau overtrading.

Pada artikel panjang ini, kita akan membahas secara detail bagaimana menentukan kapan saat terbaik untuk trading, tanda-tanda kapan sebaiknya menghindari pasar, serta bagaimana mengatur rutinitas agar keputusan Anda selalu berada dalam kerangka yang disiplin dan profesional. Mari kita mulai.


1. Memahami Kondisi Pasar: Tren, Sideways, atau Tidak Jelas?

Hal pertama untuk menentukan kapan trading adalah membaca kondisi pasar. Secara umum, pasar dapat berada dalam dua kondisi besar:

  1. Trending – pasar bergerak jelas ke satu arah (naik atau turun).

  2. Sideways / ranging – pasar bergerak bolak-balik dalam area tertentu.

Pada kondisi trending, peluang entry biasanya lebih jelas. Trader dapat mengikuti arah tren menggunakan strategi trend-following seperti MA crossover, pullback ke support/resistance, atau breakout.

Sebaliknya, pada kondisi sideways, trader trend-following sering kalah karena sinyal palsu (fakeout) lebih banyak. Sideways cocok untuk trader yang suka strategi bounce seperti buy di support dan sell di resistance.

Namun ada juga kondisi ketiga yang sering tidak disadari trader pemula, yaitu:

  1. Kondisi tidak jelas / choppy / noise

Pasar dalam kondisi ini tidak membentuk tren yang jelas maupun range yang konsisten. Candlestick pendek-pendek, arah bolak-balik dalam waktu singkat, dan sering menembus support/resistance tanpa kelanjutan.

Inilah kondisi pasar yang sebaiknya dihindari karena:

  • sinyal indikator tidak valid,

  • peluang profit kecil,

  • risiko false breakout besar,

  • stop loss mudah tersentuh.

Seorang trader harus mampu mengidentifikasi kondisi choppy dan mengambil keputusan untuk tidak trading hingga struktur pasar menjadi lebih jelas.


2. Menentukan Waktu Trading Berdasarkan Jam dan Sesi Pasar

Selain kondisi pasar, waktu trading juga sangat menentukan kualitas peluang. Forex berjalan 24 jam, tetapi kualitas pergerakan setiap sesi berbeda. Sesi utama adalah:

Sesi Asia (07.00 – 15.00 WIB)

  • Volatilitas rendah

  • Cocok untuk scalping

  • Tidak cocok untuk trader tren

Sesi London (14.00 – 22.00 WIB)

  • Volatilitas tinggi

  • Trend sering terbentuk

  • Banyak peluang entry berkualitas

Sesi New York (20.00 – 04.00 WIB)

  • Volatilitas sangat tinggi

  • Gerakan cepat dan kuat

  • Rilis berita besar sering muncul

Berdasarkan karakteristik ini, trader dapat menentukan kapan aktif trading sesuai gaya masing-masing:

Gaya Trading Waktu Ideal Alasan
Scalping Asia / NY Spread lebih stabil, pergerakan pendek
Intraday London Trend jelas dan range harian besar
Swing London + NY Momentum kuat dan struktur harga terbentuk

Hindari trading pada periode transisi antar sesi (misalnya antara Asia ke London) karena harga sering tidak stabil sebelum sesi utama benar-benar aktif.


3. Kapan Sebaiknya Tidak Trading?

Sebagian besar kerugian trader terjadi bukan karena strategi yang buruk, tetapi karena memaksa trading di kondisi yang tidak ideal. Berikut adalah situasi di mana Anda sebaiknya tidak masuk pasar:


A. Menjelang Rilis Berita Besar

Event seperti:

  • Non Farm Payroll (NFP)

  • CPI (inflasi)

  • FOMC

  • Suku bunga bank sentral

biasanya menimbulkan lonjakan harga ekstrem. Spread melebar, slippage besar, dan arah pasar tidak bisa diprediksi secara teknikal.

Jika Anda bukan trader news dengan strategi khusus, lebih baik hindari trading 30-60 menit sebelum dan sesudah berita.


B. Ketika Emosi Tidak Stabil

Trading saat:

  • stres,

  • marah,

  • balas dendam karena loss sebelumnya,

  • euforia berlebihan setelah profit besar,

  • kurang tidur,

adalah kondisi paling berbahaya. Emosi negatif maupun positif dapat mengganggu objektivitas pengambilan keputusan.

Trader profesional memiliki aturan sederhana:
Jika kondisi mental tidak stabil, tidak ada alasan untuk trading.


C. Pasar Dalam Kondisi Flat atau Choppy

Seperti yang dibahas sebelumnya, pasar yang tidak membentuk struktur jelas lebih berisiko.

Ciri-cirinya:

  • banyak wick panjang,

  • candlestick pendek-pendek,

  • MA saling berbelit,

  • harga bolak-balik tanpa arah,

  • volume rendah.

Ini adalah kondisi yang sebaiknya dihindari.


D. Saat Tidak Ada Setup yang Sesuai Rencana

Aturan emas trading:
Jika tidak ada setup, jangan entry.

Trader pemula sering memaksakan entry karena bosan menunggu. Tetapi trader profesional hanya masuk ketika setup memenuhi seluruh kriteria strategi mereka, bukan hanya sebagian.


4. Pentingnya Trading Plan untuk Mengatur Kapan Trading

Trading plan bukan sekadar catatan kapan buy dan sell. Trading plan juga mencakup:

  • jam trading yang jelas,

  • kondisi pasar yang dianggap ideal,

  • indikator atau pola yang harus muncul,

  • batasan jumlah entry per hari,

  • aturan kapan harus berhenti trading.

Contoh aturan kapan harus berhenti:

  • Setelah 2 kali loss berturut-turut.

  • Setelah target harian tercapai.

  • Ketika pasar berubah tidak jelas.

  • Ketika emosi mulai berubah.

Dengan trading plan yang terstruktur, keputusan “tidak trading” menjadi lebih objektif dan tidak emosional.


5. Menggunakan Filter Tambahan untuk Menentukan Kelayakan Entry

Trader profesional sering menambahkan filter agar keputusan trading semakin terarah, seperti:

Filter Tren

Hanya entry searah tren timeframe besar seperti H4 atau D1.

Filter Volatilitas

Menggunakan ATR (Average True Range) untuk menghindari pasar yang terlalu sempit.

Filter Sesi

Hanya trading saat market London open atau New York open.

Filter Likuiditas

Hindari pair yang spread melebar atau pergerakan tidak aktif.

Semakin banyak filter berkualitas, semakin sedikit entry, tetapi kualitas entry meningkat drastis.


6. Menentukan Kapan Trading Berdasarkan Pola Pribadi

Setiap trader memiliki jam produktif masing-masing, baik dari segi mental maupun gaya trading.

Misalnya:

  • Ada trader yang fokus di pagi hari karena pikiran masih segar.

  • Ada yang hanya trading saat malam karena lebih tenang.

  • Ada yang cocok di sesi London karena tren terlihat jelas.

Untuk menentukan pola pribadi, lakukan evaluasi bulanan:

  1. Catat semua trading Anda.

  2. Kelompokkan berdasarkan jam entry.

  3. Analisis jam mana yang paling banyak menghasilkan profit.

  4. Fokus trading hanya di jam tersebut.

Dengan cara ini, Anda semakin memahami kapan Anda paling siap secara mental dan analitis.


7. “Tidak Trading” Adalah Strategi Profit Jangka Panjang

Banyak trader sukses mengatakan bahwa sebagian besar waktu mereka tidak berada dalam posisi. Mereka hanya menunggu momen terbaik.

Jesse Livermore pernah berkata:

“Uang besar dibuat bukan saat saya trading, tetapi saat saya menunggu.”

Menunggu setup sempurna adalah keterampilan yang tidak dimiliki trader pemula. Tetapi inilah kunci profit jangka panjang.


Sekarang adalah saatnya Anda mengambil langkah lebih serius untuk meningkatkan skill trading Anda. Pengetahuan tentang waktu yang tepat untuk trading hanyalah satu bagian dari keseluruhan proses. Anda masih perlu pendalaman materi, bimbingan langsung, dan contoh penerapan nyata dalam kondisi market sesungguhnya. Untuk itu, Anda bisa mendapatkan akses edukasi yang lengkap bersama mentor berpengalaman yang siap membimbing dari dasar hingga mahir melalui program edukasi trading Didimax. Di sana, Anda dapat belajar step by step, berlatih secara live market, dan mendapatkan panduan mengenai manajemen waktu trading yang ideal.

Jika Anda ingin berkembang menjadi trader yang disiplin, konsisten, dan memiliki rencana trading yang matang, segera bergabung dengan program edukasi di Didimax. Kunjungi website resmi mereka di https://didimax.co.id/ untuk mendapatkan informasi lengkap, jadwal kelas, dan fasilitas pembelajaran yang bisa Anda ikuti. Belajar trading dengan bimbingan langsung akan membantu Anda menghindari kesalahan pemula dan mempercepat perjalanan menuju profit konsisten.