Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Cara Menentukan Risk Optimal Jika Strategi Mengalami Loss Streak

Cara Menentukan Risk Optimal Jika Strategi Mengalami Loss Streak

by Rizka

Cara Menentukan Risk Optimal Jika Strategi Mengalami Loss Streak

Dalam dunia trading, tidak ada strategi yang sempurna. Bahkan strategi yang memiliki win rate tinggi sekalipun pasti akan mengalami fase kalah berturut-turut atau yang sering disebut loss streak. Banyak trader pemula yang tidak siap secara mental dan manajemen risiko ketika menghadapi kondisi ini, sehingga akun mereka justru habis bukan karena strategi buruk, tetapi karena risk management yang tidak optimal.

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menentukan risk optimal ketika strategi mengalami loss streak, mulai dari konsep dasar risiko, perhitungan matematis, hingga pendekatan psikologis yang sering diabaikan trader.


1. Memahami Apa Itu Loss Streak dan Dampaknya pada Akun

Loss streak adalah kondisi di mana trader mengalami serangkaian kerugian secara berturut-turut. Loss streak bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • Market sedang tidak sesuai dengan karakter strategi

  • Kondisi volatilitas ekstrem

  • Kesalahan eksekusi

  • Overtrading atau revenge trading

  • Faktor psikologis trader

Masalah utama loss streak bukan hanya pada kerugian finansial, tetapi pada efek psikologis. Trader cenderung meningkatkan lot untuk mengejar kerugian, atau sebaliknya menjadi terlalu takut sehingga tidak mengikuti sistem. Di sinilah pentingnya menentukan risk optimal yang tetap menjaga akun tetap hidup meski menghadapi serangkaian loss.


2. Konsep Dasar Risk per Trade

Risk per trade adalah persentase modal yang bersedia Anda pertaruhkan dalam satu transaksi. Secara umum, trader profesional merekomendasikan risk antara 0.5% hingga 2% per trade.

Sebagai contoh:
Jika modal Anda $10.000 dan risk per trade 1%, maka risiko per transaksi adalah $100. Jika Anda loss 10 kali berturut-turut, total kerugian hanya sekitar $1.000 atau 10% dari akun. Akun masih sangat aman.

Sebaliknya, jika risk per trade 10%, maka loss 10 kali berturut-turut bisa menghabiskan hampir seluruh akun.


3. Menghitung Risk Optimal Berdasarkan Loss Streak Potensial

Untuk menentukan risk optimal, Anda perlu memahami berapa loss streak maksimum yang mungkin terjadi pada strategi Anda.

a. Menggunakan Win Rate dan Probabilitas

Misalnya strategi Anda memiliki win rate 50%. Secara statistik, loss streak 5–10 kali berturut-turut sangat mungkin terjadi. Bahkan dengan win rate 60%, loss streak 8–12 kali masih bisa terjadi secara acak.

b. Rule of Thumb Loss Streak

Trader profesional biasanya mengasumsikan loss streak maksimum 10–20 kali berturut-turut, meskipun secara teori bisa lebih.

c. Formula Sederhana Risk Optimal

Jika Anda ingin akun tetap aman meskipun loss streak 20 kali berturut-turut dan Anda hanya ingin drawdown maksimum 20%, maka:

Risk per trade = Drawdown maksimum / Loss streak
Risk per trade = 20% / 20 = 1%

Inilah alasan mengapa 1% risk per trade sering dianggap sebagai standar emas.


4. Fixed Risk vs Dynamic Risk Saat Loss Streak

Ada dua pendekatan utama dalam menentukan risiko:

a. Fixed Risk (Tetap)

Trader menggunakan persentase risiko yang sama setiap trade, misalnya 1%. Keuntungan metode ini adalah konsistensi dan stabilitas psikologis.

b. Dynamic Risk (Adaptif)

Trader mengurangi risk ketika mengalami loss streak dan meningkatkan risk ketika equity curve naik. Misalnya:

  • Risk normal: 1%

  • Setelah 5 loss berturut-turut: turunkan ke 0.5%

  • Setelah profit kembali: naikkan lagi ke 1%

Pendekatan ini membantu mengurangi drawdown dan tekanan mental.


5. Position Sizing yang Tepat Saat Loss Streak

Risk optimal tidak hanya soal persentase, tetapi juga tentang position sizing. Rumus dasar position sizing:

Position Size = (Account Balance × Risk%) / Stop Loss (pip value)

Contoh:
Modal: $10.000
Risk: 1% = $100
Stop loss: 50 pips
Nilai pip: $10 per lot

Position size = 100 / (50 × 10) = 0.2 lot

Jika Anda tidak menghitung position size dengan benar, risk Anda bisa jauh lebih besar dari yang Anda kira.


6. Drawdown dan Recovery Factor

Banyak trader tidak memahami bahwa semakin besar drawdown, semakin sulit recovery.

  • Drawdown 10% → butuh profit 11% untuk kembali

  • Drawdown 50% → butuh profit 100% untuk kembali

  • Drawdown 80% → butuh profit 400% untuk kembali

Loss streak dengan risk besar bisa membuat recovery hampir mustahil secara realistis. Oleh karena itu, risk optimal bertujuan menjaga drawdown tetap kecil.


7. Risk of Ruin: Konsep yang Harus Dipahami Trader

Risk of Ruin adalah probabilitas akun habis berdasarkan win rate, risk per trade, dan reward-risk ratio.

Semakin besar risk per trade, semakin besar peluang akun habis meskipun strategi Anda profitable. Bahkan strategi dengan edge positif bisa bangkrut jika risk terlalu agresif.

Trader profesional biasanya menargetkan risk of ruin mendekati 0% dengan risk kecil dan disiplin tinggi.


8. Psikologi Loss Streak dan Risk Management

Loss streak bukan hanya masalah angka, tetapi juga masalah mental.

Reaksi umum trader saat loss streak:

  • Meningkatkan lot (martingale/revenge trading)

  • Mengubah strategi tanpa data

  • Overtrading

  • Menutup trade terlalu cepat karena takut

  • Tidak disiplin mengikuti sistem

Risk optimal membantu menjaga emosi tetap terkendali. Jika Anda tahu bahwa loss 10 kali berturut-turut hanya mengurangi akun 10–15%, Anda akan lebih tenang dan tetap mengikuti sistem.


9. Strategi Praktis Menghadapi Loss Streak

a. Reduce Risk Temporarily

Setelah loss streak tertentu (misalnya 5 trade), kurangi risk setengah. Ini membantu melindungi akun dan psikologi.

b. Trading Pause

Ambil jeda setelah loss streak besar. Market akan selalu ada, akun Anda yang tidak bisa kembali jika habis.

c. Review Strategy dengan Data

Loss streak bisa berarti strategi sedang tidak cocok dengan market regime tertentu. Lakukan backtest dan forward test.

d. Gunakan Maximum Drawdown Rule

Misalnya: jika drawdown mencapai 20%, berhenti trading dan evaluasi sistem.


10. Risk Optimal Berdasarkan Tipe Trader

Scalper dan Day Trader

  • Frekuensi trade tinggi

  • Loss streak bisa lebih sering

  • Risk ideal: 0.2% – 1%

Swing Trader

  • Frekuensi lebih rendah

  • Loss streak jarang tapi besar

  • Risk ideal: 1% – 2%

Position Trader

  • Trade jarang

  • Stop loss besar

  • Risk ideal: 0.5% – 1%


11. Money Management yang Lebih Canggih

Selain fixed risk, ada metode lain seperti:

  • Kelly Criterion: berdasarkan win rate dan reward-risk ratio, tetapi agresif dan jarang dipakai penuh oleh trader profesional.

  • Anti-Martingale: meningkatkan lot saat profit, menurunkan saat loss.

  • Equity Curve Trading: hanya trading saat equity curve di atas moving average tertentu.

Namun untuk sebagian besar trader, fixed risk 0.5%–1% sudah sangat optimal.


12. Simulasi Loss Streak dan Risk

Mari kita bandingkan dua trader:

Trader A

  • Risk per trade: 1%

  • Loss streak: 10 kali

  • Drawdown: 10%

Trader B

  • Risk per trade: 10%

  • Loss streak: 10 kali

  • Drawdown: ~65%

Trader A masih tenang dan bisa recovery. Trader B kemungkinan besar sudah berhenti trading karena tekanan mental.


13. Kesalahan Umum dalam Menentukan Risk

  1. Menggunakan lot tetap tanpa menghitung persentase

  2. Tidak memperhitungkan stop loss

  3. Mengubah risk berdasarkan emosi

  4. Overconfidence setelah profit besar

  5. Mengabaikan statistik dan hanya mengandalkan feeling

Risk management bukan soal keberanian, tetapi soal ketahanan jangka panjang.


14. Kesimpulan: Risk Optimal adalah Kunci Bertahan di Trading

Loss streak adalah bagian tak terhindarkan dari trading. Bahkan trader terbaik di dunia mengalaminya. Perbedaan antara trader yang sukses dan yang gagal terletak pada bagaimana mereka mengelola risiko.

Risk optimal memastikan bahwa:

  • Akun Anda tidak habis saat loss streak

  • Psikologi tetap stabil

  • Strategi bisa dijalankan secara konsisten

  • Pertumbuhan akun bersifat compounding jangka panjang

Jika Anda ingin bertahan dan berkembang sebagai trader profesional, fokus utama Anda bukan mencari strategi sempurna, tetapi mengelola risiko dengan disiplin.


Belajar risk management secara mandiri memang bisa dilakukan, tetapi akan jauh lebih efektif jika Anda dibimbing oleh mentor dan materi edukasi yang terstruktur. Program edukasi trading yang komprehensif akan membantu Anda memahami bukan hanya strategi entry, tetapi juga money management, psikologi trading, dan manajemen portofolio secara profesional.

Jika Anda serius ingin meningkatkan kualitas trading dan membangun mindset trader profesional, Anda bisa mengikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id. Di sana Anda akan mendapatkan pembelajaran terstruktur, mentor berpengalaman, serta komunitas trader yang dapat membantu Anda berkembang lebih cepat dan terarah dalam perjalanan trading Anda.