Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Cara Menentukan Risk per Trade agar Akun Trading Tetap Bertahan Lama

Cara Menentukan Risk per Trade agar Akun Trading Tetap Bertahan Lama

by rizki

Cara Menentukan Risk per Trade agar Akun Trading Tetap Bertahan Lama

Dalam dunia trading, banyak trader—terutama pemula—lebih fokus pada mencari strategi yang paling akurat, indikator yang paling canggih, atau sinyal yang paling “win rate tinggi”. Mereka menghabiskan berjam-jam mencari teknik entry yang sempurna, namun sering melupakan satu hal yang jauh lebih krusial: bagaimana menentukan risk per trade yang tepat.

Faktanya, bukan strategi yang menentukan apakah akun trading akan bertahan lama, melainkan bagaimana trader mengelola risikonya di setiap transaksi. Sehebat apa pun strategi trading yang kamu miliki, jika kamu mempertaruhkan terlalu besar per trade, cepat atau lambat akunmu bisa habis hanya dalam beberapa kali loss beruntun.

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana cara menentukan risk per trade yang ideal, mengapa hal ini sangat penting, serta bagaimana menerapkannya secara praktis dalam trading sehari-hari.


Mengapa Risk per Trade Itu Sangat Penting?

Banyak trader gagal bukan karena mereka tidak bisa memprediksi arah harga, tetapi karena mereka tidak mampu bertahan cukup lama di pasar. Trading bukanlah permainan “siapa paling pintar menebak harga”, melainkan permainan ketahanan (game of survival).

Jika seorang trader mengambil risiko terlalu besar per trade—misalnya 10% atau 20% dari total akun—maka hanya butuh beberapa kali loss berturut-turut untuk membuat akun tergerus drastis. Sebaliknya, jika risiko per trade dikelola dengan baik, trader bisa mengalami banyak loss sekalipun tanpa menghabiskan modalnya.

Risk per trade yang terkontrol memberikan beberapa keuntungan utama:

  1. Melindungi modal dari drawdown besar.

  2. Memberikan ruang psikologis yang lebih stabil saat trading.

  3. Membuat trader bisa tetap konsisten menjalankan strateginya.

  4. Mengurangi efek emosional saat mengalami loss.

  5. Meningkatkan peluang bertahan dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, risk per trade adalah pondasi dari semua aktivitas trading yang berkelanjutan.


Berapa Risk Ideal per Trade?

Secara umum, banyak trader profesional merekomendasikan risk per trade antara 0,5% hingga 2% dari total akun. Angka ini bukan aturan kaku, tetapi pedoman yang sudah terbukti efektif dalam jangka panjang.

Misalnya:

  • Jika akunmu $1.000, maka risk per trade 1% berarti maksimal loss per trade adalah $10.

  • Jika akunmu $5.000, risk 1% berarti maksimal loss $50 per trade.

Mengapa bukan lebih besar? Karena dalam trading selalu ada kemungkinan mengalami losing streak (rangkaian loss berturut-turut). Jika risk per trade terlalu tinggi, losing streak bisa menghancurkan akun dengan sangat cepat.

Sebagai contoh:

  • Risk 1% per trade → butuh 100 kali loss berturut-turut untuk menghabiskan akun (secara teori).

  • Risk 5% per trade → hanya butuh sekitar 20 kali loss berturut-turut.

  • Risk 10% per trade → cukup 10 kali loss berturut-turut untuk hampir menghabiskan akun.

Realitanya, losing streak 5–10 kali berturut-turut bukan hal aneh dalam trading. Itulah sebabnya risk kecil jauh lebih aman.


Cara Menentukan Risk per Trade Secara Praktis

Menentukan risk per trade bukan hanya soal memilih persentase, tetapi juga memahami bagaimana mengaplikasikannya dalam setiap transaksi. Berikut langkah-langkah praktisnya.

1. Tentukan Persentase Risiko Terlebih Dahulu

Langkah pertama adalah memutuskan berapa persen risiko yang nyaman untukmu. Untuk pemula, sangat disarankan mulai dari 0,5% hingga 1% per trade.

Trader yang lebih berpengalaman bisa naik ke 1,5% atau 2%, tetapi tetap disarankan tidak lebih dari itu.

Tanyakan pada dirimu sendiri:

  • Apakah aku nyaman jika akun turun 10%?

  • Seberapa besar toleransi psikologisku terhadap loss?

Semakin kecil risk, semakin stabil kondisi psikologismu saat trading.


2. Hitung Nilai Risiko dalam Uang (Risk Amount)

Setelah menentukan persentase, langkah berikutnya adalah mengubahnya menjadi nilai uang.

Rumusnya sederhana:

Risk Amount = Total Akun × Persentase Risiko

Contoh:

  • Akun = $2.000

  • Risk per trade = 1%

Maka:

  • Risk Amount = $2.000 × 1% = $20

Artinya, dalam satu trade, maksimal kamu siap kehilangan $20.


3. Tentukan Stop Loss Berdasarkan Struktur Pasar

Risk per trade tidak berdiri sendiri. Kamu juga harus menentukan stop loss yang logis berdasarkan analisis teknikal, bukan asal-asalan.

Stop loss biasanya ditempatkan:

  • Di bawah support (untuk buy)

  • Di atas resistance (untuk sell)

  • Di luar swing high/low terakhir

  • Di luar zona liquidity atau area manipulasi harga

Jangan menentukan stop loss hanya berdasarkan uang (“pokoknya stop loss $20”), tetapi tentukan dulu lokasi stop loss secara teknikal, baru hitung lot size-nya.


4. Hitung Ukuran Lot yang Tepat

Setelah mengetahui:

  • Total akun

  • Risk per trade (misalnya 1%)

  • Jarak stop loss (dalam pips atau poin)

Barulah kamu bisa menghitung ukuran lot yang tepat.

Secara sederhana:

  • Semakin jauh stop loss → semakin kecil lot yang digunakan.

  • Semakin dekat stop loss → bisa menggunakan lot sedikit lebih besar.

Banyak platform trading menyediakan risk calculator atau position size calculator untuk membantu trader menentukan lot secara otomatis.

Dengan cara ini, kamu tetap bisa masuk market dengan strategi yang sama, tetapi dengan risiko yang selalu terkontrol.


Kesalahan Umum dalam Menentukan Risk per Trade

Banyak trader sebenarnya sudah tahu pentingnya risk management, tetapi masih melakukan beberapa kesalahan berikut:

1. Mengubah Risk Sesuai Emosi

Misalnya:

  • Saat percaya diri → risk dinaikkan jadi 5%

  • Saat takut → risk diturunkan jadi 0,2%

Trading seperti ini tidak konsisten dan sering berakhir buruk.

Seharusnya, risk per trade tetap konsisten, apa pun kondisi emosimu.


2. Tidak Menggunakan Stop Loss

Beberapa trader berpikir, “Nanti juga harga balik lagi,” lalu tidak memasang stop loss. Ini sangat berbahaya.

Tanpa stop loss, satu trade bisa berubah menjadi kerugian besar yang jauh melebihi batas risk yang sudah ditentukan.


3. Overtrading untuk “Balas Dendam”

Setelah mengalami loss, banyak trader mencoba membalas dengan menaikkan lot size. Ini adalah salah satu penyebab utama blown account.

Risk per trade seharusnya tetap sama, bahkan setelah loss berturut-turut.


Hubungan Risk per Trade dengan Risk-Reward Ratio

Menentukan risk per trade juga harus selaras dengan risk-reward ratio.

Misalnya:

  • Risk per trade = 1%

  • Risk-reward ratio = 1:2 atau 1:3

Artinya:

  • Jika kamu rugi, kamu kehilangan 1% akun.

  • Jika kamu menang, kamu bisa mendapatkan 2% atau 3% akun.

Dengan sistem seperti ini, bahkan jika win rate-mu hanya 40–50%, kamu masih bisa profitable dalam jangka panjang.


Mengapa Trader Profesional Selalu Disiplin pada Risk?

Trader profesional memahami satu hal penting: mereka tidak perlu benar setiap saat, mereka hanya perlu bertahan cukup lama dan konsisten.

Mereka tahu bahwa pasar tidak bisa diprediksi 100%. Oleh karena itu, mereka fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan—yaitu risiko.

Dengan risk per trade yang kecil dan terukur, mereka bisa:

  • Tetap trading saat kondisi market buruk.

  • Tidak panik saat mengalami loss.

  • Tetap menjalankan strategi secara objektif.

Inilah perbedaan utama antara trader profesional dan trader amatir.


Membangun Kebiasaan Trading yang Aman

Menentukan risk per trade bukan hanya soal angka, tetapi juga membentuk mindset yang benar dalam trading.

Beberapa kebiasaan yang bisa kamu bangun:

  • Selalu menentukan risk sebelum masuk trade.

  • Tidak mengubah risk di tengah jalan.

  • Tidak trading saat emosi tidak stabil.

  • Mencatat setiap trade dan mengevaluasinya.

  • Fokus pada proses, bukan hasil harian.

Dengan kebiasaan ini, kamu bukan hanya melindungi akunmu, tetapi juga membangun fondasi sebagai trader yang disiplin.


Kesimpulan

Menentukan risk per trade adalah salah satu keterampilan paling penting dalam trading, bahkan lebih penting daripada mencari strategi “holy grail”.

Dengan risk per trade yang kecil dan konsisten, kamu bisa:

  • Menghindari kerugian besar

  • Bertahan lebih lama di pasar

  • Trading dengan lebih tenang

  • Mengembangkan mindset profesional

Pada akhirnya, tujuan utama trading bukan hanya mencari profit, tetapi memastikan akunmu tetap hidup untuk terus belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan pasar.


Jika kamu merasa masih bingung tentang bagaimana menentukan risk per trade, menghitung lot size, atau menerapkan risk management dengan benar dalam trading nyata, kamu tidak harus mempelajarinya sendirian. Dengan bimbingan yang tepat, kamu bisa memahami konsep ini dengan lebih terstruktur, praktis, dan mudah diterapkan dalam setiap trade yang kamu ambil. Program edukasi trading di www.didimax.co.id dirancang untuk membantu trader—baik pemula maupun yang sudah berpengalaman—memahami cara trading yang lebih aman, disiplin, dan profesional, termasuk bagaimana mengelola risiko dengan benar.

Melalui pembelajaran yang sistematis, pendampingan mentor, dan materi yang aplikatif, kamu bisa mengembangkan cara berpikir yang lebih matang dalam trading, bukan hanya mengejar profit tetapi juga melindungi modalmu dalam jangka panjang. Jika kamu serius ingin menjadi trader yang lebih terarah, terkontrol, dan percaya diri dalam mengambil keputusan di pasar, mengikuti program edukasi trading di Didimax bisa menjadi langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas tradingmu ke level yang lebih tinggi.