Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Cara Menghitung MAE (Maximum Adverse Excursion)

Cara Menghitung MAE (Maximum Adverse Excursion)

by Rizka

Cara Menghitung MAE (Maximum Adverse Excursion)

Dalam dunia trading, memahami risiko adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang secara konsisten. Banyak trader pemula terlalu fokus pada potensi profit tanpa benar-benar memahami seberapa besar risiko yang mereka tanggung dalam setiap posisi. Padahal, keberhasilan jangka panjang dalam trading bukan hanya ditentukan oleh seberapa besar keuntungan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola kerugian secara terukur. Salah satu konsep penting yang sering digunakan oleh trader profesional untuk mengevaluasi risiko adalah MAE (Maximum Adverse Excursion).

MAE bukan sekadar istilah teknis, melainkan alat analisis yang sangat berguna untuk memahami perilaku harga terhadap posisi trading kita. Dengan memahami dan menghitung MAE secara benar, trader dapat mengevaluasi kualitas entry, menyesuaikan stop loss, serta meningkatkan efektivitas strategi trading secara keseluruhan. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu MAE, mengapa MAE penting, serta langkah-langkah praktis untuk menghitung MAE dalam aktivitas trading.

Pengertian MAE (Maximum Adverse Excursion)

Maximum Adverse Excursion atau MAE adalah ukuran yang menunjukkan kerugian maksimum yang sempat terjadi pada suatu posisi trading sebelum posisi tersebut ditutup, baik ditutup dengan profit maupun loss. Dengan kata lain, MAE menggambarkan seberapa jauh harga bergerak melawan posisi trader sejak posisi dibuka hingga akhirnya ditutup.

Sebagai contoh, jika seorang trader membuka posisi buy pada harga 1.2000, kemudian harga sempat turun hingga 1.1950 sebelum akhirnya naik dan posisi ditutup di 1.2050, maka MAE dari transaksi tersebut adalah 50 poin. Meskipun hasil akhirnya profit, trader tetap sempat mengalami tekanan kerugian sementara sebesar 50 poin.

MAE berbeda dengan loss aktual. Loss aktual hanya memperhitungkan hasil akhir dari sebuah transaksi, sedangkan MAE memperhitungkan tekanan terburuk yang dialami selama posisi masih terbuka. Inilah yang membuat MAE menjadi indikator penting dalam evaluasi manajemen risiko.

Perbedaan MAE dengan MFE

Dalam pembahasan MAE, sering kali muncul istilah lain yaitu MFE (Maximum Favorable Excursion). Jika MAE mengukur pergerakan harga terburuk yang melawan posisi, maka MFE mengukur pergerakan harga terbaik yang mendukung posisi sebelum akhirnya ditutup.

MAE dan MFE biasanya digunakan secara bersamaan untuk menganalisis kualitas entry dan exit. Kombinasi kedua metrik ini membantu trader menjawab pertanyaan penting seperti:

  • Apakah stop loss terlalu ketat atau terlalu longgar?

  • Apakah entry sudah cukup presisi?

  • Apakah profit target sudah optimal?

Namun dalam artikel ini, fokus utama tetap pada MAE sebagai alat pengukuran risiko.

Mengapa MAE Sangat Penting dalam Trading?

Banyak trader mengabaikan MAE karena merasa hasil akhir transaksi sudah cukup untuk evaluasi. Padahal, MAE memberikan wawasan yang jauh lebih dalam tentang karakteristik strategi trading yang digunakan.

Pertama, MAE membantu trader mengevaluasi penempatan stop loss. Jika MAE rata-rata lebih kecil dari stop loss yang digunakan, kemungkinan stop loss terlalu lebar dan tidak efisien. Sebaliknya, jika MAE sering mendekati atau melebihi stop loss, bisa jadi stop loss terlalu sempit atau entry kurang akurat.

Kedua, MAE membantu trader memahami tekanan psikologis dalam trading. Posisi yang sempat mengalami floating loss besar membutuhkan mental yang kuat. Dengan mengetahui MAE rata-rata, trader dapat menyesuaikan ukuran lot dan risiko agar tetap nyaman secara psikologis.

Ketiga, MAE dapat digunakan untuk optimasi strategi. Dengan menganalisis MAE dari data historis, trader dapat menyesuaikan parameter strategi agar lebih efisien dan konsisten.

Cara Menghitung MAE Secara Manual

Menghitung MAE sebenarnya cukup sederhana jika trader memiliki data harga yang lengkap. Berikut langkah-langkah dasar untuk menghitung MAE secara manual:

  1. Tentukan harga entry
    Langkah pertama adalah mencatat harga saat posisi dibuka, baik buy maupun sell.

  2. Amati pergerakan harga selama posisi terbuka
    Catat harga terendah (untuk posisi buy) atau harga tertinggi (untuk posisi sell) yang tercapai sebelum posisi ditutup.

  3. Hitung selisih harga
    Untuk posisi buy:
    MAE = Harga Entry – Harga Terendah Selama Posisi Terbuka

Untuk posisi sell:
MAE = Harga Tertinggi Selama Posisi Terbuka – Harga Entry

  1. Konversi ke poin atau pip
    Sesuaikan perhitungan dengan satuan yang digunakan pada instrumen trading tersebut.

Sebagai contoh, seorang trader membuka posisi sell EUR/USD di 1.1000. Selama posisi terbuka, harga sempat naik hingga 1.1040 sebelum akhirnya turun dan posisi ditutup profit di 1.0950. MAE dari transaksi ini adalah 40 pip.

Menghitung MAE Menggunakan Data Trading History

Selain menghitung secara manual, MAE juga dapat dihitung menggunakan data trading history dari platform trading seperti MetaTrader. Data historis ini biasanya mencakup informasi harga tertinggi dan terendah selama posisi terbuka.

Trader dapat mengekspor data transaksi ke dalam spreadsheet, kemudian menghitung MAE untuk setiap transaksi. Dari sana, trader dapat menghitung MAE rata-rata, MAE maksimum, serta distribusi MAE dari seluruh transaksi. Analisis ini sangat berguna untuk evaluasi jangka panjang.

Dengan data MAE yang cukup, trader bisa melihat pola tertentu, misalnya apakah kerugian terbesar sering terjadi di jam trading tertentu, atau pada kondisi pasar tertentu seperti saat rilis berita ekonomi.

Menggunakan MAE untuk Evaluasi Strategi Trading

MAE bukan hanya angka statistik, tetapi alat evaluasi yang sangat kuat. Dengan MAE, trader dapat menilai apakah strategi trading yang digunakan benar-benar efektif atau hanya bergantung pada keberuntungan.

Sebagai contoh, jika sebuah strategi memiliki tingkat kemenangan tinggi tetapi MAE rata-ratanya juga sangat besar, berarti strategi tersebut berisiko tinggi dan rentan terhadap drawdown besar. Sebaliknya, strategi dengan MAE relatif kecil dan konsisten cenderung lebih stabil dalam jangka panjang.

MAE juga dapat membantu trader memperbaiki timing entry. Jika MAE sering besar meskipun akhirnya profit, bisa jadi entry dilakukan terlalu cepat dan perlu konfirmasi tambahan sebelum masuk pasar.

Kesalahan Umum dalam Menggunakan MAE

Salah satu kesalahan umum trader adalah menggunakan MAE hanya dari beberapa transaksi saja. MAE akan lebih akurat jika dihitung dari jumlah sampel transaksi yang cukup besar. Semakin banyak data, semakin valid kesimpulan yang diambil.

Kesalahan lain adalah menyamakan MAE dengan stop loss ideal. MAE adalah alat evaluasi, bukan patokan mutlak. Stop loss tetap harus disesuaikan dengan struktur market, volatilitas, dan rencana trading secara keseluruhan.

Selain itu, MAE sebaiknya tidak digunakan secara terpisah. Kombinasikan MAE dengan metrik lain seperti MFE, win rate, dan expectancy untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Kesimpulan

MAE (Maximum Adverse Excursion) adalah salah satu konsep penting dalam trading yang membantu trader memahami risiko sebenarnya dari setiap posisi. Dengan mengetahui seberapa besar pergerakan harga yang melawan posisi sebelum ditutup, trader dapat mengevaluasi kualitas entry, efektivitas stop loss, serta ketahanan strategi secara keseluruhan.

Menghitung MAE tidaklah rumit, namun manfaatnya sangat besar jika digunakan secara konsisten. Trader yang memahami MAE cenderung lebih disiplin, realistis terhadap risiko, dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Dalam dunia trading yang penuh ketidakpastian, pemahaman mendalam terhadap MAE dapat menjadi pembeda antara trader yang sekadar mencoba peruntungan dan trader yang benar-benar profesional.

Jika Anda ingin memahami konsep trading seperti MAE secara lebih terstruktur dan aplikatif, mengikuti program edukasi trading yang tepat adalah langkah bijak. Dengan bimbingan mentor berpengalaman dan kurikulum yang sistematis, Anda dapat mempercepat proses belajar sekaligus menghindari kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan trader pemula.

Didimax menyediakan program edukasi trading yang dirancang untuk berbagai level, mulai dari pemula hingga trader berpengalaman. Melalui materi yang komprehensif, pendampingan profesional, serta praktik langsung di pasar, Anda dapat membangun fondasi trading yang kuat dan berkelanjutan. Kunjungi www.didimax.co.id dan mulailah perjalanan Anda menuju trading yang lebih terarah dan terukur hari ini.