Cara Menyusun Plan Trading Forex yang Aman Saat Bank Holiday
Dalam dunia trading forex, hal yang sering dianggap sepele namun sebenarnya sangat penting adalah bank holiday. Banyak trader — terutama pemula — berpikir bahwa libur bank hanya memengaruhi aktivitas perbankan saja. Padahal, kenyataannya, bank holiday memiliki dampak besar terhadap likuiditas pasar, volatilitas, eksekusi order, bahkan psikologi trader.
Tanpa persiapan yang matang, trading di hari-hari seperti ini bisa berubah menjadi jebakan. Spread tiba-tiba melebar, pergerakan harga menjadi lambat, sinyal teknikal sering “false”, dan risiko slippage meningkat. Karena itu, memiliki plan trading khusus saat bank holiday bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana menyusun rencana trading yang aman, terukur, dan realistis ketika sebagian besar bank dunia sedang libur.
Mengapa Bank Holiday Penting untuk Diperhatikan?
Pasar forex memang buka 24 jam, namun likuiditas utamanya datang dari:
-
Bank sentral
-
Bank komersial
-
Institusi keuangan besar
-
Hedge fund
-
Market maker
Ketika negara-negara besar mengalami bank holiday — seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, atau negara Eropa — maka:
-
Volume transaksi turun drastis
Lebih sedikit pelaku besar berarti lebih sedikit uang yang berputar.
-
Spread melebar
Broker menaikkan spread karena risiko market yang tidak stabil.
-
Harga bergerak tidak natural
Kadang sangat lambat, namun tiba-tiba bisa spike karena order besar dari pihak tertentu.
-
Banyak strategi tidak bekerja optimal
Sistem yang mengandalkan tren kuat atau volatilitas normal sering gagal.
Trader tanpa rencana biasanya tetap memaksakan entry — dan itu yang membuat mereka merugi.
Prinsip Utama: Aman Dulu, Profit Nanti
Plan trading saat bank holiday harus berangkat dari satu prinsip sederhana:
Tujuan utama adalah bertahan, bukan mengejar profit besar.
Ini berarti:
Tidak melakukan apa-apa justru sering menjadi keputusan terbaik.
Langkah 1: Identifikasi Jadwal Bank Holiday
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah mengetahui kapan bank holiday terjadi. Biasakan:
Perhatikan terutama:
-
US bank holiday → berdampak pada USD, emas, indeks
-
UK bank holiday → berdampak pada GBP
-
Japan bank holiday → berdampak pada JPY
-
Eurozone holiday → berdampak pada EUR
Jika lebih dari satu wilayah besar libur sekaligus, biasanya:
Pada kondisi seperti ini, plan trading harus jauh lebih defensif.
Langkah 2: Pilih Pair dengan Bijak
Tidak semua pair cocok untuk trading saat bank holiday.
Hindari:
-
Pair dengan mata uang negara yang sedang libur
-
Pair eksotik dengan spread besar
-
Cross pair yang volatilitasnya sulit diprediksi
Pilih yang lebih aman:
-
Pair mayor yang masih aktif dari negara lain
-
Pair dengan spread stabil
-
Pair yang pergerakannya relatif konsisten
Namun ingat — “lebih aman” bukan berarti bebas risiko. Tetap fokus pada quality setup.
Langkah 3: Sesuaikan Timeframe
Pada saat likuiditas menurun:
-
timeframe kecil (M1, M5, M15) sering menghasilkan sinyal palsu,
-
banyak noise,
-
market mudah memantul tanpa arah jelas.
Timeframe yang lebih bijak digunakan:
Dengan timeframe lebih tinggi, kamu tidak terlalu terjebak pergerakan acak di pasar.
Langkah 4: Sesuaikan Risk Management
Ini bagian yang paling krusial.
Aturan sederhana saat bank holiday:
-
Kurangi lot
Jika biasanya trading 0.10 lot, kurangi menjadi 0.05 atau bahkan 0.02.
-
Perkecil target profit
Market sepi → target realistis.
Ambil 10–20 pips sudah bagus.
-
Jangan memperbesar stop loss hanya agar “tidak kena”
Itu bukan disiplin, tapi spekulasi.
-
Hindari martingale, averaging, dan strategi balas dendam
Kondisi sepi sangat berbahaya untuk strategi agresif.
Plan trading yang baik berarti setiap entry sudah dihitung, bukan asal klik.
Langkah 5: Fokus pada Setup yang Benar-Benar Jelas
Saat bank holiday, pilih hanya setup dengan:
-
konfirmasi multi-timeframe
-
level support/resistance kuat
-
sinyal price action yang clean
-
arah tren yang jelas
Jika ragu, tunda.
Trading bukan lomba siapa yang paling banyak entry — tapi siapa yang paling disiplin.
Langkah 6: Punya Plan Alternatif: Tidak Trading
Plan terbaik terkadang adalah tidak masuk market sama sekali.
Banyak trader profesional melakukan hal ini:
Tanpa tekanan market, pikiran lebih jernih — dan kualitas trading meningkat ke depannya.
Langkah 7: Catat Semuanya di Jurnal Trading
Setiap keputusan saat bank holiday harus dicatat:
-
kapan entry
-
alasan masuk
-
kondisi market
-
hasil akhir
-
pelajaran yang didapat
Dengan jurnal, kamu bisa melihat pola:
Plan trading bukan hanya tentang aturan — tetapi proses belajar berkelanjutan.
Kesimpulan
Bank holiday bukan musuh, melainkan sinyal untuk memperlambat langkah.
Dengan plan yang tepat:
Trading itu maraton, bukan sprint. Yang penting bukan seberapa cepat profit, tetapi seberapa lama kamu bisa bertahan secara konsisten.
Bagi kamu yang ingin memperdalam pemahaman tentang penyusunan plan trading, manajemen risiko, psikologi market, dan strategi yang benar-benar teruji, mengikuti program edukasi trading akan sangat membantu. Di sana, kamu bisa belajar langsung dengan mentor berpengalaman, studi kasus nyata, serta bimbingan langkah demi langkah agar lebih siap menghadapi berbagai kondisi market — termasuk saat bank holiday. Informasi lengkapnya bisa kamu temukan di website resmi: [www.didimax.co.id].
Jangan biarkan trading berjalan tanpa arah dan tanpa rencana. Dengan fondasi edukasi yang kuat, peluang profit akan menjadi lebih terstruktur, risiko semakin terkendali, dan perjalanan tradingmu menjadi lebih matang. Jika kamu serius ingin berkembang, pastikan untuk mengeksplor lebih jauh program edukasi yang tersedia di [www.didimax.co.id] dan mulai membangun disiplin trading dari sekarang.