Average True Range (ATR) adalah salah satu indikator yang paling penting di dunia trading Forex. Indikator teknikal ini bisa memberikan informasi yang cukup akurat mengenai
fluktuasi pasar dari suatu mata uang di periode waktu tertentu.
Indikator ini bekerja dengan mengukur volatilitas harga dari suatu mata uang. Dengan pengukuran tersebut, akan dilakukan interpretasi yang menghasilkan banyak jenis
data bagi pengguna.
Cara Pakai Indikator Average True Range
Untuk memakai indikator Average True Range, ada beberapa hal yang penting untuk Anda perhatikan. Berikut beberapa hal tersebut:
1. Pemahaman ATR
Indikator ATR adalah alat analisis teknis yang digunakan dalam perdagangan forex dan pasar keuangan lainnya.
Indikator Average True Range dikembangkan oleh J. Welles Wilder Jr. dan bertujuan untuk mengukur volatilitas pasar dengan menghitung rentang pergerakan harga aktual
dari suatu aset atau pasangan mata uang dalam periode waktu tertentu.
Konsep "True Range" mencakup berbagai situasi seperti jarak antara harga penutupan dan pembukaan, perbedaan antara harga tertinggi dan terendah dalam satu periode,
serta perbedaan antara harga tertinggi pada satu periode dengan harga penutupan periode sebelumnya.
Rata-rata dari kisaran ini memberikan nilai ATR. Pemahaman tentang volatilitas pasar adalah kunci dalam mengembangkan strategi perdagangan yang efektif.
2. Tambahkan Indikator ATR ke Grafik
Untuk menggunakan indikator Average True Range dalam perdagangan forex, langkah pertama adalah menambahkan indikator tersebut ke grafik harga pada platform perdagangan
Anda.
Mayoritas platform perdagangan forex seperti MetaTrader menawarkan indikator ATR di antara berbagai pilihan indikator teknis. Setelah Anda memilih ATR, Anda dapat
mengatur periode waktu yang ingin Anda gunakan untuk perhitungan.
Periode default adalah 14, tetapi dapat disesuaikan sesuai dengan preferensi dan gaya perdagangan Anda.
Setelah diaktifkan, indikator Average True Range akan ditampilkan sebagai garis atau histogram di bagian bawah grafik harga, memberikan gambaran visual tentang
volatilitas pasar dalam periode yang ditentukan.
Dengan menambahkan ATR ke grafik, trader dapat memantau perubahan dalam volatilitas pasar dan menggunakan informasi ini dalam pengambilan keputusan perdagangan mereka.
3. Konfigurasi Indikator ATR
Setelah Anda menambahkan indikator Average True Range ke grafik harga, langkah selanjutnya adalah konfigurasi. Indikator ATR mengukur volatilitas pasar dengan
menghitung rata-rata dari rentang pergerakan harga selama periode waktu tertentu.
Secara default, periode waktu yang digunakan adalah 14, tetapi dapat disesuaikan sesuai dengan preferensi Anda. Anda dapat mengubah periode ini sesuai dengan kebutuhan
perdagangan Anda.
Sebagai contoh, beberapa trader mungkin lebih suka menggunakan periode yang lebih pendek untuk mengukur volatilitas jangka pendek, sementara yang lain mungkin memilih
periode yang lebih panjang untuk melacak volatilitas jangka panjang.
Penting untuk menguji berbagai periode dan menyesuaikannya dengan strategi perdagangan Anda sebelum menggunakannya secara aktif.
4. Interpretasi Nilai ATR
Setelah mengonfigurasi indikator ini, nilai Average True Range akan ditampilkan sebagai garis atau histogram di bagian bawah grafik harga. Nilai-nilai ini mencerminkan
volatilitas pasar dalam periode waktu yang dipilih.
Semakin tinggi nilai ATR, semakin besar volatilitas pasar dalam periode waktu tersebut, dan sebaliknya. Trader dapat menggunakan nilai ATR untuk mendapatkan pemahaman
tentang seberapa besar pergerakan harga yang dapat diharapkan dalam jangka waktu tertentu.
Informasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi periode perdagangan yang volatil dan mengambil langkah-langkah yang sesuai dalam mengatur strategi perdagangan.
Misalnya, saat nilai ATR tinggi, trader mungkin ingin menggunakan stop loss yang lebih luas atau menyesuaikan ukuran posisi mereka untuk mengakomodasi volatilitas
pasar yang tinggi.
Sebaliknya, saat nilai ATR rendah, trader dapat mengharapkan pergerakan harga yang lebih terbatas, dan strategi perdagangan mereka mungkin perlu disesuaikan untuk
menghadapi kondisi pasar yang kurang volatil.
Dengan memahami nilai-nilai ATR, trader dapat mengambil keputusan perdagangan yang lebih terinformasi dan meningkatkan kinerja perdagangan mereka secara keseluruhan.
5. Menggunakan ATR untuk Menetapkan Stop Loss dan Take Profit
Salah satu aplikasi utama dari indikator Average True Range adalah dalam menetapkan level stop loss dan take profit. Dalam perdagangan forex, level stop loss dan take
profit adalah parameter kunci yang membantu mengelola risiko dan mengunci keuntungan.
Dengan menggunakan informasi tentang volatilitas pasar yang diberikan oleh indikator ATR, trader dapat menyesuaikan level stop loss dan take profit mereka untuk
mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.
Misalnya, jika nilai ATR tinggi, ini menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami volatilitas yang tinggi dan pergerakan harga yang besar.
Dalam situasi seperti itu, trader mungkin ingin menempatkan level stop loss yang lebih luas untuk memberikan perdagangan lebih banyak ruang untuk bernapas.
Di sisi lain, saat nilai ATR rendah, trader mungkin memilih untuk menempatkan stop loss yang lebih ketat untuk membatasi kerugian dalam kondisi pasar yang kurang
volatil.
Dengan memanfaatkan informasi dari indikator ATR, trader dapat mengembangkan strategi manajemen risiko yang lebih efektif dan mengoptimalkan potensi keuntungan
perdagangan mereka.
6. Mengidentifikasi Breakout
Indikator Average True Range juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi peluang breakout di pasar.
Breakout terjadi ketika harga menembus level resistensi atau support yang signifikan, dan sering kali diikuti oleh pergerakan harga yang signifikan ke arah tertentu.
Dengan memonitor nilai ATR, trader dapat mengidentifikasi periode di mana volatilitas pasar meningkat, yang sering kali terjadi sebelum breakout terjadi.
Peningkatan volatilitas dapat menjadi sinyal bahwa pasar sedang mempersiapkan untuk pergerakan yang lebih besar, dan trader dapat memanfaatkan informasi ini untuk
mempersiapkan posisi perdagangan mereka.
Dengan memahami pola volatilitas yang diberikan oleh indikator ATR, trader dapat mengidentifikasi peluang perdagangan yang potensial dan merencanakan strategi
perdagangan mereka dengan lebih baik.
Dengan demikian, indikator ATR dapat menjadi alat yang berharga dalam analisis teknis dan pengambilan keputusan perdagangan di pasar forex.
7. Perhatikan Perubahan Volatilitas
Indikator Average True Range juga bermanfaat untuk mengamati perubahan dalam volatilitas pasar dari waktu ke waktu.
Volatilitas pasar bisa berubah dalam rentang waktu yang singkat, terutama dalam situasi pasar yang dinamis atau di tengah peristiwa ekonomi yang signifikan.
Dengan memonitor nilai ATR secara teratur, trader dapat mengidentifikasi tren volatilitas dan menyesuaikan strategi perdagangan mereka sesuai dengan kondisi pasar yang
baru.
Misalnya, jika nilai ATR telah meningkat secara signifikan dari periode sebelumnya, ini bisa menjadi indikasi bahwa volatilitas pasar sedang meningkat, dan trader
mungkin perlu mengadaptasi strategi mereka untuk mengatasi perubahan kondisi pasar.
8. Gunakan Bersama dengan Indikator Lain
Indikator Average True Range dapat digunakan bersama dengan indikator teknis lainnya untuk memperkuat analisis perdagangan dan mengidentifikasi peluang perdagangan
yang lebih kuat.
Misalnya, ATR dapat digunakan bersama dengan indikator tren seperti Moving Average atau MACD untuk mengonfirmasi sinyal perdagangan atau menilai kekuatan tren yang
ada.
Selain itu, ATR juga dapat digunakan sebagai bagian dari sistem perdagangan yang lebih kompleks yang memanfaatkan beberapa indikator teknis untuk menghasilkan sinyal
perdagangan yang lebih akurat.
Dengan menggabungkan indikator ATR dengan indikator teknis lainnya, trader dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang kondisi pasar dan meningkatkan keberhasilan
perdagangan.
Penting untuk selalu mengasah kemampuan dalam menganalisis indikator ATR. Hal tersebut akan membuat Anda semakin peka saat melihat data yang terdapat pada indicator
Average True Range.
Baca juga artikel kami mengenai : strategi Stochastic Oscillator