Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Cara Riset Pola Candle ke-3 Setelah Breakout

Cara Riset Pola Candle ke-3 Setelah Breakout

by Rizka

Cara Riset Pola Candle ke-3 Setelah Breakout

Dalam dunia trading, breakout sering dianggap sebagai momen krusial yang menandai awal pergerakan harga yang signifikan. Namun, tidak semua breakout berujung pada tren yang berkelanjutan. Banyak trader pemula terjebak pada false breakout karena terlalu cepat masuk pasar tanpa konfirmasi yang cukup. Di sinilah pentingnya riset pola candle ke-3 setelah breakout. Pendekatan ini membantu trader menyaring sinyal palsu, memahami kekuatan pasar, dan meningkatkan probabilitas keberhasilan transaksi.

Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu breakout, mengapa candle ke-3 penting, serta langkah-langkah riset yang sistematis untuk menganalisis pola candle ke-3 setelah breakout. Dengan pemahaman yang tepat, strategi ini dapat menjadi salah satu fondasi kuat dalam pengambilan keputusan trading.

Memahami Konsep Breakout

Breakout terjadi ketika harga menembus level support atau resistance yang signifikan. Level-level ini biasanya terbentuk dari pergerakan harga sebelumnya yang berulang kali tertahan di area tertentu. Ketika harga akhirnya menembus area tersebut dengan momentum yang kuat, banyak trader menginterpretasikannya sebagai sinyal awal tren baru.

Namun, realitas pasar tidak selalu ideal. Breakout bisa gagal karena berbagai faktor, seperti kurangnya volume, kondisi pasar yang ranging, atau adanya intervensi pelaku pasar besar. Oleh karena itu, trader tidak cukup hanya mengandalkan satu candle breakout sebagai dasar entry.

Mengapa Candle ke-3 Setelah Breakout Penting?

Candle pertama setelah breakout biasanya mencerminkan reaksi awal pasar. Candle kedua sering kali menunjukkan kelanjutan atau mulai munculnya keraguan. Candle ke-3 memiliki peran yang sangat penting karena pada titik ini, pasar mulai “memutuskan” apakah breakout tersebut valid atau hanya jebakan.

Secara psikologis, candle ke-3 mencerminkan konsensus pasar yang lebih luas. Trader-trader yang konservatif cenderung menunggu konfirmasi tambahan, dan candle ke-3 sering menjadi momen di mana mereka ikut masuk pasar. Jika candle ke-3 mendukung arah breakout, maka peluang terjadinya tren lanjutan menjadi lebih besar.

Karakteristik Breakout yang Sehat

Sebelum meriset candle ke-3, trader perlu memastikan bahwa breakout yang terjadi memiliki karakteristik yang sehat. Beberapa ciri breakout yang berkualitas antara lain:

  1. Penembusan yang jelas
    Harga menembus level support atau resistance dengan body candle yang tegas, bukan hanya sekadar ekor (shadow).

  2. Didukung oleh volume
    Volume yang meningkat menunjukkan adanya partisipasi pasar yang kuat dan minat yang tinggi terhadap pergerakan tersebut.

  3. Struktur pasar yang mendukung
    Breakout yang terjadi setelah fase konsolidasi atau akumulasi cenderung lebih valid dibanding breakout di pasar yang sudah terlalu volatil.

Jika ketiga faktor ini terpenuhi, maka riset candle ke-3 akan menjadi jauh lebih relevan dan akurat.

Langkah Awal Riset Pola Candle ke-3

Riset dimulai dengan mengidentifikasi level kunci pada timeframe yang sesuai dengan gaya trading Anda. Trader intraday mungkin menggunakan timeframe M15 atau H1, sementara swing trader lebih nyaman dengan H4 atau Daily.

Setelah level kunci ditandai, tunggu hingga terjadi breakout. Jangan langsung entry. Catat perilaku tiga candle setelah breakout tersebut, baik dari segi bentuk candle, ukuran body, panjang shadow, maupun hubungan antar candle.

Analisis Candle Pertama dan Kedua

Candle pertama setelah breakout biasanya memiliki body yang relatif besar. Ini menandakan dorongan awal yang kuat. Candle kedua bisa bervariasi: bisa berupa candle lanjutan, doji, atau bahkan candle koreksi kecil.

Candle kedua yang masih bertahan di atas (untuk breakout ke atas) atau di bawah (untuk breakout ke bawah) level kunci menunjukkan bahwa pasar mulai menerima harga baru tersebut. Namun, konfirmasi sesungguhnya sering datang pada candle ke-3.

Fokus Utama: Struktur Candle ke-3

Candle ke-3 adalah pusat dari riset ini. Beberapa skenario umum yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Candle ke-3 sebagai candle impulsif
    Jika candle ke-3 kembali menunjukkan body besar searah breakout, ini merupakan sinyal konfirmasi yang sangat kuat. Artinya, tekanan beli atau jual masih mendominasi pasar.

  2. Candle ke-3 sebagai candle konsolidasi kecil
    Candle dengan body kecil dan shadow seimbang bisa menandakan jeda sementara sebelum pergerakan lanjutan. Dalam konteks tren awal, ini masih bisa dianggap valid.

  3. Candle ke-3 sebagai candle penolakan
    Jika candle ke-3 membentuk pola seperti pin bar atau engulfing berlawanan arah, trader perlu waspada. Ini bisa menjadi indikasi awal kegagalan breakout.

Konteks Lebih Penting dari Pola Tunggal

Salah satu kesalahan umum trader adalah terlalu fokus pada satu pola candle tanpa melihat konteks. Candle ke-3 harus dianalisis dalam hubungan dengan struktur pasar secara keseluruhan. Perhatikan tren mayor, area supply dan demand, serta sentimen pasar yang sedang berlangsung.

Misalnya, breakout ke atas yang terjadi searah tren naik utama dan didukung candle ke-3 yang kuat akan memiliki probabilitas lebih tinggi dibanding breakout yang melawan tren besar.

Menggabungkan dengan Indikator Tambahan

Untuk meningkatkan akurasi riset, candle ke-3 dapat dikombinasikan dengan indikator teknikal. Beberapa indikator yang sering digunakan antara lain:

  • Moving Average untuk melihat apakah harga berada di atas atau di bawah rata-rata penting.

  • RSI untuk mengukur momentum dan menghindari entry di kondisi overbought atau oversold ekstrem.

  • Volume Indicator untuk memastikan partisipasi pasar tetap kuat hingga candle ke-3.

Indikator bukan untuk menggantikan analisis price action, melainkan sebagai alat konfirmasi tambahan.

Manajemen Risiko dalam Entry Candle ke-3

Masuk pasar berdasarkan candle ke-3 bukan berarti mengabaikan manajemen risiko. Stop loss tetap wajib dipasang. Umumnya, stop loss dapat diletakkan di bawah level breakout (untuk posisi buy) atau di atas level breakout (untuk posisi sell).

Dengan pendekatan ini, risiko relatif lebih kecil dibanding entry langsung saat candle breakout pertama. Selain itu, trader sudah memiliki bukti tambahan bahwa pasar cenderung bergerak sesuai ekspektasi.

Contoh Alur Riset yang Sistematis

Sebuah riset yang baik biasanya dilakukan dengan mencatat dan mengevaluasi data historis. Trader dapat membuka chart lama, menandai beberapa kejadian breakout, lalu mengamati perilaku candle ke-3 setelahnya. Dari sini, trader akan menemukan pola berulang yang sesuai dengan karakter instrumen yang diperdagangkan.

Proses ini memang memakan waktu, tetapi hasilnya adalah pemahaman yang lebih dalam dan kepercayaan diri yang meningkat saat mengambil keputusan trading.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam riset pola candle ke-3 antara lain terlalu cepat menyimpulkan, tidak konsisten dalam timeframe, serta mengabaikan faktor fundamental yang sedang mempengaruhi pasar. Trader juga sering lupa bahwa tidak ada strategi yang selalu benar. Fokus utama seharusnya pada probabilitas dan konsistensi, bukan kepastian mutlak.

Penutup

Riset pola candle ke-3 setelah breakout adalah pendekatan yang menekankan kesabaran dan konfirmasi. Dengan menunggu satu atau dua candle tambahan, trader dapat menghindari banyak sinyal palsu dan masuk pasar dengan dasar analisis yang lebih kuat. Strategi ini sangat cocok bagi trader yang ingin membangun kebiasaan trading yang disiplin dan berbasis data.

Menguasai riset seperti ini tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga bimbingan dan praktik yang terarah. Jika Anda ingin memperdalam pemahaman tentang price action, breakout, dan strategi trading yang aplikatif, mengikuti program edukasi trading yang terstruktur akan sangat membantu perkembangan Anda sebagai trader.

Didimax menyediakan program edukasi trading yang dirancang untuk berbagai level, mulai dari pemula hingga trader berpengalaman. Melalui pembelajaran yang sistematis, pendampingan profesional, dan materi yang relevan dengan kondisi pasar, Anda bisa mengasah kemampuan analisis dan pengambilan keputusan trading secara lebih percaya diri. Kunjungi www.didimax.co.id dan temukan program edukasi yang sesuai dengan kebutuhan trading Anda.

Dengan belajar di lingkungan yang tepat dan didukung oleh mentor berpengalaman, proses memahami strategi seperti riset pola candle ke-3 setelah breakout akan menjadi jauh lebih efektif. Jadikan investasi pada ilmu trading sebagai langkah awal untuk membangun konsistensi dan peluang sukses jangka panjang bersama Didimax.