Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Checklist Trading Plan Forex Khusus Bank Holiday

Checklist Trading Plan Forex Khusus Bank Holiday

by rizki

Checklist Trading Plan Forex Khusus Bank Holiday

Bank holiday atau hari libur bank sering dianggap sepele oleh banyak trader. Padahal, periode ini justru sering menghadirkan kondisi pasar yang tidak biasa: likuiditas menurun, spread melebar, pergerakan harga sering tidak terduga, dan sinyal teknikal menjadi kurang valid. Tanpa persiapan yang matang, bukan hanya peluang yang terlewat — modal pun bisa tergerus tanpa disadari.

Karena itu, memiliki checklist trading plan khusus untuk periode bank holiday adalah langkah penting. Checklist ini berfungsi sebagai panduan praktis yang membantu Anda tetap disiplin, objektif, dan terhindar dari keputusan emosional.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap poin-poin checklist yang bisa Anda gunakan langsung sebelum, saat, dan setelah trading pada periode bank holiday.


1. Cek Jadwal Bank Holiday Secara Rutin

Hal pertama yang wajib ada dalam checklist adalah:

“Apakah saya sudah mengecek jadwal bank holiday hari ini dan minggu ini?”

Bank holiday tidak terjadi serentak di seluruh dunia. Pasar forex memang buka 24 jam, tetapi ketika bank besar suatu negara libur, volume transaksi dari negara tersebut akan menurun drastis.

Contoh:

  • Libur bank di Amerika Serikat ➜ dampak besar pada USD, emas, indeks saham.

  • Libur bank di Jepang ➜ pergerakan JPY melambat atau menjadi tidak stabil.

  • Libur bank di Inggris ➜ pasangan GBP cenderung kurang likuid.

Dengan mengetahui jadwalnya lebih dulu, Anda bisa:

  • memilih pair yang lebih aktif,

  • menghindari pair yang terlalu sepi,

  • dan menyiapkan ekspektasi yang realistis.

Biasakan untuk mengecek kalender ekonomi setiap awal minggu dan setiap pagi.


2. Tentukan Apakah Trading atau Tidak

Checklist berikutnya:

“Apakah saya benar-benar perlu trading hari ini?”

Banyak trader profesional memiliki prinsip sederhana:

Jika kondisi pasar tidak ideal, tidak trading adalah keputusan terbaik.

Di periode bank holiday:

  • Harga sering menyentuh level support/resistance palsu.

  • Fake breakout lebih sering terjadi.

  • Volume tipis membuat market mudah “digerakkan” oleh transaksi besar.

Sebelum klik tombol buy atau sell, tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah setup benar-benar jelas?

  • Apakah risiko sepadan dengan potensi profit?

  • Apakah saya hanya ingin trading karena bosan?

Jika jawabannya ragu-ragu, menunggu bisa jadi pilihan paling bijak.


3. Batasi Ukuran Lot Lebih Kecil dari Biasanya

Checklist berikutnya:

“Apakah ukuran lot saya sudah disesuaikan dengan kondisi bank holiday?”

Money management di hari normal sudah wajib disiplin — apalagi saat bank holiday.

Beberapa penyesuaian yang bisa dilakukan:

  • Kurangi lot 30–50% dari biasanya.

  • Hindari over-leverage.

  • Hindari membuka terlalu banyak posisi sekaligus.

Tujuannya sederhana:
mengurangi dampak ketika market bergerak tidak wajar.

Lebih baik profit kecil namun aman, daripada mengejar profit besar tetapi risiko meningkat tajam.


4. Perketat Stop Loss — Jangan Trading Tanpa Batas Risiko

Checklist berikutnya:

“Apakah setiap posisi saya sudah memiliki stop loss yang jelas?”

Di kondisi likuiditas tipis, harga bisa bergerak:

  • cepat,

  • tidak rasional,

  • dan kadang meloncat (slippage).

Karena itu:

  • Jangan pakai stop loss “mental”.

  • Jangan berharap bisa menutup posisi secara manual.

  • Tentukan stop loss berdasarkan analisa, bukan perasaan.

Pastikan jarak stop loss masih rasional dan tidak terlalu dekat sehingga mudah tersentuh noise kecil.


5. Hindari Scalping Berlebihan

Banyak trader berpikir:

“Pasar sepi, enak buat scalping!”

Sayangnya, justru sebaliknya.

Saat bank holiday:

  • spread bisa melebar tiba-tiba,

  • candle kecil namun spike tajam,

  • sinyal cepat sering gagal.

Scalping dengan spread yang membengkak membuat profit potensial semakin tipis atau bahkan berubah menjadi rugi.

Jika ingin tetap scalping:

  • pilih pair major,

  • cek spread sebelum masuk,

  • dan batasi jumlah entry per hari.


6. Fokus pada Pair yang Masih Likuid

Checklist berikutnya:

“Apakah pair yang saya pilih tetap likuid meski bank holiday?”

Sebagai contoh:

  • Jika Eropa libur, hindari EUR cross.

  • Jika Jepang libur, hati-hati di JPY.

  • Jika Amerika libur, sebagian besar market akan melambat.

Pair yang biasanya lebih stabil:

  • EURUSD

  • GBPUSD

  • USDJPY

Namun tetap perhatikan jadwal masing-masing negara.


7. Sederhanakan Strategi — Jangan Banyak Modifikasi

Saat kondisi pasar tidak ideal, banyak trader justru:

  • mencoba strategi baru,

  • menambah indikator,

  • bereksperimen tanpa rencana.

Ini berbahaya.

Checklist penting:

“Apakah saya tetap menggunakan strategi utama saya?”

Di periode spesial seperti bank holiday:

  • gunakan strategi yang sudah teruji,

  • hindari uji coba,

  • tetap fokus pada aturan yang biasa dipakai.

Tujuan utama saat bank holiday bukan mengejar profit besar,
tetapi bertahan dan melindungi modal.


8. Pantau Berita — Meski Bank Libur, Market Bisa Bergerak

Meski bank libur, berita tetap bisa rilis.

Contoh:

  • pernyataan pejabat bank sentral,

  • data ekonomi yang tetap dijadwalkan,

  • isu geopolitik atau krisis mendadak.

Checklist:

“Apakah saya sudah mengecek berita hari ini?”

Gabungan bank holiday + berita besar bisa menghasilkan volatilitas ekstrem.

Karena itu:

  • hindari entry menjelang rilis berita,

  • tunggu market tenang kembali,

  • jangan mengejar pergerakan yang sudah terlambat.


9. Disiplin Pada Target Harian

Saat market sepi, godaan terbesar adalah mencari peluang yang tidak ada.

Checklist:

“Apakah saya sudah menetapkan target profit dan batas loss harian?”

Contoh sederhana:

  • Target profit harian: 1–2%

  • Batas kerugian: maksimal 2–3%

Jika target tercapai — berhenti.
Jika batas rugi tercapai — berhenti.

Jangan balas dendam.
Jangan memaksa.

Konsistensi jauh lebih penting dibanding trading setiap hari.


10. Evaluasi Setelah Market Tutup

Checklist terakhir:

“Apakah saya sudah melakukan evaluasi trading hari ini?”

Catat hal berikut:

  • Pair yang ditradingkan

  • Alasan entry

  • Hasil (profit/loss)

  • Pelajaran yang didapat

Evaluasi membantu:

  • mengenali kesalahan berulang,

  • memperbaiki strategi,

  • meningkatkan disiplin.

Dengan evaluasi rutin, trading plan khusus bank holiday akan semakin matang dan efektif.


Penutup

Bank holiday bukan berarti market berhenti total — tetapi karakter pasar berubah. Trader yang tidak siap sering terjebak oleh pergerakan semu dan kondisi likuiditas rendah. Sementara trader yang disiplin, sabar, dan memiliki checklist jelas justru mampu menjaga modal dan mendapatkan peluang secara bijak.

Checklist di atas bisa Anda jadikan panduan tetap fokus, terstruktur, dan tidak terbawa emosi. Modifikasi sesuai gaya trading Anda, namun jangan pernah mengabaikan prinsip dasarnya: amankan risiko terlebih dahulu, baru pikirkan profit.

Pada akhirnya, kemampuan membaca kondisi pasar dan mengatur strategi membutuhkan proses belajar yang serius. Jika Anda ingin memperdalam pemahaman, belajar langsung dengan mentor, serta mendapatkan materi edukasi trading yang terarah, Anda bisa mengikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id. Materinya disusun sistematis mulai dari dasar hingga strategi lanjutan.

Bergabung dalam komunitas yang suportif akan membantu Anda mempercepat proses belajar, terhindar dari kesalahan pemula, dan memiliki panduan yang jelas saat menghadapi momen khusus seperti bank holiday. Kunjungi www.didimax.co.id dan mulailah perjalanan trading yang lebih terarah dan aman.