Coba Teknik “One Shot, One Kill”
Dalam dunia trading, banyak trader pemula hingga menengah terjebak pada kebiasaan membuka terlalu banyak posisi dalam satu hari. Mereka merasa semakin sering masuk pasar, semakin besar peluang profit yang didapat. Padahal, realitanya justru sebaliknya: semakin sering entry tanpa perhitungan matang, semakin besar pula risiko kesalahan, overtrade, dan kelelahan mental. Dari sinilah muncul konsep dan pendekatan yang dikenal dengan teknik “one shot, one kill”, sebuah filosofi trading yang menekankan kualitas dibanding kuantitas.
Teknik “one shot, one kill” bukan sekadar istilah keren, tetapi sebuah mindset dan sistem kerja yang menuntut disiplin tinggi. Trader hanya fokus pada satu peluang terbaik dalam satu sesi atau satu hari, lalu mengeksekusinya dengan perencanaan matang. Jika peluang itu berhasil, trader berhenti. Jika gagal, trader tetap berhenti. Tidak ada balas dendam pada market, tidak ada entry tambahan karena emosi. Pendekatan ini terdengar sederhana, tetapi justru sangat menantang untuk dijalankan secara konsisten.
Konsep dasar dari teknik ini adalah keyakinan bahwa market selalu menyediakan peluang berkualitas, tetapi tidak setiap waktu. Oleh karena itu, tugas trader bukan memaksakan entry, melainkan menunggu momen terbaik. Trader yang menggunakan pendekatan “one shot, one kill” biasanya sudah memiliki kriteria entry yang sangat jelas, baik dari sisi teknikal, waktu trading, maupun manajemen risiko. Semua sudah direncanakan sebelum market bergerak.
Salah satu keunggulan utama teknik ini adalah kemampuannya menekan overtrading. Overtrading sering terjadi karena trader merasa harus selalu “melakukan sesuatu” di market. Padahal, tidak entry juga merupakan sebuah keputusan trading. Dengan membatasi diri hanya pada satu posisi terbaik, trader belajar untuk lebih selektif, sabar, dan objektif. Hal ini secara langsung berdampak pada kestabilan psikologi trading.
Dalam praktiknya, teknik “one shot, one kill” biasanya diawali dengan proses analisis yang lebih mendalam dari biasanya. Trader akan memetakan kondisi market secara menyeluruh: tren utama, area support dan resistance penting, level supply dan demand, serta kemungkinan reaksi harga di area tersebut. Tidak jarang trader juga menunggu konfirmasi tambahan seperti pola candlestick tertentu atau indikator pendukung untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan.
Selain analisis teknikal, aspek timing juga sangat penting. Trader perlu menentukan jam trading paling optimal sesuai dengan karakter instrumen yang diperdagangkan. Misalnya, pada market forex, sesi London dan New York sering dianggap sebagai waktu dengan volatilitas dan peluang terbaik. Dengan membatasi waktu trading, trader menghindari entry di kondisi market yang cenderung sideways atau tidak jelas arahnya.
Manajemen risiko menjadi pondasi utama dalam teknik ini. Karena hanya mengandalkan satu entry, trader harus memastikan bahwa risiko per posisi benar-benar terkendali. Umumnya, risiko dibatasi pada persentase kecil dari total modal, misalnya 1% atau bahkan kurang. Dengan demikian, jika satu-satunya posisi tersebut berakhir loss, dampaknya tidak menghancurkan akun maupun mental trader.
Penempatan stop loss dan take profit juga tidak bisa sembarangan. Trader perlu memastikan bahwa rasio risk-reward tetap masuk akal, misalnya minimal 1:2 atau 1:3. Artinya, potensi keuntungan harus lebih besar dibandingkan risiko kerugian. Inilah yang membuat teknik “one shot, one kill” tetap dapat menghasilkan profit secara konsisten meskipun tingkat kemenangan tidak terlalu tinggi.
Dari sisi psikologis, teknik ini melatih trader untuk menerima hasil apa pun dengan lebih tenang. Karena sudah ada batasan yang jelas—hanya satu entry—trader tidak lagi terjebak pada keinginan untuk “memperbaiki” kesalahan dengan entry tambahan. Hal ini membantu mengurangi stres, emosi berlebihan, dan kelelahan mental yang sering dialami trader aktif.
Namun, teknik “one shot, one kill” juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah rasa ragu saat peluang sudah muncul. Banyak trader justru melewatkan setup terbaik karena takut salah, terutama jika sebelumnya baru saja mengalami kerugian. Oleh karena itu, kepercayaan pada sistem dan hasil backtest sangat penting agar trader berani mengeksekusi rencana dengan konsisten.
Tantangan lainnya adalah rasa tidak sabar. Menunggu satu peluang terbaik bisa memakan waktu berjam-jam, bahkan seharian tanpa entry. Bagi trader yang terbiasa aktif, hal ini terasa membosankan. Tetapi justru di sinilah nilai latihan mentalnya. Trader belajar bahwa profit tidak datang dari aktivitas yang berlebihan, melainkan dari keputusan yang tepat.
Teknik ini sangat cocok diuji terlebih dahulu di akun demo. Dengan akun demo, trader dapat melatih disiplin tanpa tekanan kehilangan uang sungguhan. Trader bisa mencatat setiap trade, mengevaluasi apakah entry benar-benar sesuai rencana, dan menilai hasilnya secara objektif. Proses evaluasi ini sangat penting sebelum teknik diterapkan di akun real.
Dalam jangka panjang, pendekatan “one shot, one kill” membantu trader membangun kebiasaan trading yang lebih profesional. Trader tidak lagi bertindak impulsif, tetapi mengikuti rencana yang terstruktur. Kebiasaan ini akan sangat berguna ketika modal semakin besar, karena kesalahan kecil pun bisa berdampak signifikan jika tidak dikontrol.
Perlu dipahami bahwa teknik ini bukan jaminan profit instan. Tidak ada teknik trading yang selalu benar. Namun, “one shot, one kill” memberikan kerangka kerja yang jelas untuk mengelola peluang, risiko, dan emosi secara seimbang. Dengan konsistensi dan evaluasi rutin, teknik ini dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perjalanan trading jangka panjang.
Bagi trader yang sering merasa lelah secara mental, sering overtrade, atau sulit konsisten, mencoba teknik ini bisa menjadi titik balik. Dengan membatasi diri pada satu keputusan terbaik, trader dipaksa untuk benar-benar memahami market dan diri sendiri. Inilah esensi sebenarnya dari trading: bukan sekadar mencari profit, tetapi membangun proses yang berkelanjutan.
Jika Anda ingin memperdalam pemahaman tentang teknik “one shot, one kill” dan berbagai pendekatan trading yang terstruktur, mengikuti program edukasi yang tepat akan sangat membantu. Dengan bimbingan yang sistematis, Anda dapat belajar menyusun rencana trading, mengelola risiko, dan melatih psikologi trading secara lebih terarah. Semua ini akan mempercepat proses belajar dan mengurangi kesalahan yang tidak perlu.
Melalui program edukasi trading yang komprehensif di www.didimax.co.id, Anda bisa mendapatkan wawasan praktis, latihan terarah, serta pendampingan untuk membangun kebiasaan trading yang disiplin dan konsisten. Jangan hanya mengandalkan coba-coba sendiri; tingkatkan kualitas trading Anda dengan belajar dari sumber yang tepat dan terpercaya agar perjalanan Anda di dunia trading menjadi lebih terukur dan berkelanjutan.