Entry Salah, Rugi Besar: Begini Cara Menghindarinya

Banyak trader pemula masuk ke market dengan semangat tinggi — tapi sayangnya, bukan dengan strategi.
Hasilnya? Entry salah, harga langsung berbalik, floating minus membengkak, dan akhirnya akun jebol.
Masalahnya bukan pada market.
Masalahnya ada pada cara kita memutuskan kapan harus masuk.
Di dunia trading, entry itu seperti menekan tombol gas di mobil.
Kalau waktunya pas, mobil melaju halus.
Kalau waktunya salah, kamu bisa menabrak.
Artikel ini akan membahas secara sederhana:
-
Kenapa entry sering salah
-
Kesalahan paling umum trader pemula
-
Cara menentukan entry yang lebih aman
-
Tips praktis agar tidak terjebak sinyal palsu
-
Bagaimana menjaga psikologi agar tidak “balas dendam” pada market
Kalau kamu baru belajar trading, baca sampai selesai — karena memahami entry yang tepat bisa menghemat banyak uang dan banyak stres.
Mengapa Banyak Trader Salah Entry?
Ada beberapa penyebab utama mengapa trader sering salah entry. Bukan karena bodoh, bukan karena sial, tetapi karena:
1. Entry karena perasaan, bukan perencanaan
Banyak pemula masuk market hanya karena:
Padahal market tidak peduli pada perasaan kita.
Trading seharusnya berbasis:
-
Data
-
Analisis
-
Sistem
-
Disiplin
Bukan pada kira-kira.
2. Entry terlalu cepat karena FOMO
FOMO (Fear Of Missing Out) adalah musuh utama trader.
Contohnya:
Harga baru naik sedikit → langsung buy.
Tanpa menunggu konfirmasi.
Tanpa memastikan tren.
Hasilnya?
Harga terkoreksi dulu, floating merah, panik, lalu cut loss di bawah — padahal setelah itu harga justru naik.
3. Tidak paham tren besar
Banyak trader hanya melihat timeframe kecil:
Padahal tren besar ada di:
Kalau tren besar turun, tapi kamu malah buy hanya karena ada candle kecil naik di M5 — peluang salahnya besar.
Kesalahan Entry yang Paling Sering Terjadi
Mari kita bahas satu per satu.
❌ Entry di puncak
Ini klasik.
Harga sudah naik tinggi → trader baru ikut buy.
Karena takut “ketinggalan kereta”.
Sayangnya, market tidak naik lurus. Selalu ada koreksi.
Dan trader pemula sering jadi korban koreksi.
❌ Entry melawan tren
Tren turun, tapi merasa harga sudah “terlalu murah”, lalu dipaksa buy.
Padahal:
Yang turun bisa terus turun.
Tren adalah teman.
Melawan tren itu seperti berenang melawan arus.
❌ Tidak pakai stop loss
Ini kesalahan fatal.
Banyak trader berpikir:
“Tahan saja dulu, nanti juga balik.”
Tapi market tidak selalu balik.
Tanpa stop loss, kerugian bisa makin besar sampai akun habis.
❌ Entry karena ikut-ikutan
Melihat di grup:
“Buy sekarang! Pasti profit!”
Langsung ikut.
Padahal:
-
Tidak tahu alasan entry
-
Tidak tahu target
-
Tidak tahu risiko
Trading bukan ikut arisan — setiap keputusan harus dipahami.
Cara Menghindari Entry Salah
Sekarang kita masuk ke bagian paling penting:
Bagaimana cara memperbaiki entry?
✅ 1. Tentukan tren terlebih dahulu
Gunakan timeframe besar untuk melihat arah utama:
Gunakan:
Tanyakan:
-
Tren naik? Fokus buy.
-
Tren turun? Fokus sell.
Dengan mengikuti tren, peluang profit jauh lebih besar.
✅ 2. Gunakan level penting (support & resistance)
Support = area kemungkinan harga memantul naik
Resistance = area kemungkinan harga memantul turun
Jangan entry sembarangan di tengah-tengah.
Tunggu harga:
✅ 3. Tunggu konfirmasi
Jangan terburu-buru.
Tunggu sinyal jelas seperti:
Lebih baik sedikit terlambat tapi aman,
daripada cepat tapi salah.
✅ 4. Selalu gunakan stop loss
Stop loss itu bukan musuh — itu pelindung uangmu.
Tentukan:
Dengan stop loss, kamu tahu:
✅ 5. Batasi lot sesuai modal
Entry bisa saja benar — tapi kalau lot berlebihan, tetap akan stres.
Gunakan:
Tujuannya sederhana: bertahan lama di market.
Psikologi: Musuh Terbesar di Balik Entry Salah
Bahkan dengan analisis bagus, entry bisa tetap salah jika psikologi tidak terkontrol.
🔥 Overtrading
Habis loss → masuk lagi
Loss lagi → masuk lagi
Ini disebut revenge trading.
Bukan karena ingin profit — tetapi ingin membalas market.
Hasilnya hampir selalu:
Rugi lebih besar.
🔥 Takut ketinggalan
Harga bergerak cepat → langsung lompat masuk.
Padahal trader profesional justru menunggu.
Market akan selalu memberi peluang — tapi hanya untuk yang sabar.
🔥 Tidak mau salah
Banyak trader tidak menerima kenyataan bahwa analisanya keliru.
Di sinilah masalah besar:
Padahal yang benar adalah:
Salah itu normal.
Yang penting, salahnya kecil.
Entry yang Baik = Sistem, Bukan Tebakan
Entry yang konsisten bukan hasil nekat.
Melainkan hasil:
-
Belajar
-
Latihan
-
Evaluasi
-
Disiplin
Jika kamu:
-
Sudah punya sistem
-
Tahu kapan masuk
-
Tahu kapan tidak masuk
-
Tahu kapan keluar
Maka trading akan jauh lebih tenang.
Bukan lagi:
Deg-degan setiap buka posisi.
Trading itu bukan soal menang besar sekali — tapi soal menjaga agar akun tetap hidup.
Dengan memahami cara entry yang benar:
Dan yang paling penting:
Kamu tidak lagi merasa market adalah musuh.
Karena kini, kamu bermain dengan rencana — bukan dengan emosi.
Di tahap ini, mungkin kamu sadar:
Belajar trading sendirian itu membingungkan.
Banyak istilah, banyak strategi, dan seringnya tidak tahu mana yang benar.
Kalau kamu ingin belajar dengan lebih terarah, step-by-step, dengan bimbingan edukasi yang jelas — kamu bisa mulai mengikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id. Di sana kamu bisa belajar tentang dasar trading, cara membaca market, hingga strategi manajemen risiko dengan contoh yang mudah dipahami.
Program edukasi ini cocok untuk pemula yang ingin belajar secara perlahan tetapi terstruktur. Kamu tidak dibiarkan menebak-nebak sendiri. Dengan mentor, materi, serta pendampingan, kamu bisa memahami kapan harus entry, kapan harus menunggu, dan bagaimana melindungi modal agar tidak habis sia-sia. Jika kamu serius ingin trading lebih aman, silakan kunjungi www.didimax.co.id dan mulai pelajari dari sekarang.