Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Investasi Trading Forex Cocok untuk Jangka Panjang atau Jangka Pendek?

Investasi Trading Forex Cocok untuk Jangka Panjang atau Jangka Pendek?

by lia nurullita

Investasi Trading Forex Cocok untuk Jangka Panjang atau Jangka Pendek?

Trading forex merupakan salah satu instrumen yang paling fleksibel di dunia keuangan. Tidak seperti investasi saham yang lebih stabil untuk jangka panjang atau komoditas yang cenderung mengikuti siklus tahunan tertentu, forex dapat disesuaikan dengan berbagai gaya, tujuan, dan rentang waktu trader. Karena sifatnya yang bergerak 24 jam dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global, forex memungkinkan seseorang berinvestasi atau melakukan trading baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Namun, yang sering menjadi pertanyaan adalah:
“Sebenarnya, forex cocok untuk jangka panjang atau jangka pendek?”

Jawabannya:
Keduanya cocok, tergantung strategi, profil risiko, waktu yang tersedia, dan tujuan keuangan seseorang.

Artikel ini akan membahas dengan sangat lengkap dan mendalam perbedaan karakteristik jangka pendek dan jangka panjang dalam forex, keunggulannya, kelemahannya, strategi yang bisa digunakan, serta contoh simulasi realistis menggunakan modal $10.000 agar kamu memiliki gambaran jelas sebelum menentukan gaya trading.


1. Perbedaan Dasar antara Trading Jangka Pendek dan Jangka Panjang

A. Trading Jangka Pendek (Short Term)

Trading jangka pendek biasanya berlangsung dari hitungan menit, jam, hingga 1–3 hari. Beberapa gaya yang termasuk kategori ini adalah:

  • Scalping

  • Intraday Trading

  • Day Trading

  • Swing Trading pendek

Ciri-ciri trading jangka pendek:

  • Target profit kecil namun sering

  • Risiko per posisi lebih kecil

  • Membutuhkan analisis teknikal lebih aktif

  • Cocok untuk pasar yang volatil

  • Lebih cocok untuk trader yang punya waktu memantau chart

B. Trading Jangka Panjang (Long Term)

Trading jangka panjang berlangsung dalam hitungan minggu, bulan, hingga tahun. Biasanya menggunakan strategi:

  • Swing Trading besar

  • Position Trading

  • Carry Trade

  • Fundamental long-term

Ciri-ciri trading jangka panjang:

  • Frekuensi trading lebih sedikit

  • Target profit besar per posisi

  • Analisis lebih banyak menggunakan fundamental ekonomi

  • Drawdown sementara mungkin lebih besar

  • Tidak perlu memantau chart setiap hari


2. Forex sebagai Investasi Jangka Pendek

Banyak trader memilih forex sebagai sumber income jangka pendek karena:

a. Pergerakan Harga Cepat

Volatilitas tinggi membuat trader bisa mendapatkan profit harian.

b. Spread Rendah

Pasangan seperti EURUSD, GBPUSD, dan XAUUSD memiliki spread rendah untuk entry jangka pendek.

c. Bisa Trading Setiap Hari

Forex buka 24 jam, sehingga setiap hari selalu ada peluang.

d. Cocok untuk Penghasilan Tambahan

Trader part-time banyak memilih trading jangka pendek untuk mendapatkan cash flow cepat.

e. Risiko Mudah Dikendalikan

Kamu bisa:

  • Menentukan Stop Loss kecil

  • Menutup posisi cepat

  • Menghindari floating yang lama

Inilah alasan mengapa jangka pendek sangat populer, terutama untuk trader pemula, karyawan, atau siapa pun dengan waktu terbatas.


3. Forex sebagai Investasi Jangka Panjang

Banyak yang belum tahu bahwa forex juga cocok untuk jangka panjang. Trader jangka panjang biasanya memanfaatkan:

a. Perbedaan Kekuatan Ekonomi Antar Negara

Contoh: USD menguat saat suku bunga naik.

b. Siklus Fundamental Global

Krisis, inflasi, perang, suku bunga, pertumbuhan ekonomi.

c. Trend Multi-Mingguan atau Multi-Bulanan

Trend besar biasanya terjadi secara perlahan dan teratur.

d. Swap Positif (Carry Trade)

Beberapa pair memberikan bunga positif jika ditahan.

Keunggulan jangka panjang:

  • Tidak perlu monitor chart setiap jam

  • Potensi profit besar

  • Menggunakan fundamental yang lebih stabil

  • Cocok untuk trader yang sibuk

Kekurangannya:

  • Diperlukan modal lebih besar atau stop loss lebih lebar

  • Floating bisa panjang

  • Butuh kesabaran


4. Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Jawabannya tergantung:

1. Waktu yang Kamu Miliki

  • Waktu banyak → jangka pendek

  • Waktu sedikit → jangka panjang

2. Profil Risiko

  • Agresif → jangka pendek

  • Konservatif → jangka panjang

3. Tujuan Keuangan

  • Ingin cash flow harian/mingguan → jangka pendek

  • Ingin profit besar per posisi → jangka panjang

4. Emosi dan Psikologi

  • Mudah cemas floating lama → jangka pendek

  • Sabar dan tenang → jangka panjang


5. Contoh Simulasi Modal $10.000 dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Agar lebih mudah memahami perbandingannya, berikut simulasi realistis menggunakan modal $10.000.


A. Simulasi Trading Jangka Pendek (Short Term)

Target harian: 0,5%–1%
Risiko per posisi: 1%

Jika trader menghasilkan rata-rata 0,5% per hari, 20 hari trading dalam sebulan:

$10.000 × 0,5% = $50 per hari
$50 × 20 = $1.000 per bulan

Ini cocok sebagai:

  • Penghasilan tambahan

  • Cash flow mingguan

  • Pemasukan fleksibel

Jika trader sangat disiplin, jangka pendek bisa memberikan hasil stabil.


B. Simulasi Trading Jangka Panjang (Long Term)

Target bulanan: 5%–10%
Frekuensi posisi: 2–6 posisi besar per bulan

Jika trader menargetkan 7% dalam sebulan:

$10.000 × 7% = $700 per bulan

Tidak setiap bulan profit sama, tapi jangka panjang biasanya lebih stabil pada trader fundamental.


C. Perbedaan Risiko

Jangka pendek:

  • Stop Loss kecil (10–30 pips)

  • Risiko kecil, profit kecil tapi sering

Jangka panjang:

  • Stop Loss besar (100–300 pips)

  • Risiko besar, profit besar tapi tidak sering


6. Kelebihan Trading Jangka Pendek

  • Banyak peluang setiap hari

  • Cocok untuk pair volatil

  • Lebih cepat profit

  • Floating sedikit

  • Cocok untuk trader emosional (asal disiplin)


7. Kelebihan Trading Jangka Panjang

  • Cocok untuk orang sibuk

  • Tidak perlu pantau chart lama

  • Potensi profit besar satu posisi

  • Fokus pada trend besar

  • Tidak terganggu noise kecil


8. Mana yang Lebih Menguntungkan?

Tidak ada satu jawaban mutlak.

Namun secara rata-rata:

Trader jangka pendek → penghasilan cepat

Trader jangka panjang → profit besar dan stabil

Trader profesional biasanya menggabungkan keduanya:

  • Beberapa posisi untuk jangka pendek

  • Beberapa posisi untuk jangka panjang

  • Diversifikasi strategi


9. Kesalahan Umum Ketika Memilih Jangka Pendek atau Panjang

A. Kesalahan pada Jangka Pendek

  • Overtrading

  • Lot terlalu besar

  • Emosi tidak stabil

  • Sering ganti strategi

B. Kesalahan pada Jangka Panjang

  • Tidak sabar

  • Tidak memahami fundamental

  • Tidak siap floating panjang

  • Stop loss terlalu kecil untuk posisi besar


10. Trading Forex: Cocok untuk Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Inilah salah satu kekuatan utama forex: fleksibilitas.

Forex mampu memberikan:

  • Cash flow harian (jangka pendek)

  • Keuntungan besar sekali posisi (jangka panjang)

Tidak seperti pasar lain yang lebih “kaku” dalam strategi.


Kesimpulan

Trading forex cocok untuk jangka pendek dan jangka panjang. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Kamu hanya perlu menyesuaikannya dengan:

  • Waktu

  • Risiko

  • Tujuan

  • Karakter

  • Pengalaman

Dengan strategi yang tepat, manajemen risiko yang terukur, dan edukasi yang benar, kamu bisa sukses baik sebagai trader jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Jika kamu ingin memahami lebih dalam strategi jangka pendek maupun jangka panjang dengan panduan langkah demi langkah, kamu bisa mengikuti program edukasi profesional yang tersedia di www.didimax.co.id. Di sana, kamu akan dibimbing memahami bagaimana memilih gaya trading yang paling sesuai dengan waktu, modal, dan tujuanmu, lengkap dengan praktik langsung dan analisis harian.

Didimax menyediakan mentoring, kelas trading, analisis pasar, hingga komunitas aktif yang membantu kamu berkembang lebih cepat dan lebih terarah. Dengan edukasi yang tepat, kamu bisa membangun strategi trading yang konsisten baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Daftar sekarang melalui www.didimax.co.id dan mulai perjalanan tradingmu dengan lebih percaya diri.