Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Kapan Waktu Tepat Menghindari Trading Saat Bank Holiday

Kapan Waktu Tepat Menghindari Trading Saat Bank Holiday

by Muhammad

Kapan Waktu Tepat Menghindari Trading Saat Bank Holiday

Dalam dunia trading, keputusan untuk masuk pasar sering dianggap jauh lebih penting dibandingkan keputusan untuk tidak melakukan apa-apa. Padahal, di banyak situasi, kemampuan menahan diri justru merupakan keterampilan utama yang membedakan trader yang bijak dari mereka yang gegabah. Salah satu momen penting ketika keputusan ini harus dipertimbangkan secara serius adalah saat bank holiday.

Bank holiday adalah hari libur resmi perbankan dan lembaga keuangan di suatu negara. Pada hari-hari ini, aktivitas perbankan berhenti, sebagian besar institusi keuangan tidak beroperasi, dan pada akhirnya, dampaknya terasa langsung pada pasar keuangan — termasuk forex, indeks, hingga komoditas. Namun, apakah ini berarti pasar sepenuhnya tutup? Tidak. Pasar tetap berjalan, tetapi dengan karakteristik yang berbeda.

Pertanyaannya: kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk menghindari trading saat bank holiday? Mari kita bahas secara mendalam.


Apa yang Terjadi Ketika Bank Holiday?

Sebelum menentukan kapan harus menghindari trading, kita perlu memahami dulu apa yang berubah ketika bank holiday berlangsung.

Pada kondisi normal, pergerakan harga dipengaruhi oleh:

  • transaksi bank-bank besar

  • lembaga keuangan internasional

  • perusahaan multinasional

  • hedge fund

  • investor ritel

Ketika bank libur, salah satu pemain utama — yakni bank dan institusi besar — tidak aktif. Artinya:

  1. Likuiditas pasar menurun

  2. Volume transaksi menjadi lebih kecil

  3. Spread bisa melebar

  4. Pergerakan harga menjadi tidak stabil (choppy)

  5. Sinyal teknikal menjadi kurang akurat

Trader yang tidak memahami kondisi ini sering terjebak dalam market yang tampak “diam”, namun tiba-tiba bergerak liar karena sedikit saja order berukuran besar masuk.


Risiko Utama Trading Saat Bank Holiday

Ada beberapa risiko yang paling sering dialami trader pada periode bank holiday:

1. False Breakout

Market tampak menembus support atau resistance, tetapi tidak ada kelanjutan tren. Akibatnya, harga kembali ke area semula dan membuat banyak trader terjebak.

2. Spread Mendadak Melebar

Broker dapat memperlebar spread secara signifikan karena minimnya likuiditas. Entry yang tadinya terlihat bagus bisa langsung minus besar.

3. Pergerakan Lambat dan Membosankan

Harga bergerak sangat kecil. Trader merasa “terpancing” untuk entry hanya karena bosan. Ini bahaya psikologis yang sering tidak disadari.

4. Volatilitas Mendadak Menjelang Market Buka

Setelah libur, pasar bisa “meledak” karena penyesuaian posisi dari pelaku besar. Jika tidak siap, floating loss bisa membesar.


Kapan Sebaiknya Menghindari Trading?

Tidak setiap bank holiday berarti kita harus berhenti total. Namun ada kondisi tertentu yang patut diwaspadai.

1. Ketika Bank Utama Dunia Libur Bersamaan

Contohnya:

  • Christmas

  • New Year

  • Good Friday

  • Libur nasional Amerika + Eropa bersamaan

Jika bank-bank besar seperti Amerika, Inggris, dan Zona Eropa tutup, maka hampir dipastikan pasar menjadi sangat tipis. Pada kondisi ini, lebih aman untuk menghindari trading.

2. Saat Mengandalkan Strategi Breakout dan Trend Following

Strategi breakout, momentum, dan trend following sangat bergantung pada:

  • volume

  • likuiditas

  • dorongan harga yang kuat

Saat bank holiday, faktor-faktor ini melemah. Breakout yang terbentuk sering tidak valid. Jika strategi Anda fokus pada tren kuat, lebih baik rehat dulu.

3. Ketika Anda Sedang Kurang Fokus

Trading di hari pasar lambat sering memancing:

  • overtrading

  • revenge trading

  • entry tanpa analisis

  • scalping berlebihan

Jika Anda merasa:

“Sayang kalau nggak trading…”

itu pertanda bahaya. Pada momen ini, market libur justru bisa menjadi alarm untuk beristirahat.

4. Ketika Jadwal News Besar Dekat Dengan Periode Libur

Contoh:

  • Non-Farm Payroll (NFP)

  • FOMC

  • CPI

  • Interest Rate Decision

Jika bank holiday berada dekat dengan rilis data besar, sering terjadi:

  • periode sideways panjang

  • lalu lonjakan harga ekstrem

Trader yang masuk terlalu awal biasanya terlempar dari pasar sebelum pergerakan besar dimulai.


Kapan Masih Boleh Trading?

Tidak semua kondisi bank holiday harus dihindari. Ada situasi tertentu di mana trading masih masuk akal — dengan catatan berhati-hati:

  • bank holiday di negara kecil yang tidak dominan

  • Anda menggunakan strategi range trading / scalping konsolidasi

  • risk management sangat ketat

  • tidak mengejar target besar

Namun sekali lagi, keputusan untuk tidak trading sering lebih bijak daripada memaksakan diri hanya karena ingin “beraktivitas”.


Manfaat Berhenti Trading Saat Bank Holiday

Banyak trader profesional justru menggunakan bank holiday sebagai:

  • waktu evaluasi jurnal trading

  • analisis performa strategi

  • backtest

  • istirahat mental

  • merencanakan trading minggu berikutnya

Beristirahat bukan berarti mundur. Dalam trading, beristirahat adalah bagian dari strategi bertahan.


Kesimpulan: Tidak Trading Juga Sebuah Keputusan

Bank holiday bukan sekadar hari libur — ia adalah perubahan struktur pasar. Likuiditas menurun, volatilitas berubah, dan psikologi trader diuji.

Waktu terbaik untuk menghindari trading adalah ketika:

  • bank besar dunia libur bersamaan

  • strategi Anda butuh momentum kuat

  • Anda kurang fokus secara mental

  • ada news besar mendekati periode libur

Alih-alih memaksakan entry, gunakan waktu tersebut untuk belajar, memperbaiki strategi, dan menjaga mental tetap stabil.

Pada akhirnya, trader sukses bukan yang paling sering masuk pasar — tetapi yang paling disiplin memilih kapan harus masuk dan kapan harus berhenti.


Jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang bagaimana membaca kondisi market saat bank holiday, mengelola risiko, dan menentukan momen terbaik untuk entry, kamu bisa mengikuti program edukasi trading yang disediakan oleh Didimax. Materi yang dibahas praktis, mudah dipahami, dan dibimbing oleh mentor berpengalaman sehingga cocok untuk pemula maupun trader yang sudah berjalan.

Kunjungi situs resminya di www.didimax.co.id untuk mendapatkan panduan, pelatihan, serta komunitas belajar yang aktif. Jangan hanya menebak-nebak arah market — bangun pengetahuan yang solid agar setiap keputusan tradingmu lebih terarah dan terukur.