Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Kategori Saham dalam Trading

Kategori Saham dalam Trading

by DIDIMAX

Saham telah menjadi salah satu instrumen investasi paling populer di kalangan investor dan trader di seluruh dunia. Saham menawarkan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan perusahaan serta fluktuasi harga pasar. 

Di pasar saham, ada berbagai jenis saham yang dapat diperdagangkan, dan pemahaman tentang kategori saham ini sangat penting bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia trading. 

Artikel ini akan menguraikan kategori-kategori saham dalam trading dan menjelaskan peran serta karakteristik masing-masing kategori tersebut.

Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar (market capitalization) adalah ukuran nilai total dari seluruh saham perusahaan yang beredar di pasar, yang dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham yang beredar. Berdasarkan kapitalisasi pasar, saham dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama.

1. Saham Kapitalisasi Besar (Large Cap)

Saham-saham yang termasuk dalam kategori kapitalisasi besar biasanya berasal dari perusahaan-perusahaan besar dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari USD 10 miliar. Contoh perusahaan yang sahamnya masuk dalam kategori ini adalah Apple, Microsoft, dan Amazon.

Saham kapitalisasi besar cenderung lebih stabil karena perusahaan-perusahaan ini sudah mapan dan memiliki pendapatan yang konsisten. Meski demikian, tingkat pertumbuhannya cenderung lebih lambat dibandingkan dengan saham kapitalisasi kecil atau menengah. Investor yang mencari keamanan dan stabilitas cenderung memilih saham dalam kategori ini.

2. Saham Kapitalisasi Menengah (Mid Cap)

Saham dalam kategori kapitalisasi menengah biasanya berasal dari perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar antara USD 2 miliar hingga USD 10 miliar. Saham mid cap sering dianggap sebagai titik tengah antara saham besar yang stabil dan saham kecil yang lebih berisiko. Saham mid cap memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi daripada saham large cap, tetapi dengan risiko yang lebih tinggi.

Saham mid cap sering kali merupakan perusahaan yang sedang tumbuh pesat dan berpotensi menjadi perusahaan besar di masa depan. Investor yang mencari keseimbangan antara risiko dan potensi pertumbuhan sering kali berinvestasi dalam saham kategori ini.

3. Saham Kapitalisasi Kecil (Small Cap)

Saham dengan kapitalisasi pasar di bawah USD 2 miliar termasuk dalam kategori kapitalisasi kecil. Perusahaan-perusahaan ini biasanya masih dalam tahap pertumbuhan dan memiliki potensi untuk mengalami lonjakan harga yang signifikan. Namun, risiko yang terkait dengan saham small cap juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saham mid cap atau large cap.

Saham small cap lebih mudah terpengaruh oleh volatilitas pasar dan sering kali mengalami fluktuasi harga yang lebih tajam. Meskipun potensi keuntungan yang besar menarik bagi beberapa trader, risiko kehilangan modal juga lebih besar. Oleh karena itu, saham small cap lebih cocok untuk trader dengan toleransi risiko yang lebih tinggi.

Saham Berdasarkan Sektor

Saham juga dapat dikategorikan berdasarkan sektor industri di mana perusahaan tersebut beroperasi. Berikut adalah beberapa sektor utama dalam pasar saham:

1. Sektor Teknologi

Sektor teknologi mencakup perusahaan yang terlibat dalam pengembangan dan penjualan produk teknologi, perangkat lunak, dan layanan berbasis teknologi. Saham-saham teknologi seperti Apple, Google, dan Microsoft sering kali menjadi fokus utama dalam pasar saham karena inovasi yang terus berkembang di industri ini.

Saham di sektor teknologi cenderung memiliki volatilitas yang tinggi, tetapi juga menawarkan potensi pertumbuhan yang sangat besar. Banyak investor melihat sektor ini sebagai area dengan potensi keuntungan yang besar, terutama dalam jangka panjang.

2. Sektor Kesehatan

Sektor kesehatan mencakup perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, bioteknologi, peralatan medis, dan layanan kesehatan. Saham-saham dalam sektor ini sering kali dianggap defensif karena permintaan akan layanan kesehatan cenderung tetap stabil, terlepas dari kondisi ekonomi.

Perusahaan seperti Johnson & Johnson dan Pfizer adalah contoh dari saham-saham sektor kesehatan yang sering diinvestasikan oleh investor yang mencari stabilitas dan keamanan.

3. Sektor Energi

Sektor energi mencakup perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan penyediaan energi seperti minyak, gas, dan energi terbarukan. Saham energi seperti ExxonMobil dan Chevron sering kali dipengaruhi oleh harga komoditas energi global.

Volatilitas harga minyak dan gas bumi sering kali mempengaruhi harga saham di sektor ini, sehingga sektor energi sering kali dianggap sebagai sektor yang lebih berisiko. Namun, dengan tren energi terbarukan, sektor ini juga memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan.

4. Sektor Keuangan

Sektor keuangan melibatkan perusahaan-perusahaan yang menyediakan layanan keuangan seperti bank, asuransi, dan investasi. Contoh perusahaan dalam sektor ini adalah JPMorgan Chase dan Goldman Sachs.

Saham-saham sektor keuangan sering kali dipengaruhi oleh suku bunga, kebijakan moneter, dan kondisi ekonomi global. Ketika suku bunga naik, saham sektor keuangan biasanya diuntungkan, tetapi ketika ekonomi melemah, saham-saham di sektor ini bisa tertekan.

Saham Berdasarkan Tipe Dividen

Saham dapat diklasifikasikan berdasarkan apakah perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham atau tidak. Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagai imbalan atas investasi mereka. Ada dua jenis utama saham berdasarkan dividen:

1. Saham Dividen

Saham dividen adalah saham dari perusahaan yang secara teratur membayar dividen kepada pemegang sahamnya. Saham-saham ini sering kali berasal dari perusahaan yang sudah mapan dan memiliki aliran pendapatan yang stabil. Contoh perusahaan yang membayar dividen adalah Coca-Cola dan Procter & Gamble.

Investor yang mencari pendapatan pasif cenderung memilih saham dividen, karena pembayaran dividen memberikan penghasilan tambahan di samping potensi kenaikan harga saham. Saham dividen juga sering kali dianggap lebih stabil dan kurang berisiko dibandingkan saham yang tidak membayar dividen.

2. Saham Tanpa Dividen

Saham tanpa dividen adalah saham dari perusahaan yang tidak membayar dividen kepada pemegang saham. Perusahaan-perusahaan ini biasanya memilih untuk menginvestasikan kembali keuntungan mereka ke dalam bisnis untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut.

Saham teknologi sering kali masuk dalam kategori ini, karena perusahaan-perusahaan seperti Amazon dan Google lebih fokus pada pertumbuhan jangka panjang daripada pembayaran dividen. Investor yang memilih saham tanpa dividen umumnya mencari pertumbuhan harga saham yang signifikan daripada pendapatan dividen.

Saham Berdasarkan Lokasi

Saham juga dapat dibedakan berdasarkan lokasi pasar di mana saham tersebut diperdagangkan. Ada dua kategori utama saham berdasarkan lokasi:

1. Saham Domestik

Saham domestik adalah saham yang diperdagangkan di bursa saham negara tempat perusahaan tersebut beroperasi. Sebagai contoh, saham domestik di Amerika Serikat diperdagangkan di bursa saham seperti New York Stock Exchange (NYSE) atau NASDAQ.

Investor yang berfokus pada saham domestik biasanya lebih memahami kondisi ekonomi, politik, dan peraturan di negara tersebut, sehingga mereka merasa lebih nyaman berinvestasi di pasar domestik.

2. Saham Internasional

Saham internasional adalah saham dari perusahaan yang diperdagangkan di luar negeri. Investor yang tertarik dengan saham internasional sering kali mencari diversifikasi geografis dan peluang di pasar-pasar berkembang.

Berinvestasi di saham internasional dapat membawa keuntungan dalam hal diversifikasi, tetapi juga membawa risiko tambahan, seperti fluktuasi nilai tukar mata uang dan perbedaan peraturan perdagangan di berbagai negara.

Saham Berdasarkan Tingkat Risiko

Tingkat risiko juga merupakan faktor penting dalam mengkategorikan saham. Ada dua jenis utama saham berdasarkan tingkat risiko:

1. Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan besar, mapan, dan secara finansial stabil. Perusahaan-perusahaan ini biasanya memiliki catatan prestasi yang kuat dalam menghasilkan keuntungan dan membayar dividen secara konsisten. Saham blue chip sering kali dianggap lebih aman dan cocok untuk investor jangka panjang.

2. Saham Penny

Saham penny adalah saham yang diperdagangkan dengan harga sangat rendah, biasanya kurang dari USD 5 per saham. Saham-saham ini umumnya berasal dari perusahaan kecil yang tidak stabil atau baru. Meskipun menawarkan potensi keuntungan besar, saham penny sangat berisiko dan sering kali kurang likuid.

Raih Keuntungan Maksimal pada Trading Saham

Memahami kategori saham dalam trading adalah langkah awal yang penting bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di pasar saham. Setiap kategori saham memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda, sehingga penting untuk memilih saham yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda. Diversifikasi portofolio dengan memilih saham dari berbagai kategori dapat membantu mengelola risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan dalam jangka panjang.

Ingin raih keuntungan maksimal pada trading saham? Bergabunglah bersama Didimax!

Didimax merupakan broker forex yang profesional dan telah teregulasi juga telah terbukti banyak membantu trader meraih keuntungan yang maksimal pada trading forex. Bergabunglah sekarang dan jadikan trading sebagai jalan untuk mewujudkan impian Anda!