
Kenapa Banyak Trader Lebih Memilih Floating Daripada Kena Stop Loss?
Dalam dunia trading forex, setiap keputusan yang diambil bisa berdampak besar pada hasil akhir. Salah satu dilema terbesar yang sering dihadapi oleh trader adalah apakah lebih baik membiarkan posisi tetap terbuka dalam keadaan floating atau menerima kenyataan dengan terkena stop loss. Banyak trader lebih memilih membiarkan posisi tetap berjalan, meskipun dalam keadaan minus, dibandingkan menutup posisi dengan kerugian melalui stop loss. Apa alasan di balik fenomena ini? Dan sebaiknya bagaimana strategi terbaik dalam menghadapinya?
Psikologi Trader dalam Menghadapi Floating Loss
Banyak trader merasa lebih nyaman membiarkan posisi tetap terbuka dalam keadaan floating loss dibandingkan menerima kerugian yang pasti dengan stop loss. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologis:
-
Harapan Harga Akan Berbalik
Trader sering kali berpikir bahwa harga akan kembali ke arah yang menguntungkan jika diberi waktu lebih lama. Harapan ini sering kali membuat mereka mempertahankan posisi yang sudah dalam keadaan rugi, dengan keyakinan bahwa harga akan segera berbalik.
-
Takut Mengalami Kerugian Nyata
Stop loss berarti trader harus menerima kenyataan bahwa mereka telah mengalami kerugian. Banyak trader yang merasa sulit untuk menerima kekalahan, sehingga memilih membiarkan posisi tetap berjalan dengan harapan situasi akan membaik.
-
Kesalahan Kognitif (Bias Konfirmasi)
Trader cenderung mencari informasi yang mendukung keputusan mereka dan mengabaikan fakta yang bertentangan. Jika mereka yakin harga akan naik kembali, mereka akan terus mempertahankan posisi meskipun semua indikator menunjukkan tren sebaliknya.
-
Pengaruh Overtrading dan Overconfidence
Beberapa trader yang terlalu percaya diri atau terlalu sering masuk pasar (overtrading) cenderung tidak disiplin dalam menerapkan stop loss. Mereka merasa yakin dengan analisanya dan berpikir bahwa mereka bisa memperbaiki kesalahan dengan menambah posisi atau menunggu lebih lama.
Dampak Floating Loss yang Berkepanjangan
Membiarkan floating loss dalam waktu lama bisa berakibat fatal bagi akun trading. Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi:
-
Margin Call dan Stop Out
Jika floating loss terus bertambah dan mendekati batas margin yang tersedia, trader bisa terkena margin call. Jika situasi semakin buruk, broker akan menutup posisi secara otomatis (stop out) untuk menghindari saldo negatif.
-
Ketidakpastian yang Berkepanjangan
Trader yang membiarkan posisi floating dalam keadaan rugi sering kali mengalami stres dan tekanan emosional tinggi. Mereka terus-menerus memantau pergerakan harga dengan harapan harga akan kembali sesuai prediksi mereka.
-
Melewatkan Peluang Trading yang Lebih Baik
Modal yang terjebak dalam posisi floating loss tidak bisa digunakan untuk peluang trading lain yang lebih baik. Akibatnya, trader kehilangan kesempatan untuk masuk ke pasar dengan strategi yang lebih optimal.
Kenapa Stop Loss Masih Dibutuhkan?
Meskipun banyak trader enggan menggunakan stop loss, pada kenyataannya, fitur ini tetap menjadi salah satu alat manajemen risiko yang paling efektif. Berikut adalah beberapa alasan mengapa stop loss penting:
-
Membatasi Kerugian
Dengan stop loss, trader bisa memastikan bahwa mereka tidak kehilangan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Ini membantu menjaga keseimbangan modal dan menghindari kerugian besar.
-
Menghilangkan Emosi dalam Trading
Stop loss membantu trader untuk tetap objektif dan disiplin dalam mengambil keputusan. Dengan menetapkan stop loss sebelum masuk ke pasar, trader bisa menghindari keputusan emosional yang merugikan.
-
Memudahkan Manajemen Modal
Dengan stop loss, trader bisa merencanakan setiap trade dengan risiko yang terukur. Ini membantu mereka tetap dalam kontrol dan menghindari overtrading.
Bagaimana Strategi yang Sebaiknya Digunakan?
Jika Anda termasuk trader yang sering membiarkan posisi floating loss karena enggan terkena stop loss, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
-
Gunakan Stop Loss dengan Level yang Tepat
Jangan menempatkan stop loss terlalu dekat dengan harga entry karena bisa terkena noise pasar. Sebaliknya, gunakan analisis teknikal untuk menentukan level stop loss yang lebih optimal.
-
Gunakan Trailing Stop
Fitur trailing stop memungkinkan trader mengamankan profit dengan menggerakkan stop loss ke level yang lebih tinggi seiring dengan pergerakan harga.
-
Gunakan Risk-Reward Ratio yang Seimbang
Pastikan setiap trade memiliki rasio risk-reward yang jelas, misalnya 1:2 atau 1:3. Dengan begitu, meskipun ada beberapa trade yang terkena stop loss, profit dari trade yang sukses tetap lebih besar dibandingkan kerugian.
-
Gunakan Hedging atau Cut Loss Bertahap
Jika floating loss sudah terlalu besar, pertimbangkan untuk menggunakan strategi hedging atau cut loss bertahap. Hedging memungkinkan Anda membuka posisi berlawanan untuk mengurangi risiko, sementara cut loss bertahap membantu mengurangi kerugian tanpa menutup seluruh posisi sekaligus.
Membiarkan posisi floating dalam keadaan rugi tanpa batas waktu bukanlah strategi yang bijak. Stop loss tetap menjadi alat yang penting untuk menjaga kestabilan modal dan mengurangi risiko besar dalam trading. Seorang trader sukses bukanlah mereka yang selalu benar dalam setiap analisa, tetapi mereka yang mampu mengelola risiko dengan baik dan tetap disiplin terhadap strategi yang telah dirancang.
Jika Anda ingin belajar lebih dalam tentang strategi trading yang efektif dan bagaimana mengelola risiko dengan lebih baik, bergabunglah dengan program edukasi trading di www.didimax.co.id. Dengan bimbingan dari mentor profesional, Anda bisa memahami teknik trading yang lebih aman dan menguntungkan.
Jangan biarkan kesalahan dalam manajemen risiko menghambat perkembangan Anda sebagai trader. Segera daftarkan diri Anda dan tingkatkan kemampuan trading Anda bersama Didimax, broker forex terpercaya di Indonesia!