Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Kenapa GBPUSD Cocok untuk Scalping? Peluang dan Tantangannya

Kenapa GBPUSD Cocok untuk Scalping? Peluang dan Tantangannya

by lia nurullita

Kenapa GBPUSD Cocok untuk Scalping? Peluang dan Tantangannya

GBPUSD adalah salah satu pasangan mata uang yang paling aktif bergerak di pasar forex. Dengan volatilitas tinggi, likuiditas besar, dan ritme pergerakan cepat, pair ini menjadi favorit banyak scalper di seluruh dunia. Scalping sendiri adalah teknik trading yang berfokus pada profit kecil tetapi cepat dalam jumlah banyak, sehingga membutuhkan pair yang pergerakannya agresif dan responsif.

Namun, meskipun GBPUSD sangat menarik untuk scalping, pair ini juga menyimpan tantangan besar. Jika scalper tidak memahami karakter pergerakannya, justru bisa sering terkena fakeout, spread melebar, atau tersapu oleh gerakan spontan saat sesi London atau saat news rilis. Artikel panjang ini akan membahas seluruh alasan mengapa GBPUSD cocok untuk scalping, bagaimana memanfaatkan peluang harian, strategi terbaik yang digunakan scalper profesional, hingga contoh penggunaan modal $10.000 untuk scalping dengan aman.


Mengapa GBPUSD Sangat Cocok untuk Scalping?

Ada beberapa alasan utama mengapa pair ini menjadi pilihan favorit para scalper:


1. Volatilitas Tinggi (Rata-rata 80–150 pips per hari)

Volatilitas adalah “bahan bakar” utama scalper. Semakin tinggi volatilitas dalam satu hari, semakin banyak peluang entry yang dapat dimanfaatkan. GBPUSD memiliki Daily Range yang lebih besar dibandingkan EURUSD, USDJPY, atau AUDUSD.

Bagi scalper, volatilitas tinggi berarti:

  • peluang entry lebih sering

  • target 5–20 pips mudah tercapai

  • tidak perlu menunggu lama untuk momentum

Inilah alasan mengapa para scalper profesional menyukai GBPUSD.


2. Likuiditas Sangat Besar

Likuiditas tinggi membuat:

  • eksekusi order lebih cepat

  • spread lebih kecil

  • slippage lebih rendah di jam normal

Terutama pada sesi London dan New York, spread GBPUSD biasanya sangat ketat, ideal untuk scalping yang sensitif terhadap biaya transaksi.


3. Pergerakan Sesuai Struktur dan Pola Intraday

GBPUSD memiliki pola intraday yang sering berulang, antara lain:

  • London breakout

  • retracement sesi tengah

  • continuation New York

  • liquidity grab di atas/bawah high–low harian

Pola seperti ini sangat ideal untuk scalper yang mengandalkan struktur harga cepat.


4. Responsif terhadap Breakout

Jika EURUSD cenderung lambat saat breakout, GBPUSD justru langsung bergerak tegas setelah menembus support/resistance. Respons cepat ini memberi peluang scalper untuk menangkap momentum 10–25 pips dalam hitungan menit.


5. Cocok untuk Timeframe Rendah (M1–M15)

Pair ini sangat bersih pada TF kecil:

  • M1 → momentum cepat

  • M5 → entry paling presisi

  • M15 → konfirmasi

  • M30 → arah harian

Candlestick pada M5–M15 jelas, tidak terlalu banyak noise untuk pair volatil.


Strategi Scalping GBPUSD yang Paling Efektif

Berikut adalah strategi profesional yang sangat sering digunakan trader intraday dan scalper:


1. London Open Breakout (LOB)

Scalper memanfaatkan momentum awal London open, saat volume masuk secara besar-besaran.

Cara entry:

  1. Tandai high–low sesi Asia (range 01.00–10.00 WIB).

  2. Tunggu London open (14.00–15.00 WIB).

  3. Entry saat breakout disertai candle body besar.

  4. Target 15–25 pips.

  5. Stop loss 10–15 pips.

Strategi ini sangat efektif karena GBPUSD sering membentuk trend harian baru di sesi London.


2. Scalping FVG (Fair Value Gap)

Pada GBPUSD, FVG sering muncul dan diisi dengan cepat.

Cara entry:

  1. Deteksi FVG di M5–M15.

  2. Tunggu harga kembali ke FVG sebagai area discount/premium.

  3. Entry sesuai arah trend.

  4. Target 8–20 pips.

Scalper suka strategi ini karena sangat presisi dan risiko kecil.


3. Scalping Order Block (OB)

GBPUSD sangat menghargai order block pada TF rendah.

Langkah-langkah:

  1. Cari BOS (break of structure) di M15.

  2. Tandai order block terakhir sebelum BOS.

  3. Entry saat harga kembali retest.

  4. Target profit kecil tapi cepat.

Order block memberikan entry level yang “rapi”.


4. Liquidity Grab (Stop Hunt Strategy)

GBPUSD sering mengambil likuiditas sebelum bergerak ke arah utama.

Cara kerja:

  1. Cari high–low intraday yang banyak ditaruh SL trader.

  2. Tunggu wick kuat yang “mengambil liquidity”.

  3. Entry setelah candle berikutnya konfirmasi.

Target biasanya 10–15 pips—sangat cocok untuk scalping cepat.


Kapan Waktu Terbaik untuk Scalping GBPUSD?

Tidak semua jam cocok untuk scalping. GBPUSD terbaik pada:


1. Sesi London (14.00–17.00 WIB)

Momentum terbesar. Pergerakan tegas. Spread kecil.

2. London–New York Overlap (20.00–22.00 WIB)

Volume sangat besar. Banyak peluang breakout dan continuation.

3. Pre-New York (19.00–20.00 WIB)

Pasar mulai membentuk retracement sebelum news US.


Waktu yang BURUK untuk scalping GBPUSD:

  • setelah midnight

  • sesi Asia tengah malam (gerakan lambat)

  • saat news berdampak besar dalam 10 menit pertama

Karena pada waktu tersebut spread bisa melebar, volatilitas tidak stabil, atau terlalu lambat.


Risiko dan Tantangan Scalping di GBPUSD

Meskipun cocok untuk scalping, GBPUSD tetap memiliki tantangan tersendiri:


1. Fake Breakout

Sangat sering terjadi, terutama:

  • dekat area high–low harian

  • saat London open

  • menjelang rilis news besar

Scalper harus pintar membaca konfirmasi candle.


2. Volatilitas Berlebihan

Pergerakan 10–30 pips dalam beberapa detik bisa:

  • menghantam SL terlalu cepat

  • membuat kenaikan cepat tetapi retrace tiba-tiba

Stop loss harus proporsional.


3. News Impact

Saat CPI, PPI, atau NFP, harga bisa bergerak:

  • 50–150 pips dalam 1 menit
    Scalper pemula sering terjebak.


4. Overtrading

Scalping cepat membuat trader ingin membalas kerugian. Ini berbahaya.


Contoh Penggunaan Modal $10.000 untuk Scalping di GBPUSD

Scalping membutuhkan risiko kecil agar tidak habis oleh spread dan volatilitas.


Risk per trade ideal: 0.5%–1%

Dengan modal $10.000:

  • 0.5% = $50

  • 1% = $100

SL rata-rata scalper = 5–15 pips.
Nilai per pip (0.10 lot) = $1.
Nilai per pip (0.20 lot) = $2.
Nilai per pip (0.50 lot) = $5.


Contoh Trade 1 (Aman)

  • Modal: $10.000

  • Lot: 0.20

  • SL: 10 pips → risiko $20

  • TP: 15 pips → profit $30

Risk–reward = 1:1.5
Scalper bisa ambil 3–5 trade sehari.


Contoh Trade 2 (Lebih Agresif)

  • Modal: $10.000

  • Lot: 0.50

  • SL: 10 pips → risiko $50

  • TP: 20 pips → profit $100

Risk–reward = 1:2
Masih aman untuk modal $10.000.


Target Harian Realistis

Scalper profesional hanya mengejar:

  • 1%–2% per hari
    Dengan sistem stabil, 20 hari kerja → 20–40% dalam satu bulan.


Kesimpulan

GBPUSD adalah salah satu pair terbaik untuk scalping karena menawarkan volatilitas tinggi, momentum cepat, serta banyak pola intraday yang berulang. Scalper dapat memanfaatkan breakout, liquidity grab, FVG, hingga order block untuk mendapatkan entry presisi dengan target kecil tetapi berulang. Namun pair ini tetap menuntut manajemen risiko ketat karena fake breakout dan lonjakan harga sangat sering terjadi.

Dengan modal $10.000, penggunaan lot 0.10–0.30 sudah sangat ideal untuk scalping aman. Yang terpenting bukan seberapa besar profit per trade, tetapi konsistensi mengikuti sistem, disiplin SL, dan mencegah overtrading.


Jika Anda ingin mempelajari metode scalping GBPUSD secara lebih terarah, Didimax menyediakan bimbingan intensif yang membahas struktur pasar, breakout London, cara membaca volume, hingga strategi liquidity grab yang sangat efektif untuk scalping. Anda dapat belajar step-by-step bersama mentor berpengalaman untuk memahami teknik yang benar-benar digunakan trader profesional.

Anda bisa langsung mengikuti program edukasi trading di www.didimax.co.id, mendapatkan materi lengkap, sesi sharing harian, serta bimbingan realtime agar Anda mampu menguasai teknik scalping GBPUSD dan pair volatile lainnya. Dengan komunitas aktif dan pembelajaran yang mudah diikuti, Anda dapat berkembang lebih cepat dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan trading.