Langkah Step-by-Step Menentukan Entry & Exit dari Nol

Bagi banyak trader pemula, menentukan kapan harus masuk (entry) dan kapan harus keluar (exit) sering kali terasa seperti tebak-tebakan. Padahal, dua keputusan ini adalah penentu utama — apakah trading berakhir profit, atau justru berakhir rugi.
Banyak yang sudah belajar indikator, hafal istilah, bahkan ikut berbagai komunitas. Tapi saat berhadapan langsung dengan chart, ujung-ujungnya tetap bingung.
Masuk terlalu cepat — harga malah berbalik.
Masuk terlalu lambat — momentum sudah habis.
Exit terlalu cepat — potensi profit terbuang.
Exit terlalu lama — profit berubah jadi loss.
Kabar baiknya: menentukan entry & exit tidak harus ribet. Ada langkah-langkah sederhana yang bisa kamu pelajari dari nol — asalkan disiplin menjalankannya.
Di artikel ini, kita akan membahas secara runtut dan pelan-pelan: mulai dari membaca tren, mencari area terbaik, hingga menyiapkan rencana keluar agar risiko tetap terkendali.
1. Mulai dari Hal Paling Dasar: Tentukan Tren
Langkah pertama sebelum bicara entry dan exit adalah menjawab satu pertanyaan sederhana:
Market sedang naik, turun, atau sideways?
Mengapa ini begitu penting?
Karena:
Cara paling mudah membaca tren:
1️⃣ Gunakan time frame lebih besar dulu (H4 atau Daily).
2️⃣ Perhatikan arah puncak (high) dan lembah (low).
Jika:
-
High makin tinggi & low makin tinggi → uptrend
-
High makin rendah & low makin rendah → downtrend
-
High & low relatif datar → sideways
Tambahkan Moving Average sederhana (MA 50 misalnya) untuk membantu visual:
Ingat: tren bukan jaminan profit. Tetapi tren memberi “arah” sehingga entry tidak asal tebak.
2. Cari Area Penting: Support & Resistance
Setelah tahu tren, tahap berikutnya adalah mencari area terbaik — bukan titik acak.
Di sinilah konsep support & resistance bekerja.
Cara sederhana menentukannya:
Dalam tren naik:
Dengan cara ini, kamu tidak mengejar harga, tapi menunggu harga mendekati area yang logis.
3. Tunggu Konfirmasi — Jangan Asal Klik
Banyak pemula gagal karena terlalu cepat masuk setelah harga menyentuh support/resistance.
Padahal, menyentuh belum tentu memantul.
Yang lebih aman adalah menunggu konfirmasi candlestick, misalnya:
-
Pin bar
-
Bullish engulfing (untuk buy)
-
Bearish engulfing (untuk sell)
-
Rejection candle di area penting
Konfirmasi memberi sinyal bahwa:
“Market setuju dengan analisamu.”
Menunggu memang terasa membosankan, tapi di situlah disiplin terbentuk.
Trader profesional bukan yang paling sering entry — melainkan yang paling sabar menunggu momen.
4. Tentukan Entry Secara Jelas
Sekarang barulah kita bicara titik entry.
Ada dua pendekatan populer:
✅ A. Entry saat konfirmasi selesai terbentuk
Contoh:
Keunggulan:
✅ B. Entry pending order
Misalnya:
Keunggulan:
Mana yang paling benar?
Tidak ada. Yang penting punya alasan, bukan asal.
5. Atur Stop Loss — Sebelum Bicara Profit
Inilah bagian yang sering diabaikan pemula.
Padahal, trader hebat bukan yang 100% profit, tetapi yang:
ketika salah, ruginya kecil — ketika benar, profitnya maksimal.
Letakkan stop loss di:
Jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh. Pastikan masih masuk akal dengan kondisi market.
Dan yang paling penting:
❌ Jangan pindahkan stop loss hanya karena “tidak rela rugi”.
Rugi kecil adalah bagian dari permainan.
Rugi besar datang dari ego — bukan dari market.
6. Rencanakan Exit: Di Mana Ambil Profit?
Banyak orang hanya fokus entry, lupa merencanakan exit.
Akibatnya:
Ada beberapa cara menentukan target:
🎯 Target berdasarkan resistance/support berikutnya
Jika buy di support:
Jika sell di resistance:
🎯 Risk–Reward Ratio
Idealnya:
Dengan cara ini:
Bahkan jika menang 4 kali dan kalah 6 kali, hasil masih bisa positif.
7. Disiplin: Ikuti Rencana, Jangan Ikuti Emosi
Strategi bagus tanpa disiplin = tetap rugi.
Beberapa kebiasaan yang harus kamu bangun:
✔ Masuk hanya jika semua syarat terpenuhi
✔ Tidak balas dendam saat rugi
✔ Tidak menambah lot sembarangan
✔ Tidak overtrade hanya karena bosan
Trading bukan soal cepat kaya — tapi soal mengelola risiko dengan cerdas.
Butuh waktu, latihan, dan mental yang stabil.
8. Ringkasannya: Formula Sederhana Entry & Exit
Kalau disederhanakan, alurnya seperti ini:
1️⃣ Tentukan tren
2️⃣ Tandai support & resistance
3️⃣ Tunggu harga masuk area
4️⃣ Tunggu konfirmasi candlestick
5️⃣ Tentukan entry
6️⃣ Pasang stop loss
7️⃣ Tentukan target profit
8️⃣ Jalankan dengan disiplin
Tidak ada yang instan — tetapi langkah-langkah ini terbukti membantu banyak trader pemula mengurangi kesalahan fatal.
Trading bukan hanya soal membaca chart — tetapi juga soal belajar, berlatih, dan memiliki mentor yang bisa membimbing dengan benar. Jika kamu ingin memahami entry & exit lebih dalam, mempelajari teknik yang terstruktur, dan mendapatkan arahan dari tim edukasi profesional, kamu bisa mulai mengikuti program edukasi di www.didimax.co.id. Program ini dibuat agar pemula tidak melangkah sendirian, tapi punya panduan jelas dari dasar.
Dengan mengikuti edukasi yang tepat, kamu akan belajar memahami market secara logis, bukan emosional. Kamu bisa berdiskusi langsung, mendapatkan materi, praktik, hingga bimbingan step-by-step. Jika serius ingin meningkatkan kemampuan tradingmu, pastikan kamu manfaatkan kesempatan belajar ini dan mulai perjalanan trading yang lebih terarah bersama www.didimax.co.id.