Market Tidak Rasional Saat News: Risiko Besar untuk Pemula

Dalam dunia trading, ada satu momen yang selalu ditunggu sekaligus ditakuti: rilis news besar. Data seperti Non-Farm Payroll (NFP), suku bunga The Fed, inflasi (CPI), hingga pernyataan pejabat bank sentral sering kali memicu pergerakan harga yang sangat cepat dan tajam. Bagi sebagian trader, momen ini dianggap sebagai peluang emas untuk mendapatkan profit besar dalam waktu singkat. Namun bagi trader pemula, market saat news justru bisa menjadi jebakan berbahaya.
Market yang bergerak saat news sering kali tampak tidak rasional. Harga bisa melonjak puluhan hingga ratusan pip dalam hitungan detik, lalu berbalik arah tanpa peringatan. Spread melebar, slippage terjadi, dan eksekusi order tidak selalu sesuai dengan yang direncanakan. Di sinilah risiko besar mengintai, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman dan pemahaman yang matang.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa market sering terlihat tidak rasional saat news, apa saja risiko yang mengintai trader pemula, dan bagaimana cara menyikapinya dengan lebih bijak.
Kenapa Market Terlihat Tidak Rasional Saat News?
Secara teori, market bergerak berdasarkan ekspektasi dan informasi. Ketika data ekonomi dirilis, pelaku pasar akan bereaksi terhadap perbedaan antara angka aktual dan angka perkiraan. Namun dalam praktiknya, pergerakan harga tidak selalu linear dan mudah dipahami.
Ada beberapa alasan mengapa market terlihat “tidak rasional” saat news:
1. Lonjakan Likuiditas dan Order Besar
Saat news dirilis, institusi besar seperti bank, hedge fund, dan pelaku pasar profesional langsung mengeksekusi order dalam jumlah besar. Volume transaksi melonjak drastis. Dalam kondisi seperti ini, harga bisa bergerak sangat cepat karena terjadi ketidakseimbangan antara buyer dan seller.
Trader pemula sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan pemain besar yang memiliki akses informasi, teknologi, dan kecepatan eksekusi jauh lebih unggul.
2. Spread Melebar Secara Drastis
Salah satu risiko terbesar saat news adalah spread yang melebar. Spread adalah selisih antara harga bid dan ask. Dalam kondisi normal, spread relatif stabil. Namun saat news besar dirilis, broker bisa memperlebar spread secara signifikan untuk mengantisipasi volatilitas.
Akibatnya, meskipun harga belum bergerak jauh, posisi trader sudah langsung mengalami floating minus hanya karena spread melebar. Ini sering mengejutkan pemula yang tidak memahami mekanisme tersebut.
3. Slippage yang Tidak Terhindarkan
Slippage terjadi ketika order dieksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang diinginkan. Dalam market yang bergerak sangat cepat, harga bisa meloncat (gap) dari satu level ke level lain tanpa melewati harga di antaranya.
Bagi pemula, slippage bisa membuat stop loss tereksekusi lebih buruk dari rencana. Risiko yang awalnya dihitung 20 pip bisa berubah menjadi 40 atau 50 pip dalam hitungan detik.
4. Fake Breakout dan Whipsaw
Market saat news sering kali memunculkan pergerakan awal yang sangat kuat ke satu arah, lalu tiba-tiba berbalik tajam. Ini disebut sebagai whipsaw atau fake breakout.
Trader pemula yang terpancing oleh candle besar sering kali entry di puncak euforia atau kepanikan, hanya untuk melihat harga berbalik arah dan menghantam stop loss mereka.
5. Reaksi Emosional Kolektif
Market bukan hanya angka dan grafik. Market adalah refleksi dari emosi manusia. Saat news dirilis, reaksi tidak selalu rasional. Ketakutan, keserakahan, dan kepanikan bisa mendominasi keputusan para pelaku pasar.
Ketika reaksi emosional terjadi secara massal, harga bisa bergerak ekstrem tanpa mengikuti analisa teknikal yang sebelumnya terlihat “rapi”.
Mengapa Risiko Lebih Besar untuk Pemula?
Trader profesional memahami bahwa volatilitas tinggi berarti peluang besar, tetapi juga risiko besar. Mereka memiliki sistem, manajemen risiko, dan pengalaman untuk menghadapi kondisi tersebut. Sebaliknya, trader pemula sering kali belum memiliki pondasi yang kuat.
Berikut beberapa alasan mengapa market saat news sangat berbahaya untuk pemula:
1. Kurangnya Pengalaman Menghadapi Volatilitas
Melihat candle bergerak cepat bisa memicu adrenalin. Pemula sering merasa harus segera entry agar tidak “ketinggalan kereta”. Keputusan diambil secara impulsif tanpa perencanaan matang.
Tanpa pengalaman, sulit membedakan mana pergerakan valid dan mana yang hanya lonjakan sementara.
2. Overconfidence Setelah Beberapa Kali Profit
Tidak jarang pemula yang kebetulan profit saat news merasa telah menemukan “cara cepat” menghasilkan uang. Mereka mulai meningkatkan lot tanpa perhitungan matang.
Padahal satu kali loss saat news bisa menghapus profit yang dikumpulkan berhari-hari, bahkan menghabiskan seluruh modal.
3. Manajemen Risiko yang Lemah
Banyak pemula belum disiplin menggunakan stop loss atau bahkan tidak memasangnya sama sekali saat news karena takut “tersentuh”. Dalam kondisi market tidak stabil, ini sangat berbahaya.
Tanpa batasan risiko yang jelas, satu pergerakan ekstrem bisa menghancurkan akun dalam waktu singkat.
4. Tidak Memahami Struktur Market
Trader berpengalaman memahami konteks: tren besar, area supply-demand, level likuiditas, dan sentimen global. Pemula sering hanya fokus pada candle saat ini tanpa memahami gambaran besar.
Akibatnya, mereka mudah terjebak dalam pergerakan jangka pendek yang menyesatkan.
Ilusi Peluang Cepat Kaya
Market saat news sering dipromosikan sebagai momen terbaik untuk “sekali entry langsung profit besar”. Media sosial dipenuhi screenshot profit ratusan dolar dalam hitungan menit.
Namun yang jarang ditampilkan adalah risiko di baliknya. Tidak ada yang memposting slippage parah, akun yang margin call, atau kerugian besar akibat satu keputusan impulsif.
Pemula yang hanya melihat sisi glamor akan memiliki ekspektasi tidak realistis. Mereka masuk ke market dengan mentalitas berjudi, bukan trading profesional.
Padahal trading bukan tentang seberapa cepat menghasilkan uang, melainkan seberapa lama Anda bisa bertahan dan konsisten.
Cara Bijak Menyikapi Market Saat News
Bukan berarti trader tidak boleh trading sama sekali saat news. Namun ada pendekatan yang lebih bijak, terutama untuk pemula:
1. Hindari Entry Tepat Saat Rilis
Salah satu strategi paling aman adalah menunggu beberapa menit setelah news dirilis. Biarkan market menentukan arah yang lebih jelas dan volatilitas awal mereda.
Trader profesional sering memilih menunggu konfirmasi daripada berspekulasi di detik pertama.
2. Kurangi Ukuran Lot
Jika tetap ingin trading, gunakan ukuran lot yang lebih kecil dari biasanya. Ini membantu mengurangi tekanan emosional dan risiko finansial.
3. Gunakan Stop Loss yang Realistis
Stop loss tetap harus digunakan, tetapi disesuaikan dengan volatilitas. Jangan terlalu sempit sehingga mudah tersentuh, dan jangan terlalu lebar tanpa perhitungan.
4. Fokus pada Manajemen Risiko
Pastikan risiko per transaksi tetap dalam batas wajar, misalnya 1–2% dari total modal. Jangan tergoda untuk mempertaruhkan sebagian besar akun demi potensi profit cepat.
5. Evaluasi dan Catat
Setiap pengalaman trading saat news harus dicatat dan dievaluasi. Apa yang terjadi? Apakah sesuai rencana? Bagaimana reaksi emosional Anda?
Proses evaluasi inilah yang membedakan trader serius dari penjudi.
Profesionalisme dalam Trading
Trader profesional tidak terpancing oleh setiap pergerakan besar. Mereka memahami bahwa tidak semua peluang harus diambil. Dalam banyak kasus, keputusan terbaik adalah tidak melakukan apa-apa.
Menahan diri adalah bentuk kedewasaan dalam trading. Sabar menunggu setup yang jelas sering kali lebih menguntungkan daripada memaksakan entry di market yang kacau.
Market akan selalu ada besok. News akan selalu dirilis bulan depan. Tidak ada urgensi untuk mempertaruhkan akun hanya demi satu momen volatilitas.
Bagi pemula, fokus utama seharusnya adalah membangun pondasi: memahami analisa, melatih disiplin, dan menguasai manajemen risiko. Profit adalah hasil dari proses yang konsisten, bukan dari spekulasi sesaat.
Jika Anda ingin menjadi trader yang tidak mudah panik saat news besar dirilis, maka Anda perlu belajar dengan bimbingan yang tepat dan sistem yang terstruktur. Jangan biarkan akun Anda menjadi korban karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana market bekerja di momen-momen krusial. Edukasi yang benar akan membantu Anda memahami kapan harus entry, kapan harus menunggu, dan bagaimana mengelola risiko secara profesional.
Tingkatkan kemampuan trading Anda dengan mengikuti program edukasi trading yang terarah dan komprehensif di www.didimax.co.id. Dengan bimbingan mentor berpengalaman dan materi yang sistematis, Anda bisa membangun fondasi kuat untuk menghadapi market, termasuk saat news besar dirilis, dengan lebih tenang, terukur, dan profesional.