Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Memanfaatkan News & Event Akhir Tahun 2025 untuk Trading

Memanfaatkan News & Event Akhir Tahun 2025 untuk Trading

by Muhammad

Memanfaatkan News & Event Akhir Tahun 2025 untuk Trading

Akhir tahun selalu menjadi momen yang menarik — bukan hanya bagi masyarakat yang bersiap menyambut liburan, tetapi juga bagi para trader yang ingin memaksimalkan peluang di pasar. Pada penghujung 2025, berbagai news & event ekonomi berpotensi menciptakan volatilitas besar, membuka peluang profit, namun sekaligus menghadirkan risiko yang tidak kecil.

Banyak trader yang gagal bukan karena mereka tidak pintar membaca chart, tetapi karena mengabaikan faktor fundamental yang datang dari berita dan agenda ekonomi. Ketika pasar bergerak cepat akibat rilis data atau pernyataan pejabat bank sentral, analisis teknikal saja kadang tidak cukup. Di sinilah pemahaman mengenai news & event menjadi senjata penting.

Artikel ini akan membahas bagaimana memanfaatkan news & event akhir tahun 2025 secara bijak, strategi membaca dampaknya, hingga kesalahan umum yang sering dilakukan trader — agar kamu bisa lebih siap menghadapi pergerakan pasar yang dinamis.


Mengapa Akhir Tahun Identik dengan Pergerakan Besar?

Ada beberapa alasan mengapa penghujung tahun kerap memunculkan pergerakan signifikan:

  1. Penutupan buku (year-end closing) — perusahaan, bank, dan institusi keuangan melakukan penyeimbangan portofolio.

  2. Likuiditas menurun karena banyak pelaku pasar besar mulai libur, sehingga pergerakan bisa menjadi lebih “tajam”.

  3. Rilis data ekonomi penting seperti inflasi, tenaga kerja, PDB, dan kebijakan suku bunga.

  4. Ekspektasi terhadap tahun berikutnya, yang membuat pasar bergerak berdasarkan spekulasi.

Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, akhir tahun sering kali memberikan:

  • Tren baru yang mulai terbentuk,

  • False breakout akibat likuiditas tipis,

  • Lonjakan volatilitas tiba-tiba setelah news besar.

Bagi trader yang siap, ini peluang. Bagi yang tidak, ini jebakan.


Jenis News & Event Penting Menjelang Akhir Tahun

Tidak semua berita memiliki dampak yang sama. Ada yang hanya memicu gerakan kecil, ada pula yang bisa mengguncang market dalam hitungan menit.

Berikut kategori news & event yang paling sering mempengaruhi pasar:

1. Kebijakan Bank Sentral

Fokus utama biasanya pada:

  • Federal Reserve (The Fed)

  • European Central Bank (ECB)

  • Bank of England (BoE)

  • Bank of Japan (BoJ)

  • Bank Indonesia, untuk trader yang memantau rupiah

Keputusan suku bunga, proyeksi ekonomi, dan statement dari pejabat bank sentral dapat menggerakkan:

  • Forex

  • Saham

  • Emas

  • Indeks global

Satu kalimat bernada hawkish atau dovish saja bisa mengubah arah pasar secara drastis.

2. Data Ekonomi Makro

Beberapa rilis paling krusial:

  • CPI (inflasi)

  • Non-Farm Payroll (NFP)

  • GDP

  • Retail Sales

  • PMI

Trader yang paham bagaimana membaca data ini akan tahu:

  • Arah sentimen

  • Potensi pergerakan

  • Skenario “better/worse than expected”

3. Event Geopolitik & Politik

Pemilu, konflik, sanksi ekonomi, hingga ketidakpastian politik bisa memicu arus modal keluar-masuk dengan cepat.

Biasanya berdampak besar pada:

  • Mata uang negara terkait

  • Komoditas energi

  • Indeks saham

4. Musim Liburan & Siklus Market

Holiday season memengaruhi:

  • Volume

  • Likuiditas

  • Reaksi pasar terhadap berita

Sering kali:

Gerakan kecil bisa terlihat seperti trend besar — padahal hanya efek likuiditas tipis.


Strategi Memanfaatkan News Tanpa Menjadi Spekulan Nekat

Memanfaatkan news bukan berarti berjudi tepat pada saat rilis. Sebaliknya, trader profesional justru fokus pada:

  • Persiapan sebelum news

  • Reaksi pasar setelah news

  • Manajemen risiko yang disiplin

Berikut pendekatan yang bisa kamu gunakan.

1. Pahami Konsensus vs Realisasi

Setiap rilis data memiliki:

  • Forecast: ekspektasi pasar

  • Previous: data sebelumnya

  • Actual: hasil sebenarnya

Logikanya sederhana:

  • Jika hasil lebih baik dari ekspektasi → biasanya bullish untuk mata uang terkait.

  • Jika jauh lebih buruk → cenderung bearish.

  • Jika sesuai ekspektasi → sering kali market sudah priced-in.

Namun, yang perlu dicatat:

Market lebih bereaksi pada “kejutan” dibanding angka itu sendiri.

2. Tunggu Reaksi — Jangan FOMO

Banyak trader pemula langsung masuk posisi saat rilis.

Hasilnya?

  • Slippage

  • Spread melebar

  • Tereksekusi di harga buruk

Strategi yang lebih aman:

  1. Biarkan candle news terbentuk.

  2. Observasi arah market setelah 5–15 menit.

  3. Masuk berdasarkan retest, pullback, atau konfirmasi struktur.

3. Gunakan Stop Loss Realistis

Saat news, pasar bisa bergerak puluhan hingga ratusan poin.

Jika stop loss terlalu sempit:

  • Cepat kena SL,

  • Lalu harga malah bergerak sesuai analisismu.

Letakkan SL di area:

  • Di luar high/low penting,

  • Sesuai volatilitas rata-rata (ATR).

4. Jangan Trading Semua Berita

Pilih beberapa news yang paling kamu pahami.

Spesialisasi lebih baik daripada mengejar semua peluang.

Misalnya:

  • Fokus pada USD & emas,

  • Atau fokus pada indeks,

  • Atau fokus satu mata uang tertentu.


Kesalahan Umum Trader Saat News Akhir Tahun

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

1. Overtrading karena euforia

Melihat market bergerak liar, trader merasa:

“Sayang kalau tidak ikut!”

Padahal, semakin sering masuk tanpa perhitungan, semakin besar peluang rugi.

2. Tidak punya rencana exit

Banyak trader hanya memikirkan entry.

Padahal:

  • Di mana ambil profit?

  • Kapan keluar jika salah arah?

  • Kapan sebaiknya tidak trading?

Semua harus jelas sejak awal.

3. Mengabaikan Money Management

Satu kesalahan fatal:

Memperbesar lot karena merasa “pasti profit”.

News tidak bisa ditebak 100%. Bahkan analis profesional pun bisa salah.


Cara Menyusun Trading Plan Khusus News Akhir Tahun

Berikut template sederhana:

  1. Tentukan pair/market utama.

  2. Tandai jadwal news penting di kalender ekonomi.

  3. Catat forecast & previous.

  4. Tentukan 2–3 skenario:

    • Bullish

    • Bearish

    • Sideways / priced-in

  5. Tentukan level penting pada chart.

  6. Sesuaikan risiko maksimal (misalnya 1–2% per posisi).

  7. Evaluasi setelah market tenang.

Dengan pendekatan terstruktur, trading menjadi lebih tenang dan rasional.


Di penghujung 2025, pasar akan menghadirkan berbagai peluang — namun hanya trader yang disiplin, sabar, dan memahami news yang mampu bertahan serta berkembang. Jadikan berita sebagai alat bantu, bukan sebagai alasan untuk berjudi.

Pada akhirnya, pengetahuan dan edukasi adalah fondasi utama.

Jika kamu ingin memperdalam pemahaman tentang cara membaca news, mengelola risiko, hingga mempraktikkan strategi trading yang lebih aman, kamu bisa bergabung dalam program edukasi Didimax. Di sana, kamu akan mendapatkan materi, bimbingan, serta diskusi interaktif yang membantu meningkatkan kemampuan trading secara bertahap — tanpa harus berjalan sendirian.

Kunjungi program edukasi trading di www.didimax.co.id dan manfaatkan kesempatan belajar langsung bersama mentor berpengalaman. Dengan bimbingan yang tepat, disiplin, dan latihan konsisten, kamu dapat memaksimalkan peluang di pasar — bukan hanya di akhir tahun, tetapi juga untuk perjalanan trading jangka panjangmu.