Pusat Edukasi

Rumah Pusat Edukasi Belajar Forex Pusat Edukasi Gratis Mending Scalping atau Intraday? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Mending Scalping atau Intraday? Kenali Keuntungan dan Risikonya

by Lia Nurullita

Mending Scalping atau Intraday? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Dalam dunia trading forex, terdapat berbagai strategi yang dapat digunakan untuk meraih keuntungan. Dua strategi yang cukup populer di kalangan trader adalah scalping dan intraday trading. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan cocok untuk profil trader yang berbeda pula. Namun, sebelum memilih strategi mana yang paling sesuai, penting untuk memahami kelebihan dan risikonya. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan antara scalping dan intraday trading agar Anda dapat menentukan mana yang lebih cocok untuk gaya trading Anda.

Apa Itu Scalping?

Scalping adalah strategi trading yang mengandalkan frekuensi transaksi tinggi dengan tujuan memperoleh keuntungan kecil dari setiap posisi. Trader yang menggunakan metode ini, yang disebut sebagai scalper, biasanya hanya mempertahankan posisi selama beberapa detik hingga beberapa menit. Mereka memanfaatkan pergerakan harga yang sangat kecil dalam pasar untuk menghasilkan profit dalam jumlah besar melalui volume trading yang tinggi.

Scalping biasanya dilakukan di pasar dengan volatilitas tinggi, seperti pasangan mata uang mayor (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY) yang memiliki spread ketat dan likuiditas tinggi. Strategi ini juga membutuhkan eksekusi cepat dan penggunaan leverage yang tinggi agar keuntungan tetap signifikan meskipun margin profit per transaksi kecil.

Keuntungan Scalping

  1. Profit Cepat – Trader dapat memperoleh keuntungan dalam waktu singkat tanpa perlu menunggu lama.

  2. Minim Risiko Perubahan Fundamental – Karena posisi hanya dibuka dalam waktu singkat, scalper tidak terlalu terpengaruh oleh berita fundamental besar yang bisa mengguncang pasar.

  3. Banyak Peluang dalam Sehari – Dengan banyaknya transaksi yang dilakukan, peluang profit lebih sering muncul dibandingkan strategi lain.

Risiko Scalping

  1. Membutuhkan Konsentrasi Tinggi – Trader harus terus memantau chart dan eksekusi order dengan cepat, yang bisa menjadi sangat melelahkan.

  2. Spread dan Biaya Komisi – Karena frekuensi trading yang tinggi, biaya spread dan komisi broker bisa menggerus keuntungan.

  3. Dampak Psikologis – Tekanan dalam mengambil keputusan cepat dan menghadapi pergerakan harga yang tajam bisa mempengaruhi kondisi emosional trader.

Apa Itu Intraday Trading?

Intraday trading adalah strategi di mana trader membuka dan menutup posisi dalam satu hari perdagangan, tanpa membiarkan posisi menginap (overnight). Tidak seperti scalping yang mengandalkan banyak transaksi dalam sehari, intraday trader biasanya hanya membuka beberapa posisi dengan target keuntungan lebih besar.

Strategi ini mengandalkan analisis teknikal dan fundamental untuk menangkap tren pasar yang lebih luas dalam satu hari perdagangan. Intraday trader biasanya menggunakan time frame 15 menit hingga 1 jam untuk mencari peluang masuk dan keluar yang optimal.

Keuntungan Intraday Trading

  1. Keuntungan Lebih Besar Per Transaksi – Karena target profit lebih tinggi dibandingkan scalping, trader tidak perlu melakukan terlalu banyak transaksi dalam sehari.

  2. Lebih Fleksibel – Trader tidak perlu terus menerus melihat chart seperti scalping, sehingga bisa lebih santai dalam mengambil keputusan.

  3. Mengurangi Biaya Spread dan Komisi – Dengan jumlah transaksi yang lebih sedikit, biaya trading juga lebih rendah dibandingkan scalping.

Risiko Intraday Trading

  1. Terkena Risiko Berita Fundamental – Karena posisi bisa bertahan selama beberapa jam, trader lebih rentan terhadap berita atau rilis data ekonomi yang dapat mengubah arah pasar.

  2. Perlu Analisis yang Lebih Matang – Intraday trading memerlukan pemahaman lebih dalam terhadap analisis teknikal dan fundamental untuk menemukan peluang yang lebih besar.

  3. Psikologi Trading – Walaupun tidak seintens scalping, intraday trading tetap membutuhkan kestabilan emosi agar trader tidak terjebak dalam keputusan impulsif akibat fluktuasi harga.

Scalping vs. Intraday: Mana yang Lebih Cocok?

Pemilihan strategi trading yang tepat sangat bergantung pada gaya dan kepribadian masing-masing trader. Jika Anda adalah tipe trader yang menyukai kecepatan, tantangan, dan memiliki waktu untuk terus memantau pergerakan pasar, maka scalping bisa menjadi pilihan yang menarik. Namun, jika Anda lebih suka analisis mendalam, menghindari stres akibat keputusan cepat, dan ingin mengurangi biaya trading, intraday trading bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Selain itu, faktor lain seperti modal yang tersedia, kecepatan eksekusi broker, serta toleransi risiko juga harus diperhitungkan sebelum memilih strategi yang paling cocok. Banyak trader yang awalnya mencoba scalping namun beralih ke intraday setelah merasakan tekanan psikologis yang tinggi dalam scalping. Sebaliknya, ada juga trader yang tidak sabar menunggu pergerakan harga dalam intraday dan lebih memilih scalping karena lebih dinamis.

Untuk menjadi trader yang sukses, tidak hanya diperlukan pemahaman tentang strategi trading, tetapi juga disiplin, pengelolaan risiko yang baik, dan pengendalian emosi. Tanpa kombinasi faktor tersebut, baik scalping maupun intraday bisa menjadi strategi yang sulit dijalankan dengan konsisten.

Jika Anda masih bingung menentukan strategi mana yang paling cocok untuk Anda, mengikuti program edukasi trading adalah langkah yang tepat. Melalui edukasi yang tepat, Anda dapat memahami lebih dalam tentang teknik trading, manajemen risiko, serta strategi yang paling sesuai dengan karakter Anda sebagai trader.

Bergabunglah dalam program edukasi trading gratis di www.didimax.co.id dan dapatkan bimbingan langsung dari para mentor profesional. Dengan materi pembelajaran yang lengkap dan komunitas trader yang aktif, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan di pasar forex dan meningkatkan potensi profit Anda.